alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb8a9157414f56b6a37ce2f/aku-perempuan-kesepian-kumpulan-cerpen

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)

Meninggalnya Suami Pertamaku (1)

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Beberapa kali menikah ternyata bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Orang lain akan melihatku sebagai perempuan cantik dan menawan. Aku telah berganti suami dengan 7 orang laki-laki.

Empat diantaranya meninggal dunia akibat kecelakaan. Tiga sisanya bercerai setelah mendengar ceritaku, bahwa mantan suamiku terdahulu meninggal karena kecelakaan. Rupanya suamiku takut meninggal karena kecelakaan juga.

Suami pertamaku namanya Agus. Lengkapnya Agus Santoso. Lulusan Fakultas Tehnik UNLAM Banjarmasin. Sementara aku lulusan Fakultas Ekonomi. Kampus kami berseberangan.

Ketika berangkat dan pulang kuliah kami sering berpapasan. Saling lempar senyum dan pandang. Sama-sama tertarik. Agus kemudian melamarku ke orang tuaku. Saat itu aku semester tiga.

Setahun setengah setelah lulus SMA. Teman-teman mengatakan parasku sangat cantik. Bodi juga semampai. Betapa tidak. Tinggiku saat itu 168 cm. Beratku 56 kg. Berat dan tinggi edial. Ukuran payudara terbilang besar. Bokong juga. Begitu kata kawan-kawan, ketika aku SMA.

Agus sebenarnya adalah orang ke dua yang ada dalam hatiku. Setelah saat SMA ada kakak kelas yang sangat cerdas. Sangat menarik perhatianku. Sayangnya karena orang tuanya tidak kaya. Dan dia juga masih kuliah belum bekerja. Akhirnya cintaku berlabuh pada Agus. Dia suami pertamaku.

Seperti kebanyakan lelaki. Agus sempurna sebagai suami. Gagah, pekerja keras. Dan anak orang kaya. Apa pun yang aku minta selalu diberikannya. Sayangnya, cintanya tidak bisa dibandingkan.

Hanya satu kekurangannya, Agus memiliki napas dan mulut yang sangat berbau. Hampir setiap kali kami bercumbu. Masalah terbesar yang membuatku tersiksa. Aku selalu mau muntah dibuatnya.

Tak pernah sekali pun merasa nyaman. Apalagi menikmati hubungan suami isteri. Hanya karena dia suamiku. Dengan terpaksa aku layani dengan segenap jiwa raga. Meskipun dalam keadaan terpaksa.

Siksa mampu aku tahan selama beberapa bulan. Akhirnya, kesabaranku hilang. Aku tak sanggup lagi berlaku sebagai isteri.

Dari situlah kemudian pertengkaran kecil sering terjadi. Setiap malam datang, kemudian Agus akan meniduriku. Selalu aku tolak dengan alasan macam-macam.

Benar kata orang. Hasrat ditolak tangan bertindak. Aku sering mendapat pukulan keras dengan kata-kata. Segala macam kata kasar keluar dari mulut agus. Aku hanya diam.

Tidak puas dengan kata kasar yang tidak aku lawan. Agus sangat kecewa, lalu dengan kasar memaksa hubungan badan. Aku menolak keras. Takut muntah tak tahan bau napas dan mulutnya.

Dalam hatiku, mending mendapatkan pukulan tangan dari pada harus berhubungan badan dan menahan muntah. Sangat tidak menyenangkan.

Pernah suatu ketika, Agus tidak pulang ke rumah seperti biasanya. Aku yakin dia pasti mencari perempuan lain. Tapi masa bodoh. Yang penting aku tidak tersiksa.

Kejadian berulang. Kadang satu malam. Kadang beberapa malam. Aku merasa merdeka. Lepas dari tekanan Agus, suamiku.

Yang penting uang belanja buatku ada. Jumlahnya cukup untuk satu bulannya. Di samping penghasilanku yang bisa aku gunakan untuk poya-poya dengan teman perempuan di kantorku.

Hingga akhirnya aku dapat berita telepon dari seorang perempuan. Aku yakin itu pacar suamiku. Menggunakan seluler Agus. Mengatakan bahwa Agus telah tiada. Agus lagi kejang-kekang di kamar hotel. Dopping obat kuat.

Bergegas aku hampiri ke kamar hotel yang ditunjukkannya. Tak sedikit pun ada rasa cemburu. Tugasku hanya segera membawa pulang Agus. Jika pun akan meninggal dunia biarlah meninggalnya di rumah saja. Yang penting tidak membuat malu aku dan keluarganya.

Benar, sesampai di rumah Agus aku papah ke dalam kamar. Meregang nyawa atau entah. Aku tidak ada di sana. Aku duduk nonton tv dengan suara aku keraskan. Hingga lupa. Aku tertidur.

Pagi hari, aku masuk kamar. Agus sudah kaku. Tak bernyawa. Agus meninggal dunia. Kini aku pun janda.

(Bersambung)


Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)

Episode 1 klik di sini
Episode 2 klik di sini
Episode 3 klik di sini
Episode 4 klik di sini
Episode 5 klik di sini
Episode 6 klik di sini
Episode 7 klik di sini
Episode 8 klik di sini
Episode 9 klik di sini
Episode 10 klik di sini
Episode 11 klik di sini
Episode 12 klik di sini
Episode 13 klik di sini
Episode 14 klik di sini
Episode 15 klik di sini
Episode 16 klik di sini
Episode 17 klik di sini
Episode 18 klik di sini


Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rudetz00 dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Halaman 1 dari 22
Mas Firmanku (2)

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Tiga puluh dua hari sejak kematian suamiku. Kehidupan normal berjalan seperti biasa.

"Nit, ntar makan siang aku ajak kamu ke luar ya?" ajak Firman berlaku di hadapanku.

"Iya, Mas," sahutku tersenyum manja.

Firman adalah teman sekantorku. Manager. Sebenarnya kami beda bagian. Aku di bagian pencatatan barang. Firman di bagian pemasaran.

Waktu makan siang tiba. Firman menghampiriku. Memang sudah aku nantikan. Sejak ajakannya pagi tadi, hatiku sudah berbunga-bunga. Begitu lambat menanti waktu makan siang tiba.

"Yuk, Nit," tangannya menepuk bahuku membuyarkan lamunanku.

Kami pergi ke sebuah restaurant di depan kantor. Jalan kaki menyeberangi jalan raya. Padat. Tak sengaja tanganku menggamit lengan kukuhnya. Firman diam. Seakan terseret ke arahku. Blek ... bahunya menyenggol payudaraku. Berdesir dadaku. Ada perasaan beda. Heran.

Setibanya di tempat yang kami tuju. Kami pilih pojokan paling ujung.

"Kamu pilih menu apa?" tanya Firman padaku.

Aku senyum saja. Masih terasa bahu kekarnya menyentuh dadaku. Keras. Berasa hingga jantung. Degup kencang. Pasti Firman melihat perubahan rona wajahku memerah. Aku merasa hangat seluruh wajahku.

Tak terlihat Firman memperhatikan gerak gerikku. Firman asyik menikmati hidangan makan siangnya. Gulai kulit sapi masak kuning. Dan es jeruk. Sementara aku pilih telur dadar dan sambel ijo. Menu kesukaanku.

"Kamu tau nggak, apa istimewanya kulit sapi ini?" tanya Firman membuka percakapan.

Aku menggeleng. Semun manis kubuat semanis-manisnya. Aku suka padanya. Aku tergoda.

"Aku kasih tau ya? Kulit sapi jika dimasak benar. Aku paling suka. Rasanya sangat nikmat. Dan aku akan selalu memilih menu itu di mana pun aku berada. Jika masakan dari kulit ada. Pasti kulit sapi jadi menu utama," Firman menjelaskan tanpa kuminta.

"Kok bisa, Mas," aku ingin tau

"Bagi laki-laki yang tau menu makanan. Pasti kulit sapi adalah makanan paling nikmat. Daging apa pun pasti kalah. Coba ini sedikit," Firman sambil menaruh potongan daging sapi di piringku.

Aku makan. Rasanya liat. Kenyal. Enak dikunyah. Rasanya juga beda.

"Ikh ..., biasa aja ini. Di mana nikmatnya," tanyaku selanjutnya.

"Bedalah. Mengunya kulit sapi akan persis rasanya dengan mengunyah bibir wanita. Tidak percaya. Nanti kita coba," sahut Firman sambil tertawa.

Aku tersipu malu tak tau harus membalas apa. Hanya membayangkan, jika bibir dan lidahku ikut dikunyah dan dimakannya. Alangkah ....

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Malam Minggu Pertama (3)

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Makan siang berakhir mesra. Sepertinya Firman sangat menyukaiku. Aku juga begitu tergoda. Dari percakapan yang ada aku tidak mencium ada bau yang tidak sedap dari mulut maupun hidungnya. Malah, aroma keringatnya sungguh mempesona.

Aku memang gila. Tak kuat dengan bau busuk menyengat. Tapi sangat menikmati bau tubuh Firman. Aku merasa nyaman berada dekat dengannya. Tatapan tajamnya juga begitu menjalari sekujur tubuhku. Membuatku yakin Firman juga sangat menyukaiku.

"Nit, ntar malam minggu kita jalan-jalan yuk!" Firman memohon sebelum berpisah selesai makan siang tadi.

"Ok, Mas. Aku manut saja. Terserah kau saja. Jika mas Firman suka. Aku pun suka," sahutku mesra sambil kulempar kedipan mata.

Namanya juga laki-laki. Mendapat perlakuan mesra begini pasti akan selalu tergoda. Apalagi kecantikan dan bentuk tubuhku masih dalam kondisi sempurna. Dua puluh enam tahun. Lagi seger-segernya.

Apalagi aku sudah tidak perawan. Pengalaman bersuami tidak membuatku canggung. Dengan mudah mampu menggoda dengan cara istimewa.

Sekali lagi, menantikan malam minggu  tiba begitu lama. Untungnya tadi aku sempat meminta kontak Firman. Hingga dengan mudah saling berkomunikasi lewat WA.

Maka hubungan kami berlanjut dalam percakapan WA.

- Mas, ntar kita pulang sama-sama yuk

+ ikh. Belum puas yang tadi ya?

- he he he

+ iya boleh gak papa tho?

- aman kok

+ emang kamu gak takut sama aku ya?

- tuh kan, mas Firman menggoda

+ kenapa emangnya?

- masih ingat soal kulit sapi tadi. Wkwkwkwk

+ atau kita coba saja

- mas Firman serem dah

+ gak papa sekali2

- awas aja

+ udah akh. Lanjut kerja dulu ya

- ok. Muach22


Obrolan WA begitu mesra. Senangnya hatiku hari ini. Jebakanku kena. Firman tergoda. Aku sangat menyukainya. Sekarang bayangan mantan suamiku Agus sudah hampir lenyap dari ingatanku. Firman harus jadi suamiku. Bagaimana pun caranya. Firman begitu membuatku bergairah.

Apakah perasaan ini karena aku kesepian, atau memang aku sangat menyukainya. Entahlah. Biarlah waktu yang membuktikan. Aku akan mencintai Firman menggantikan suamiku. Atau hanya selingan menemani sepi hatiku.

Malam minggu sangat aku nantikan. Gairah menggelora sudah terasa sejak kini. Apa yang terjadi jika ternyata makan malam berlanjut di atas ranjang. Jangan. Jangan sampai terjadi. Aku tidak mau ternodai. Jika ingin mendapatkan tubuhku. Firman harus menikaku. Firman harus menjadi suamiku dulu.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Momen Istimewa (4)

Memang berat jika sangat ingin, kemudian tertahan. Bayangan duduk berdekatan sambil makan di ruangan yang remang-remang. Sangat romantis pastinya.

Ya ampun ... aku sedang apa? Jangan-jangan sedang jatuh cinta. Mengapa bisa? Apa karena aku kesepian, atau karena memang benih sayang telah tumbuh hatiku pada Friman.

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Hari ini aku mencari tempat yang paling romantis di kotaku. Untuk mengukir mimpi manis dan paling berkesan, aku harus menemukan tempat istimewa. Pada momen istimewa. Jika Firman tidak menyatakan cintanya. Aku harus berani mengutarakannya.

Salah satu pilihan adalah wisata ke pasar apung Lok Baintan. Mereka harus bangun subuh sebab pasar yang berada di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Selama menyusuri Sungai Martapura itu, perahu itu dikangkangi beberapa jembatan yang menjadi penghubung lalu lintas di Kota Banjarmasin. Ketika melewati Jembatan Pangeran Antasari, terdengar cuitan ratusan kelelawar.

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Sepanjang lintasan sungai, tepian Sungai Martapura padat dengan perumahan penduduk. Rumah-rumah itu masih banyak yang terbuat dari kayu-kayu sehingga menampilkan pemandangan yang alami. Di antara rumah-rumah itu, sering kulihat bangunan masjid, baik berukuran kecil maupun besar dengan menara yang menjulang tinggi.

Sungai Martapura dari rupanya tidak sekadar menjadi sarana transportasi namun juga menjadi tempat untuk mandi, mencuci pakaian, usaha perikanan keramba jaring apung, dan aktifitas lainnya seperti bermain kano.

Itu terlihat saat aku melintas di depan atau belakang rumah-rumah yang berada di tepi sungai itu. Bagi penduduk di tepian sungai, melihat perahu melintas sudah terbiasa, terbukti saat melintas mereka tidak terpengaruh, mereka tetap melakukan aktifitas mandi, mencuci, dan kegiatan lainnya seperti biasanya. Ada sesekali di antara mereka melambaikan tangan kepada penumpang perahu wisatawan.

Dalam perjalanan itu sesekali perahu yang aku tumpangi simpangan dengan perahu yang lain namun pagi itu kami lebih sering searah dengan perahu-perahu lain yang sepertinya mempunyai tujuan sama yakni pasar apung Lok Baintan.

Simpangan atau gerak searah dengan perahu yang lain membuat gelombang sungai menjadi lebih kuat. Deburan air gelombang yang tertekan berat perahu terkadang muncrat ke dalam perahu. Di sinilah petualangan itu terasa.

Sepanjang perjalanan, di sisi yang lain, selain perumahan yang padat penduduk, juga terlihat masih banyak lahan-lahan kosong. Terlihat ada beberapa pohon sawit yang terendam oleh arus pasang sungai. Pemandangan yang demikian aku jumpai setelah perahu semakin menjauh dari keramaian Kota Banjarmasin.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lebih, akhirnya pasar apung itu terlihat. Mendekati pasar tradisional itu perahu yang aku tumpangi mulai memperlambat gerak hingga akhirnya tak terasa mulai didekati bahkan ditempel oleh jukung atau sampan para pedagang.

Mereka menawarkan berbagai dagangannya seperti makanan yang terdiri nasi, sayuran masak, jajanan pasar, sayur-sayuran, pisang, jeruk, souvenir, kopi, kerajinan tangan seperti tas rotan, dan hasil kebun lainnya. Seperti yang kita jumpai di pasar-pasar tradisional di darat.

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Di pasar apung itu seseorang mengatakan ada sekitar 150 sampai 200 pedagang. Jadi ada sekitar 150 sampai 200 jukung. Jumlah itu membuat separuh sungai terasa padat sehingga antara jukung dengan perahu pembeli dan wisatawan saling berimpit atau bersenggolan.

Tak heran bila para pedagang itu sering mendorongkan tangan atau dayungnya untuk mencari jalan atau menghindari jepitan perahu. Pedagang pasar apung Lok Baintan menurut salah seorang penduduk di sana, jumlahnya menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dulu dikatakan sungai itu penuh dengan jukung-jukung pedagang. Tidak hanya separuh sungai seperti saat ini namun penuh hingga tepian sebelah. Hal demikian sampai ada petugas yang mengatur pergerakan perdagangan di atas sungai yang berwarna coklat itu agar tidak menimbulkan kemacetan.

Jika dengan semua yang telah aku lakukan ini nanti, Firman tidak juga menyatakan cinta. Berarti bukan salahku jika aku menyampaikan cintaku lebih dahulu.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Mesra Malam Minggu (5)

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Malam minggu yang dinanti telah tiba. Pukul 19.30 lebih sedikit Firman menelpon.

"Nit, malam ini kita jadi ya?"

"Iya, pastilah. Ini, aku sudah siap-siap."

"Menurutmu kemana sebaiknya, agar romantis?"

Aku ceritakanlah semua perjalananku kemarin. Sangat indah jika berkunjung pada malam hari. Romantis dengan pemandangan lampu-lampu temaram.

"Kalau aku sih, maunya kita di rumah kamu aja. Gimana? Enak. Malah tidak terbuang waktu. Tidak ada yang mengganggu. Kita bisa masak apa saja yang kita mau."

Berdebar dadaku. Di rumahku? Malam-malam? Berduaan? Apa yang akan terjadi jika dua orang lawan jenis berada dalam satu ruang. Tidak ada gangguan. Apa pun bisa terjadi. Apalagi sekarang aku memang lagi kesepian.

Ampun ... apalagi sekarang aku telah selesai menstruasi. Birahiku sedang tinggi-tingginya. Pasti aku tak akan mampu menahan hasratku jika kemudian adegan mesra terjadi.

Mulanya aku berdiri di depan cermin. Mempaskan baju dan bawahan yang aku kenakan ketika pertemuan dan keliling jalan-jalan menikmati suasana malam sambil naik perahu keliling sungai batal. Lemes. Aku duduk di atas ranjang.

Apa yang harus aku kenakan. Apakah dengan pakaian tipis yang transparan? Akh, jangan. Nanti dikira aku wanita murahan.

Atau aku kenakan saja baju berlapis-lapis. Jadi jika kemesraan berlangsung, maka tidak akan berlanjut ke hubungan intim. Aku bingung.

Dalam hati kecilku, aku sangat ingin melakukan hubungan badan. Pasti sangat mesra bisa bercinta dengan seorang pemuda yang hidung dan mulutnya tidak berbau. Diciumnya pasti sangat nikmat rasanya.

Amboe, aku memang gila. Belum apa-apa sudah membayangkan ke arah sana. Dasar aku perempuan ganjen. Perempuan kesepian. Butuh kehangatan laki-laki tampan dan harum wangi tubuhnya.

Atau, aku jual mahal saja. Aku kenakan pakaian seberat mungkin. Setomboy mungkin sehingga adengan mesra tidak terjadi malam ini. Biarlah malam ini menjadi malam perkenalan saja. Pendekatan. Saling mengenal dan mencurahkan isi hati masing-masing.

Siapa tau dengan begitu rasa sayang benar-benar tumbuh karena rasa sayang yang sebenarnya. Bukan karena napsu belaka. Nyatanya pengalaman perkimpoianku yang pertama ketidak cocokan dalam hubungan badan mempengaruhi segalanya.

Pertarungan bathin terjadi sangat lama. Antara aku pasrah malam ini dalam pelukannya atau biarlah rasa sayang dulu terucapkan. Mendalami perasaan masing-masing. Memang sangat berar menurutku, rasa ingin yang besar di antara keduanya sama. Aku pilih yang mana?

Sambil memandang langit-langit kamar, aku pertimbangkan lagi apa yang akan aku pilih. Mesra dalam cinta atau hangatnya hubungan badan yang mesra.

Tiba-tiba Firman sudah ada di pintu kamarku. Kaget tidak terkira. Sementara kini aku hanya memakai dalaman dan bra. Hanya tersenyum, kemudian mendekat ke arahku. Berdesir seluruh tubuhku.

Tanpa ba bi bu, langsung menerkam seperti singa yang kelaparan. Mencabik-cabik setiap kulitku. Memakan sedikit demi sedikit dengan rakusnya. Jeritan dan teriakan histeris nikmatku tidak dihiraukan.

Tak pernah membayangkan kejadiannya akan demikian. Firman ternyata bukan namanya saja yang keren. Lelaki banget. Wangi tubuh khas lelaki perkasa. Ada padanya. Aku sungguh terdoga. Bahkan hanya dengan mencium aroma tubuhnya.

Pergulatan di atas ranjang tak terelakkan. Perlawanan sengit juga aku berikan. Saling banting. Saling serang. Seperti perkelahian kucing dalam kurungan. Saling teriak. Salin mengerang. Saling menahan sakit dan nikmat berbarengan.

Setelah semua selesai. Aku terkulai. Firman terlentang di sampingku setelah mengucapkan terimakasih berkali-kali.

Aku terkejut. Ada suara kendaraan di depan rumah. Berhenti. Samar-samar aku dengar suara orang mengetuk pintu. Menyebut namaku. Astaga. Itu suara Firman. Berarti aku tadi terlelap. Aku bermimpi Firman sudah datang.

Cepat-cepat aku bangkit dari atas ranjang. Aku lihat sudah pukul 21.04. Berarti aku tertidur sekitar satu jam. Pantas mimpinya terasa begitu lama dan sangat nikmat.

Aku rapikan rambutku. Kukenakan pakaian yang tadi telah aku pilih-pilih dan aku persiapkan. Lalu, melangkah ke kamar depan. Menemui Firman yang dari tadi sabar menanti di depan pintu.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Malam Minggu Menggelora 5


Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Aku bangkit dari ranjang menuju kamar depan. Kasian Firman kelamaan menunggu aku membuka pintu.

Sejenak kulihat tubuhku di muka cermin. Aduh, betapa jeleknya aku. Dari pada ketemu Firman dalam keadaan kusut begini dengan baju lusuh akibat mimpi tadi sebaiknya aku ganti baju saja.

Lagian, dalam mimpi tadi aku belum sempat mencapai puncaknya. Hasrat perempuanku kian menggelora. Apa sebaiknya yang akan aku lakukan. Mungkinkah Firman akan bertindak seperti dalam mimpi tadi. Saat aku membuka pintu, Firman langsung menerkamku. Duh, pasti sangat nikmat. Mimpi mesra menjadi nyata.

Tapi mana mungkin dengan pakaian lengkap seperti ini. Aku harus berbenah lagi. Maka aku harus bergegas menyiapkan diri lagi.

Kulepas semua pakaian yang melekat ditubuhku. Mulai dari pakaian luar hingga pakaian dalam. Kini tak satu pun yang melekat di badan. Aku ambil baju malam. Tanpa bh dan dalaman. Hanya baju malam panjang.

Siapa tau terjadi sesuai dugaanku. Maka dengan mudah Firman melakukan sesuatu sesuai keinginanku . Tanpa harus lelah dan repot melepas pakaianku. Tak lupa kusemprotkan parfum terbaik yang aku miliki. Selesai. Aku sudah rapi.

Jika Firman adalah lelaki normal pasti akan tertarik dan tergoda padaku malam ini. Di tempat ini. Hanya berdua dan aman. Dengan seluruh kemolekan yang aku punya. Aku yakin firman akan jatuh dalam pelukanku malam ini. Selanjutnya Firman akan menjadi suamiku. Suami idamanku.

Firman sangat aku senangi. Aku sukai. Tak ada satu pun kekurangan Firman yang aku lihat sejauh ini. Firman memang calon suami idaman. Aku akan bangga berada di sampingnya. Bahagia dalam pelukannya.

"Nit ... Nit ...," suara Firman membuyarkan lamunanku.

Aku ke luar menuju pintu depan. Sangat senang Firman datang. Aku buka pinta. Memasang senyum termanis yang aku miliki.

"Iya, aku datang," jawabku sambil membuka pintu.

Astaga! Siapa ini. Kaget tak terkira. Mataku terbelalak lebar. Firman ternyata tidak datang sendiri. Ada perempuan sangat cantik di sampingnya. Siapa dia? Manja senyum-senyum kepada Firman.

"Ini dia orangnya ya, Mas," tanya dia ke Firman.

Firman senyum-senyum sambil mengangguk. Bahagia. Ampun! Ada apa ini. Mengapa Firman datang dengan seorang wanita. Apakah Firman datang hanya mau pamer kepadaku tentang pacarnya? Pamer mesra kepadaku? Tiba-tiba kepalaku terasa berat. Berkunang-kunang. Firman memang kejam. Siapakah wanita yang bersama Firman ini?

Sebisa mungkin aku tetap menutup kekagetanku. Tetap berlaku wajar. Memberikan senyum mesra kepada mereka berdua.

"Ini Rina, dia adikku," ucap Firman memperkenalkan sambil tangannya mengarah ke Rina.

"Aku Rita. Nita Mayasari. Teman sekantornya Firman," kataku sambil menjabat tangan Rina.

Aku sangat lega. Ternyata dia adiknya. Saking leganya tak terasa aku peluk erat Rita seakan sangat rindu sudah lama tidak bertemu. Rita juga sangat ramah. Membalas pelukanku dengan hangat. Kami cipika cipiki. Lalu, kupersilakan keduanya masuk ke dalam rumah.

Sejenak kecewaku hilang. Firman datang bukan dengan wanita pujaannya. Lega rasanya. Namun tetap saja ada sedikit kecewa. Harusnya Firman datang seorang diri. Mengapa harus membawa adiknya. Batallah adegan mesra yang sudah aku susun dan aku hayalkan sekian lamanya.

"Aku tidak enak. Malam-malam datang ke rumahmu seorang diri. Malam minggu pula. Dikira mau pacaran. Dalam rumah berduaan. Apa kata tetangga nanti. Makanya aku ajak Rita menemani. Biar kian meriah malam ini kita di sini," kata Firman memecah kesunyian.

"Iya, malah asyik aku ada temannya. Kita masak-masak ya," jawabku ke arah Rita.

Sementara Rita senyum-senyum saja. Sepertinya Rita juga sangat senang menemani kakaknya malam mingguan.

Tetap saja, malam ini aku harus memikat Firman. Tidak mungkin Rita selalu berada di dekatnya. Dengan sedikit sentuhan-sentuhan mesra pasti Firman akan tergoda. Akan aku senggolkan buah dadaku ke pundak Firman. Pura-pura tak sengaja. Pasti Firman akan menikmatinya.

Atau bokongku pura-pura tersenggol di tangannya. Aku kan lagi tidak memakai dalaman. Jika tersentuh tangan Firman pasti Firman akan merasakannya juga. Rita tidak akan mengetahuinya.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Malam Jadian (6)


Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumbe gambar

Malam ini aku sangat tersiksa. Firman sudah sangat menyebalkan. Tidak ada respon sama sekali. Padahal sudah berkali-kali aku senggol. Sudah nempel juga. Harusnya sudah berasa. Atau jangan-jangan Firman tak tertarik pada wanita. Sebel banget rasanya.

Dia asyik saja memainkan remote tv. Tak peduli sama sekali dengan yang aku lakukan. Kenapa juga harus ada Rita. Jadi terganggu seluruh suasana. Coba jika dia tidak ikut, pasti aku sudah leluasa menggoda Firman.

Sekarang apa yang harus aku lakukan. Hidangan makan malam sudah matang. Goreng kentang, goreng udang, goreng pisang, jus alpukat hampir habis disantap. Yang aku kerjakan hanya ngobrol dengan Rita. Firman sama sekali tak mrnghiraukan kami. Firman oh Firman.

"Nit, esok pagi kita jalan-jalan yuk!" ajak Firman tiba-tiba.

Remote tv diletakkannya. Berdiri menghadap ke arahku. Seperti menanti jawaban penuh harap. Berdebar dadaku. Jika malam ini gagal, maka esok pagi saat jalan-jalan berdua harus berhasil.

"Goa Batu Hapu aja yuk!" jawabku spontan.

Pas banget, dalam goa gelap-gelapan berduaan. Seperti malam. Sangat nikmat rasanya bisa menggandeng tangan Firman.

"Kami pulang ya. Yuk Rit kita pulang," ajak Firman kepada Rita.

Rita yang dari tadi asyik dengan gawainya sambil senyum-senyum sendiri berdiri. Sejak selesai masak dan makan, memang Rita hanya asyik dengan gawai di tangannya. Hanya menyahut sesekali percakapan yang kami lontarkan.

Mereka pulang dan aku kembali seorang diri dalam rumah luas dan sepi. Padahal, hasratku bekas mimpi ketika senja tadi masih terasa. Aku harus bagaimana? Apa sebaiknya aku nonton vedio begituan saja ya? Siapa tahu bisa melepaskan hasrat nantinya ketika sudah mencapai puncaknya.

Salah Firman, mengapa datang ke rumah membawa teman. Adiknya pula. Coba jika datang sendiri saja. Pasti semua sudah terlaksana dan aku bisa bebas lepas dari sengsara ini. Aku memang perempuan kesepian.

Mengapa juga dulu aku sangat jahat pada suamiku. Hanya karena mulut dan napasnya bau, aku tidak berselera sama sekali. Tapi itulah kekuranganku. Mau bagaimana lagi.

Minimal nanti ketika berada berdua bersama Firman dalam goa aku bisa merasakan kehangatannya. Kemesraannya. Di tempat gelap. Kami bisa melaksanakan apa saja.

Masalahnya aku dan Firman belum jadian. Bagaimana ini? Harusnya jadian dulu. Baru bermesraan seperti itu. Jika tidak ada kepastian hubungan nanti aku malah disangka wanita murahan. Melepaskan hasrat binal kepada semua laki-laki yang aku temui. Bagaimana ini?

Baiklah, malam ini semuanya harus selesai dulu. Aku harus nulis pesan kepada Firman. Malam ini harus jadian. Jadi besok pagi ketika pergi semua sudah sesuai porsinya. Aku tidak dianggap wanita nakal lagi.

- sudah sampai di rumah?

+ iya Nit. Sudah siap-siap tidur ini. Gimana tadi?

- gimana apanya Mas. Eh salah. Aku panggil Mas gpp ya?

+ Gpp. Aku malah senang. Jadi mesra nih

- Mas Firman sih. Tadi kenapa juga bawa Rita ke rumah?

+ bukan aku yang ngajak kok. Dia yang maksa ikut. Kasihan. Baru putus dengan kekasihnya.

- tapi tadi tidak terlihat sedih gitu kok.

+ emang, dia memang gitu. Sering ganti-ganti pacar. Aku juga heran. Mengapa tidak betah banget pada pacar-pacarnya.

- kok bisa ya?

+ katanya sih, pacar-pacarnya mulutnya bau rokok semua.

- hi hi hi

+ eit dah malah ketawa

- emangnya jika mulutnya bau rokok kenapa Mas

+ gak tau. Mau mencium kali.

- wkwkwkwkwk

+ emang kamu mau dicium jika mulut pacarmu bau rokok?

- gimana mau mencium. Pacar aja nggak punya. Coba Mas Firman mau

+ mau apa? Serius nih?

- mau jadi pacarku (akh ... gak seru. Masak cew yang nembak)

+ sebenarnya tadi aku mau nembak kamu. Tapi gak enak ngomongnya. Kan ada Rita.

- sekarang aja tembak

+ mancing dah. Emang kuat ditembak. Hahahahaa

- coba aja. Kita lomba. Siapa yang kuat tembak-tembakan

+ bener ya?! Jangan salahkan aku jika semua biru-biru

- kok biru-biru sih. Emang diapain sampai biru gitu?

+ terlalu merahkan jadi biru sayaaang

- aduhai ... berdebar dadaku dipanggil sayang. Emang sayang beneran ya?

+ maumu sayang beneran apa sayang pura-pura?

- ya beneran lah Mas. Masak sayang pura-pura sih. Hiks hiks hiks

+ iya sayang beneran kok

- kan belum jadian Mas. Kok sudah sayang aja

+ ya sudah. Jadiannya gimana?

- maunya Mas Firman jadiannya seperti apa?

+ vedio call dong

- ayuk. Panggil

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumbar gambar

Vedio call pun terjadi. Kesempatanku ini. Mumpung momennya tepat. Aku harus buat Mas Firmanku terpikat. Baju tipis yang aku gunakan tadi belum aku lepas. Sengaja aku rebahan di atas ranjang agar mas Firmanku tergoda. Bentuk tubuh yang paling menggoda aku pertontonkan semua. Walau tidak dengan membuka baju. Aku mampu bergerak pura-pura tidak sengaja.

Melotot mas Firman tidak bersuara. Hanya terlihat matanya fokus ke arah kamera. Sepertinya semangat kelelakiannya tergoda. Aku makin menggila. Beberapa kali mas Firman berkomentar, namun tidak aku respon. Seolah film bisu saja. Semua gerakan erotis yang bisa, aku pertontonkan dengan sempurna.

Ampun! Jaringan internetnya putus. Vedio call tiba-tiba hilang. Aku panggil lagi. Tidak bisa. Padahal posisi online di WA mas Firmanku. Aku panggil lagi berkali-kali. Tidak ada jawaban. Hanya berdering. Aku penasaran. Kemudian aku telpon Mas Firman.

"Mas, kenapa dimatikan," langsung dengan tuduhan.

"He he he," jawab mas Firman diujung telepon.

"Gak suka ya?" tanyaku menggoda.

"Suka kok. Aku gak kuat," jawabnya singkat.

"Terus ...?" tanyaku penasaran.

"Apa aku kembali ke rumahmu lagi ya?"

"Hemmm ...," sambil aku tutup telepon.

Hatiku berbunga-bunga. Tidak usah menunggu besok pagi dalam goa. Malam ini semua terjadi sesuai rencana.

Aku berlari ke belakang. Ke kamar mandi. Aku harus mandi sangat bersih agar mas Firmanku senang melihatku. Apalagi akan dapat merah biru. Harus wangi menggoda. Harus segar juga.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Goa Batu Hapu (7)


Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Minggu pagi telah tiba. Perjalanan wisata segera kami mulai. Sesampainya di Goa Batu Hapu aku mendongakkan kepala melihat sebuah batu besar tepat di atasnya. Dengan bersemangat, aku melangkahkan kaki meniti tangga beton menuju mulut goa.

Mas Firman terperangah begitu tiba di mulut Goa Batu Hapu.

”Wow, indah sekali,” katanya.

Goa Batu Hapu, obyek wisata alam di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Kami berangkat dari Martapura, Kabupaten Banjar, dengan mengendarai mobil, menempuh jarak sekitar 65 kilometer.

”Goanya bagus dan unik. Enggak nyangka kalau ada tempat wisata seperti ini di Kalimantan Selatan,” ujar mas Firman yang baru pertama kali ke Goa Batu Hapu.

Namun, ia menyayangkan banyak bekas coretan di bibir goa akibat vandalisme para pengunjung.

Goa Batu Hapu memiliki daya tarik tersendiri karena menyajikan panorama alam yang indah dan udara yang sejuk.

”Inilah yang membuat aku ingin datang lagi ke tempat ini,” kataku.

Dalam tahun ini sudah dua kali berkunjung ke Goa Batu Hapu. Goa Batu Hapu merupakan sebuah goa karst yang luas dengan mulut goa yang besar. Ada dua bibir goa yang sudah terhubung dengan tangga beton sehingga memudahkan pengunjung masuk ke goa.

Di dalam mulut goa, stalagmit (susunan batu kapur berbentuk kerucut yang berdiri tegak di lantai gua) dan stalaktit (batangan kapur yang terdapat pada langit-langit goa dengan ujung meruncing ke bawah) yang terbentuk secara alami sungguh memukau.

Dari langit-langit goa yang berlubang, cahaya matahari menembus masuk. Sesekali, kelelawar terbang keluar dan masuk mulut goa. Suara kelelawar terdengar semakin berisik saat masuk lebih dalam ke goa dengan melewati jembatan besi.

Suasana di dalam goa gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan meskipun kabel dan sakelar listriknya sudah terpasang lama.

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

”Goa ini dibiarkan ’mati suri’ cukup lama. Tahun ini, baru dihidupkan lagi sebagai obyek wisata dan mulai ramai dikunjungi sejak pertengahan tahun,” kataku.

Goa Batu Hapu terbentuk dari kapal seorang anak durhaka bernama Angui. Ia dikutuk oleh Nini Kudampai, ibu kandungnya, seorang janda miskin.

Penyebabnya, Angui yang sukses pergi merantau dan berhasil mempersunting putri raja Keling enggan mengakui ibunya saat kembali ke kampung.
Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Goa Batu Hapu relatif mudah dijangkau. Akses jalan daratnya sudah bagus meski ada dua jembatan beton yang sedang dikerjakan dan satu jembatan masih menggunakan kayu.

Dari Jalan Trans-Kalimantan di Pasar Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, jaraknya sekitar 15 kilometer. Saat melewati jalan tersebut, udara terasa sejuk dan segar dengan pemandangan hijau pohon-pohon karet yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan.

Sesekali tercium aroma karet yang menyengat hidung saat melewati jalanan yang menanjak, menurun, dan berkelok-kelok itu. Dari Bandar Udara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Goa Batu Hapu berjarak sekitar 80 kilometer atau sekitar 110 kilometer dari Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalsel.

Aku Perempuan Kesepian (Kumpulan Cerpen)
sumber gambar

Untuk menikmati keindahan goa karst tersebut, setiap pengunjung dewasa ataupun anak-anak cukup membayar retribusi Rp 2.500 per orang, termasuk saat hari libur.

Goa Batu Hapu belum dikembangkan secara optimal sebagai destinasi wisata. Akibatnya, kunjungan wisatawan ke obyek wisata alam ini masih minim.

Kata petugas di sana, pada hari-hari biasa, wisatawan yang datang berkisar 20-30 orang. Kalau akhir pekan dan hari libur bisa juga mencapai 100 orang. Masih banyak sarana dan prasarana yang harus dilengkapi untuk menarik wisatawan datang berkunjung.

Misalnya, pemasangan lampu penerangan di dalam goa, pembenahan taman di depan mulut goa yang dilengkapi dengan sarana outbound (kegiatan di alam terbuka), termasuk flying fox.

Ada juga pengunjung yang mengusulkan supaya ada poster yang mendeskripsikan tentang Goa Batu Hapu, peta yang memuat rute untuk menikmati panorama goa, dan berbagai usulan lainnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Tapin Rajudin Noor pernah mengatakan, Goa Batu Hapu merupakan salah satu obyek wisata alam unggulan di Tapin, bahkan di Kalsel.

Namun, obyek wisata ini belum digarap secara optimal. Pengelolaannya pun dipercayakan kepada satu kelompok masyarakat sadar wisata di Desa Batu Hapu.

Panjang ceritaku pada mas Firman. Sementara dia manggut-manggut sambil memeluk bahuku. Hari ini aku sangat bahagia. Mas Firman ada di sampingku.

Saking asyiknya kami menikmati indahnya wisata Goa Batu Hapu lupa mesra-mesra. Nasib-nasib.

Aku tidak akan khawatir lagi. Mas Firman kini sudah menjadi kekasihku.

(Bersambung)


HOME
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Halaman 1 dari 22


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di