alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Mengapa Galaksi Tidak Terhisap Lubang Hitam?
4.7 stars - based on 20 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c2f85659a972e583c5fe42d/mengapa-galaksi-tidak-terhisap-lubang-hitam

Mengapa Galaksi Tidak Terhisap Lubang Hitam?

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 9
Masuk lewat mouthhole, keluar nya di asshole
Ane taunya lobang hitam bini ane gan...tarikmenarik juga
gmn ya kalo bumi ke sedot blackhole...?? hiiii...
kalo kehisap lubabg hitam kita masuk ke permukaan nya dong, lubang hitam punya permukaan jg gk sii ?
Another thread lubang hitam..
really?
yang penting gak dket dket brarti yak
Jadi penasaran bagaimana jika Black Hole bertemu dengan Planet Neutron?
intinya hanya objek luar angkasa yang memiliki daya gravitasi yg kuat. tak berbeda dengan matahari, jika berada terlalu dekat maka akan tertarik mendekati objek tsb, jika ada pada jarak yg aman akan mengorbit layaknya planet2 mengitari matahari.

begitu ya gan?


Quote:

Oh jadi maksudnya kita bisa ke masa lalu/depan dengan black hole?
kirain buat tusbol
bintang yang pada jarak yg jauh hanya akan mengorbit?? apaka mungkin kalo kita ini galaksi kita ini sedang mengorbit sebuah blackhole?
Quote:


kemfludh.. emoticon-Ngakak
Lubang hitam

Liat di film interstelar

Lubang klo di 2D adalah lingkaran
Lingkaran klo di 3D adalah bulat

Lubang hitam = benda bulat emoticon-2 Jempol
masih aman gan tinggal di bumi yah yang penting bermanfaat buat sesama
Pada akhirnya si lubang hitam akan kalah dengan si pantat hitam...
Adanya perubahan massa itu yang patut untuk dicermati, entah itu terjadi karena 'nyemil meteor (ukurannya tidak ada yang seragam, bisa kecil, bisa besar) yang sedang apes lewat dekat situ, atau benda langit lainnya.

Bicara mengenai benda langit, jangan cuma terfokus pada benda-benda yang tidak malu menampakkan dirinya yah. emoticon-Smilie Benda-benda kecil seukuran partikel, atom dan molekul, baik itu yang sudah berbentuk 3D ataupun yang masih 2D dan 1D juga masuk patut masuk dalam pemikiran. Walau karena ukuran yang kecil itu, rate pertambahan massa si black hole karenanya menjadi bernilai kecil. Tapi itu dipandang dari skala waktu berapa juta tahun ? emoticon-Smilie

Yang patut dikuatirkan dari keberadaan si black hole ini, bukan hanya keberadaannya yang mampu "menghisap" sesuatu yang lewat di dekatnya. Namun juga terkait dengan sebuah kondisi dimana tingkat kerapatan (density-nya) sudah sedemikian rapatnya, sehingga kemudian timbullah proses singularitas yang menyusul setelah terjadinya proses "fusi" didalamnya (fusi itu saya taruh dalam tanda kutip, karena sekedar meminjam istilah).

Dimana proses yang terjadi (tergantung seberapa besar kerapatannya) bukan cuma mengenai penggabungan inti atom, namun berada pada skala yang lebih kecil lagi, yaitu penggabungan partikel. Proses penggabungan partikel itu sendiri, dapat terjadi karena "struktur atom/sub atom" yang sebelumnya dibentuk oleh partikel yang bersangkutan, telah "dilumat"(being crushed) oleh gaya gravitasi dari si black hole itu sendiri.

Setelah "dilumat" hingga berada pada skala yang terkecil, itu membuat si partikel menjadi lebih mudah untuk "memposisikan" dirinya (untuk mencapai keadaan "ideal"/seimbang) pada lingkungannya tersebut , entah itu dirupakan dengan cara bergabung ... dengan sub atom lain ataupun sekedar "menyusup" diantara keberadaan partikel/sub atom lain.

Namun ... tentunya proses "fusi" itu akan dapat teramati, karena saat itu akan ada "energi" (===> si partikel dengan skala terkecil itu) yang dihasilkan oleh proses tersebut. Terkait "energi" yang itu, kita kemudian bisa mulai bicara mengenai energi yang dikemukakan oleh Einstein (E=m.c2). emoticon-Smilie Walau sebetulnya kita membicarakan benda yang sama, namun itu bisa berada pada dimensi yang berbeda. Ketika kita bicara mengenai "energi" ala Einstein, kita sedang membicarakan partikel yang berada pada ranah 2D. Sedangkan keberadaan partikel itu sendiri (ketika ia tidak sedang keluyuran karena suatu hal), ada pada ranah 1D.

...

Namun, seperti apa kiranya "kondisi yang ada di dalam" si partikel itu (dari sisi pengamat saat berada di dalam) ?
Entah itu pada saat ia diam, ataupun pada saat ia sedang keluyuran (dari sisi pengamat berada di luar) ?
Apakah akan berbeda ? emoticon-Big Grin



apakah mungkin karena blackhole itu sendiri berada di dalam galaxi.. kalo blackhole itu sendiri di luar dari galaxi atau terpisah dari galaxi mungkin bakal tersedot... hmm
pembahasan yg tak kunjung hbis mengenai black hole.apakah ukuran black hole semakin lama smakin besar setelah mnghisab objek yg terlalu dkt dgn nya, sangat mnarik.oot apakah di semesta ini cuma bumi aj yg ada kehidupan. ada kah makhluk pintar lain di planet /galaksi lain emoticon-Bingung
Quote:

Yang ada di post #1 cuma ilustrasi doang.

Quote:

Tesseract.
Itu semacam dimensi khusus yang dibuat "makhluk dari masa depan" untuk membantu Cooper berinteraksi dengan masa lalu.

Quote:

Teori itu penjelasan untuk fakta yang ada.
Hipotesa mesti diuji berkali-kali dan didapati hasil konsisten baru berkembang jadi teori (ingat metode ilmiah)?
Teori, hukum dan fakta adalah kebenaran sains.
Dan sains tidak kenal kebenaran mutlak.
Jadi apa yang ditemukan benar akan terus terbuka untuk disanggah, secara ilmiah.

Quote:

Konsep yang berkembang dari relativitas umum Einstein.
Dimana alam semesta bukan sekedar ruang 3 dimensi, namun 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.
Gravitasi bukanlah gaya tarik, melainkan kelengkungan pada ruang waktu akibat massa.
Dalam ilustrasi sederhana, bisa diibaratkan seprei di atas kasur, lalu kita taruh bola besi yang berat, maka akan timbul lekukan di seprei akibat bola besi. Makin berat bola besinya, makin dalam pula lekukannnya. Nah, lekukan itulah gravitasi. Walo agak sulit mebayangkan seprei versi 3D.

Ini juga menjelaskan kenapa cahaya (yang terdiri dari foton yang tak bermassa) bisa dibengkokkan oleh gravitasi. Karena bukannya cahayanya ditarik oleh gravitasi, emlainkan cahaya tetap bergerak lurus, namun cahaya mengikuti jalurnya pada ruang-waktu yang melengkung.

Quote:

Teori itu penjelasan untuk fakta.
kalau gak ada fakta, gak akan ada teori.
Dan Teori evolusi sekarang (sintesa modern) berkembang dari teori Darwin.
Teori evolusi gak runtuh seperti bualan kreasionis.
Malah evolusi sudah jadi cabang resmi biologi.

Quote:

Lebih dasyat?
Tergantung definisi dasyat tadi.
asik gan penjelasannya, mudah dimengerti krn bahasanya mudah ditelen emoticon-Jempol
Halaman 6 dari 9


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di