CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Indonesia Darurat Pembodohan, STOP Konsumsi Konten Sampah.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf7c0b1d9d77029428b4569/indonesia-darurat-pembodohan-stop-konsumsi-konten-sampah

Indonesia Darurat Pembodohan, STOP Konsumsi Konten Sampah.


Spoiler for 1:

Indonesia Now, DARURAT PEMBODOHAN. Acara televisi, sosial media, berita. semuanya melakukan pembodohan masal terhadap bangsa ini demi duit. Memang tidak semuanya, ada beberapa yang memuat konten berkualitas. Tetapi dapat dihitung dengan jari kaki dan jari tangan.

Dan anehnya, konten seperti itu disukai oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Entah memang bangsa ini sudah terlanjur bodoh, cuma sebatas hiburan, suka kepoin orang lain atau pada dasarnya konten tersebut sangat menarik. Ehh.........
Spoiler for 2:


Indonesia Now seperti teralihkan oleh drama perselingkuhan artis papan atas dan paling terkenal sejagat raya. Grebek meng grebek.. sampai geblek dan disorot media-media yang haus bahan sampah. Dimana kita tidak usah sebut karena dengan ane bikin lagi topik tersebut mereka menjadi terkenal lagi.

Kita seperti lupa dengan musibah yang baru saja terjadi dan menimpa saudara sebangsa dan setanah air Indonesia Raya ini, Sulawesi dan Lombok. Pesawat Jatuh dengan korban. Bagaimana kabarnya saat ini. lanjut Perseteruan elit politik di negri ini yang sedang hangat dan memanas. Bahkan di sosmed bertebaran hate speech kaitannya dengan perpolitikan bangsa ini. 
Spoiler for 3:


Apakah si artis settingan ini, merupakan bagian dari pengalihan isu yang dilakukan oleh mereka yang berkuasa. Sehingga menjadi trending dan mengalihkan pandangan kita semua Bangsa Indonesia.

Saat dimana para pembuat konten, mencari sejumput berlian dengan membuat konten sampah. Dimana masyarakat kita saat ini lebih menyukai mengkonsumsi konten sampah itu. Dan dimana saat ini mungkin tidak ada lagi yang membuat konten bermanfaat. Satu pesan ane untuk kalian semua Bangsa Indonesia yang baca tulisan ini.

Stop untuk mengkonsumsi konten sampah, Fokus terhadap diri lu semua pade daripada ngurusin urusan orang lain. Sekedar tahu its okay, tapi kalau ingin tahu Say NO.

Dengan kalian berhenti mengkonsumsi konten-konten tidak jelas dan tidak penting seperti itu. Maka pembuat konten akan kehilangan Viewersnya. Kontennya dilihat lebih sedikit yang terjadi mereka akan berhenti membuat konten sampah tersebut.

Pesan ane buat pembuat konten, buatlah konten yang memiliki manfaat bagi orang banyak. Masih banyak konten baik yang bisa dibuat dan mendatangkan banyak viewers. Ketimbang membuat sebuah konten sampah.

Buat kalian para pembaca sebarkan tulisan ini, beritahu teman kalian dan keluarga kalian. Apabila menemukan konten-konten negatif, berbau pornografi, berbau SARA, Hate Speech di media sosial atau media lainnya segera laporkan dan lakukan pemblokiran terhadap akun kreator pembuat konten tersebut.

Apabila kalian menemukan konten tidak bermanfaat dan sampah, lakukan dislike atau melakukan pemblokiran terhadap akun tersebut supaya tidak terlihat lagi. Sudah saatnya kita Bangsa Indonesia membebaskan diri kita sendiri dari penjajahan konten sampah.

Utamanya kalian generasi muda, generasi penerus bangsa ini. bagikan tulisan ini kepada keluarga, teman dan sahabat. Ayo mari kita sama sama memblok konten negatif, tidak bermanfaat dan konten sampah lainnya.
Agar kita semua bebas dari kebodohan. Akibat mengkonsumsi konten sampah.
 
Sekian dari ane. Wasalam.
 
Sumber : Fikiran logis anak manusia dan pengamatan byakugan
Foto : google image
 
 
Halaman 1 dari 15
pertamag..

parah emang gan.. konten sampah jadi viral..

Mau terkenal juga gampang..
Diubah oleh mayavin
kalo gak ada yg suka konten sampah.. wiwi mana menang..emoticon-Cool
Lihat 2 balasan
masalahnya pihak penyiaran kenapa melakukan pembiaran
Lihat 1 balasan
Balasan post sagutumbuk
Quote:


makanya stop kita konsumsi

Quote:


yah begitulah

Quote:


menurut ane bre bukan hanya pihak berwenang aje yang musti ikut campur, tapi dari kita juga bre untuk stop dan berhenti konsumsi konten sampah, kita edukasi sekitar kita untuk stop mengkonsumsi konten sampah

Lihat 1 balasan
masih banyak yang melihat konten sampah
Balasan post gieshand
Quote:


Bener kayak yg gini..Indonesia Darurat Pembodohan, STOP Konsumsi Konten Sampah.
Quote:


Sebagian besar masyarakat juga sadar tayangan tayangan TV sekarang kebanyakan engga mendidik, sebagian dari mereka udah banyak yang beralih ke TV berbayar, sisanya tinggal mereka yang engga mampu dan engga punya pilihan buat beralih, jadi ya terima nasib aja.

Beralih ke TV berbayar atau beralih ke saluran yang lebih bagus cuma mengesampingkan masalah, bukan menyelesaikan masalah, justru malah makin melanggengkan kapitalisme. Siaran siaran yang engga mendidik, sekalipun pangsa pasarnya kecil, mereka disiarkan melalui frekuensi radio yang merupakan ranah publik (UU Penyiaran, Bab 1, Pasal 1, ayat 8), dan itu hak kita semua.

Penonton pada dasarnya suka acara acara yang ringan dan remeh temeh, tapi bukan berarti penonton terus menerus disuguhi tayangan tangan seperti itu. Kalo memang masyarakatnya masih bodoh, itu tugas lembaga penyiaran untuk mengangkat moral dan mencerdaskan masyarakat melalui siaran TV, bukan justru malah memelihara kebodohan melalui tayangan tayangannya dan menjadikan penonton sebagai objek penyiaran.

Undang Undang Penyiaran tahun 2002 udah cukup jelas mengatur:

Quote:


Jadi, jangan bilang siaran siaran itu ada karena mengikuti Supply and demand, media engga begitu aja tunduk pada mekanisme pasar. Media dan pemerintah lebih berkuasa menentukan arah siaran, oleh karenanya TV kerap digunakan sebagai alat propaganda untuk mempengaruhi persepsi dan pandangan masyarakat terhadap golongan atau kelompok tertentu.

Jangankan di Indonesia yang belum seluruh masyarakatnya dapat akses pendidikan yang cukup, di negara maju seperti Amerika yang sebagian besar masyarakatnya berpendidikan tinggipun masih bisa dikendalikan media.

Penonton sekarang ini korban media, hanya karena engga punya kuasa melawan media media penyiaran lalu korban yang disalahkan dan dibodoh bodohi?
Diubah oleh cocacola
Indonesia Darurat Pembodohan, STOP Konsumsi Konten Sampah.
Setuju ama agan ini, sesuatu yg bodoh memang cenderung disukai di negara ini
Lihat 1 balasan
Balasan post tamadate6
Quote:


Youtube sebenarnya banyak chanel yg lebih bermanfaat, tapi yang viral justru konten ky gt. Ini pertanda bahwa konsumsi hal yang seperti itu terus dilakukan oleh bagian besar masyarakat.

Quote:


Edukasi disekitar dan sadarkan untuk stop mengkonsumsi konten sampah

Quote:


Media jaman sekarang dimana notabene pemiliknya juga seorang politisi, netralitasnya sangat dipertanyakan. Kredibilitas media saat ini sangat dipertanyakan. Sesuatu yang lebih miris adalah mars partai politik sampai bisa dihapal anak bau kencur. Karena Dikiranya lagu nasional.

Quote:


Makanya dari itu bre kita harus edukasi mereka yang masih bodoh ini. Memang tidak bisa instan. pelan2

bahkan orang kita keenakan di bodohin. Lihat aja konten react youtuber asing, itu youtuber bisa dapat banyak viewer cuma modal ngreact youtuber indo dan kita pun bangga emoticon-Mad
bodoamat emoticon-Leh Uga
Diubah oleh madnesscrew
Lihat 1 balasan
Balasan post madnesscrew
Quote:


Yap begitulah, makanya bree kita sebagai anak bangsa mesti menyadarkan anak bangsa lainnye

Quote:


Sifat bodoamat ahrus di ilangkan bree.. Demi generasi penerus kita,,, maklum ane sekarang udah tua emoticon-Leh Uga

gue udah lakuin hal2 kecil dengan tidak nonton video" receh mereka emoticon-Cool
Netijen
Stop pembodohan. Kami ingin acara yang punya nilai pendidikan.

TVRI
Kami punya acara yang mendidik.

Netijen
*ada yang masih nonton TVRI ?*
Lihat 1 balasan
Mangkanye jadi pinter biar kaga dibodohi emoticon-Malu
Rakyat Indonesia emang Bodoh gan
Lihat 1 balasan
oke sepp gan emoticon-Jempol
Lihat 1 balasan
Balasan post Fi7
Quote:


Lanjutkan bree...

Quote:


Inilah ironi dan kenyataannye bree.. Tapi semangat stop mengkonsumsi konten sampah harus digalakan

Quote:


Iya neh... Kita mesti bangkit

Quote:


Iya deh kayaknya

Quote:


Siiiiyaaaaapppp

Halaman 1 dari 15


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di