alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d051437c820840e6d2e87ce/kucing-schrdinger-paradoks-paling-nyeleneh-di-dunia-kuantum

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Oke, sebelum kita masuk dan berimajinasi lebih jauh, mari kita ulas dulu apa itu Fisika Kuantum.

INTRODUCTION

Dunia fisika kuantum, itu sangat berbeda dengan dunia fisika klasik. Ranah kuantum berjalan dengan hukum probabilitas, dan banyak sekali paradoks yang terjadi. Dalam skala klasik, kita tahu bahwa partikel terkecil penyusun suatu atom adalah partikel sub atomik seperti elektron, proton, dan neutron. Namun dalam skala kuantum, ada sub sub atomik. Hal inilah yang kita jumpai di film Ant Man secara kasarannya.emoticon-Big Grin

Terlebih lagi, dalam dunia kuantum, hukum fisika klasik seperti hukum Newton dan lainnya enggak berlaku karena partikel-partikel itu enggak berperilaku secara wajar. Hanya dengan persamaan matematika tingkat lanjut kita dapat menjabarkannya.

SCHRODINGER'S CAT

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Jadi gini. Ada matematikawan bernama Erwin Schrodinger (1887-1961) membuat suatu pemikiran, dimana yang jadi objek utama yaitu seekor kucing. Entah mengapa pake kucing, hanya doi yang tau jawabannya. Nah secara teoritis, Schrodinger menempatkan kucing malang tersebut di sebuah kotak tertutup bersamaan dengan sebuah bahan radioaktif yang disambungkan dengan botol berisi sianida. Jika bahan radioaktif tersebut meluruh di dalam kotak, maka dapat diasumsikan kucing itu akan mati. Tapi masalahnya, aktivitas peluruhan tersebut bekerja secara stokastik (acak) dan memiliki probabilitas. Dalam keadaan ini, hidup dan mati si kucing pada kondisi superposisi, yaitu kondisi yang memungkinkan dua kejadian berjalan secara simultan. Dengan kata lain, kucing itu mengalami keadaan hidup dan sekaligus mati. Aneh kan?emoticon-Nohope Tapi ingat, kotak tersebut harus tertutup dan asumsinya kita enggak mengetahui fakta sebenarnya atas kondisi si kucing.
Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum

Untuk memastikan keadaan aktual si kucing, satu-satunya cara adalah dengan melakukan pengamatan. Kotak bisa kita buka. Hal ini tentu sama halnya jika kita memasang detektor jantung dan lain sebagainya, itu sama saja dengan instrumen pengamatan. Kalau tidak diamati sama sekali, maka kucing ini dapat dikatakan hidup sekaligus mati. Peluangnya 50:50. Namun kalau diamati, hanya ada satu kemungkinan, yaitu kucing hidup, atau kucing mati. Keberadaan pengamat inilah yang menjadi inti dari paradoks kucing Schrodinger. Para ilmuwan harus mengakui hal yang enggak masuk akal, yaitu fakta bahwa pengamatan mereka akan mempengaruhi fenomena tertentu. Siapa sangka hanya dengan kita mengamati saja dapat mengubah sesuatu? That's mindblowing.emoticon-Wow

EXAMPLES

Gambaran umumnya, jika di jalan sepi terjadi pembegalan, maka kita enggak bisa menyatakan ada pembegalan, kalau enggak ada pengamatan (saksi mata). Contoh lainnya yaitu pada pemilu 2019, jika Prabowo menang, kita enggak bisa klaim Prabowo presiden, kalau KPU enggak membuka kotak suara dan merekapnya. Memang, seperti kucing yang enggak mungkin mengalami setengah hidup-setengah mati, kasus Prabowo presiden pun demikian, doi enggak mungkin berada di posisi presiden-bukan presiden. Itu kalau kita mememandang dari dalam kerangka klasik. Akan tetapi dalam kerangka kuantum (tidak ada pengamatan), kucing itu berada dalam keadaan hidup dan mati, dan Prabowo itu menang sekaligus kalah.

MULTIVERSE

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Lucunya begini. Banyak asumsi bahwa jika kotak berisi kucing itu dibuka dan ternyata kucing masih hidup, tidak membuat peluang kucing mati itu lenyap begitu saja. Namun akan tetap ada dan terjadi di dunia paralel sebagai percabangan dari keadaan superposisi tersebut. Dengan kata lain, bisa jadi di dunia paralel itu Prabowo menang dan jadi presiden Indonesia, bukan Kartanegara. Kitanya saja yang hidup di dunia dimana Jokowi berpeluang 2 periode, bergantung pada nanti bagaimana putusan MK. 

Tentu saja semua contoh di atas hanyalah perumpamaan saja karena paradoks kucing Schrodinger hanya terjadi dalam skala mikroskopis, sedangkan kita hidup dalam skala makroskopis. Kita hidup dalam pengaruh hukum fisika klasik, bukan kuantum. Dan kedua hukum tersebut bekerja pada ranahnya masing-masing.

EXPERIMENTS AND DEEP THOUGHTS

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Hal yang menarik dari peristiwa ini yaitu tentu saja pada double slit experiment, dimana pengamat benar-benar mempengaruhi hasil eksperimen secara nyata. Partikel yang ditembakkan ke arah penampang dengan celah ganda akan berperilaku seperti gelombang, yaitu membuat jejak pola interferensi. Namun jika dilakukan pengamatan atas bagaimana partikel itu bergerak, maka hasilnya akan sangat berbeda dari sebelumnya. Apakah partikel itu juga gelombang? Atau kitanya saja yang enggak tau bahwa selama ini semua gelombang itu juga partikel? Dari sinilah teori dualisme partikel-gelombang muncul. 
Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Ketidak pastian kuantum secara mendasar akan memberikan pemikiran yang cukup menakutkan, setidaknya bagi yang peduli akan eksistensi kita sebagai manusia. Karena manusia itu makhluk makro yang tersusun atas partikel mikro. Ketidakpastian tersebut membuat kondisi ada dan tiada. Bagaimana kita tau bahwa kita itu ada? Bagaimana kita tau bahwa kita masih hidup? Bagaimana kita tau kalau kita enggak hidup dalam dunia simulasi? Tanpa adanya observasi secara nyata, kita takkan tau jawaban nyatanya. But in the first place, what the hell exactly is reality?emoticon-Takut
Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum


Untuk lebih memperdalam, bisa deh tonton video berikut.

Spoiler for Schrodinger's Cat:



Spoiler for Double-slit Experiment:


Sekian.
El. Psy. Congroo.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Erie Sting dan 24 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh arai01
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rafifdx memberi reputasi
Diubah oleh arai01
This comment is only here, because u observed it.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 4 lainnya memberi reputasi
gak paham ane emoticon-Betty

btw ente dari wibu jadi scientist emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kojiro7x dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:

Kucing Schrödinger: Paradoks Paling Nyeleneh di Dunia Kuantum
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bobob911 dan 3 lainnya memberi reputasi
Bulan mungkin terbuat dari keju raksasa, sampai manusia di universe ini mengamatinya dan menentukan kalau bulan tak terbuat dari keju.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
izzy713 dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:

Dan agan adalah pria sekaligus wanita, sampai ane ngintip profil agan dan mengetahui fakta sebenarnyaemoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nikowarkop dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Udah diamati dari lahir sih... emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Quote:


emoticon-Betty naruhodo
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rafifdx memberi reputasi
realitas cuma satu. pengamatan manusia itu mengkonfirmasi realitas, bukan menentukan. jadi bukan ada banyak realitas dlm kotak berisi kucing, melainkan hanya 1. tapi tdk teramati saja. jadi yg banyak itu probabilitas, bukan realitas. dan probabilitas itu dari imajinasi manusia. utk menerka peristiwa masa lampau, sekarang, dan masa depan. dan dari semua probabilitas itu cuma 1 yg jadi realitas. jadi bukan masalah teramati atau tidak teramati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubik dan 12 lainnya memberi reputasi
Quote:

Gini aja dah mod. Tau darimana realitas itu cuma 1? Tau darimana kucing itu hidup atau mati? Kalo memang kotak masih tertutup, kita gak tau lho kondisi di dalem. Kita gak bisa mengatakan kucing itu mati, atau hidup.

Kalo yang udah nongton videonya yg eksperimen, maka jadi tau bahwa keberadaan pengamat itu sangat bisa mempengaruhi reslitas, kalau memang yang diamati objek skala mikro
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Quote:


realitas tidak sama dengan probabilitas. di dalem kotak cuma ada 1 probabilitas yang benar. dan itulah yang disebut realitas.

di kalimat sy sudah jelas. bukan masalah teramati atau tidak teramati. ibarat bicara soal takdir vs free will. mana bisa memakai argumen "free will dan takdir itu sama-sama ada karena manusia tidak sadar ditentukan nasibnya". bukan masalah manusia sadar atau tidak sadar. tapi apakah nasibnya ditentukan atau tidak. itu analoginya.

jadi di kasus kucing dalem kotak ini realitas tetap satu bukan masalah teramati atau tidak teramati oleh kita.

as i said. pengamatan manusia itu mengkonfirmasi realitas bukan menentukan. jadi jangan disamakan mengkonfirmasi realitas dengan menentukan realitas.

bulan tidak pernah jadi keju di zaman manusia belum tahu bulan itu batu. penyebab bulan itu batu bukan gara2 pengamatan manusia. tapi penyebab manusia tahu bulan itu batu dan tidak pernah jadi keju adalah karena manusia telah mengamatinya. seandainya semua manusia buta pun dan tidak pernah ke bulan, bulan tidak pernah jadi keju. jadi tidak ada realitas bulan itu keju cuma gara-gara manusia belum mengamatinya. bulan tidak pernah jadi keju termasuk di zaman manusia belum tau apa itu bulan.

orang zaman dulu bisa menerka apa itu bulan. semua terkaan itu probabilitas. tapi cuma satu probabilitas yang realitas yaitu bulan itu batu. dari dulu juga gitu. bukan masalah manusia tau atau tidak tau.

jika menurut pengamatan manusia bahwa kucing itu hidup. berarti tidak pernah ada realitas kucing itu mati. yang ada probabilitas saja. probabilitas itu pada dasarnya peluang. nilai setiap peluang secara teoritis setara dengan satu sama lain. tapi tidak semua peluang itu pernah terjadi atau sedang terjadi di kenyataan. yg pernah terjadi dan sedang terjadi cuma satu. kesimpulannya realitas itu cuma satu.

----------

soal eksperimen skala mikro. itu cuma ahli yg pantas ngomong. saya gak bisa kasih pendapat.

saya kasih contoh eksperimen lain yg mungkin ekuivalen. yaitu eksperimen sagnac. situ mungkin bisa jelasin kalau lebih paham.

experimen sagnac dinilai sebagian orang sebagai pendukung relativitas khusus tapi sebagian lain justru menilainya sebagai penggugat relativitas khusus. karena yg jadi fokus eksperimen tsb adalah relativitas khusus maka bahasannya terkait dengan kecepatan cahaya dan pengamat.

berhubung saya belum paham jadi ga bisa kasih pendapat mana yg benar dan salah. anda silahkan kasih pendapat. soalnya itu eksperimen juga bahas skala mikro dan terkait dengan pengamat. kecepatan cahaya itu konstan atau ditentukan oleh pengamat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stygiant dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh momod.pro.oplas
Quote:

Dakara...taunya dari mana realitas di dalem kotak itu cuma 1? Ini ane tanya dengan kacamata empirisme lho ya, maka jawabannya harus empiris. Harus dibuktikan. Dan tulisan agan enggak menjawab pertanyaan itu. Harus dikonfirmasi kan? Namun kalo enggak dikonfirmasi, apakah iya benar kedua probabilitas itu terjadi secara simultan? Nah ini intinya.
Disini ane menyampaikan prinsip berpikir Schrodinger's Cat, konsep superposisi, yang kenyataannya juga dabatable. Malah tahun 2012 udah ada ilmuwan yang bisa mengakali permasalahan paradoks tersebut, dengan mengisolasi suatu sistem kuantum, mengamatinya tanpa merusak properti kuantumnya.

Quote:

Setidaknya permasalahan pengamat memberikan pengaruh terhadap realitas sistem kuantum, ini sudah terbukti, terserah agan mau percaya ato enggak, bisa saja itu cuma another conspiracy. Untuk analogi bulan keju, kucing, dsb itu don't take it seriously please. Itu cuma utk menyampaikan cara kerjanya saja.

Quote:

Ini agan malah menyangkal pernyataan sendiri lho. "jika menurut pengamatan manusia, berarti...". Berarti pengamat itu mempengaruhi hasil. Namun, ini sekadar asumsi aja, bukan tidak mungkin probabilitas yang tidak terjadi itu gugur begitu saja, namun bercabang di paralel world. Itu sih percaya ato enggak.

Quote:

Oh ane juga enggak paham tuh sagnac, please bear with meemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rafifdx memberi reputasi
Quote:

Itu jika agan bicara realita versi umum.
Tapi jika bicara fisika kuantum, maka akal sehat sehari-hari tak berlaku.
Pengamatan bisa merubah hasil.
Dan itu dibuktikan dalam eksperimen.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan 2 lainnya memberi reputasi
terus bagaimana caranya memverifikasi apa2 yg terjadi di dunia paralel itu?

Spoiler for Schrodinger:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rafa2015 dan 3 lainnya memberi reputasi
Baca dl
Apa bisa d bilang begini, semua keputusan yg kita buat akan tetap ada dua kejadian?
Misal: ane ada pilihan a. (memutuskan wirausaha dan meninggalkan kerjaan lama) b. (Tetap d kerja lama). Jika ane memilih a, maka akan ada dunia lain d mana ane membuat keputusan mengambil b?


Kalo seperti itu bakalan banyak banget alternatif universe nya?emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mechanoid dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Embed
Temanya berat gan . Ane baca sampe 2 kali baru ngerti . Mantap gan 👍👍
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
jadi intinya hanya tebak2an yg di sertai logika masing2 ,apa bijimane..
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
indonesianis dan rizaradri memberi reputasi
ih bingung gans baca lagi ah
profile-picture
profile-picture
chris.p.duck dan rizaradri memberi reputasi
Mending paradox schrodinger's cat jangan dipahami secara common sense deh, apalagi pake jargon "realita" ane jamin gagal paham dan keos.
Ini ada 2 versi pembahasan :
Mau yg filsafat atau fisika?
Soalnya ane liat2 nih di trit ini lebih condong ke pembahasan filsafatnya.
emoticon-Cool
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Jadi ane menarik kesimpulan bahwa mahkamah konstitusi dan mahkamah kalkulator tidak bisa memenangkan wowok n the gang

Langkah berikutnya adalah lewat















MAHKAMAH KUANTUM
emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckyourmoral dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di