alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ancol covers nude mermaid statues
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c9618c982d49554b2134f0e/ancol-covers-nude-mermaid-statues

Ancol covers nude mermaid statues

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 10
Ancol covers nude mermaid statues
Balasan post pasti2periode
Ngapain googling, ente tunjukin aja klo emg pernah ke Cina beneran mana tuh patung.
Org yg punya hak nutup patung aja pake alasan kesopanan ngapain ente pake kasus contoh kasus lain, situ waras pas edan?
Quote:


loe tau gimana zaman kerajaan nusantara dulu rakyat jelatanya berpakaian?emoticon-Big Grin



Telanjang dada bagi perempuan di Indonesia pada masa lalu merupakan hal yang lumrah. Tidak ada tudingan porno ataupun pamer keseksian. Ini karena tradisi ketika itu belum mengenal penutup dada seperti zaman sekarang.

Perempuan-perempuan tak berpenutup dada tak hanya di Papua saja di masa lalu, tapi di banyak daerah di Indonesia. Di Jawa, kaum perempuan biasanya hanya menutup dadanya dengan kemben yakni sebuah kain yang dililit di bagian dada. Baru setelah periode 1900-an, perempuan di Jawa mulai mengenakan kebaya.

Di Sulawesi Selatan, para perempuan biasa memakai baju bodo yang mirip kebaya, tetapi tipis dan longgar. Saking tipisnya, baju bodo pada masa itu terlihat transparan sehingga memperlihatkan payudara pemakainya. Namun, terlihatnya payudara pada masa itu bukan dalam perspektif cabul, seperti sekarang ini.


Di zaman Hindia Belanda, perempuan yang berjalan di muka umum tanpa mengenakan penutup dada adalah hal yang biasa. Di masa tersebut, hal itu tak menumbuhkan birahi kaum laki-laki Indonesia karena dianggap hal yang biasa. Masalah birahi justru muncul di kalangan laki-laki Belanda yang melihatnya. Pernah ada cerita acara bongkar muat kapal Belanda yang tertunda satu jam, karena pelaut-pelaut Belanda terpesona pada pemandangan di atas perut perempuan itu.


Dalam film The Legong Dance of the Virgin, yang dibuat rumah produksi Amerika di tahun 1933, perempuan Bali digambarkan tidak memakai kutang. Mereka terbiasa bertelanjang dada. Film ini berkisah soal cinta segitiga yang berakhir tragis bagi seorang gadis penari legong.

Selain film cerita ini, dalam film dokumenter Moeder Dao (1995), terdapat dokumentasi perempuan-perempuan tak berpenutup dada di sebuah daerah di Indonesia sekitar tahun 1930. Tentu saja daerah itu jauh dari pusat industri, di mana kain bisa jadi dianggap barang mewah. Perempuan-perempuan berbaju lebih sering ditemukan di pabrik, perkebunan atau kota.

Kutang Penutup Dada

Remy Sylado punya imajinasi sendiri soal bagaimana orang Indonesia mengenal kutang. Dalam novelnya Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil (2007), Remy menceritakan bangsawan berdarah Spanyol-Perancis, bernama Don Lopez Comte de Paris, melihat perempuan Jawa, yang ikut membangun jalan raya pos Anyer Panarukan. Atas perintah Deandels yang berkuasa dari 1808 hingga 1811, para perempuan itu hanya memakai pakaian yang menutup bagian bawah tubuh mereka saja. Dada mereka terlihat. Don Lopez lalu memberi sebuah kain pada perempuan pribumi yang tercantik diantara mereka dan menyuruhnya agar menutup bagian berharga di atas perut itu.

“Coutant! Coutant!” perintah Don Lopez. Kebetulan dalam bahasa Perancis, berharga diartikan sebagai coutant.


Belakangan orang Indonesia mengucapkannya sebagai kutang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kutang dimaknai sebagai pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara atau baju tanpa lengan.

Baju tanpa lengan seperti kaos oblong, yang berfungsi sebagai pakaian dalam laki-laki juga, sering sebut sebagai kaos kutang juga. Kata koetang, dalam ejaan lawasnya, sering dipakai setidaknya di zaman kolonial. Seringkali ditemukan dalam bacaan-bacaan dalam bahasa Melayu.

Nampaknya, di masa lalu, kata kutang punya makna yang luas. Tak hanya penutup dada perempuan. Dalam kamus bahasa Makassar-Belanda berjudul Makassaarsch-Hollandsch Woordenboek met Hollandsch-Makassaarsch (1859), yang disusun Benjamin Matthes, koetang di artikan sebagai borstrok, yang artinya pakaian di dalam yang berbentuk seperti rompi. Sementara dalam kamus Belanda Melayu Sunda, Nederduitsch-Maleisch en Soendasch woordenboek (1841), yang disusun Taco Roorda dan Andries de Wilde, kutang dalam bahasa Sunda bisa berarti sebagai pakaian dalam dan juga kemeja.

Bra masuk ke Hindia Belanda

Setelah kemunculan bra, atau buste houder (BH) dalam bahasa Belanda, perempuan-perempuan Eropa pun mulai memakainya. Menurut Cultural Encyclopedia of the Breast (2014), Mary Phelps Jacob alias Caresse Crosby menciptakannya pada 1910, ketika akan mengenakan gaun untuk pergi ke sebuah pesta. Dia merasa bermasalah dengan korset yang sudah berabad-abad di gunakan perempuan Eropa di berbagai belahan dunia. Ciptaan pengubah sejarah kaum perempuan itu dipatenkan pada 1914. Dia mendapat uang karena ciptaannya itu, tetapi tak berperan penting dalam industri bra.

Bra sederhana, yang semula hanya berupa sapu tangan sutra bertali pita, itu lalu dikembangkan lagi dengan yang berenda. Belakangan, bentuk bra bermacam-macam. Di tahun 1922, Ida Rosenthal dan suaminya mulai berbisnis. Ida dan suaminya mengembangkan bra dalam perusahaan Maidenform yang aktif hingga berpuluh tahun kemudian.

Perempuan-perempuan pemakai bra tentu makin meningkat populasinya di tahun 1920an di Hindia Belanda. Setelah para perempuan Belanda menggunakannya, perempuan pribumi mengikutinya. Lidah orang-orang Indonesia menyebutnya BH (baca: beha), yang merupakan singkatan dari Buste Houder (wadah penyangga payudara). Bra atau BH ini pun akhirnya disebut juga sebagai kutang.

Setidaknya, kutang atau BH bermerk Bengawan Solo sudah diiklankan di tahun 1958. jargonnya: kwaliteit tetap terdjamin istimewa. Saat ini setidaknya ada PT Busana Remaja Agracipta, yang masuk sepuluh besar pabrik pakaian dalam dunia, yang memproduksi BH. Perusahaan ini punya pabrik di Bantul dan di Tangerang. Pabrik lain adalah Wacoal dan Mekarjaya.

BH atau kutang, tentu saja jadi pakaian penting perempuan Indonesia masa kini. Perempuan dari semua profesi membutuhkannya, baik yang di rumah, kantor, pasar, ladang, juga tempat prostitusi. BH atau kutang tidak lagi sebagai penutup dada untuk kesopanan, tetapi juga kesehatan.

https://tirto.id/sejarah-kutang-nusantara-byuk

kesalahan kaprah org timur menganggap plg bermoral ,plg bernorma,pdhl memang kita ni apa apa diajarin sama baratemoticon-Big Grin
Diubah oleh raven12
Pake jilbab sekalian napa
Berita lucu dan konyol. Terimakasih kepada jkt58 dah buat kota Jakarta seperti kehilangan maknanya sebagai ibukota negara Indonesia yang memiliki beragam budaya
Wakakaka , makin goblok emoticon-Leh Uga
mermaid boobs... 😱😱😱

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Wakakaka , makin goblok emoticon-Leh Uga
nasbung kampret liat patung aja birahi emoticon-Ngakak
Balasan post hokiedokie
loh? bukankah gw uda kasih fakta bahwa itu hanya alasan
dengan banyaknya kasus seperti contoh diatas?

itu lu skip saja?
ga liat ?
ga baca?
dan ga bisa googling?

ah debat sama orang dungu
buat turunin IQ ku

emoticon-Cape d...
kspirun nih yg pounya patoeng
....

speechless gw
Balasan post raven12
Wajar itu, kapas ngga ada di nusantara dulu, yg pake pakaian kain kebanyakan org kaya ama kalangan bangsawan, bahan baku dibanyakan diimpor dari Cina, rakyat jelata paling mentok pakai dari rami yg diolah.

Dan kalo budaya berpakaian klo dipandang dari daerah maka daerah tropis cukup pakai sempak doank lari² dijalan siang malam masih bisa lewatin sehari penuh tanpa masalah, coba ente dieropa lewatin musim salju pake sempak doank pada puncak musim salju, apa kaga amsyong.

Norma Indonesia bukan dari barat semua, dari semua buadaya berasimilasi jadi norma yg kita kenal sekarang emoticon-Big Grin
Emg klo liat patung telanjang, ada yang sampe coli rame-rame gitu?
gile
Anrjit mang ada yg ngaceng or punya pikiran ngeres liat patung ky gt? Kl ada cek ke dokter jiwa terdekat, mungkin ente ada masalah ma otak situ. Goblok tuh gratis tapi jangan serakah juga x.
Balasan post pasti2periode
Ampun ini orang dungu maksimal.
Ini ane kutip ulang.

"Two mermaid statues at the Putri Duyung resort in Ancol Dreamland Park are no longer topless after the park operator decided last year that the artworks, which had been there for decades, were incompatible with “eastern norms”.

Lihat alasan dan siapa yg melakukan perbuatan itu,
Pelaku : Operator Ancol
Korban : patung kembar
Alasan : tidak sesuai norma ketimuran
Apakah operator ancol punya hak untuk nutup? : jangankan nutup, diancurin aja boleh, itukan properti mereka emoticon-Nohope

Dan ente bawa berita yg dari subjeknya saja beda, walau objeknya sama
Dua berita yg ente bawa pelakunya org lain, bukan pemilik patung, klo properti ane dirusak seperti itu padahal udh ada IMB, bakal ane bawa sampe panjang.

Btw mana foto topless patung di Cina, pgn liat ane emoticon-Big Grin
gabener tolol anus udah didekte genk onta sapi radikal hti fpi, alasan aja tuh norma ketimuran, sedikit 2 kek kangker ntar jg dikarungin tuh patung
Kalau dimodif dikit ga masalah lah, barangkali banyak yang gak nyaman dengan payudara terbuka begitu, apalagi itu tempat wisata keluarga...

Asal... jangan keberadaan patungnya yang disalahkan, apalagi kalau sampai dihancurkan....

Pertahankan patungnya dengan sedikit modifikasi...

emoticon-Traveller
Balasan post kebodancox
Oh, sip
Balasan post apiijo
Percuma gan, disini pasti dikit² bawa onta, padang pasir, wan abud.
Padahal klo beneran mereka yg dibawa, jangankan topless, bentuk patung menyerupai manusia aja udh ga boleh emoticon-Big Grin
Diubah oleh hokiedokie
Halaman 3 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di