CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Velox et exactus : Sang pejalan sunyi (based on true story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfdb4749e740439688b4568/velox-et-exactus--sang-pejalan-sunyi-based-on-true-story

Velox et exactus : Sang pejalan sunyi (based on true story)

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
lanjutt
lanjut gan.
new update

Pertentangan sangatlah besar dalam rencana ospek di cijantung, pertentangan terjadi disana sini, semakin bingung aku meredam gejolak penentangan ini, kepalaku berfikir keras apa yang aku harus lakukan demi suksesnya rencana ini, bagiku ini momen bagus menghilangkan segala pengaruh 2 kelompok sampah itu.

Kemunculan perbedaan pendapat ditengah mahasiswa yang aktif berorganisasi semakin bergejolak, namun kampus sudah menetapkan kebijakan, walaupun kebijakan tersebut terbilang kontroversial, beberapa mahasiswa yang vocal berusaha menentang kebijakan tersebut, namun aku tau tugasku adalah memperlancar kebijakan tersebut demi misi ku mengikis idiologi kubu kubu yang ada di kampus yang berpotensi masuk pada anak baru dan membentuk satu lingkaran setan yang sama.
Tidak mudah untuk membendung gerakan penolakan tersebut, 3 fakultas harus dilancarkan dan digalang demi berjalannya misiku, yang sebenarnya hanya tersasar pada 1 fakultas yaitu fakultas ku, namun aku tidak habis akal, aku sengaja tidak mengkonfrontir orang orang yang menolak kebijakan tersebut namun aku melakukan pendekatan pada mahasiswa umum yang notabene apatis dalam kelembagaan, mulai ku arahkan pemikiran mereka bahwa kebijakan kampus ini merupakan kebijakan yang positif demi kemajuan dan perkembangan calon mahasiwa baru kampus ku.

Langkah ini kutempuh sebagai langkah tandingan bagi orang orang yang kontra pada kebijakan, sengaja informasi palsu ku hembuskan lewat mahasiswa umum yang berbunyi, bahwa kubu kubu yang kontra merupakan orang orang yang menginginkan adanya plonco,bully dan sebagainya dalam kegiatan ospek, walaupun informasi ini sebenernya tidak 100% palsu. Dengan ku hembuskan isu ini, suara suara dukungan dari mahasiswa umum mulai bermunculan dan secara otomatis menjadi basis perlawanan pemikiran terhadap kubu kontra kebijakan. Kegiatanku mulai membuahkan hasil sekarang tugasku tinggal satu….. mempegaruhi Gita.

Yaaap gita…seorang wanita keras kepala dalam berargumen namun logis. Aku mulai menggunakan gita sebagai agen of influence. Gita sudah mendapat posisi dan jabatan di kelembagaan pada saat itu, aku mulai ajak dia berdiskusi tentang proses ospek.
“git…gmn menurut lo ospek di cijantung?” Tanya ku, “ gue juga masih bingung thur….banyak yang bilang acara kita bisa di ambil penuh sama tentara itu” kata gita, “lo yakin git? Tp kayaknya, masa iya sih kita gak punya porsi dalam kegiatan kita sendiri, pasti gak 100% di pegang mereka sih menurut gue, yaaaa kalopun mereka mau terlibat ngisi materi wajar aja, kan itu rumah mereka…lagian kita belom pernah ketemu dengan pihak mereka gmn kita mau tau…”

“iya sih bener, kita tunggu aja saat kita rapat dengan mereka” lanjut gita. Yapppp dalam benaku, aku menang berargumen, ada potensi gita sepemikiran dengan ku dan mau mendukung kegiatan yang akan berlangsung di cijantung itu.
Tibalah saat rapat dengan cijantung, yap mereka adalah kopassus. Ada 3 fakultas yang ikut rapat pada saat itu dari 4 fakultas yang dijadwalkan melaksanakan ospek di cijantung, gelombang pertama 3 fakultas gelombang ke dua 1 fakultas. Aku tidak khawatir dengan 2 fakultas karena mereka pasti mengikuti kebijakan yang kampus berikan namun untuk fisip dan komunikasi yang sebenernya aku khawatirkan, karena penolakan muncul dari sana, bagaimana aku mempengaruhi komunikasi??...... saat rapat berlangsung aku mengajak boone, untuk apa? Jelas sebagai agent of influence yang akan ku lepas di fakultas komunikasi.

Ternyata dugaanku benar, porsi yang di dapat mahasiswa sekitar 85%. Dan mahasiswa masih dapat menentukan kegiatannya sendiri,inilah yang menjadi pelecut bagi 4 fakultas yang akan melaksanakan kegiatan di cijantung dan sudah bisa ditebak suara suara kontra semakin tidak mendapat tempat baik dikelembagaan maupun di tengah mahasiswa.

Hari H pun dilaksanakan 3 fakultas mendahului. Kegiatan berjalan lancar, lebih banyak waktu kosongku ku habiskan untuk berbincang dengan tuan rumah cijantung, iniah awal pertemuan ku dengan sersan kardi dan sersan koko. 2 bintara pasukan khusus yang memang menjadi penghubungku selama berkegiatan. Kami bersenda gurau berkelakar serta saling bertukar pengalaman, namun ada satu hal yang ku curiga, mengapa dengan mudah orang orang ini menerima aku yang “asing” pikirku Cuma satu Adrian berada di belakang ini semua.

Hari kedua aku kedatangan boone dan rombongan fakultasnya, mereka mau meninjau kegiatan yang dilakukan oleh fakultas kami, aku menyambut boone dan rombongan, setelah berkeliling aku kembali berkumpul dengan para pelatih, aku dan boone berbincang baik mengenai ke aktivisan, pengenalan kesatuan, bahkan kami berdua di ijinkan untuk berkeliling wilayah wilayah yang di anggap rahasia dan sakral bagi kesatuan. Aki saat itu masih muda dan sangat terkesima. Sampai lah kita pada malam hari… istirahat?? No aku dan boone bersama pelatih-pelatih masih bersenda gurau, sampai seorang diantara mereka saya ingat betul pangkatnya peltu atau pembantu letnan satu, 30 tahun bertugas di pasukan khusus, sebut saja namanya pak zaid, dia menatap kami dan berkata “kalian bisa jadi agen…..” aku menanggapi dengan datar, namun boone sedikit menoleh dan melongok kearahku. Namun aku tau dalam hati kami pasti menjawab “ why not”.


update

Selang 1 minggu dari kegiatanku boone dan fakultasnya menjalankan kegiatannya, semua berjalan lancar, inilah awal ku memiliki kedekatan dengan pasukan khusus itu. Sejak berkegiatan disana, aku dan boone sering berkunjung ke markas, hanyak untuk sekedar ngobrol dan bertemu kawan kawan pelatih. Obrolan kami semakin hari semakin seru terutama dengan sersan kardi, yang kebetulan sama sama memiiki jalur akademis, sersan kardi juga menjadi dosen disalah satu kampus di Jakarta.mulai dari obrolan politik sampai masalah keamanan. Begitu juga dengan sersan koko.
Semakin lama, aku semakin dekat dengan cijantung bahkan saking dekatnya, beberapa bintara baru mengira aku adalah komandan mereka, waktu terus berjalan, tidak terasa sudah 1 tahun sejak pelatihan di cijantung. Saat itu aku sedang main ke rumah sersan koko, lalu dia berkata padaku “thur knp kamu gak bikin kelompok intelijen di kampus?, kamu bentuk aja, ajak si boone”
“ wah boleh juga itu bang, coba nanti saya pikirkan jalannya” kataku, padahal dalam hatiku justru bingung, bagaimana memulainya, pengalamanku belum ada untuk membentuk satu kelompok special yang berisi sudah pasti orang orang yang memiliki mental dan psikologi yang khusus pula.
Namun aku tidak patah arang, aku mulai spotting personel yang ku anggap bisa menjadi rekan untuk proyek ini. Dalam spotting ku aku menemukan beberapa kandidat yang cocok
1. Boone : mahasiswa karismatik, logis, memiliki jaringan luas dan yang terpenting dia mengikuti proses selama di cijantung
2. Zulfan : seorang yang notabene oportunis namun juga negosiator handal dalam setiap kegiatan, dia satu fakultas dengan boone.
3. Gita :…….. tak perlu di jelaskan, keras kepala dan martir nomor 1

Pada saat itu aku hanya menemukan 3 kandidat, aku terus melakukan pemantauan,pendekatan hingga mereka bisa ku rangkul. Kebetulan kita ada pada umur yang sama, sehingga menjabat di lembaga juga pada periode yang sama.walaupun kami ber 4 berada di lembaga yang berbeda-beda namun secara komunikasi kami tetap saling terjalin, bahkan untuk base camp, aku menyamarkan kelompok ini pada satu ruangan wadah mahasiswa. Sejujurnya, mereka ber 3 tidak pernah sadar kalau aku menggabungkan mereka untuk 1 alasan dan tujuan tertentu.

Kebetulan boone merupakan anggota wadah mahasiswa tersebut, aku semakin kenal dekat dengan anggota organisasi itu,yang ternyata di dalamnya ada beberapa orang yang memiliki potensi yang bagus sebagai agen of influence. Yaaaap bagai masuk ke tambang perak namun menemukan berlian dan uranium.

(bersambung)
lanjuttttttt
gilee.. ternyata asik juga dunia intelijen. yg terlihat A belum tentu A...
mantap breee lanjutkannn
Mantab lanjutkan, ceritanya bagus banget
belom bisa update yaaa kawan kawan....lagi pada sibuk
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mudah2an pas waktunya update langsung triple post...
seru gan, lanjuutt
hari demi hari kami lewati dengan kegiatan demi
kegiatan. sampai 3 fakultas bisa bersatu, baik dalam
kegiatan internal maupun eksternal. aku bersama team
yang kuberi callsign the unit terus menciptakan
kondisi netral dalam setiap kegiatan kemahasiswaan,
terutama pada tahun itu sedang gencarnya gejolak
dalam pemerintahan mengenai isu kenaikan BBM yang
rencananya di lakukan oleh pemerintah. propaganda
demi propaganda tersebar baik diantara mahasiswa
maupun diantara pergerakan pergerakan. namun kondisi
yang aku dan the unit ciptakan sudahlah kokoh, kami
tidak akan ikut demo demo BBM. kami mengubahnya
dengan protes yang cukup elegan.

kami melakukannya langsung ke jantung para policy
maker dengan apa? dengan mengikuti seminar-seminar
yang mereka hadiri dan memiliki topik topik dimana
kami bisa mengkritisi, sebuah langkah beda yang cukup
elegan pada saat itu (sebelum acara politik dipenuhi
dgn ILC style).

boone dan gita aktif dalam mencari seminar-
seminaryang berkaitan dengan isu isu terkini pada
saat itu, disitulah kita mengkondisikan mahasiswa
untuk mengikuti seminar dan aktif mengkritisi para
ahli, pakar maupun pejabat yang berkaitan, hal ini
menjadi pemenuh hasrat kritik pengganti demo. karena
padasaat itu hasil analisa demo-demo yang terjadi
merupakan olah pikir para politisi untuk mendompleng
eksistensi mereka.

dengan cara yang kami susun, banyak diantara kami
yang jadi mengenal para pejabat terkait(bahkan sampai
sekarang masih sering berkomunikasi dan bertukar
pikiran). taktik kami sukses meredam potensi demo
yang akan terjadi.

suatu hari kami mendengar isu akan diadakan demo
besar di gedung DPR terkait sidang mengenai kenaikan
BBM. situasi begitu genting namun kami tetap pada
sikap tidak akan turun demo, teman teman the unit
yang pada saat itu telah mengalami pengembangan
anggota melakukan cipta kondisi di dalam kampus.
selang beberapa hari kami diundang oleh salah satu
kampus besar di JKT untuk rapat mengenai keputusan
mengikuti demo atau tidak, kebetulan 2 kampus yang
mengundang ini merupakan kampus yang memiliki sejarah
pada aksi reformasi 98.

disana aku,boone,harry (anggota baru),zulfan dan gita
dan beberapa mahasiswa menghadiri rapat ang
dilaksanakan di sekitar grogol jakarta.
dalam rapat memang berjalan cukup alot, paparan data
dan argumen saling bersilang, namun entah jalan dari
Allah, mereka melunak dan memutuskan untuk tidak
mengikuti demo yang akan berlangsung 2 hari kedepan.
hal ini tidak lepas dari tekanan kami bahwa kami
tidak akan membuka pintu bila keadaan force major.
akhirnya 3 kampus besar memutuskan tidak mengikuti
demo yang rencananya terjadi di gedung DPR. selang
beberapa hari demo berlangsung dan akibat provokasi
keadaan menjadi rusuh. pagar DPR sempat rubuh
dan sidang memutuskan untuk menunda kenaikan BBM.....ahh politik sebuah alasan klise untuk melancarkan sebuah proyek yang lebih besar
Jejaaak emoticon-Wink emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
akhirnya ada update juga... walau sedikit..
update dong bos... udah kangen nih...
lanjuut
dilanjutkan gan emoticon-Angkat Beer
Ditunggu lanjutan nya gan
narasumber mungkin lagi sibuk ya.. suhu politik makin panas jadi ngga sempat update.
profile-picture
mangeskrim memberi reputasi
Ditunggu lanjutannya gan
Halaman 2 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di