CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tiga.... ( bisikan pelepas jiwa )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4efe8ed43972111401dd02/tiga--bisikan-pelepas-jiwa

Tiga.... ( bisikan pelepas jiwa )

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 12
lanjutttt gan
Chapter 6







“ sepertinya doa gw malam ini terkabul.....” gumam gw pelan diantara pergerakan tangan gw yang menutupi tubuh nenek dengan sebuah selimut hangat, lama gw kembali terdiam dengan pandangan menatap wajah nenek yang terasa begitu damai dalam menikmati tidur lelapnya, hingga akhirnya gw pun kini mulai tersadar bahwa gw sebenarnya mempunyai banyak waktu luang di saat nenek sedang tertidur lelap seperti ini, dan kini diantara banyaknya opsi untuk mengisi waktu luang yang terpikirkan di kepala gw ini, gw pun memutuskan untuk membuat secangkir kopi panas yang sekiranya dapat menemani kesendirian gw malam ini dalam menanti pagi
“ sebaiknya pintu kamar ini gw biarkan terbuka aja...agar kalau nenek terbangun di saat gw membuat kopi gw bisa mendengarnya...” ujar gw seraya membatalkan pergerakan tangan gw yang hendak menutup pintu kamar, dan kini dengan langkah yang perlahan gw pun segera berjalan menuju ke arah dapur guna membuat segelas kopi panas
Hampir kurang lebih sepuluh menit lamanya gw berada di dapur guna membuat kopi, hingga akhirnya setelah segelas kopi panas telah tersaji, gw pun kembali bergegas menuju ke kamar nenek, dan kini diantara gerak langkah kaki gw yang bergerak melintasi ruang keluarga, beberapa buku tulis serta alat tulis yang tergeletak di meja kini menarik perhatian gw, sepertinya kebiasaan angga dan imas selama di jakarta telah ikut terbawa serta ke rumah ini
“ huhh kebiasaan...kalau habis belajar pasti enggak diberesin...”
Dan kini diantara rasa dongkol yang gw rasakan atas kebiasaan angga dan imas, gw pun memilih untuk terlebih dahulu membereskan buku buku tersebut, hingga akhirnya disaat gw mulai merapihkan buku buku tersebut, keinginan gw yang ingin melalui malam ini tanpa adanya rasa bosan, kini telah melahirkan sebuah pemikiran akan sebuah aktifitas yang mungkin bisa gw lakukan untuk membunuh rasa bosan itu
“ sepertinya ini ide yang bagus....” ujar gw seraya mengambil beberapa buah kertas kosong dari buku tulis yang nantinya akan gw pergunakan untuk menggambar, atapun untuk menuliskan sesuatu yang semuanya itu berujung kepada membunuh rasa bosan
“ sepertinya ini cukup....” ujar gw kembali setelah mengambil tiga buah kertas kosong dan sebuah pensil gambar yang akan gw pergunakan untuk menulis atapun menggambar, tapi kini baru saja gw hendak kembali melangkah menuju ke kamar nenek, pendengaran gw menangkap adanya suara yang terdengar dari arah kamar nenek, dan gw sangat yakin kalau suara yang telah gw dengar itu adalah suara yang terucap dari mulut nenek
“ nenek kenapa.....?” tanya gw dengan langkah panik diantara suara racauan nenek yang kembali terdengar, bagi gw suara yang terdengar itu kini seperti memberikan gw sebuah isyarat bahwa nenek saat ini memang tengah membutuhkan kehadiran gw di dalam kamar....tapi entah untuk apa, hingga akhirnya....disaat langkah kaki gw kini terhenti tepat di depan pintu kamar nenek, gw mendapati suasana kamar nenek yang terselimuti oleh kegelapan dan hanya diterangi oleh cahaya lampu dari lampu yang ada di luar kamar
“ siapa yang telah mematikan lampu kamar ini....?” tanya gw dalam hati dan berbalas dengan munculnya prasangka buruk atas sesuatu yang mungkin akan terjadi malam ini, dan kini belum sempat gw berpikir panjang untuk menyikapi kejadian padamnya lampu kamar nenek, suara racauan nenek kembali terdengar, dan untuk kali ini gw bisa merasakan adanya nuansa ketakutan di balik suara racauan tersebut, mendapati kenyataan ini, dengan langkah yang tergesa gw pun segera memasuki kamar nenek dengan terlebih dahulu mencoba untuk menyalakan lampu kamar...tapi seiring dengan jari tangan gw yang telah menyentuh saklar dari lampu kamar, kini gw harus mendapati sebuah kenyataan bahwa lampu kamar nenek tidak bisa untuk dinyalakan
“ brengsekkk...!!” maki gw begitu mendapati kenyataan kalau lampu tidak bisa untuk dinyalakan, dan kini tanpa berkeinginan untuk berpikir panjang lagi, gw pun segera berjalan menembus kegelapan kamar guna mengetahui kondisi nenek saat ini
“ arrggggg...arrrrr...argggggg....!!!” racau nenek diantara pergerakan gw yang meletakan gelas kopi panas dan lembaran kertas di atas meja, untuk sesaat lamanya gw kini hanya bisa terpaku menatap keberadaan nenek yang tengah terbaring di atas tempat tidur
Seram...mungkin itulah kata yang bisa menggambarkan ketika kini gw harus melihat keberadaan nenek yang tengah terbaring dengan tubuh serta ekspresi wajah yang menegang, kedua bola matanya yang membesar nampak menatap ke arah langit kamar yang gelap, entah apa yang kini tengah dilihatnya....tapi satu hal yang pasti, dari bahasa tubuh yang diperlihatkan oleh nenek saat ini, semuanya itu mengarah kepada suatu keadaan dimana saat ini nenek berada dalam suatu situasi yang mana situasi tersebut telah membuat nenek terjebak dalam rasa ketakutannya
“ nek sadar...sadar...nenek lihat apa....?” tanya gw dengan penuh kepanikan seraya menatap ke langit kamar yang berselimutkan oleh kegelapan, dan kini belum sempat gw mendapatkan jawaban atas pertanyaan gw tersebut, pandangan nenek pun terlihat bergerak seolah olah seperti mengikuti keberadaan dari sesuatu yang tidak terlihat oleh gw, hingga akhirnya ketika tiba pada suatu titik yang memperlihatkan keberadaan dari daun pintu kamar yang terbuka secara tidak sempurna, pergerakan dari pandangan nenek pun kini terhenti dengan menyisakan suara racauan serta ekspresi ketegangan di wajah nenek....entah apa yang kini tengah dilihat oleh nenek, tapi keberadaan dari sebuah ruang kosong yang tersembunyi di balik kokohnya daun pintu kamar yang terbuka secara tidak sempurna, kini telah menimbulkan sebuah tanda tanya dihati gw atas keberadaan sesuatu yang mungkin tengah bersembunyi diantara kegelapan yang menyelimuti ruang kosong tersebut
“ arrgggg...arrgggg...” racau nenek kembali diantara ekspresi wajahnya yang menegang serta sorot mata yang terlihat tajam menatap ke arah daun pintu kamar, dan entah mengapa seiring dengan nenek yang kini tengah memperlihatkan tingkah lakunya yang tidak wajar itu, gw bisa merasakan adanya penurunan suhu di dalam ruangan kamar yang begitu drastis, dan hal ini berimbas pada rasa dingin yang kini menembus baju hangat yang gw kenakan
“ ya tuhan...apa sebenarnya yang tengah nenek lihat saat ini....” tanya gw dalam hati dan berbalas dengan pergerakan pada daun pintu kamar, mendapati hal tersebut, bayangan gw akan keberadaan sesuatu yang tengah bersembunyi dan memainkan daun pintu kamar, kini seperti bermain main di dalam pikiran gw, dan hal ini jelas bukanlah sesuatu baik, karena gw yakin, dengan semakin besarnya gw memberikan ruang bagi bayangan menyeramkan itu untuk bermain main di dalam pikiran gw, maka rasa takut gw pun akan semakin bertambah besar, dan hal ini akan menyebabkan semakin terpuruknya gw dalam kebuntuan untuk mengambil tindakan guna mengeluarkan gw dan nenek dari situasi yang menyeramkan ini
“ brengsekk...gw enggak boleh takut...enggak boleh takut...” umpat gw diantara keinginan untuk menumbuhkan kembali rasa keberanian gw yang tadi sempat menghilang karena rasa takut, hingga akhirnya disaat kini gw mulai bisa kembali menumbuhkan sedikit rasa keberanian, gw pun memutuskan untuk melangkah maju mendekati pintu kamar guna mencari tahu akan penyebab dari bergeraknya daun pintu kamar
“ sial sepertinya enggak akan bisa hilang nih rasa merinding gw...” gumam gw begitu telah memegang daun pintu kamar, dan kini diantara keinginan gw yang ingin mengalahkan rasa takut yang mulai kembali menguasai pikiran gw ini, gw pun mulai menarik daun pintu kamar secara perlahan guna memperlihatkan keberadaan dari ruang kosong yang tersembunyi di balik kokohnya daun pintu kamar, dan disaat kini daun pintu kamar tersebut mulai mengikuti pergerakan tangan yang gw lakukan......irama jantung gw semakin berdetak kencang....hingga akhirnya ketika daun pintu kamar tersebut telah memperlihatkan keberadaan dari sebuah ruang kosong, kini gw hanya mendapati keberadaan dari sudut ruangan kamar yang terselimuti oleh kegelapan
“ apa sebenarnya yang tadi telah terjadi di kamar ini...” ujar gw dengan rasa lega, begitu kini gw tidak mendapati adanya keberadaan sesuatu yang bersembunyi di sudut ruangan kamar yang gelap, dan guna untuk meyakinkan bahwa memang tidak ada sesuatu yang menyeramkan seperti apa yang telah gw bayangkan sebelumnya, akhirnya gw pun kembali membuka pintu kamar guna melihat keadaan di luar kamar, dan sepertinya memang sudah sepatutnya bagi gw untuk bernafas lega, karena disaat ini gw hanya mendapati sebuah ruangan sepi yang terberbalut dalam keheningan malam
“ fiuhhh...sepertinya tadi itu mungkin hanya hembusan ang.....” baru saja kini gw hendak menyelesaikan perkataan gw itu, suasana yang terasa begitu hening kini menyadarkan gw akan sesuatu yang menghilang keberadaannya dari indera pendengaran gw ini....dan sesuatu yang menghilang itu adalah suara racauan dari mulut nenek, menyadari hal ini, rasa kecurigaan gw atas sesuatu yang tengah menimpa nenek kini telah mengantarkan pergerakan dari pandangan mata gw untuk melihat ke arah bagian dalam kamar....dan sepertinya seiring dengan tatapan mata gw yang menatap ke arah tempat tidur, kecurigaan gw itu kini telah menjadi kenyataan, nampak terlihat keberadaan nenek yang tengah berada di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang mengejang serta pandangan yang terarah ke langit kamar
“ astagfirullah nenek....” teriak gw pelan seraya berlari menghampiri nenek
“ nek tolong sadar nek....nenek jangan seperti ini lagi....dikamar ini enggak ada apa apa nek..!” perkataan yang terlontar dari mulut gw ini kini seperti menggambarkan rasa keberputusasaan gw, karena di saat ini gw harus kembali mengalami sebuah kejadian yang sama seperti apa yang telah gw alami sebelumnya, dan kini diantara pergerakan tubuh dan ekspresi wajah nenek yang menegang, nampak nenek mengarahkan kedua bola matanya yang besar ke arah langit kamar, dan semua yang dilakukannya itu seakan akan ingin menunjukan bahwa saat ini nenek sedang memandang sesuatu, dan sesuatu yang tengah dipandangnya itu bukanlah sesuatu yang baik
“ tolong bilang sama darma nek...nenek sedang melihat apa.....?” tanya gw seraya mengarahkan pandangan ke langit kamar yang terselimuti oleh kegelapan, mendapati bahwa nenek kini sama sekali tidak merespon pertanyaan yang terlontar dari mulut gw itu, gw pun memutuskan untuk menggenggam jari jemari nenek, dan sungguh...diantara rasa panik yang tengah gw rasakan saat ini, sempat terlintas di dalam pikiran gw untuk berlari dan membangunkan papah guna mendapatkan pertolongan dalam mengatasi kejadian yang tidak masuk akal ini, tapi semuanya itu urung gw lakukan begitu gw membayangkan akan kemarahan papah yang mungkin akan menyalahkan gw atas kejadian yang menimpa nenek malam ini
“ nek...nenek kenapa...tolong genggam tangan darma lebih kuat nek, jika nenek memang melihat sesuatu....” seiring dengan perkataan gw itu, entah ini hanya perasaan gw saja atau bukan, gw merasakan genggaman tangan nenek terasa begitu kuat mencengkram jari jemari gw, hal ini seperti menunjukan bahwa nenek mengerti dan merespon perkataan gw itu, hingga akhirnya......
“ darma.....?”
Terbelenggu dalam rasa bingung, ya perasaan itulah yang kini gw rasakan saat ini, keberadaan mamah yang terlihat tengah berdiri di depan pintu kamar dengan memasang ekspresi wajah yang terkejut...kini seperti menjadi pemicu munculnya kebingungan begitu kini gw mendapati kondisi ruangan kamar yang diterangi oleh cahaya dari lampu kamar
“ bagaimana bisa ruangan kamar ini menjadi terang....” gumam gw dengan rasa tidak percaya atas apa yang kini tengah gw alami
“ kamu sedang apa dar....nenek kamu itu kenapa....?” tanya mamah dengan nada panik, dan kini diantara kepanikannya itu, dengan sedikit tergesa terlihat mamah berjalan menghampiri gw dan nenek
“ apa yang terjadi sama nenek kamu dar....tolong jawab mamah....!!” bentak mamah begitu melihat keberadaan nenek yang tengah terbaring di atas tempat tidur dengan pandangan menatap ke arah langit kamar
“ nenek....nenek...” gumam gw dengan rasa gugup, mendapati kegugupan gw tersebut, terlihat mamah meletakan telapak tangannya di kening nenek, dari ekspresi wajah yang diperlihatkan oleh mamah sepertinya mamah begitu mengkhawatirkan akan kondisi nenek saat ini
“ apa yang telah terjadi sama nenek kamu dar ?...tubuhnya sampai dingin seperti ini....” tanya mamah kembali dan berbalas dengan pergerakan tangan gw yang melepaskan genggaman gw dari tangan nenek
“ tadi itu mah....enggak tau kenapa, tiba tiba aja tubuh nenek mengejang....dan pada saat tubuh nenek mengejang itu, pandangan nenek terlihat memandang ke langit kamar...seperti....”
Untuk sejenak gw pun kini terdiam, keinginan gw untuk meneruskan perkataan gw ini kini seperti terbentur oleh keraguan gw dalam menceritakan sesuatu yang terkesan sangat tidak masuk akal seperti itu kepada mamah, mendapati apa yang gw lakukan ini, nampak mamah menaikan alis matanya sebagai tanda kalau mamah kini merasa bingung dalam menyikapi keterdiaman gw saat ini
“ seperti....seperti apa dar...?” tanya mamah yang sepertinya mulai merasa kesal atas keterdiaman gw ini
“ seperti seseorang yang tengah melihat sesuatu mah....tapi entah apa....”
“ tapi entah apa...?, hahh..memangnya kamu telah melihat apa di langit kamar ini sampai kamu berprasangka seperti itu dar.....kalau kamu memang enggak melihat apa apa...lantas kenapa kamu harus berprasangka seperti itu...” ucap mamah dengan nada suaranya yang meninggi, dari ekspresi wajah yang diperlihatkan oleh mamah, sepertinya mamah merasa sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi malam ini, kini diantara keterdiaman gw dalam menyikapi perkataan mamah, nampak mamah mengambil sehelai selimut hangat lalu menyelimuti tubuh nenek dengan selimut hangat tersebut, dan seiring dengan selimut hangat yang kini telah menyelimuti tubuh nenek, nenek pun terlihat memejamkan matanya
“ bagaimana kalau sampai kejadian ini diketahui oleh papah kamu dar....sebaiknya besok kalau sampai terjadi hal seperti ini lagi, kamu lebih baik cepat cepat membangunkan papah, mamah atau bi idah, mamah takut dar kalau sampai terjadi apa apa dengan nenek.....”
“ darmaa....” gumam gw masih dengan perasaan bingung dalam menyikapi kejadian ini
“ ya udah dar....berhubung hari sebentar lagi akan pagi, sebaiknya kamu istirahat aja...biar mamah yang akan menjaga nenek kamu sampai dengan bi idah bangun dari tidurnya nanti ....” selepas dari perkataan mamah tersebut, gw pun memutuskan untuk menuruti perkataan mamah, dan hal ini gw lakukan semata mata untuk menghindari perdebatan lebih lanjut dengan mamah, tapi kini seiring dengan keinginan gw yang ingin dengan secepatnya meninggalkan kamar nenek, keinginan gw itu sepertinya terpaksa gw urungkan begitu kini gw merasakan adanya hal yang aneh pada kopi panas yang gw letakan di atas meja
“ kenapa kopi ini sudah enggak panas lagi.......?” tanya gw dalam hati seraya menyentuh gelas kopi guna memastikan keanehan yang gw rasakan itu, dan benar saja...kini seiring dengan tangan gw yang telah menyentuh gelas kopi, gw sama sekali tidak menemukan adanya rasa panas ataupun hangat pada gelas kopi, padahal seharusnya gw masih bisa merasakan rasa panas ataupun hangat pada gelas kopi karena kopi panas ini belum terlalu lama gw buat
“ kamu kenapa dar....?” tanya mamah begitu melihat gw yang kini terdiam begitu menyentuh gelas kopi
“ maafkan darma mah....sepertinya biar darma aja yang tetap menjaga nenek, mamah enggak usah khawatir karena darma janji enggak akan mengulangi kajadian seperti itu lagi, lagi pula nanti apa kata papah jika mengetahui kalau mamah yang menjaga nenek...” jawab gw beralasan, sejujurnya alasan utama gw dari penolakan yang gw lakukan ini adalah semata mata karena kekhawatiran gw atas sesuatu yang mungkin saja terjadi di saat mamah menjaga nenek nanti, hal ini didasari atas dasar kecurigaan gw begitu mendapati gelas kopi yang terasa dingin
“ ya udah kalau begitu dar....tapi kamu janji yaa untuk enggak mengulangi kejadian seperti ini lagi....”
“ iya mah...darma janji...” selepas perkataan gw tersebut, mamah pun kini terlihat beranjak pergi meninggalkan kamar guna menuju ke kamar kecil, mendapati hal itu, gw pun segera menutup pintu kamar karena gw khawatir mamah akan kembali lagi ke dalam kamar dan merubah keputusannya dalam mempercayai gw untuk menjaga nenek
“ ini aneh...” ujar gw sambil memegang gelas kopi, untuk sejenak lamanya gw hanya terdiam sambil memegang gelas kopi
“ kalau memang kejadian yang gw alami itu enggak nyata, bagaimana mungkin kopi panas ini menjadi dingin...” gumam gw diantara pikiran gw yang membayangkan kejadian yang baru saja gw alami tadi, bayangan gw akan suhu yang berubah menjadi dingin disaat peristiwa itu terjadi kini seperti meninggalkan bekas pada gelas kopi
“ sepertinya memang ada yang aneh dengan rumah ini...tapi apa....?” seiring dengan pertanyaan yang terucap di hati gw ini, gw pun memilih untuk membuang air kopi ke halaman rumah, karena gw khawatir kejadian yang gw alami tadi akan memberikan efek yang buruk pada air kopi
Lama gw kembali terdiam dalam lamunan panjang atas beberapa kejadian yang telah terjadi di rumah ini, mulai dari imas yang melihat sesuatu di kandang angsa, mang kohar yang mendapatkan kejadian aneh di dekat kandang angsa...dan kini gw pun mengalami kejadian aneh di kamar nenek, dan dari semuanya itu, gw sama sekali belum menemukan adanya keterkaitan antara kejadian yang satu dengan yang lainnya, hanya saja kecurigaan gw kini seperti mengarah kepada sosok kakaknya papah yang telah mengalami peristiwa tragis di kandang angsa
“ andai kejadian ini memang merupakan bentuk dari gangguan yang telah dilakukan oleh kakaknya papah yang telah meninggal itu, pasti ada sesuatu yang menyebabkan kakaknya papah yang telah meninggal itu melakukan gangguan seperti ini...tapi apa...?” gumam gw seraya menghempaskan tubuh ini di atas sebuah kursi yang keberadaannya tidak jauh dari tempat tidur nenek, lama kini gw terdiam dalam lamunan panjang yang tidak bertepi, hingga akhirnya disaat rasa mengantuk kini mulai menghinggapi kedua kelopak mata ini, tanpa terasa gw pun mulai memejamkan mata dan membiarkan keheningan malam ini membawa gw untuk masuk lebih jauh ke dalam alam mimpi
“ ehh kang darma udah bangun....”
Perkataan yang terlontar dari mulut bi idah kini menyambut keterbukaan dari kedua kelopak mata gw dalam menyambut pagi, diantara pandangan mata gw yang masih terasa samar, nampak terlihat keberadaan bi idah yang sepertinya tengah larut dalam kesibukannya memberikan sarapan pagi kepada nenek
“ jam berapa ini bi....” tanya gw diantara rasa mengantuk yang masih menghinggapi kedua kelopak mata gw ini
“ udah jam sembilan pagi kang....” jawab bi idah seraya mengembangkan senyumnya

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rassof dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
semangat update terus gan emoticon-2 Jempol
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
mantap bgt Gan bikin threadnya...
panjang x lebar...
nice thread. emoticon-Smilie
wow, ada cerita baru....
Jangan bosan buat nulis (ngetik) emoticon-2 Jempol
hampir 1 bulan neh belum updateee..kumaha gan..
Ijin nenda ya mas bro
yg baca aja capek apalagi yg ngetikemoticon-Hammer2
mangtapp..
lanjut om
emoticon-Monggo


emoticon-Blue Guy Bata (S)
gilaaaaaa agan meta bikin thread lagi,
Cerita Jeritan Malam nya aja masih terasa, ini buat thread lagi
Keep it going
profile-picture
macanmenoreh memberi reputasi
om meta morfosis ini udah terkenal mahh sukses terus om
profile-picture
banyu suro memberi reputasi
Ninggalin jejak dolo..
nenda...emoticon-Ngakak
nenda sek yaaaa
jejak dulu gan.. mau tidur duluan biar fresh
nemu di HT otomatis mampiremoticon-Sundul Up
Halaman 2 dari 12


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di