alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute
3.4 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0d3b05ddd77036308b456a/dosa-besar-soeharto-versi-setara-institute

'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute

'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute

Merdeka.com - Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi merilis catatan tentang Soeharto. Dia menuturkan, ada yang perlu diingat lagi oleh publik.

"Glorifikasi nama Soeharto perlu ditandingkan dengan pendapat berbeda dan dilengkapi dengan sejumlah informasi agar kita tidak terperangkap dalam kultus pribadi," ucap Hendardi kepada Liputan6.com, Sabtu (8/12/2018).

Menurut dia, Soeharto hanya tinggal pelajaran saja. Pertama yang harus diingat adalah bagaimana bisa meraih gelar sekaligus dalam militer. Yakni, Panglima AD, Pangkostrad, kemudian Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) di tahun 1965.

"Kebesaran Soeharto adalah sukses memborong tiga jabatan Panglima militer sekaligus hanya dalam dua minggu saja," jelas Hendardi.

Meski menjabat rangkap, masih kata dia, keadaan darurat tetap dijalankannya. Maka, perkiraan secara moderat selama 1965 sampai 1966, sebanyak 500.000 warga sipil jadi korban pembantaian. Serta 1,6 juta orang dijebloskan ke penjara.

"Kebesarannya adalah catatan rekor jumlah korban pembantaian, serta penahanan warga negara secara sewenang-wenang," ungkap Hendardi.

Selain itu, lanjut dia, ada korban juga dalam invasi militer ke Timor Timur (1975-1976), memberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh (1989-1998), pembunuhan misterius (1982-1984), dan pembataian Tanjungpriok (1984).

Kemudian, dari sanalah dia justru dinobatkan sebagai Jenderal besar, dengan pangkat bintang lima.

Hendardi juga mengingatkan, bagaimana Soeharto selalu berkutat dengan isu pembangunan sejak 1973, yang disebutnya dengan Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I sampai Pelita VI tahun 1998.

"Meski periode pemerintahannya menimbulkan korban penggusuran, kesengsaraan buruh, serta hutan gundul dan tambang terkuras, Soeharto diberi gelar Bapak Pembangunan. Hal itu sesuai dengan Ketetapan MPR No. V/MPR/1983," jelas Hendardi.

Dia juga membeberkan, gaji Soeharto sebesar 1.764 dolar AS per bulan, yang membuatnya bertengger menjadi presiden yang memiliki kekayaan tak tertandingi di dunia. Dengan kisaran kekayaan keluarganya 15-73 miliar dollar AS.

"Jumlahnya mengalahkan penguasa Filipina Ferdinand Marcos dan penguasa Zaire Mobutu Sese Seko," tutur Hendardi.

Kekayaan keluarganya, menurut dia, bersumber dari dua sayap. Yaitu kerajaan bisnis keluarga dan kerabat, serta puluhan yayasan dalam pengumpulan dana.

"Bayangkan, satu yayasan saja, misalnya, Yayasan Supersemar, digugat Rp 4,4 triliun. Perkara ini dimenangkan Kejaksaan Agung. Kini dijalankan eksekusi termasuk menyita kantor Partai Berkarya, Gedung Granadi. 'Kebesaran Soeharto' berdasarkan catatan-catatan itu diakui dunia. Banyak lembaga dan media luar negeri menobatkan Soeharto sebagai 'Diktator Kejam' atas berbagai pembantaian sipil dilakukannya. Ia (Soeharto) disejajarkan dengan penguasa kejam dunia seperti Hitler, Stalin, dan Polpot," ulas Hendardi.

Studi yang dibungkus sejumlah pakar sejarah dan politik, masih kata dia, terdokumentasi dalam beberapa karya. Yaitu Robert Cribb atas pembantaian 1965-1966, John Taylor mengenai invasi Timor Timur, Amnesty International atas diberlakukannya DOM di Aceh, serta aneka kekerasan Orde Baru yang disunting Ben Anderson.

Atas kekayaannya, masih kata dia, lembaga seperti Transparency International, dan media massa seperti New York Times serta Forbes, memberi 'gelar kebesaran' untuk Soeharto. Yakni 'Presiden Terkorup Sedunia'.

"Begitulah kebesaran Soeharto yang telah dicatat oleh beberapa lembaga dan banyak media. Dengan kebesaran yang sempurna itu, maka kampanye macam apa lagi yang mau dibesar-besarkan?. Hasil berbagai studi ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi milenial yang mau belajar Soeharto," pungkasnya.
Diubah oleh nyairara
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
pIyE, iSEh peNAk JaMaNKu tOh
Njirrrrtt fitnah apa lagi ini ???Pak Harto tidak terbukti korupsi n hartanya yg katanya d bank Swis itu zhonk tidak terbukti n d cari2 d bank asing lainnya semuanya kosong,itu Hny untuk mendiskreditkan Pak Harto emoticon-Matabelo
Quote:


'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute
punya dosa iya tapi jasanya juga ada
Korban pembantaian tahun 1965-1966 kayaknya sampai jutaan deh bukan cuma 500 ribu.

Orang pki yang jahat hanya sebagian, kok yang dibantai semuanya, pelanggaran ham itu.
Diubah oleh app.developer
Setara institute
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:


Duh omongin Bahar lagi


emoticon-Cape d...
besar pasak dari tiang...eh pokoknya generasi penerus kena jebret deh pokoknya gara2 ulah generasi pendahulu...ah sudahlah emoticon-Hammer2

Balasan post hhendryz
Quote:


"The sins of the father are borne upon the child."

Dan salah satu dosa besar lainnya adalah sukses melahirkan capres govlok
Quote:


lo lair thn 2000 brp tong
emoticon-Om Telolet Om!emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Balasan post app.developer
Quote:


kok ga ada foto pembantaian satu pun?

PKI itu radikal anti semua hal berbau kanan (kapitalis, reaksioner, agama, dll)

Harusnya dosa karno tuh yang diusut karena korup bgt bahkan duit negara buat bikin pesta seks & miras
Diubah oleh l4d13put
ngerasa jaman pakharto kek rasa lu hidup di malaysia tempo kemaren bikin tenang emoticon-Big Grin ada yg ngebacot ngak karuan/penjahat ngelunjak tinggal dikarungi ama aparat berwenang emoticon-Belo
30 taun colayyemoticon-Leh Uga
Balasan post l4d13put
Quote:


Mereka2 ini ditangkapi karena dituduh anggota PKI atau sebagai simpatisannya. Kemudian digiring ke hutan dan dibunuh massal, ada yg ditusuk bayonet, ada yg dikepruk palanya, dsb..... baru dikubur masal.

'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute


'Dosa Besar' Soeharto Versi Setara Institute


Anak SD nanya aja bisa jadi horor koq emoticon-Takut



Agan ini pasti anak yg lahir setelah 2000an ya? emoticon-Malu (S)
Diubah oleh qavir
Balasan post qavir
Quote:


Yiahh.. foto itu lagiemoticon-Ngakak

Ngarang lu, sotoy.. kemakan hoax yang dibikin Neo-PKIemoticon-Ngakak emoticon-Wow

Lo ga liat celana tentara-nya tuh model jaman perang kemerdekaanemoticon-Ngakak
Coba lu googling pake keyword 'Madiun Affairs'

itu foto2 penumpasan FDR di Madiun tahun 1948, Itu militer semua makanya legal buat dieksekusi. Dan itu presidennya masih Karno.emoticon-Wow

Foto itu pertama kali dipublikasikan di Dutch daily Trouw, march 28, 1996. Judulnya: Gruwelijke foto's ontdekt van executie van Indonesische communisten in 1948. Foto itu ditemukan Photographic historian bernama Louis Zweers di department of photography and film of
the Dutch army. Judul arsipnya: "Foto's gedode communisten door het TNI."

https://www.library.ohio.edu/indopub...4/01/0008.html
http://wvi.antenna.nl/nl/ic/pki/madioen.html
[url]https://www.trouw.nl/home/gruwelijke-foto-s-ontdekt-van-executie-van-indonesische-communisten-in-1948~aa7481c4/[/url]

Jangan gede kepala dulu kalo ngequote gw.. lo harus banyak belajar dari gwemoticon-Ngakak
emoticon-Kaskus Banget emoticon-Sundul emoticon-Wow
Diubah oleh l4d13put


Quote:


Islamis abal abal seperti biasa menjilat membela cendana setengah mati
Quote:


Bowox tiktok ....emoticon-2 Jempol

Dulu kalau Pak Harto tidak menyelamatkan indonesia,kitak2 tidak ada n kita tidak bisa main Kaskus Bray n bersyukurlah Bray emoticon-Big Grin
Wowo mau bikin endonesa jaman soeharto lg. Mau bikin dosa yg sama jdna ne?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di