CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Pengaruh Otomatisasi dan AI yang Meresahkan para Pekerja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc678baf4d695735a350b11/pengaruh-otomatisasi-dan-ai-yang-meresahkan-para-pekerja

Pengaruh Otomatisasi dan AI yang Meresahkan para Pekerja

Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 5
Quote:


pos diem2 aje defisit truuus cuy emoticon-Leh Uga

perumpaannya kurang bener ...
profile-picture
eggnostick memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yang tak dimiliki robot: rasa, sisi2 kemanusiaan. Apa jadinya kalau semua bidang pekerjaan full otomatisasi dan kontrol AI.
Quote:


Kaya baru keluar goa aja lu
profile-picture
matthysse67 memberi reputasi
klo ga ada AI , emak2 ga bs nyetir fortuner emoticon-Cool
profile-picture
eggnostick memberi reputasi
Era skynet telah dimulai, kita perlu john conor
sales bakalan punah gak ? baru mau ngelamar nih
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
makin susah aja nyari kerja
bagus utk kemajuan teknologi sih.

yg takut ga dapat kerja mending wiraswasta atau jd pedagang aja. rezeki ga tertukar kok
Adaptasi ...
Ketika saat sekarang telah ada tehnologi yang dapat membantu manusia untuk mengerjakan suatu hal (dan diarahkan agar tidak menjadi suatu hal yang bisa membawa dampak negatif), dengan sendirinya ada tenaga, ruang pikiran, yang bisa diarahkan untuk mengerjakan hal lain.

Seperti ..., masalah penanganan global warming/climate changes saat ini . Terkait itu, saya ragu kalau AI bisa menanganinya. Disebabkan karena AI hanya bisa berfungsi dengan baik, bila ia mengetahui semua faktor yang ada dan dibutuhkan dalam sebuah rumusan. Ketika ada faktor yang unknown, maka si AI paling mengeluarkan tulisan "ERROR, ERROR, ...". emoticon-Big Grin Bahkan berpeluang menghasilkan solusi yang salah/menyesatkan.

Itu untuk negara-negara yang "berhasil" dalam hal pengaturan jumlah penduduk. Bagi negara-negara lain, solusi tambahannya, ... ikut program KB, yah. emoticon-Big Grin
Menurut ane bagaimana pun ga akan pernah nemu solusi yang pas,

Disatu sisi buat orang mampu dan cerdas selalu berharap ada kemajuan teknologi yang memudahkan mereka dan menghemat biaya. Sebagai contoh transportasi online yang semakin banyak orang menikmati.

Disatu sisi lainnya orang yg kurang mampu dan ga cerdas ( kurang beruntung ) kemajuan teknologi merupakan kemunduran yang belum siap di hadapin. Contohnya tukang ojek pengkolan, angkot dalam kota yg belum terintegrasi dengan pembayar uang elektronik. Dan makin sepi peminat atau penumpang.

Apapun kondisinya seperti apapun kemajuan teknologi selalu ada orang yg siap dan ga siap buat menerima perubahan.

Tinggal kebijaksanaan kita aja mau ga membantu sesama, yg ngerti kasih tau yg ga ngerti. Dan yg ga ngerti harus siap belajar terhadap hal yg baru.
ndeprok ah di trid kece emoticon-Toast
Quote:

Saya sering liat di youtube n kyknya udah mulai banyak diterapkan di negara" maju

Trit ajib ... Makasih TS

emoticon-Toast

effect langsung nya check aja game Detroit Become Human, itu sangat menjelaskan kok walaupun hanya game.
Di very far future (kalau manusia belum punah), semua akan serba AI.

Secara teori dan filosofi, semua yang dapat dikerjakan oleh manusia, akan dapat dikerjakan oleh AI. Bahkan mungkin termasuk pekerjaan yang membutuhkan perasaan dan emosi. Hanya manusia saat ini belum tahu caranya saja.

Di very far future, manusia tinggal santai saja membiarkan budak mereka (AI) bekerja untuk mereka. Mungkin manusia tidak perlu bekerja lagi untuk bertahan hidup, dan akhirnya jadi obesitas seperti di film Wall-e.
Diubah oleh app.developer
film terminator ternyata terinspirasi dari kisah nyata, dan bentar lagi skynet dan ultron beneran bakal gantikan manusia emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
tenang brur, perkembangan teknologi Indonesia sepertinya akan masih pending/berbeda dengan perkembangan di negara-negara maju dan juga dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat melimpah ruah perusahaan-perusahaan yang padat karya lah yang masih akan cocok di Indonesia. tentunya tetap dibarengi dengan skill-skill yang mendukung, sama saja kalau skill masing-masing individunya nihil ya bakalan kalah dong sama orang lain yang pasti ikut bersaing dalam mendapatkan pekerjaan
tetep yg lebih pinter yg bikin gan...
hehe
Diubah oleh danQe
Quote:


haha bener ga tau gan daripada pura2 tau,
Robot pada produksi lebih menguntungkan:
1. Ga pernah cuti
2. Ga pernah demo (kecuali pas baru beli, ada demo produk emoticon-Malu )
3. Jarang sakit walau dipaksa kerja non-stop.
4. Ga minta gaji yg selalu naik tiap taon
5. Ga minta pesangon kalo pisah kerja
6. Kagak bakalan minta waktu istirahat, pipis, dll di jam kerja.
7. dll.

Selama bisa digantikan oleh robot, pengusaha Indonesia pasti ganti dengan robot drpd manusia, hal ini udah berlaku juga di industri Indonesia. Serba syusye emoticon-No Hope
AI Sri Haryani

cewek cakep gan
emoticon-Ngakak
Halaman 4 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di