alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ma'ruf Amin: Soal Sedekah Susu, Bisa Kacaukan Pemahaman Masyarakat akan Stunting
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8f6af00577a960f078c62f/maruf-amin-soal-sedekah-susu-bisa-kacaukan-pemahaman-masyarakat-akan-stunting

Ma'ruf Amin: Soal Sedekah Susu, Bisa Kacaukan Pemahaman Masyarakat akan Stunting

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 4
Quote:


Itu defenisi dari situs kemenkes lho.

kalo semua dihubung hubungkan, nanti masalahnya melar kemana mana.
dari masalah kecukupan gizi ampe kebersihan lingkungan. Akhirnya melar kemana mana.
contoh, akses air bersih . . ., ini mah udah urusan PDAM, terus akan melar kemana mana.

Padahal titik fokus utama stunting adalah faktor kurangnya asupan gizi.
Secara spesifikasi, untuk mengatasi faktor kekurangan asupan gizi ini, dengan meningkatkan suply gizi.
misalnya dengan program sedekah putih.

Makanya, kenapa nggak sekalian aja dimasukkin masalah pegangguran, bahkan pendidikan.

tapi cebonk mana ngerti yang beginian, otaknya mampet, yang penting bela junjungan.
Tuh junjungan apa nggak pernah belajar defenisi, biar isu nggak melar ke mana mana ?

cebonk cebonk.

Sedekah susu.. ??
Jadi inget DP nih. Dia yg mpe tumpeh2 ajah, gak mau ngasih sedekah ma si bos.
dari ibu hamil>dari sebelum nikah > dari masa pacaran>dari saat sekolah...terusin aja gitu pak
Quote:


lu mau keliatan pinterr, tapi sebenernya elu lagi pamer kedunguan ala xebonk.

kalo lu mau bahas suatu isu, lu cari tau dulu defenisi dasarnya . . .
jadi nggak melar ke mana mana.
Yang gua bawa itu defenisi dari situs Menkes.

Kalo mau dibahas secara luas, pertumbuhan anak itu meliputi banyak faktor.

Tapi ini yang dibahas adalah stunting, kurangnya asupan gizi, sesuai defenisi dari kemenkes.

Gitu ngok.

ampe gitu amat dungu lu demi bela junjungan.
Quote:


lu kebanyakan baca, tapi kayaknya nggak ngerti apa yang elu baca.
kayak anak tk, bisa baca, tapi nggak ngerti apa yang dibaca.
coba lu pantengin postingan elu yang gua tebel merahin.
paham elu maksudnya ?

tuh cawapres, bahas stunting, kok ampe ke masalah sanitasi, sosial, dlsj, kenapa nggak sekalian dihubungkan ke masalah pilpres sekalian.

dasar cebonk, gitu amat belain junjungan.
Quote:

terus di situ disebutin nggak ada sanitasi , sosial, dsj ?

kayaknya elu asal reply,
yang penting bela junjungan,
nggak peduli kalo tingkahnya elu itu keliatan kayak orang begok.
Balasan post antonyus578
ha?
buat apa definisi di atas kertas
itu debat pengen ngukur tindakan cawapres menghadapi masalah stunting
bukan lagi ulangan atau ujian emoticon-Big Grin
sono sekolah lagi
Quote:


ini lagi pamer kedunguan, main kutip, tapi nggak ngerti apa apa.

itu kan bukan defenisi resmi stunting.
itukan membahas hal hal yang juga ikut mempengaruhi stunting.

nih gua kutipin lagi kutipan elu
Quote:


lu ngerti nggak arti dua kata yang gua merahin ?

xebonk cebong.
Sebenernya ane butuh mulus susu yg disedekahkan, biar imajinasi ane gak liat emoticon-Ngakak (S)
Quote:


defenisi itu diperlukan dalam setiap hal, agar nggak melar ke mana, biar fokus pada masalah utama.
defenisi itu syarat diskusi ilmiah.

kalo elu sering diskusi di warung kopi pinggir jalan, emang nggak perlu defenisi,
yang penting mbacot pamer urat leher plus kedunguan.

contohnya gini

Ma'ruf Amin berpendapat, apa yang disampaikan Sandi bisa diartikan bahwa pemberian asupan gizi harus dilakukan setelah anak tersebut telah lahir. Padahal, stunting merupakan masalah yang harus diselesaikan bahkan ketika bayi masih berada dalam kandungan.

. . . .

Ma'ruf menanggapi, masalah stunting bukan hanya masalah kesehatan. Namun, juga sosial, sanitasi, dan juga gizi. Maka dari itu, dia mengatakan bahwa perlu ada bimbingan, bahkan sebelum hamil, tetapi juga sebelum pernikahan.

https://www.liputan6.com/health/read...-akan-stunting


padahal . . .

Stunting reflects chronic undernutrition during the most critical periods of growth and development in early life.

It is defined as the percentage of children, aged 0 to 59 months, whose height for age is below minus two standard deviations (moderate and severe stunting) and minus three standard deviations (severe stunting) from the median of the WHO Child Growth Standards.

http://unicef.in/whatwedo/10/stunting


tapi kalo elu mbacot di warung kopi, orang bahas stunting, terus elu melar ke masalah secelup dua celup, wajar wajar aja.
Balasan post antonyus578
trus apa salahnya statemen pak amien?
herman gw. lu bisa bahasa inggris kan
Quote:


Quote:


Quote:


Pak kiai paham betul soal ginian, emang luar biasa beliau ini
Quote:


Lah lo ngapain cuma bahas defenisi..
Stunting jelas terjadi, terlihat klo udh lahir emang..
Emng yg diperdebatkan itu defenisi apa solusi?


Nih solusi


Improving Child Nutrition: The achievable imperative for global progress confirms that a key to success against stunting is focusing attention on pregnancy and the first two years of a child’s life. Stunting in a child is not only about being too short for his or her age. It can also mean suffering from stunted development of the brain and cognitive capacity.

https://www.unicef.org/media/media_68734.html


Ma'ruf Amin berpendapat, apa yang disampaikan Sandi bisa diartikan bahwa pemberian asupan gizi harus dilakukan setelah anak tersebut telah lahir. Padahal, stunting merupakan masalah yang harus diselesaikan bahkan ketika bayi masih berada dalam kandungan
Quote:


Defenisi nya kan udah jelas.
di situlah fokusnya.

kalo masalah sebelum kelahiran, lingkungan, sanitasi, sosial, itu kan udah lain lagi porsinya.
itu artinya nggak bahas masalah stunting tok, tapi udah melebar kemana mana.

Secara logis, ketika seorang anak lahir, kemudian kekurangan gizi, stunting, maka untuk mengatasi ini adalah pemberian asupan gizi lebih baik dalam kualitas dan kuantitas.

itu lah stunting.

Namun untuk pencegahan, sebelum terjadinya stunting, bisa diadakan KB, persiapan sebelum hamil, lingkungan dll.
ini juga bisa mengatasi stunting, dalam artian preventive. Lintas sektoral, jangka panjang.
kalo ini yang dibahas, ini kan bukan lagi membahas masalah stunting tok.

Sedangkan yang dibahas sandi adalah Stunting dalam arti yang sebenarnya.
salah satu programnya, adalah dengan sedekah putih.

misal, udah terjadi, seorang anak mengalami stunting,
langkah yang paling tepat adalah dengan program sedekah putih.
bukan melar ke mana mana mau ngerjain sanitasi, bahas kehamilan dan pra kehamilan, sosial dlsb.
duluan ko anaknya.

payah bener nalarnya xebonk.


Quote:


Itu bukan dungu emg niat mw rusuh
Kebohongan yg di dengung2kan terus menerus bisa buat org jdi percaya
Apalagi sebagian penduduk indonesia
Masih kurang dlm hal literasi
Cara2 nazi dlu neeeh emoticon-Embarrassment
Propaganda ...
Diubah oleh 7.30.2011
gausa sama ibunya klo ibunya gak keluar ASI ya pake ibu susu, atau sufor emoticon-Ngakak
gitu aja dibahas emoticon-Embarrassment
Quote:


Yang di sasar grup grup wa emak emak ato orang kampung minim literasi informasi.
Diubah oleh revolushit.29
Nalar kampret sebelum waras :
Quote:



Nalar kampret setelah sedikit lebih waras:
Quote:


Coba otak lo di benerin dulu dah,..

Kampret emang paling jago klo soal pamer kedunguan..

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
mantul pak kyai
alah tolol satunya bahas klo sudah terjadi stunting di apaain. satunya bahas cara sebelum stunting terjadi.

jadi klo dalam kasus no.2 stunting masi ada, gk peduli cara mencegahnya kyk apa. yg penting klo emg sudah terjadi ya tambahin aja gizinya beres. cuk ngakak. sedangkan dalam kasus no.1 stunting sebisa mungkin diminalisir sehingga tidak muncul stunting.
Halaman 2 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di