CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d64cc8c6df2313e49078b6f/kuliah-kerja-berhantu-40-hari-kkb-40h

Kuliah Kerja Berhantu 40 Hari (KKB 40H)

Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 17
Quote:


masih takut kesurupan ane gan
Balasan post herdimeidianto
Quote:


Siap. Makasih.

Jejak
Salam kenal gan
Quote:


Eeehhh...upssss... Ohhh meeegoott.. ehh...benerraann gan???
Emang ente pernah ikutan jaran kepang? Alias jathilan????
Uch....
Bagian Empat
Pesan dan Mimpi

Part sebelumnya :
Aku segera menuntaskan mandiku dan berpakaian kembali. Tony sudah ada di depan pintu kamar mandi, karena aku penasaran. Aku mencoba bertanya kepada Tony, “Apa kau mendengar sesuatu di dalam, Ton?” Tony yang kelihatan binggung hanya menjawab, “Tidak ... memangnya kenapa? Kau tadi main sabun ya, Han?” ejeknya kepadaku.
“Ah sudahlah ... lupakan saja!” sambil ngeloyor pergi.

***


Aku sebenarnya tidak pernah tahu, apa yang dilakukan oleh Jawir sesaat setelah aku dan Feranda meninggalkan kamar dimana sebelumnya keris yang dilipat oleh kain kafan itu berada. Jawir sebenarnya sangat tertarik dengan benda keramat seperti ini. Ia memiliki rasa penasaran yang begitu kentara dan seolah menginginkan benda tersebut. Hingga akhirnya Tony berkata kepadaku, “Han ... aku ingin membicarakan sesuatu!” ujar Tony dengan setengah berlari. Aku yang sedang berada di dalam kamar kemudian bangun dari posisiku semula dan menghadap kearah Tony.

Quote:


Aku hanya bisa menepuk kepalaku. Aku benar-benar kesal dengan anak yang sok tau ini. Ia tidak pernah bisa berpikir jernih dan berbuat seenaknya. Aku mengesampingkan mengenai pesan Kakek Min siang tadi. Namun yang sebenarnya paling aku pikirkan adalah bagaimana bila yang punya rumah ini tahu, kalau benda tersebut diambil oleh Jawir. Lalu hal apa yang akan terjadi? Apakah kami akan merusak kepercayaan orang lain, lalu bagaimana dengan Pak Kades? Hal-hal seperti itu berkecamuk di dalam pikiranku. Aku yang kesal kemudian beranjak dari dalam garasi yang sudah menjadi kamar tersebut dan menuju ke kamar sebelah yang berada di tengah, berniat untuk mengecek apa yang sedang terjadi.

Quote:


Tony dan Feranda kemudian menjelaskan apa yang mereka tahu kepada Dona. Dona akhirnya mengerti, apa yang kami khawatirkan. Ia juga menganggap kalau hal itu tidaklah pantas untuk dilakukan. Dona sebenarnya adalah anak yang benar-benar realistis. Ia tidak terlalu takut dengan hal seram, hal tabu ataupun hal-hal seperti yang kami bicarakan. Ia hanya menilai sesuatu dari dua hal yaitu baik ataupun buruk dan menurutnya tindakan yang dilakukan Jawir adalah tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan.

Quote:


Aku tak ingin berdebat jauh, rasanya saat itu ingin sekali kulayangkan satu atau dua buah tinju ke mukanya yang benar-benar membuatku muak. Namun apa daya, aku tak ingin membuat gaduh apalagi ini adalah hari pertama kami menginap di desa ini. Aku kemudian menyusul masuk ke dalam rumah dan mendapati teman-teman KKN-ku yang lain sudah berada di ruang tamu dan duduk melingkar di tengah-tengah ditambah dengan sajian makanan yang cukup sederhana untuk malam ini.

Quote:

Dona kemudian menjawab, “Itu yang masak Ira, Ceni dan Putri. Kalau aku dan Feranda ya jadi pengawas kali ini!” terang Dona cengegesan. Dona juga tampaknya anak yang suka bercanda batinku. Feranda yang kupikir bisa memasak ternyata tidak bisa memasak. Aku ternyata terlalu berekspektasi terlalu tinggi kepadanya saat itu, sedangkan Mak menurutnya ia ragu, apakah anak-anak yang lain akan menerima masakannya. Aku pun cukup terhenran-heran mengenai apa yang dimaksud oleh Mak.

Makan malam hari itu terasa khidmat. Makan malam yang sederhana dengan lauk berupa kerupuk, ikan sarden, rebusan sayur, jengkol dan juga sambal. Namun Jawir yang ditawari untuk makan tidak merespon sama sekali, tampaknya ia sudah tidur sedari tadi. Feranda, Mak dan juga Dona kemudian membereskan sisa-sisa makanan dan berniat untuk cuci piring. Aku, Endy dan Tony kebagian untuk menimba air dan menemani para wanita ini mencuci piring di kamar mandi yang ada sumurnya tersebut. Feranda dan Dona tampaknya masih takut dengan keadaan kamar mandi yang masih gelap gulita, hal ini disebabkan karena lampu dari kamar mandi ini ternyata putus dan kami lupa membeli stock lampu cadangan tersebut.

Setelah acara cuci piring selesai, kami semua mulai mengambil posisi masing-masing. Sebelumnya Dwi dan Tony sudah ditugaskan untuk mengunci pintu dan merapatkan jendela, karena memang agenda selanjutnya adalah beristirahat, mungkin baru besok kami akan mengadakan rapat antar anggota KKN untuk membicarakan apa saja yang akan kita lakukan di desa ini.

Malam begitu sunyi, hingga kemudian kami semua tertidur dalam lelap karena kecapaian setelah tiba di desa ini.
Aku seperti sedang tidur namun tidak tidur, bisa dibilang aku setengah tidur. Namun sekelilingku tiba-tiba berubah. Langit menjadi gelap gulita, hanya ada penerangan dari beberapa lampu teplok (lampu minyak) yang ada sekitar 4 lampu yang menyinari rumah yang ada di hadapanku ini, rumah ini adalah rumah lama yang terbuat dari kayu dan kemudian ada seorang kakek-kakek berpakaian serba putih turun dari tangga rumah tersebut dengan setengah melayang dan menyapaku dengan muka ramah. Tapi, ada hal yang membuatku begitu mengganjal dengan mukanya, yaitu kakek ini memiliki hidung yang sangat besar seperti buah jambu dan hidung itu berwarna hitam pekat, begitu kontras dengan pakaian putih dan jenggot putih panjang menjuntai yang menghiasi mukanya.

Quote:


Aku kemudian tiba-tiba terjaga dan melihat jam di handphoneku yang menunjukkan waktu menjelang subuh. Mimpi itu begitu kentara, aku sampai susah membedakan yang mana realita dan mana yang bukan. Tapi semua yang terjadi di dalam mimpi tersebut, aku masih benar-benar mengingat semua hal yang terjadi barusan. Aku kemudian memutuskan untuk segera tidur kembali.

Pagi pun menjelang, sinar mentari memasuki jendela pintu dan membangunkanku dari tidur. Aku mengecek handphoneku dan terlihat beberapa misscall dari Kakek Min kepadaku. Aku kemudian membaca pesan dari Kakek Min dan apa yang ada di dalam pesan singkat tersebut adalah “Cari benda itu! Kembalikan ke tempatnya semula!”
Aku benar-benar kaget, tampaknya mimpi dan juga peringatan Kakek Min ini bukanlah hal yang main-main.

#Bersambung

profile-picture
profile-picture
profile-picture
eja2112 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

salam kenal juga gan

Quote:

wkwkw g prnh sih liat orangnya makan beling sudah tapi
Kapan diselesaikan Gan???
emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
swordfish07 dan ellectrofuxx memberi reputasi
Quote:


Cerita ini sbnernya udh tamat cuma emg lg dibenerin kosa katanya gan doakan saja scpatnya
profile-picture
adolfsbasthian memberi reputasi
hiii seremmmm emoticon-Matabelo
Quote:


Oke baiklah Gan TS... Semangat yaaah...
emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
swordfish07 dan ellectrofuxx memberi reputasi
jejak dulu, seru nih kayanya, jangan kentang ya ganemoticon-2 Jempol
Quote:


Oalaah.. ane kira ente ikutan grup jathilan ... Hehee..
Woaaallaah.. nennenee.. ane kagak demen liat yang jathilan macam ini... Kaseaan anee.. humm...

Btw.. kok ente takut kesurupan lagi tuh karenq apa gan?
Quote:

sini sini jgn takut wkwkw
Quote:

okeh gan bantu share yoo

Quote:

okeh gan siapp ini cuma ngedit aja kok gan sbnernya cerita lengkapnya udh ada wkkww

Quote:


wah ane g usah kerja lgi kalo gitu nyemil paku sama beling kenyang kykny wkwkw
Baca trus aja ceritanya ntar jg tau kenapa takut sm kesurupan 🤣
mau kkn pa mau uji nyali...

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
lanjutttttt
Quote:


Aishhh bole bole ..ngekor ahh emoticon-Malu
Absen di trit macan... emoticon-Traveller

Ditunggu updatenyo gan
Quote:


Quote:

okeh gan

Quote:

wkwkw boleh dong ngekor

Quote:

wkwkw trit sebelah belum gw update nih 🤣
profile-picture
zeeblur memberi reputasi
Trit ini dulu aja gpp... emoticon-Traveller


Ane lama ga buka kaskus, terakhir baca handaka lagi godain SPG showroom 😂 ntar baca marathon
Quote:


Handaka emg suka yg toge bro 🤣
Halaman 4 dari 17


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di