- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Sekuler Bukanlah Solusi, Sekuler Itu Bencana, Politik Konservatif Justru yang Terbaik


TS
dragonroar
Sekuler Bukanlah Solusi, Sekuler Itu Bencana, Politik Konservatif Justru yang Terbaik
Quote:
Revolusi Perancis, terutama pada masa Jacobin, diwarnai salah satu peristiwa anti-rohaniwan paling keras dalam sejarah Eropa modern sebagai reaksi melawan peran dominan gereja Katolik di Perancis pada masa sebelum revolusi. Satu dari kebijakan utama ekonomi Revolusi Perancis adalah nasionalisasi tanah yang sebelumnya dimiliki oleh Gereja Katolik. Gereja dipandang sebagai sasaran empuk bagi pengambilalihan aset karena mereka memiliki banyak tanah namun memiliki pengaruh politik yang relatif sedikit dalam pemerintahan rezim. Otoritas revolusioner yang baru mendepak gereja; menghancurkan, menodai dan mengalihfungsikan biara-biara; mengasingkan 30,000 pendeta dan membunuh ratusan orang.
Sebagai bagian dari kampanye untuk mendekristenisasikan Perancis pada Oktober 1793 kalender Kristen digantikan dengan penghitungan dari tanggal Revolusi, dan Kultus Akal Budi yang ateis didirikan, seluruh gereja yang tidak bernaung pada kultus tersebut ditutup. Pada 1794, kultus ateistik tersebut digantikan dengan Kultus Sosok Tertinggi yang deistik. Saat anti-rohaniwan menjadi tujuan yang jelas dari kaum revolusioner Perancis, kontra-revolusioner memulihkan tradisi dan Rezim lama angkat senjata, terutama dalam Perang Vendée (1793 sampai 1796).
Saat Paus Pius VI menyatakan pertentangan terhadap revolusi tersebut dalam Koalisi Pertama (1792–1797), Napoleon Bonaparte menginvasi Italia (1796). Pasukan Perancis menahan Paus pada 1797, dan ia meninggal setelah enam minggu ditahan. Napoleon sendiri juga kelak kena karmanya karena ia sendiri kemudian mati saat diasingkan ke pulau Saint Helena di Atlantik.
Pada akhirnya, Napoleon kemudian mendirikan kembali Gereja Katolik di Perancis dengan menandatangani Konkordat 1801, dan mencekal Kultus Sosok Tertinggi. Beberapa kebijakan anti-rohaniwan masih diteruskan. Saat tentara Napoleon memasuki sebuah wilayah, biara-biara seringkali dijarah dan properti gereja disekulerisasikan
Spoiler for Ilustrasi kebiadaban Revolusi Perancis:

Sebagai bagian dari kampanye untuk mendekristenisasikan Perancis pada Oktober 1793 kalender Kristen digantikan dengan penghitungan dari tanggal Revolusi, dan Kultus Akal Budi yang ateis didirikan, seluruh gereja yang tidak bernaung pada kultus tersebut ditutup. Pada 1794, kultus ateistik tersebut digantikan dengan Kultus Sosok Tertinggi yang deistik. Saat anti-rohaniwan menjadi tujuan yang jelas dari kaum revolusioner Perancis, kontra-revolusioner memulihkan tradisi dan Rezim lama angkat senjata, terutama dalam Perang Vendée (1793 sampai 1796).
Spoiler for Kultus Akal Budi:

Spoiler for Kultus Sosok Tertinggi:

Spoiler for Penyembahan Berhala akibat Revolusi Perancis:

Saat Paus Pius VI menyatakan pertentangan terhadap revolusi tersebut dalam Koalisi Pertama (1792–1797), Napoleon Bonaparte menginvasi Italia (1796). Pasukan Perancis menahan Paus pada 1797, dan ia meninggal setelah enam minggu ditahan. Napoleon sendiri juga kelak kena karmanya karena ia sendiri kemudian mati saat diasingkan ke pulau Saint Helena di Atlantik.
Pada akhirnya, Napoleon kemudian mendirikan kembali Gereja Katolik di Perancis dengan menandatangani Konkordat 1801, dan mencekal Kultus Sosok Tertinggi. Beberapa kebijakan anti-rohaniwan masih diteruskan. Saat tentara Napoleon memasuki sebuah wilayah, biara-biara seringkali dijarah dan properti gereja disekulerisasikan
Quote:
Kelaparan sering dianggap sebagai bencana alam terburuk di muka bumi. Efeknya tersebar luas, dan kerusakan yang ditimbulkan bisa bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Sepanjang sejarah manusia ada banyak sekali bencana kelaparan mengerikan yang merenggut nyawa hingga jutaan manusia. Berikut 10 kelaparan terparah sepanjang sejarah.
UNI SOVIET (1932-1933)
Tingkat keparahan bencana kelaparan ini tidak sepenuhnya diketahui hingga runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an. Penyebab utama adalah kebijakan kolektivisasi Josef Stalin. Dalam kolektivisasi, petak tanah diubah menjadi pertanian kolektif. Jadi tidak ada lagi milik pribadi. Stalin mengambil paksa tanah masyarakat dan merusak tambak, panen, dan hewan ternak. Perusakan benih dan kolektivisasi paksa tanah menyebabkan kelaparan massal di Soviet yang menewaskan sekitar 10 juta orang.
IRLANDIA (1845)
Sebanyak 33% dari populasi Irlandia bergantung pada kentang untuk bertahan hidup dan timbulnya penyakit pada 1845 memicu kelaparan massal yang berlangsung sampai 1853. Pada akhir 1853, penduduk yang mati sebanyak 1,5 juta orang, sedangkan 2 juta lainnya beremigrasi. Total penduduk Irlandia menyusut sebanyak 25% akibat kelaparan.
CHALISA, INDIA (1783)
Kelaparan di Chalisa merujuk pada tahun dalam kalender Samvat Vikram yang digunakan di India Utara. Terjadi pada 1783, di mana wilayah ini mengalami tahun luar biasa kering, sebagai pergeseran dari sistem cuaca El Nino yang tidak membawa hujan. Semua hasil panen layu dan mati termasuk ternak karena kekurangan makanan dan air. Tahun penuh gejolak ini menewaskan 11 juta orang.
BENGGALA, INDIA (1942-1943)
Kelaparan Benggala periode kedua ini diawali oleh terjadinya badai (angin puyuh). Mayoritas makanan yang dikonsumsi penduduk Benggala diimpor dari Burma, tetapi Jepang menghentikannya dan mengalihkannya untuk Perang Dunia II. Pada 1942, Benggala dilanda topan dan tiga gelombang pasang dilanjutkan dengan banjir besar yang menghancurkan 3.200 mil persegi lahan pertanian. Pada Desember 1943, tercatat 7 juta warga Benggala dan pengungsi Burma mati kelaparan.
BENGGALA INDIA (1770)
Kelaparan di Benggala sangat mengerikan karena membunuh sepertiga dari populasi. Ketika itu sebagian besar perdagangan dikuasai oleh Inggris melalu Perusahaan Hindia Timur. Laporan kekeringan dan kekurangan tanaman selalu diabaikan, dan perusahaan terus meningkatkan pajak daerah. Petani tidak dapat bercocok tanam, dan makanan yang dijual juga sangat mahal. Tanpa stok beras besar, orang dibiarkan tanpa cadangan pangan dan akibatnya kelaparan menewaskan 10 juta orang.
VIETNAM (1945)
Sebagai daerah di bawah Prancis, Vietnam berada di bawah kekuasaan kolonial ketika Perang Dunia II. Ketika ekspansi Jepang dimulai di Indocina, Vietnam diambil oleh Jepang dan akhirnya berkolaborasi. Fokus pertanian akhirnya bergeser di mana semuanya diarahkan untuk mencukupi bahan makanan. Orang Jepang mengambil paksa seluruh daerah pertanian dan merampas sebagian besar tanaman.
CHINA (1958-1962)
Kelaparan besar di China disebabkan oleh pemimpin komunis yang berupaya memaksa perubahan pada masyarakat. Sebagai bagian dari doktrin "Lompatan Jauh ke Depan", salah satunya adalah larangan akan kepemilikan tanah pribadi. Rezim komunis mendahulukan produksi besi dan baja dibanding pertanian yang akhirnya mengakibatkan jutaan pekerja pertanian dipaksa keluar dari ladang dan dikirim ke pabrik membuat logam. Pada saat “Lompatan Jauh ke Depan” berakhir pada 1962, 43 juta orang meninggal karena kelaparan.
CHINA (1907)
Kasus kelaparan di China pada 1907 merupakan peristiwa singkat yang merenggut nyawa hingga 25 juta orang. China sebelah timur terguncang oleh serangkaian panen buruk ketika banjir besar melanda 40.000 mil persegi wilayah pertanian yang subur dan merusak 100% hasil panen. Hal ini menyebabkan kerusuhan pangan terjadi setiap hari.
RUSIA (1921)
Awal abad ke-20 adalah masa penuh gejolak bagi Rusia, dimana mereka kehilangan jutaan USD dalam Perang Dunia I dan mengalami revolusi kekerasan pada 1917. Sepanjang perang, tentara Bolshevik selalu memaksa petani menyerahkan makanan dan hasil pertanian. Akibatnya, banyak petani berhenti bercocok tanam. Ini mengakibatkan krisis makanan dan ketiadaan bibit unggul. Pada 1921, korban tewas akibat kelaparan di Rusia mencapai 5 juta orang.
Sepanjang sejarah manusia ada banyak sekali bencana kelaparan mengerikan yang merenggut nyawa hingga jutaan manusia. Berikut 10 kelaparan terparah sepanjang sejarah.
UNI SOVIET (1932-1933)
Tingkat keparahan bencana kelaparan ini tidak sepenuhnya diketahui hingga runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an. Penyebab utama adalah kebijakan kolektivisasi Josef Stalin. Dalam kolektivisasi, petak tanah diubah menjadi pertanian kolektif. Jadi tidak ada lagi milik pribadi. Stalin mengambil paksa tanah masyarakat dan merusak tambak, panen, dan hewan ternak. Perusakan benih dan kolektivisasi paksa tanah menyebabkan kelaparan massal di Soviet yang menewaskan sekitar 10 juta orang.
IRLANDIA (1845)
Sebanyak 33% dari populasi Irlandia bergantung pada kentang untuk bertahan hidup dan timbulnya penyakit pada 1845 memicu kelaparan massal yang berlangsung sampai 1853. Pada akhir 1853, penduduk yang mati sebanyak 1,5 juta orang, sedangkan 2 juta lainnya beremigrasi. Total penduduk Irlandia menyusut sebanyak 25% akibat kelaparan.
CHALISA, INDIA (1783)
Kelaparan di Chalisa merujuk pada tahun dalam kalender Samvat Vikram yang digunakan di India Utara. Terjadi pada 1783, di mana wilayah ini mengalami tahun luar biasa kering, sebagai pergeseran dari sistem cuaca El Nino yang tidak membawa hujan. Semua hasil panen layu dan mati termasuk ternak karena kekurangan makanan dan air. Tahun penuh gejolak ini menewaskan 11 juta orang.
BENGGALA, INDIA (1942-1943)
Kelaparan Benggala periode kedua ini diawali oleh terjadinya badai (angin puyuh). Mayoritas makanan yang dikonsumsi penduduk Benggala diimpor dari Burma, tetapi Jepang menghentikannya dan mengalihkannya untuk Perang Dunia II. Pada 1942, Benggala dilanda topan dan tiga gelombang pasang dilanjutkan dengan banjir besar yang menghancurkan 3.200 mil persegi lahan pertanian. Pada Desember 1943, tercatat 7 juta warga Benggala dan pengungsi Burma mati kelaparan.
BENGGALA INDIA (1770)
Kelaparan di Benggala sangat mengerikan karena membunuh sepertiga dari populasi. Ketika itu sebagian besar perdagangan dikuasai oleh Inggris melalu Perusahaan Hindia Timur. Laporan kekeringan dan kekurangan tanaman selalu diabaikan, dan perusahaan terus meningkatkan pajak daerah. Petani tidak dapat bercocok tanam, dan makanan yang dijual juga sangat mahal. Tanpa stok beras besar, orang dibiarkan tanpa cadangan pangan dan akibatnya kelaparan menewaskan 10 juta orang.
VIETNAM (1945)
Sebagai daerah di bawah Prancis, Vietnam berada di bawah kekuasaan kolonial ketika Perang Dunia II. Ketika ekspansi Jepang dimulai di Indocina, Vietnam diambil oleh Jepang dan akhirnya berkolaborasi. Fokus pertanian akhirnya bergeser di mana semuanya diarahkan untuk mencukupi bahan makanan. Orang Jepang mengambil paksa seluruh daerah pertanian dan merampas sebagian besar tanaman.
CHINA (1958-1962)
Kelaparan besar di China disebabkan oleh pemimpin komunis yang berupaya memaksa perubahan pada masyarakat. Sebagai bagian dari doktrin "Lompatan Jauh ke Depan", salah satunya adalah larangan akan kepemilikan tanah pribadi. Rezim komunis mendahulukan produksi besi dan baja dibanding pertanian yang akhirnya mengakibatkan jutaan pekerja pertanian dipaksa keluar dari ladang dan dikirim ke pabrik membuat logam. Pada saat “Lompatan Jauh ke Depan” berakhir pada 1962, 43 juta orang meninggal karena kelaparan.
CHINA (1907)
Kasus kelaparan di China pada 1907 merupakan peristiwa singkat yang merenggut nyawa hingga 25 juta orang. China sebelah timur terguncang oleh serangkaian panen buruk ketika banjir besar melanda 40.000 mil persegi wilayah pertanian yang subur dan merusak 100% hasil panen. Hal ini menyebabkan kerusuhan pangan terjadi setiap hari.
RUSIA (1921)
Awal abad ke-20 adalah masa penuh gejolak bagi Rusia, dimana mereka kehilangan jutaan USD dalam Perang Dunia I dan mengalami revolusi kekerasan pada 1917. Sepanjang perang, tentara Bolshevik selalu memaksa petani menyerahkan makanan dan hasil pertanian. Akibatnya, banyak petani berhenti bercocok tanam. Ini mengakibatkan krisis makanan dan ketiadaan bibit unggul. Pada 1921, korban tewas akibat kelaparan di Rusia mencapai 5 juta orang.
Quote:
10 alasan mengapa abad pertengahan lebih daripada sekarang
Para Abad kegelapan sebenarnya tidak gelap - zaman itu, pada kenyataannya, waktu yang tepat untuk hidup .Di sini, kita melihat sepuluh perbedaan antara dulu dan sekarang yang (subyektif tentunya) yang lebih baik dari jaman ini.
10. Pajak Rendah
tarif pajak di Inggris abad pertengahan banyak bervariasi, tergantung pada Raja dan apa yang terjadi di masyarakat.
Besarnya Pajak jarang di atas 15% tetapi lebih sering sebsar 10%. Bagi kebanyakan orang saat ini hampir sepertiga atau setengah dari pendapatan adaalah pajak yang harus dibayar.Pajak untuk mendukung militer dan Raja, dan bahkan dalam masa perang pajak tidak pernah berlebihan.
Pajak biasanya dibayarkan berdasarkan jumlah tanah milik Anda, sehingga orang seperti budak sering dibebaskan dari pajak nasional dan dibayar, sebagai gantinya, persepuluhan dalam bentuk (biasanya) gandum kepada pemilik tanah mereka.
9. Gaya Hidup
Namun, terlepas dari yang kelas Anda punyai, Anda akan hidup dengan gaya hidup yang lebih baik. Dengan "lebih baik" maksudku lebih sehat dan mudah. Jika Anda bangsawan Anda tidak akan melakukan pekerjaan sehari-hari dalam hidup Anda. Anda akan makan makanan lezat sepanjang waktu, dan akan memiliki banyak kegiatan untuk membuat Anda sibuk.
Di sisi lain, jika Anda adalah buruh, Anda akan bekerja di bidang Anda selama bulan-bulan musim panas dan bermalas-malasan selama bulan-bulan musim dingin menunggu dan menikmati panen Anda (setelah pajak yang Anda bayar untuk pemilik tanah Anda).
satu-satunya persyaratan yang nyata sebagai seorang buruh adalah bahwa Anda membayar sepersepuluhan hasil panen Anda (biasanya dalam gandum) dan melakukan beberapa pekerjaan aneh lainnya, tetapi, selain dari itu, Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan tanah Anda, dan pemilik tanah harus menjamin perlindungan dari penjahat dan menyediakan untuk Anda bahan makanan pada waktu kelaparan.
Beberapa buruh menjadi sangat kaya melalui pemanfaatan secara bijak lahan mereka.
8. Kejahatan
Abad pertengahan mengenal sekitar 5 pembunuh berantai. Sebagian besar dari Anda akan dapat nama tiga dari mereka: Elizabeth Bathory, Gilled de Rais dan Sawney Bean (yang mungkin tidak ada sama sekali).
Sekarang cobalah untuk menyebutkan nama pembunuh berantai dari masa modern yang kau tahu. pastinya sangat banyak.Ada pasti banyak pembunuhan pada Abad Pertengahan, tetapi kemungkinan rata-rata orang menjadi korban pembunuhan yang rendah.
Pembunuh diadili dan dieksekusi, dan mereka yang melakukan kejahatan kecil biasanya dipermalukan di depan publik atau didenda.
Cerita-cerita kita dengar dari tangan orang-orang yang dipotong tangannya karena mencuri biasanya dari negara-negara Timur, atau yang selama tahun-tahun awal abad pertengahan, ketika Eropa membangun dirinya sendiri ke dalam formasi yang biasanya kita kenal sekarang.
7. Tidak ada tukang lobi
Tidak seperti kebanyakan negara kita saat ini, tidak ada pelobi, dan pemerintah (sebagian besar dikuasai oleh Raja) tidak rentan terhadap penawaran kebijakan setiap tahunnya.
Dalam sistem kita saat kita dapat mengharapkan untuk melihat perubahan yang cukup drastis pada hukum di mana kita hidup setiap beberapa tahun - di abad pertengahan Anda memiliki hukum yang sama (dengan beberapa pengecualian) untuk sebagian besar hidup Anda.
Hidup di bawah Raja yang bijaksana sangat baik bagi warga negara yang taat hukum, dan Anda tahu bahwa jika Raja sudah tua, sakit, atau tidak lagi perang, besok akan sama seperti saat ini.
This stability is something most of us have never known, so it can be hard to appreciate how much better it was than the present systems which have given rise to all manner of bizarre ideas such as the fart tax .
Stabilitas ini adalah sesuatu yang tidak disadari keunggulannnya, sehingga akan sulit untuk menghargai betapa jauh lebih baik sistem jaman itu daripada sistem sekarang yang telah memunculkan berbagai macam ide yang aneh seperti pajak kentut .
6. Uang adalah Benar-Benar Uang
Sejak akhir standar emas, uang telah lebih menjadi konsep daripada kenyataan.Pada Abad Pertengahan, uang adalah uang. Jika Anda memiliki emas, Anda memiliki emas. sistem moneter saat ini sebagian besar dikendalikan oleh Dana Moneter Internasional, dan kemampuan suatu bangsa untuk mencetak uang pada permintaan telah menyebabkan devaluasi pada banyak mata uang.
Pepatah lama mengatakan uang tidak tumbuh di pohon - tetapi, sayangnya, pemerintah modern tidak tahu itu. Harga makanan relatif konstan (dengan pengecualian selama masa kelaparan dan selama revolusi harga), dan orang-orang tidak perlu menghabiskan setengah penghasilan mereka melunasi hutang untuk hal-hal yang tidak perlu.
Bahkan, masyarakat mengambil giliran besar yang buruk dalam kebangkitan apa yang disebut, kampanye kotor melawan sistem feodal Abad Pertengahan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan untuk sistem berbasis modal baru.
Ekonomi yang didasarkan pada produksi digantikan dengan ekonomi yang didasarkan pada seberapa banyak emas Raja dirilis ke publik.
Berikut adalah kutipan dari Life Inc: Bagaimana korporatisme Ditaklukkan Dunia, dan Bagaimana Kami Bisa Membawanya Kembali ."Tanah bukan lagi sesuatu yang membuat para petani dapat menumbuhkan sesuatu, tanah menjadi suatu investasi, tanah menjadi aset untuk orang kaya.
Setelah itu menjadi aset lebih berharga saat mereka mulai membagi dan mengkaplingnya , yang berarti orang-orang tidak diizinkan untuk menanam sesuatu di aatasnya, sehingga pertanian subsisten tidak lagi menjadi gaya hidup yang layak.
Jika Anda tidak dapat melakukan subsisten pertanian Anda harus mencari pekerjaan, sehingga Anda pergi ke kota untuk melakukan kerja yang tidak membutuhkan keterampilan khusus seperti di pabrik dengan bayaran semurah mungkin.
Lalu Anda memindahkan seluruh keluarga Anda ke lokasi yang dekat dengan pekerjaan, ke dalam kemelaratan, di mana kondisi yang penuh sesak dan miskin - tempat berkembang biak yang sempurna untuk wabah dan kematian "!
dan untuk titik acuan, upah rata-rata di pertengahan 1400-an adalah sekitar 6 sen per hari - yang setara dengan 130 pound sehari di jaman modern - dibandingkan dengan rata-rata saat ini di Inggris sekitar 96 pound per hari.
5. Hidup Dengan Umur Panjang dan Makmur
Orang-orang di Abad Pertengahan itu (rata-rata) makmur. Dan, bertentangan dengan kepercayaan populer, mereka juga berumur panjang! Secara umum, orang pada Abad Pertengahan yang mencapai usia 21 akan hidup hanya satu atau dua tahun di bawah tingkat harapan hidup rata-rata manusia saat ini (pertengahan-akhir tahun enam puluhan).
Dimana ide mati di tiga puluh berasal dari, saya tidak tahu, tapi mitos ini telah melahirkan kepada orang lain yang tak terhitung, seperti "fakta" orang-orang harus menikah di tahun-tahun awal mereka remaja karena mereka akan mati sebelum umur panjang.angka kematian bayi lebih tinggi dari hari ini, tapi, umumnya, orang-orang di Abad Pertengahan tidak memiliki akses untuk pengetahuan kedokteran seperti yang kita miliki sekarang.
Dan, meskipun angka kematian tinggi, kebanyakan keluarga memiliki anak dengan tidak direncanakan seperti keluarga saat ini, yang dapat berpotensi mengakibatkan penurunan populasi manusia, seperti yang sudah terjadi di beberapa negara.
Seperti negara-negara Italia dan Rusia (bertentangan dengan dan salah pengertian aneh bahwa bumi adalah kelebihan penduduk ).Keluar dari kecenderungan, di sini adalah daftar negara-negara kecil saat ini dalam penurunan populasi: Rusia, termasuk Kazakhstan, Ukraina, Belarus, Moldova, Estonia, Latvia, Lithuania, Bulgaria, Georgia, Armenia, Bosnia, Kroasia, Slovenia, Jerman, Hungaria, dan Italia.
Dan di sini adalah bangsa-bangsa yang akan mengalami penurunan: Yunani, Spanyol, Kuba, Uruguay, Denmark, Finlandia, Austria dan Lesotho.
4. Keindahan
Sementara banyak orang menyukai seni modern, banyak yang tidak. Tapi kebanyakan menghargai keindahan seni tradisional. Pada Abad Pertengahan hampir semua orang di Barat memiliki akses ke sedikitnya satu atau dua item keindahan.
Apakah itu patung, atau gambar dalam Gereja atau permadani yang indah yang dibuat oleh anggota keluarga - kehidupan tidak menjadi seperti abu-abu dan kusam.
membuat Tapestry adalah hobi populer pada Abad Pertengahan, dan kelangsungan hidup banyak dari mereka karya seni mengajarkan kita banyak tentang sejarah (permadani Bayeux menjadi contoh yang paling terkenal).
Dan, bahkan jika Anda tidak memiliki akses ke permadani atau lukisan, Anda bisa melihat beberapa karya seni yang luar biasa dalam busana liturgis yang dikenakan oleh pendeta dalam Misa setiap hari, yang biasanya dari bahan tenunan dengan penambahan benang emas.
3 Ksatria dan Gadis - Gadis
Saya cukup yakin bahwa tak seorang pun akan setuju dengan entri ini.Siapa yang tidak ingin hidup sebagai kesatria?
Anda bisa membunuh musuh dalam pertempuran, mengenakan baju besi dan menunggang kuda perang yang besar - dan ketika Anda pada masa istirahat Anda bisa melindungi gadis-gadia dari marabahaya; dan jika kita ingin percaya pada buku cerita, ada banyak dari mereka yang pergi mengembara!
Ksatria hanya bertugas atau melayani 40 hari satu tahun untuk junjungan mereka - setelah itu mereka akan menghabiskan hari-hari mereka di turnamen (pertempuran pada awalnya sangat berbahaya, tetapi kemudian lebih seperti permainan dan kompetisi).
Seorang pemuda akan mulai pelatihan kemampuan ksatria lebih awal dan akan menjadi seorang ksatria matang penuh antara usia 16 dan 20.
2. Makanan Yang Sehat
Tidak Ada makanan rekayasa genetika, tanpa bahan kimia, tidak ada pertanian intensif, tidak perlu label "organik".
Ini hanya empat dari banyak alasan bahwa makanan abad pertengahan lebih baik dari apa yang kita miliki saat ini. Tapi, mungkin yang paling penting, tidak ada makanan yang dihias yang rasanya seakan-akan dibesar-besarkan karena tampilannya ,dalam rangka untuk membuatnya terlihat menarik untuk massa belanja supermarket.
Dan, bertentangan dengan kepercayaan populer, orang-orang di abad pertengahan makan dengan sangat baik. Berikut adalah apa yang BBC katakan: "Para petani rata-rata abad pertengahan, bagaimanapun, mau makan hampir dua potong roti setiap hari, dan 8 oz daging atau ikan, ukuran rata-rata sebuah steak.
Ini akan disertai dengan jumlah sayuran, termasuk kacang, lobak dan wortel, dan tiga pint bir "Itu setara dengan sekitar 3.500 sampai 4.000 kalori per hari (padahal rata-rata orang makan 2.700 kalori hari ini)..
1. Banyak Pekerjaan
Abad Pertengahan tidak benar-benar memiliki masalah pengangguran seperti hari ini. Jika Anda adalah seorang buruh, Anda mengolah tanah.Jika Anda berada di kelas menengah yang tidak disebutkan namanya, Anda menjalankan toko atau bekerja untuk Tuhan.
Jika Anda kelas atas, Anda mempunyai kegiatan berburu yang menyenangkan untuk dilakukan.
Di kota-kota besar, Katedral banyak dibangun sehingga kebanyakan laki-laki bisa bekerja dalam kapasitasnya. Jika Anda benar-benar tidak bisa bekerja, biasanya karena Anda sakit atau memiliki cacat. Orang-orang yang tidak bisa bekerja itu dijaga oleh biarawati sukarela dan rahib - atau dengan keluarga mereka sendiri jika mereka memiliki cukup dana untuk melakukannya.
Para Abad kegelapan sebenarnya tidak gelap - zaman itu, pada kenyataannya, waktu yang tepat untuk hidup .Di sini, kita melihat sepuluh perbedaan antara dulu dan sekarang yang (subyektif tentunya) yang lebih baik dari jaman ini.
10. Pajak Rendah
tarif pajak di Inggris abad pertengahan banyak bervariasi, tergantung pada Raja dan apa yang terjadi di masyarakat.
Besarnya Pajak jarang di atas 15% tetapi lebih sering sebsar 10%. Bagi kebanyakan orang saat ini hampir sepertiga atau setengah dari pendapatan adaalah pajak yang harus dibayar.Pajak untuk mendukung militer dan Raja, dan bahkan dalam masa perang pajak tidak pernah berlebihan.
Pajak biasanya dibayarkan berdasarkan jumlah tanah milik Anda, sehingga orang seperti budak sering dibebaskan dari pajak nasional dan dibayar, sebagai gantinya, persepuluhan dalam bentuk (biasanya) gandum kepada pemilik tanah mereka.
9. Gaya Hidup
Namun, terlepas dari yang kelas Anda punyai, Anda akan hidup dengan gaya hidup yang lebih baik. Dengan "lebih baik" maksudku lebih sehat dan mudah. Jika Anda bangsawan Anda tidak akan melakukan pekerjaan sehari-hari dalam hidup Anda. Anda akan makan makanan lezat sepanjang waktu, dan akan memiliki banyak kegiatan untuk membuat Anda sibuk.
Di sisi lain, jika Anda adalah buruh, Anda akan bekerja di bidang Anda selama bulan-bulan musim panas dan bermalas-malasan selama bulan-bulan musim dingin menunggu dan menikmati panen Anda (setelah pajak yang Anda bayar untuk pemilik tanah Anda).
satu-satunya persyaratan yang nyata sebagai seorang buruh adalah bahwa Anda membayar sepersepuluhan hasil panen Anda (biasanya dalam gandum) dan melakukan beberapa pekerjaan aneh lainnya, tetapi, selain dari itu, Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan tanah Anda, dan pemilik tanah harus menjamin perlindungan dari penjahat dan menyediakan untuk Anda bahan makanan pada waktu kelaparan.
Beberapa buruh menjadi sangat kaya melalui pemanfaatan secara bijak lahan mereka.
8. Kejahatan
Abad pertengahan mengenal sekitar 5 pembunuh berantai. Sebagian besar dari Anda akan dapat nama tiga dari mereka: Elizabeth Bathory, Gilled de Rais dan Sawney Bean (yang mungkin tidak ada sama sekali).
Sekarang cobalah untuk menyebutkan nama pembunuh berantai dari masa modern yang kau tahu. pastinya sangat banyak.Ada pasti banyak pembunuhan pada Abad Pertengahan, tetapi kemungkinan rata-rata orang menjadi korban pembunuhan yang rendah.
Pembunuh diadili dan dieksekusi, dan mereka yang melakukan kejahatan kecil biasanya dipermalukan di depan publik atau didenda.
Cerita-cerita kita dengar dari tangan orang-orang yang dipotong tangannya karena mencuri biasanya dari negara-negara Timur, atau yang selama tahun-tahun awal abad pertengahan, ketika Eropa membangun dirinya sendiri ke dalam formasi yang biasanya kita kenal sekarang.
7. Tidak ada tukang lobi
Tidak seperti kebanyakan negara kita saat ini, tidak ada pelobi, dan pemerintah (sebagian besar dikuasai oleh Raja) tidak rentan terhadap penawaran kebijakan setiap tahunnya.
Dalam sistem kita saat kita dapat mengharapkan untuk melihat perubahan yang cukup drastis pada hukum di mana kita hidup setiap beberapa tahun - di abad pertengahan Anda memiliki hukum yang sama (dengan beberapa pengecualian) untuk sebagian besar hidup Anda.
Hidup di bawah Raja yang bijaksana sangat baik bagi warga negara yang taat hukum, dan Anda tahu bahwa jika Raja sudah tua, sakit, atau tidak lagi perang, besok akan sama seperti saat ini.
This stability is something most of us have never known, so it can be hard to appreciate how much better it was than the present systems which have given rise to all manner of bizarre ideas such as the fart tax .
Stabilitas ini adalah sesuatu yang tidak disadari keunggulannnya, sehingga akan sulit untuk menghargai betapa jauh lebih baik sistem jaman itu daripada sistem sekarang yang telah memunculkan berbagai macam ide yang aneh seperti pajak kentut .
6. Uang adalah Benar-Benar Uang
Sejak akhir standar emas, uang telah lebih menjadi konsep daripada kenyataan.Pada Abad Pertengahan, uang adalah uang. Jika Anda memiliki emas, Anda memiliki emas. sistem moneter saat ini sebagian besar dikendalikan oleh Dana Moneter Internasional, dan kemampuan suatu bangsa untuk mencetak uang pada permintaan telah menyebabkan devaluasi pada banyak mata uang.
Pepatah lama mengatakan uang tidak tumbuh di pohon - tetapi, sayangnya, pemerintah modern tidak tahu itu. Harga makanan relatif konstan (dengan pengecualian selama masa kelaparan dan selama revolusi harga), dan orang-orang tidak perlu menghabiskan setengah penghasilan mereka melunasi hutang untuk hal-hal yang tidak perlu.
Bahkan, masyarakat mengambil giliran besar yang buruk dalam kebangkitan apa yang disebut, kampanye kotor melawan sistem feodal Abad Pertengahan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan untuk sistem berbasis modal baru.
Ekonomi yang didasarkan pada produksi digantikan dengan ekonomi yang didasarkan pada seberapa banyak emas Raja dirilis ke publik.
Berikut adalah kutipan dari Life Inc: Bagaimana korporatisme Ditaklukkan Dunia, dan Bagaimana Kami Bisa Membawanya Kembali ."Tanah bukan lagi sesuatu yang membuat para petani dapat menumbuhkan sesuatu, tanah menjadi suatu investasi, tanah menjadi aset untuk orang kaya.
Setelah itu menjadi aset lebih berharga saat mereka mulai membagi dan mengkaplingnya , yang berarti orang-orang tidak diizinkan untuk menanam sesuatu di aatasnya, sehingga pertanian subsisten tidak lagi menjadi gaya hidup yang layak.
Jika Anda tidak dapat melakukan subsisten pertanian Anda harus mencari pekerjaan, sehingga Anda pergi ke kota untuk melakukan kerja yang tidak membutuhkan keterampilan khusus seperti di pabrik dengan bayaran semurah mungkin.
Lalu Anda memindahkan seluruh keluarga Anda ke lokasi yang dekat dengan pekerjaan, ke dalam kemelaratan, di mana kondisi yang penuh sesak dan miskin - tempat berkembang biak yang sempurna untuk wabah dan kematian "!
dan untuk titik acuan, upah rata-rata di pertengahan 1400-an adalah sekitar 6 sen per hari - yang setara dengan 130 pound sehari di jaman modern - dibandingkan dengan rata-rata saat ini di Inggris sekitar 96 pound per hari.
5. Hidup Dengan Umur Panjang dan Makmur
Orang-orang di Abad Pertengahan itu (rata-rata) makmur. Dan, bertentangan dengan kepercayaan populer, mereka juga berumur panjang! Secara umum, orang pada Abad Pertengahan yang mencapai usia 21 akan hidup hanya satu atau dua tahun di bawah tingkat harapan hidup rata-rata manusia saat ini (pertengahan-akhir tahun enam puluhan).
Dimana ide mati di tiga puluh berasal dari, saya tidak tahu, tapi mitos ini telah melahirkan kepada orang lain yang tak terhitung, seperti "fakta" orang-orang harus menikah di tahun-tahun awal mereka remaja karena mereka akan mati sebelum umur panjang.angka kematian bayi lebih tinggi dari hari ini, tapi, umumnya, orang-orang di Abad Pertengahan tidak memiliki akses untuk pengetahuan kedokteran seperti yang kita miliki sekarang.
Dan, meskipun angka kematian tinggi, kebanyakan keluarga memiliki anak dengan tidak direncanakan seperti keluarga saat ini, yang dapat berpotensi mengakibatkan penurunan populasi manusia, seperti yang sudah terjadi di beberapa negara.
Seperti negara-negara Italia dan Rusia (bertentangan dengan dan salah pengertian aneh bahwa bumi adalah kelebihan penduduk ).Keluar dari kecenderungan, di sini adalah daftar negara-negara kecil saat ini dalam penurunan populasi: Rusia, termasuk Kazakhstan, Ukraina, Belarus, Moldova, Estonia, Latvia, Lithuania, Bulgaria, Georgia, Armenia, Bosnia, Kroasia, Slovenia, Jerman, Hungaria, dan Italia.
Dan di sini adalah bangsa-bangsa yang akan mengalami penurunan: Yunani, Spanyol, Kuba, Uruguay, Denmark, Finlandia, Austria dan Lesotho.
4. Keindahan
Sementara banyak orang menyukai seni modern, banyak yang tidak. Tapi kebanyakan menghargai keindahan seni tradisional. Pada Abad Pertengahan hampir semua orang di Barat memiliki akses ke sedikitnya satu atau dua item keindahan.
Apakah itu patung, atau gambar dalam Gereja atau permadani yang indah yang dibuat oleh anggota keluarga - kehidupan tidak menjadi seperti abu-abu dan kusam.
membuat Tapestry adalah hobi populer pada Abad Pertengahan, dan kelangsungan hidup banyak dari mereka karya seni mengajarkan kita banyak tentang sejarah (permadani Bayeux menjadi contoh yang paling terkenal).
Dan, bahkan jika Anda tidak memiliki akses ke permadani atau lukisan, Anda bisa melihat beberapa karya seni yang luar biasa dalam busana liturgis yang dikenakan oleh pendeta dalam Misa setiap hari, yang biasanya dari bahan tenunan dengan penambahan benang emas.
3 Ksatria dan Gadis - Gadis
Saya cukup yakin bahwa tak seorang pun akan setuju dengan entri ini.Siapa yang tidak ingin hidup sebagai kesatria?
Anda bisa membunuh musuh dalam pertempuran, mengenakan baju besi dan menunggang kuda perang yang besar - dan ketika Anda pada masa istirahat Anda bisa melindungi gadis-gadia dari marabahaya; dan jika kita ingin percaya pada buku cerita, ada banyak dari mereka yang pergi mengembara!
Ksatria hanya bertugas atau melayani 40 hari satu tahun untuk junjungan mereka - setelah itu mereka akan menghabiskan hari-hari mereka di turnamen (pertempuran pada awalnya sangat berbahaya, tetapi kemudian lebih seperti permainan dan kompetisi).
Seorang pemuda akan mulai pelatihan kemampuan ksatria lebih awal dan akan menjadi seorang ksatria matang penuh antara usia 16 dan 20.
2. Makanan Yang Sehat
Tidak Ada makanan rekayasa genetika, tanpa bahan kimia, tidak ada pertanian intensif, tidak perlu label "organik".
Ini hanya empat dari banyak alasan bahwa makanan abad pertengahan lebih baik dari apa yang kita miliki saat ini. Tapi, mungkin yang paling penting, tidak ada makanan yang dihias yang rasanya seakan-akan dibesar-besarkan karena tampilannya ,dalam rangka untuk membuatnya terlihat menarik untuk massa belanja supermarket.
Dan, bertentangan dengan kepercayaan populer, orang-orang di abad pertengahan makan dengan sangat baik. Berikut adalah apa yang BBC katakan: "Para petani rata-rata abad pertengahan, bagaimanapun, mau makan hampir dua potong roti setiap hari, dan 8 oz daging atau ikan, ukuran rata-rata sebuah steak.
Ini akan disertai dengan jumlah sayuran, termasuk kacang, lobak dan wortel, dan tiga pint bir "Itu setara dengan sekitar 3.500 sampai 4.000 kalori per hari (padahal rata-rata orang makan 2.700 kalori hari ini)..
1. Banyak Pekerjaan
Abad Pertengahan tidak benar-benar memiliki masalah pengangguran seperti hari ini. Jika Anda adalah seorang buruh, Anda mengolah tanah.Jika Anda berada di kelas menengah yang tidak disebutkan namanya, Anda menjalankan toko atau bekerja untuk Tuhan.
Jika Anda kelas atas, Anda mempunyai kegiatan berburu yang menyenangkan untuk dilakukan.
Di kota-kota besar, Katedral banyak dibangun sehingga kebanyakan laki-laki bisa bekerja dalam kapasitasnya. Jika Anda benar-benar tidak bisa bekerja, biasanya karena Anda sakit atau memiliki cacat. Orang-orang yang tidak bisa bekerja itu dijaga oleh biarawati sukarela dan rahib - atau dengan keluarga mereka sendiri jika mereka memiliki cukup dana untuk melakukannya.
Diubah oleh dragonroar 25-08-2019 11:45






pemburumerah dan 11 lainnya memberi reputasi
-4
5.4K
Kutip
68
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan