alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jika Pembeli Adalah Raja, Lalu Penjual Disebut Apa?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3fec4965b24d3c747dea0c/jika-pembeli-adalah-raja-lalu-penjual-disebut-apa

Jika Pembeli Adalah Raja, Lalu Penjual Disebut Apa?

Jika Pembeli Adalah Raja, Lalu Penjual Disebut Apa?
Sumber Gambar: Screnshoot Google

Hallo, Agan and Sista. Boleh curhat? Boleh, kan, ya? Siang ini suasana hati Ara sedang tidak baik. Rasanya pengen menghilang dari kota tempat Ara tinggal. Bukan hilang dari bumi, loh, ya. Ara belum mau mati. Masih banyak dosa dan amal baik belum jelas ada yang diterima atau tidak.

Pukul 12:53 tadi. Kesabaran Ara diuji. Padahal, baru saja selesai sholat dzuhur.

Quote:


Kenapa di Arab mengibaratkan tamu adalah raja? Karena mungkin, siapa pun tamunya, harus dilayani dengan baik. Di sini, berlaku adab yang baik. Jangan sampai tamu merasa diri sebagai pengganggu atau menjadi orang yang merepotkan. Begitulah islam mengajarkan kebaikan.

Berbeda dengan Indonesia. Indonesia mengibaratkan, Pembeli adalah raja. Kenapa? Karena mungkin pembeli membawa uang. Padahal, pembeli tidak memberi uang itu secara cuma-cuma kepada pemilik barang. Melainkan menukarkannya degan apa yang mereka butuhkan. Pembeli dan penjual sebenarnya sama-sama membutuhkan. Tapi hanya pembeli yang berhak menobatkan diri sebagai raja. Sangat tidak adil menurut Ara.

Walau memang banyak tempat lain yang menjual sesuatu yag pembeli butuhkan. Tapi tetap saja, pembeli tidak bisa seenak jidatnya berbuat sesuatu yang tidak baik. Jual beli merupakan sebuah transaksi yang sama-sama harus disepakati. Jika tidak sesuai harga, tidak akan dijual. Jika tidak cukup uang untuk membeli. Pembeli pun tidak boleh memaksa penjual untuk memberikan barang jualannya di bawah harga yang ditentukan.

Kembali lagi pada kalimat, Pembeli adalah raja So, mereka ini sesuka hati berbicara. Kenapa? Apa karena merasa diri sebagai raja? Raja itu apa? Penguasa? Penguasa itu apa? Tuhan? Bukan, kan? Lalu kenapa seorang raja tidak boleh disalahkan ketika berlaku salah? Kenapa raja tidak bisa ditegur ketika ia keliru? Raja ini siapa? Baik, kita lupakan soal raja. Mari simak kisah di bawah ini.

Seorang ibu berseragam keki terlihat mencoba slop warna keemasan sambil menawar-nawar. Ibu ini bukan coustamer baru. Beliau sering ke tempat Ara bekerja. Berbelanja tentunya. Tapi tidak selalu membeli, sih. Terkadang hanya melihat-lihat, karena mungkin belum ada yang cocok atau memang barang yang dicari kehabisan stok.

Quote:


Perbincangan menjadi lebih panjang. Si ibu mulai naik pitam. Padahal, keruwetan pikiran sendiri yang membuatnya merasa kesal. Sudah tahu tidak bisa ditawar-tawar. Eh, masih tetap nawar.


Quote:


Untuk di ingat. Siapa pun kita. Apa pun pangkatnya. Jangan mudah merendahkan profesi orang lain. Sekalipun dia seorang pemulung. Tidak ada yang tahu, siapa yang paling tinggi di mata Tuhan. Sifat sombong hanya melahirkan kebencian antar sesama.

NB: Setiap tempat. Punya peraturan dan kebijakan msing-masing. Tidak semua tempat perbelanjaan bisa tawar menawar. Jadi, tolong jangan berlaku norak. Mengaku pegawai tapi tidak paham aturan. Oh ya, norak dan tidak tahu berbeda, ya, GanSis. Norak itu, sudah jelas-jelas tahu, tapi masih melakukan yang tidak seharusnya dilakukan. Sementara tidak tahu, ialah seseorang yang melakukan sesuatu yang salah karena belum tahu apakah itu salah atau tidak.

Sekian uneg-uneg dari lubuk terdalam Ara. Mohon maaf apabila ada kaya atau kalimat yang tidak berkenan di hati Agan and Sista. Selamat sig, dan selamat istirahat emoticon-Kiss


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Indriaandrian dan 46 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 20
Maklum kali dulunya keluar dri batu, jadi ngeyelnya gak ketulungan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Entahlah, Sis. Rasanya pengen nangis tadi emoticon-Mewek
profile-picture
kruingputih3 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post darmawati040
Quote:


Sabar...rezeki Tuhan yg ngatur, anggap jadi pelajaran lain kali kalau ketemu modelan kayak gitu bisa lebih tenang dan sabar. Semoga tambah sukses ya sist.....
profile-picture
profile-picture
nyimak92 dan darmawati040 memberi reputasi
bisa dibilang ... penjual itu pelayan raja emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
setau ane kalo di didunia jual beli online, justru penjual lah yang raja, berhak mengatur sistem transaksi, menolak melayani pembeli, dan berhak memberikan aturan sendiri yang wajib di taati pembeli, terkecuali memang penjualnya yang nakal, misal tidak mengirim barang yang sudah disepakati dll
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aapuu dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post darmawati040
Iya nduk seng sabar yaa...

emoticon-Bingung
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Pembeli adalah raja..
Penjual Rajanya Raja donk...

Jangan kalah ama pembeli...
Yang penting kita gak salah jadi berani lah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Tapi penjual punya barang.
Quote:


Nah, betul juga, ya, Sia emoticon-Angel
Quote:


Sedih aku, uncle emoticon-Mewek
profile-picture
velocairaptor memberi reputasi
Quote:


Bukan online, Gan. emoticon-Mewek
Quote:


Iya, sis. Makasih, ya. Amaiin ... Aamiin ... emoticon-Peluk
profile-picture
kruingputih3 memberi reputasi
Pembeli dan penjual ada kelas masing2 keles....pembeli raja kalau berani bayar lebih tanpa ba bi bu, sultan klo belinya partai gede bayar poll, dewa klo beli toko sama isinya , kacung klo nawar emoticon-Ngakak (S)


Penjual dewa sih yang maenannya bisnis langka dan jarang, mereka milih pembeli, pembeli ga ada hak sama sekali buat ngatur2 maunya nih penjual...klo penjual kelas sultan maenan barang2 mewah cuma yang setara sultan bisa beli barang sama dia, raja maenannya partai ga semua bisa ke dia, kacung klo mesti nurut2in pembeli emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hhendryz
Jangan bersedih agansis yg baik, shock pasti kesal apalagi, mungkin dah emosi gak ketahan mau meledak tapi yg paling harus kita pahami adalah emang banyak tipe2 pembeli dan macam2 kepribadiannya yg unik2, ada yg membeli sesuai kebutuhan ada yg sekedar gengsi dan juga ada yg hanya sekedar iseng buat sekedar hobi kiling time ngabisin waktu senggang buat cuci mata dsb,
Di luar nalar kepribadian orang yg kita bayangkan profesi di lapangan pasti nemuin kasus atau hal2 yg serupa dalam menghadapi konsumen bahkan di luar akal sehat sekali pun itulah yg menjadi persoalan umum bagi penjual menghadapi calon dan pelanggan,
Ambil hikmahnya gansis yg baik anggap itu penempahan mental dan pengalaman yg berarti bagi ente karna gak menutup kemungkinan dan mudah2an agan menjadi bos atau atasan dan akan menghadapi kasus yg sama suatu hari nanti dan posisikan bagaiman jika ente berada di posisi bos atau atasan tersebut untuk kebaikan bisnis dan kariawan ente nantinya walaupun kasusnya bisa serupa tapi tak sama.
Intinya bukan mencari yg benar atau salah tetapi bagai mana mengatasi dan bersikap ke macam2 konsumen dan berkepribadian macam2 yg notabene sebagai income bisnis bagi usaha.
Stay cool dan tetap semangat, pengalaman adalah guru yg paling berharga ☺️
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
iya harus saling menghormati apapun posisinya emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
diandraps dan darmawati040 memberi reputasi
baiklah ara, ibu2 itu harus disantet ajah. ini jadi pengalaman bahwa jualan itu tidak mudah. istilah pembeli adalah raja berlaku buat orang yang udah beli, kalo "baru mau beli" yang belum berhak diperlakukan sebagai raja kan. sebagai pedagang kita perlu membekali diri dengan kemampuan negosiasi, serta cara menghadapi orang yang berbagai karakter. mungkin ilmu hipnotis diperlukan dalam kasus diatas.emoticon-Big Grin

jadi pembelajaran buat kita semua Sudah saatnya toko atau penjual tidak lagi menggunakan cara tawar - menawar harga dalam perniagaan yang berpotensi merugikan salah satu pihak. apalagi menawarkan diskon2 untuk menarik calon pembeli. padahal di markup dulu lalu diskon.

penggunaan harga pas menurut saya lebih adil, penjual sudah menentukan harga yang menguntungkan sementara pembeli menilai kemampuan nya.

jadilah pedagang berbudi, dan pembeli yang bijak emoticon-Salaman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Andai saja penjual yg menghadapi si ibu tadi, Agan. Mungkin dia bakal babak belur oleh kata katamu, Gan emoticon-Ngakak
Emperor maybe?
emoticon-Baby Boy
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Quote:


Terima kasih banyak nsehatnya, Gan 😊 Ara seringkali menghadapi hal macam ini. bahkan ada yg lebih parah. Sampai berpikir, apakah org org beruang wataknya hampir sama semua? Tapi tidak! Beda kepala pasti beda pemikiran. Ada yg baik ada yg buruk. Dan yg tadi, Kalimatnya sunghuh Menyayat hati emoticon-Mewekemoticon-Mewek
profile-picture
santaikalus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Iya, Gan. Itu yg seharusnya. Setiap org, jika ditanya berulang kali dgn pertanyaan yg sama. Pasti ada rasa kesalnya, kan?
Halaman 1 dari 20


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di