CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6c2772eaab257bb73a084c/jejak-seribu-rindu

[SFTH] Jejak Seribu Rindu

Cerita Bersambung Romance

Jejak Seribu Rindu

Prolog 


Menyakitkan! mengapa bibirmu begitu mudah mengurai kata cinta? Sebuah cinta yang bersumber dari ketidak pastian, menyeretku terombang-ambing dalam bimbang. Siapa tahu, setelah bertemu denganku, kamu akan menetapkan bahwa aku, hanya aku memang layak menjadi bidadari  surgamu. Ini perjalanku menemuimu .... Kekasih. 

~•°♡°•~


Tamara menarik nafas dalam-dalam, berkali-kali, memenuhkan rongga kosong dalam dada, hingga detak jantungnya berangsur normal. Ia bertemu seseorang di sebuah perjalanan menuju Jakarta. Seperti pertemuan dua orang asing pada umumnya, saling melempar senyum, lalu selesai begitu saja. 

Selebihnya yang terdengar hanya deru mesin 'Burung Raksa' yang sudah mulai terbang dari Bandar Udara Kualanamu menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta. Perjalanan mulai membosankan, perempuan berkulit seputih kapas itu mulai merasa jengah. 

"Makan, Mbak?" kata lelaki yang duduk di sebelahnya basa-basi. 
"Ya silahlkan," balas Tamara lirih. 
Ia kembali menatap jauh ke luar jendela, memandang kosong awan putih menjulang di angkasa. Sedang pria itu, nampak malu-malu menelan setiap suap makanannya. 
"Ke Jakarta juga?"
"Em, eh.. iya. He.. he..." Gugup. Bukan karena pertanyaanya. Hanya saja Tamara terlalu takut apa yang dilamunkan, diketahui oleh pria asing itu. Lelaki yang sama sekali tidak di kenalnya. 

"Mengunjugi keluarga, atau...?"
"Mengunjungi keluarga." Tamara membuka ransel yang ia dekap. Selanjutnya mengeluarkan gadget, pura-pura sibuk mensrcol layar datar dipermukaan. Berharap lelaki di sebelahnya itu segera mengerti bahwa ia sedang tidak ingin diajak bicara. 


Quote:


"Perjalanan masih jauh, Mbak!" kata pria asing itu lebih pada bicara sendiri. Karena Tamara sudah kembali membuang tatapannya jauh ke luar jendela pesawat yang tertutup. Lalu suasanya kembali hening, terlihat beberapa penumpang mulai tertidur. Namun tidak pada Tamara yang pikiranya mulai kacau, antara bahagia atau sedih? Berkecamuk, mengaduk aduk perasaan. 

Spoiler for Hati Perempuan:


Dalam kecemasan hanyalah sunyi, entah dari mana semua berawal, ketika jendela sudah menyuguhkan lukisan bergerak, Tamara mulai menyadari kepalanya terkulai di pundak lelaki asing itu. Ia segera menarik kepala dan tubuhnya untuk kembali tegak. Bersandar pada bantaran kursi pesawat. 

"Maaf." Tamara tertunduk malu. Atau mungkin justru bahagia? Entahlah. 

Pria bermata sorot tajam itu diam tak bergeming, hanya sedikit melempar senyum, lalu menyodorkan sebotol minuman. Tamara yang terbiasa dehidrasi saat tertidur, tidak menolak botol yang masih tersegel itu. Mungkin memang butuh aqua? Biar tidak asal tidur di pundak orang tak dikenal.

"Tak tega rasanya membangunkanmu, maaf..." 

Tamara hanya terdiam membisu, lidahnya kelu, mungkin dalam hatinya meruntuki kebodohanya. Bagaimana mungkin ia bisa tidur dibahu lelaki itu? Sedangkan perjalananya ini hendak menemuli lelaki yang telah mampu membuatnya menjadi gila, menyesal, bayanganya sekelebat melesat cepat, semakin cepat, semakin jelas akan tatapan manisnya.

"Maafkan aku tidak membangunkanmu. Aku tidak bermaksut jahat atau buruk terhadapmu," imbunya lagi lelaki itu mengulangi untuk meminta maaf. 
"Sudahlah, lupakan saja." 
"Ok. Mbak baik-baik saja'kan?" 

Lagi dan lagi, Tamara tidak menjawab, mungkin sebuah perasaan ganjil memenuhi dadanya. Atau mungkin kepalanya terasa berat? Memikul rindu yang semakin serat dan dalam dada yang terkoyak. Bagaimana mungkin Tamara bisa bercerita? Sedangkan ia hanyalah lelaki asing yang baru saja bertemu dalam perjalanan itu. 

Mendapat pertanyaan itu, ingatanya mulai tercebur pada pesan-pesan Whatshap atau inbox selama beberapa bulan sebelumnya pada lelaki yang akan ditemuinya itu. Sebuah pesan-pesan romantis yang selalu Tamara tunggu saat sebelum memejamkan mata, sekaligus yang membuat hatinya sekarat oleh cupit rayuan gombalnya hanya pemberi harapan palsu saja.
 
Quote:



Sista dan Agan Kepoin Juga Cerita Lainnya Disini :



Spoiler for Baca Selengkapnya :
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NoMaLz dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bekticahyopurno
Halaman 1 dari 6
Sundul, Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Next ya ... So am I, always with you. Uhuuuuuk...
profile-picture
miniadila memberi reputasi
Quote:


Iya, masih cari ide ini. Mau semedi dulu, ide apa yang keren. Kasih masukan ya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Entahlah, bila bersamamu idekupun jadi hilang, buyaaar, terkikis oleh ombak-ombak aksaramu. Hahaha.. Gombal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 2 lainnya memberi reputasi
Lanjut dah
profile-picture
profile-picture
miniadila dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Itunyatanya bisa? Nulis aja itu ha ha. Apa aja lah

emoticon-Cendol Gan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
miniadila dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Oops, iya ya? Ternyata inipun jadi tulisan. Hhmm ... Lihatlah, aku benar-benar tak berdaya. Ingin selalu bersamamu Guru, hahaha... Kok jadi Gombal mukio lagi?
profile-picture
bekticahyopurno memberi reputasi
siapin cemilan dulu biar tambah semangat
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
oh ya siap nih gombal mang
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan bekticahyopurno memberi reputasi
A glass of cendol untuk thread ini dari sayaemoticon-Cendol Gan. Suka baca cerita-cerita from the heart ? Silakan mampir ke threads anee.
Give this comment a glass of cendol emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
tinwin.f7 dan mamaproduktif memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
dipantau dulu
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Di tunggu lanjutanya, Kak. Jangan lama-lama ya
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Keren masuk hot trhread
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan mamaproduktif memberi reputasi
Lanjut dong
Quote:


Quote:


Itu di atas itu lanjutannya
Menunggu certa selanjutmya
sajak rindu takkn pernah habis. memang kata pling pujangga dari puisi ialah rindu yang tidak pernah menemui "temu" 😬

Jejak Seribu Rindu B : Perjalanan Tamara

Saat Ini Tamara Tengah Perjalanan Menuju Jakarta

Jejak Seribu Rindu


Quote:


Quote:


Seharusnya Tamara memang menuju Jakarta, semua berubah menjadi bimbang sebab ia tarik-ulur maju mundur untuk menemuinya. Sudah terlanjur, akhirnya ia membeli tiket pesawat ke Bangdung.

"Ke Bandung ingin menemui siapa?"

Mau jawab apa? Tujuan Tamara sebenarnya bukan ke Bandung tapi Jakarta. Ah semua kacau gara-gara ia masih ragu.

"Mau ke tempat saudara," balasku malas.

Awan mendung menggulung-gulung bukan hanya pada hatinya ternyata. Sepertinya langit ikut bercanda, Pesawat yang Tamara tumpangi terpaksa di alihkan ke Bandar Udara Soekarno-Hata.

Sesulit inikah untuk menemuinya?

"Bandungnya mana, Mbak?"

Sebenanya Tamara malas membalas pertanyan-pertanyaan lelaki yang duduk di sebelahnya itu. Kenal juga tidak namun bikin jengkel saja.

"Ada nanti jemput saudara. Saya ke Bandung juga mau kopdar dengan para penulis-penulis keren. Jadi banyak saudara dan juga teman."

Panjang kali lebar ia menjelaskan padanya, itulah pertama ia mulai bicara banyak hal pada lelaki asing disebelahnya. Kulihat kilat senang di matanya.

Setelah pesawat transit dari Jakarta-Bandung, deru pesawat mulai berkurang kecepatanyanya. Udara dingin Kota Bandung mulai menyapa. Pesawat sudah berhenti. Para penumpang sibuk siap-siap untuk turun. Tamara tak segera beranjak, masih menunggu pesawat legang. Ia tak suka berdesak-desakan.

Apa yang akan terjadi? Next

Back to INDEKS
profile-picture
profile-picture
profile-picture
suciasdhan dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bekticahyopurno
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Iya gak akan habis, Mbak. Rindu apa itu? Ha ha ha , Merindukan...? Jawabanyanya ... Entahlah.

profile-picture
profile-picture
makola dan mamaproduktif memberi reputasi
Quote:


Ini baru nyampai Bandung, Mang. Bandung diingin he he

Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di