CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4cd13610d29522e147a2ff/di-waktu-yang-sama-di-zaman-yang-berbeda

Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda

Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda
Perbedaan, Level, Kasta, apakah agan melihat hal ini di dalam kehidupan kita? Hal-hal tersebut nyata di sekitar kita gan mungkin kita tidak peka, tidak terlalu memperhatikan sekitar, atau kita terlalu sibuk dengan kehidupan kita sendiri.

Apa yang menjadi dasar hal tersebut eksis di dalam kehidupan manusia? menurut pendapat gue pribadi adalah keinginan, gue lebih suka dengan ungkapan keinginan dibanding nafsu. karena pada dasarnya emang manusia ingin lebih, dan lebih.

Disaat keinginan kita sudah melebih-lebihi batas dan menembus angkasa, disaat itulah ungkapan itu berubah jadi nafsu, kesan nya negatif.

Gue, orang biasa gan, yang pergi jauh ingin menikmati kehidupan layak di kampung orang, hidup cukup pas-pasan bahkan berkekurangan emoticon-Matahari, cukup dibaca ya gan, jangan dibayangkan.

Gue orangnya tipikal tidak suka keramaian, gue penyendiri. oke cukup lah perkenalan nya. hehe..

Jakarta, sejuta bayangan terlintas di benak ketika dengar kata Jakarta, orang yang jauh disana, yang berada di kampung halaman mereka di luar pulau jawa menganggap ibu kota negara kita ini adalah surga, lahan uang, segala impian mereka dapat terwujud disini.

Quote:


Saat di kota ini, gue ngerasa hal itu hanya mimpi belaka. gue ngga menemukan jalan buat mimpi itu jadi nyata, gue nggak banyak bersosialisasi, gue kerja freelancer untuk beberapa lama. tau kan artinya? GUE MEMBUSUK DI KOSAN, GAK PERNAH KEMANA MANA. GAK PERNAH LIHAT MANUSIA LAIN.

Namun semenjak dua atau tiga tahun belakangan gue memilih untuk bekerja layaknya orang biasa, gue diterima di salah satu perusahaan swasta dengan jaringan multi-nasional. gobloknya, gue ngga mau saat ditawarin kerja di luar negeri. 

Tak sedikit hal berubah dari diri gue, gue yang dulunya cuma dalam ratapan keterpurukan tanpa masa depan, ngga pernah melihat manusia lainnya, gue yang biasanya cuma ngebayangin gerombolan orang kaya itu adalah sosok-sosok dengan segala kesombongan nya akan harta nya. gue bisanya cuma nganan, eh ngiri ingin menjadi seperti mereka tanpa tau apa dan bagaimana menjadi mereka.

Dalam sekejap gue berubah jadi bajingan tamak yang tidak tau bersyukur gue masih hidup dengan kondisi pengangguran bertahun-tahun. 
Gue menjadi orang yang selalu keluar rumah ( kosan ), gue bertemu orang-orang. gue melihat betapa sebenarnya hidup disini sakit dan pahit dan bukan cuma gue yang merasakannya, tapi percayalah pahit manis nya hidup hanya pribadi masing-masing yang tau gan.

*** 
Gue ga punya kendaraan, gue berangkat-pulang kerja dengan kendaraan umum, gue menggunakan Transjakarta. Aduhai gan, bikin hati nangis, antrian nya dengan segala kebrutalan yang terjadi bikin gue mikir dua kali untuk berada di koridor antrian. layaknya zombie deh!


Quote:


Gue pindah menggunakan KRL, mungkin gue akan merasakan sedikit ketenangan, peron yang begitu luas mampu membendung antrian ( gue ngga berada di jalur neraka seperti tanah abang atau duri atau apalah yang padat-padat gan ), gue bisa duduk santai di kursi besi yang ada di peron.

Kereta yang ditunggu pun tiba, ternaya rangkaian kereta berhenti agak jauh disana, gue berjalan santai, cuma setengah jalan gue menuju rangkaian, ANJIR!! KERETA NYA UDAH PERGI emoticon-Cape d... (S)berentinya bentar doang gan!. fix, di kota ini semua serba cepat! gak cuma kerjaan aja.

Dengan kopaja? metromini? patas? ngga perlu gue cerita lagi gan, gue ga nyaman.

*** 
Begitu sekilas tentang keluh kesah pengguna transport umum di Jakarta, mau ga mau gue menikmatinya, tapi gue ngga mau terlarut didalamnya dengan berbagai gaya hidup para pengguna transportasi umum masa kini. gue benci anak muda yang diem liat orang tua berdiri, tapi dengan santainya meletakkan pantat nya di kursi. BANG*AT KAMU NAK!

Apa saja hal yang bisa kita lakukan saat naik transport umum? GAK ADA! diem aja mematung karna memang hampir selalu tidak ada ruang gerak. paling cuman pegang hp, cek sosmed, chatting wa, baca berita ya gitu doang.

*** 

Ada saatnya kalau bis lagi sepi ( gue kembali jadi penikmat transjakarta gan, ngeri ternyata pengguna KRL lebih beringas yang gue alami ). dalem bis, gue suka perhatiin wajah-wajah sekeliling, ada rasa hangat, bahagia, letih, tak jarang ada juga wajah menyimpan sedih.


Quote:



*** 
Balik lagi, gue manusia bajingan yang kurang bersyukur masih hidup pas-pasan bahkan berkekurangan, ada orang diluar sana yang hidupnya jauh lebih kejam dari yang gue 


PERBEDAAN.


Quote:



air matanya menyiratkan betapa buruknya hari yang akan ia jalani kedepan nya. harus bertarung dengan kejamnya dunia tanpa melalui indahnya dunia sekolah.


Quote:



tak jarang juga sebagian anak yang air muka mereka menunjukkan kehidupan tanpa harapan saat tidak memiliki duit buat beli quota internet. ya ampun.

gue speechless gan. jangankan pengen dibelikan ninja 250, ada yang ngga berangkat sekolah karena tidak dibelikan HP. entah apa atau siapa yang salah kalau sudah begini. Nafsu lah yang mereka turuti. sehingga keinginan-keinginan mereka mematahkan logika dan membekukan akal rasional.

*** 

Masa lalu

Jangan salah, itu wajar terjadi pada anak usia remaja. karena gue juga mengalaminya, gue juga cemburu dengan teman yang berangkat ke sekolah dengan sepeda motor, bahkan diantar orangtuanya dengan mobil. Iya, pakai mobil, ada yang salah? tidak, gue aja yang lahir dari keluarga sederhana di kampung nan tertinggal hidup sehari-hari sebagai petani.
Terasa banget gan kesenjangan sosial nya dengan gue yang kadang jalan kaki ke sekolah dengan mereka yang anter-jemput dengan mobil emoticon-Shutup.

Di usia seperti itu gue juga ngga ngerti, seakan apa yang gue fikirkan adalah hal yang paling benar, tapi semenjak kecil gue juga berperan sedikit dengan ekonomi keluarga, sehingga gue paham akan keadaan sebenarnya keluarga gue.

Puncak dari nafsu gue kala itu adalah gue pengen kabur meninggalkan rumah, tapi gue ga bisa ngelakuin itu, gue takut orangtua gue menjadi sedih karna mereka sangat menyayangi gue. hehe
sebenarnya gue ngga bisa jauh, gue sayang banget sama ibu gue, apapun kesalahan gue, gue ngga pernah dipukul sama ibu, gue cuma dinasehati selalu. maafin anakmu yang biadab ngga tau diri bu :’(.

***** 

Tentang orang kaya.


Quote:


Tapi apa? mereka sama saja seperti gue, gue merantau dari kampung ke ibukota, mereka merantau dari negaranya ke ibukota Indonesia, dan kita dipertemukan.
Lama sekali waktu yang dibutuhkan sampai gue bisa menyadari, ternyata apa yang dia alami jauh lebih berat dari gue.
Gue bekerja sedikit menuntut upah, telat dikit ngomel2, tiap jam nanya kapan transfer :’( maafkan aku mister.

Gue cuma mikir entar gue ngga bisa makan. yang dia alami gue sederhanakan aja, mister bule itu mikir cari duit ditengah sulitnya ekonomi buat membayar gaji gue dan rekan-rekan yang lain juga, selain untuk mencari duit buat dirinya sendiri dan keluarganya, ya orang kaya juga perlu makan kan?.

Gue cuma mikirin perut, dia diluar sana memikirkan kami karyawan nya. Secara kata-kata hal ini gampang dan gue ngga terlalu pengen tahu-menahu penderitaan seorang bos. Secara nyata aksi dunia, buat ngebayangin aja gue ngilu saat gue tau sedikit demi sedikit apa beban di pundak nya.

Itu ngga cuma berlaku buat bule, kebanyakan bos-bos juga begitu gan. Sesuai pemahaman gue tau saat ini hehe, buat para bos-bos kalo gue ada salah persepsi jangan marah ya emoticon-Big Grin, mohon bimbingan nya.

***** 

Kenapa kita berbeda?

Manusia itu masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, ada yang terlahir sebagai petarung, ada sebagai pemenang, ada juga si nasib sial walau segala usaha telah dilakukan. ada si penyabar, si pemarah, si penebar kebaikan, banyak lagi gan.


Quote:


Semua perbedaan itu sederhana dalam kata-kata, namun secara nyata, secara tidak langsung telah menciptakan kasta di masyarakat.


Quote:


Oh ya, mohon maaf jika pandangan saya mungkin berbeda dengan agan-agan sekalian ya, mohon dikomen koreksi jika sekiranya saya salah 🙂

Akhir kata saya ucapkan terimakasih buat agan yang membaca. mohon koreksinya ya gan emoticon-Malu (S)
Diubah oleh .citrus.
Halaman 1 dari 6
Thread yang bagus gan. melihat dari berbagai sisi. Betul semua yang disharingkan oleh agan ini. Kalau kita hanya melihat di satu sisi, akan terjadi iri mengiri tanpa intropeksi diri. Itulah kenapa kita harus bekerja sama dengan sesama manusia. Satu hal point yang penting, Hak dan kewajiban harus dilaksanakan dengan baik.
Quote:


hehe, penyampaian nya mungkin belum ngena semua gan, baru belajar nulis nih, capek juga semua hanya tersimpan di kepala gan. jadinya milih belajar menuangkannya dalam tulisan gan, mohon bimbingan nya.. emoticon-Nyepi

trims apresiasinya gan emoticon-Nyepi
Diubah oleh .citrus.
syukuri aja bre
Transport d jkt emg pnuh cerita, klo naek kereta emg lbh padet, penumpangnya bringas2. Kalo busway, emg koridor atau tempat antrean nya sempit blon lagi jalur buswaynya dimabil ama kendaraan pribadi wuah kacau.

Dan jikalu ane naek busway ane sering ketemu nuka2 yg g asing, orgnya sama gty
Diubah oleh ruhnama
Quote:


yang diceritain itu cuma butiran debu sis 😅

pokoknya kejam lah antrian tije seperti yang kita tau bersama emoticon-Embarrassment
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dari jaman firaun ini sudah dimulai .. ts baru menyadari nya skrg ..


Bagus lah ..
Banyakin bersyukur aja emoticon-Peace
Quote:


yoi gan emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
ini trit apa si ?
emoticon-Cool
Quote:


trit hacking gan emoticon-Hoax
Sharing is caring, mantap pemahamannya gan
Yang penting sehat gan, sehat itu mahalemoticon-Big Grin
Quote:

makasih gan emoticon-Malu (S)


Quote:

itu sih wajib gan emoticon-Angkat Beer
Quote:


agan inicbijak sekali mantap
Quote:


agan itu emang dikenal bijaksana gan emoticon-Angkat Beer
agak berat, nanti gw baca lg emoticon-Cool
yayaya point nya ane dapet sih
Wadohhh.... ane scroll terus kagak ada gambar nya..... tulisan semua
Di waktu yang sama Di zaman yang berbedaDi waktu yang sama Di zaman yang berbedaDi waktu yang sama Di zaman yang berbeda

Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda

Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda Di waktu yang sama Di zaman yang berbeda
mantab bener tulisannya gan
Quote:


Walaupun kita misqueen, jangan mau dikasihani sama si kaya. Jadiin motivasi aja, orang itu bisa kaya (dalam arti semua kebutuhan bisa tercukupi) padahal sama makan nasi, masa kita kagak bisa emoticon-Salaman
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di