- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Anjloknya Harga Karet Mentah Berasal Dari Pasar Internasional Bukan Domestik
TS
ismailbinmael
Anjloknya Harga Karet Mentah Berasal Dari Pasar Internasional Bukan Domestik
Presiden Joko Widodo berjanji pemerintah akan membeli karet dari petani untuk bahan baku campuran aspal dalam proyek infrastruktur pasca-anjloknya harga karet di pasar dunia.

Jokowi menyebutkan, Kementerian PUPR akan membeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran yakni sekitar Rp 7.500-Rp 8.000 per kg. Pada kesempatan itu, Jokowi sempat menerima curahan hati seorang petani karet di Palembang, Bambang Wahyudi (69) asal OKU, yang mewakili rekan-rekannya sesama petani perihal harga karet yang jatuh.
"Kalau di tempat saya itu harganya cuma Rp6 .000 Pak, ya tolong dinaikkan Pak," kata Bambang yang disambut tepuk tangan rekan-rekannya sesama petani.
Merespons hal itu, Jokowi pun kemudian menjelaskan bahwa komoditas karet dan juga sawit merupakan komoditas global yang harganya sesuai dengan mekanisme pasar internasional, yang saat ini harganya sedang turun.
"Turun semuanya. Tidak hanya Indonesia yang kena masalah ini. Semua negara penghasil sawit Indonesia Thailand kena semua. Karet juga sama belakangan harganya turun. Itu komoditas global internasional. Harga kita enggak mungkin bisa ikut campur," ucap dia.
Namun tak lama lagi, khususnya di Sumsel, Presiden memastikan Kementerian PUPR akan membeli karet-karet tersebut dari petani dengan harga lebih kompetitif. "Kalau ada peluang lagi harga bisa lebih dari itu saya akan sampaikan. Ini disyukuri dulu," katanya.
Quote:

Jokowi menyebutkan, Kementerian PUPR akan membeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran yakni sekitar Rp 7.500-Rp 8.000 per kg. Pada kesempatan itu, Jokowi sempat menerima curahan hati seorang petani karet di Palembang, Bambang Wahyudi (69) asal OKU, yang mewakili rekan-rekannya sesama petani perihal harga karet yang jatuh.
"Kalau di tempat saya itu harganya cuma Rp6 .000 Pak, ya tolong dinaikkan Pak," kata Bambang yang disambut tepuk tangan rekan-rekannya sesama petani.
Merespons hal itu, Jokowi pun kemudian menjelaskan bahwa komoditas karet dan juga sawit merupakan komoditas global yang harganya sesuai dengan mekanisme pasar internasional, yang saat ini harganya sedang turun.
"Turun semuanya. Tidak hanya Indonesia yang kena masalah ini. Semua negara penghasil sawit Indonesia Thailand kena semua. Karet juga sama belakangan harganya turun. Itu komoditas global internasional. Harga kita enggak mungkin bisa ikut campur," ucap dia.
Namun tak lama lagi, khususnya di Sumsel, Presiden memastikan Kementerian PUPR akan membeli karet-karet tersebut dari petani dengan harga lebih kompetitif. "Kalau ada peluang lagi harga bisa lebih dari itu saya akan sampaikan. Ini disyukuri dulu," katanya.
Spoiler for Sumber:
nona212 memberi reputasi
1
1.3K
4
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan