KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bendera bukan berhala, bermusyawarahlah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd040c2ddd770e2498b4567/bendera-bukan-berhala-bermusyawarahlah

Bendera bukan berhala, bermusyawarahlah

Tampilkan isi Thread
Halaman 20 dari 20
Quote:


ane setuju gan, karena kalimat tauhid di ar rayah dan al liwa itu hanyalah simbol untuk berperang saja. islam gk ada simbol appaun karena islam adalah kepercayaan

Jangan sampai terpedaya iblis bertopeng malaikat

Balasan post lantis0749
Quote:


Apakah tauhid boleh di simbolkan ?
Apakah Allah SWT boleh digambarkan ?

Menyamakan value kalimat tauhid dengan value uang itu sangat merendahkan.

Walaupun bumi ini hancur lebur saat kiamat tauhid tak berkurang nilainya sedikitpun.
Balasan post lantis0749
Quote:

Hti itu khawarij makanya ngumpet dibalik bendera.kelakuan khawarij itu klo lemah ngumpet,ngadu domba,fitnah.klo udh kuat bunuh,basmi smua lawannya.
Quote:


Mantap Gan.. emoticon-Big Kiss
Semoga semua bisa damai aja lah Gan
bodoh..! sontoloyo !!emoticon-Big Grin
Balasan post Nyong60605
Quote:


emoticon-Ngakak kirain rindu sama
" kenapa kamu tanya begitu, siapa yang ngajarin ? emoticon-Leh Ugaemoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Balasan post Valls01
Setuju gan, tidak boleh asal bakar bakar saja, karena bisa menimbulkan fitnah dan perselisihan. Tapi ane juga tidak setuju itu bendera asal pakai dan di pergunakan sembarangan emoticon-Nyepi
Quote:

Tiga terduga pelaku saat peringatan hari santri nasional, telah meminta maaf

Balasan post kucingkuncung
Quote:
jika ada sekelompok orang bakar bebdera merah putih utk melampiaskan amarahnya terhadap monaco, apa warga indonesia juga harus marah dg dalih membela simbol kebanggannya? 🤔
nyemak
Quote:



abis nanya langsung ilang..

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Balasan post Nyong60605
iya serem gan, untung masa itu udah berlalu emoticon-Leh Uga

Ada benernya juga

Balasan post lyyneheym
Quote:

Sebetulnya waktu bikin thread ini, ane lagi malas menulis. Namun di karenakan ada beberapa rekan yang bertanya, mengajak ini itu dll. Sepertinya perlu ane tegaskan pendapat pribadi ane.

Lalu ane tulislah ini thread berdasarkan opini. Dan ane rakit beragam benang merah (thread) agar semua persoalan yang ada bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, dengan kepala dingin dan emosi yang teduh tentunya.

Apa yang ane tulis penuh dengan kontradiksi, sepertinya itu betul sekali. Karena permasalahan ini juga terjadi karena kontradiksi antara berbagai pendapat yang berbeda dan sangat sulit disatukan atau di upayakan persamaannya.

Namun, harapannya, dalam thread kali ini, ane cuma berharap kita semua mau melihat secuil thread (benang merah) alias penghubung pemersatu kita. Jadi mari kita upayakan agar dapat menemukan diksi yang selaras. Dengan tanpa menghilangkan secara penuh atau totalitas kontra yang pastinya selalu ada.

Perlu kita sadari, diksi itu sebetulnya sudah ada, yang menjadi persoalan hanyalah kontra persepsi.

- Kita hidup sama sama di bumi. Diksi ini sepertinya semua sepakat. Yang menjadi kontra hanyalah pendapat bahwa bumi ini bulat atau datar dan sebagainya

- Kita ini sama sama manusia, semua sepakat begitu. Yang menjadi kontra dan memicu perselisihan hanyalah pendapat siapa yang merasa lebih unggul dalam berbagai bidang. Dll

- kita hidup di Indonesia
Semua sepakat sejak jaman perjuangan, para pemuda pemudi Indonesia, berhasil menyingkirkan kontra yang ada. Mereka mengorbankan kepentingan pribadi, kelompok dan golongannya, demi terciptanya keselarasan untuk kepentingan besar yaitu terciptanya persalinan kesatuan Indonesia. Mereka berhasil merakit beragam kontra yang ada dalam satu ikatan ,bangsa,tanah air dan berbahasa Indonesia (sumpah pemuda).
Pengorbanan mereka mengabaikan kontra yang ada dan mengutamakan jalinan persaudaraan, ini membuat Bangsa kita bisa merdeka. Dan kita yang hidup sekarang ini menikmati itu.

- Yang bertikai sama sama muslim ( seagama seharusnya selaras dan sepemahaman ). Namun pada kenyataannya beda kepala kontra pula jalan pemikiran yang ada.

Ada banyak sebetulnya persamaan lain yang terpisahkan dan tercabik-cabik oleh kontra, yang sebetulnya dapat di temukan benang pengutas, untuk merakit perbedaan itu agar saling menopang satu dengan lainnya. Seperti halnya sebuah rumah, terdiri dari kontra material yang di selaraskan membentuk jalinan sedemikan rupa.

Nah diantara kontra diksi yang ada. Sebetulnya, ane berpendapat bahwa; ALLAH menyuruh kita belajar lagi. Belajar kepada sesama. Satu dengan yang lainnya. Menurut pendapat saya begitu. Jadi dalam thread ini tiadalah berisi tulisan yang mengharuskan atau menggurui orang lain. Namun, hanya sekedar saran.

Ane sejatinya, sejak post pertama dalam thread sudah menyatakan tidak menguasai penuh, karena pemahaman ane tentunya masih dangkal. Alhamdulillah, beberapa kaskuser lain disini, menyumbangkan beberapa opini, data, dan share ilmu yang cukup sangat bermanfaat bagi ane. Jadilah ini thread menjadi rakitan yang mesti ane baca berulang.

Dan atas pertanyaan beberapa rekan mengenai sikap ane soal insiden bendera dll. Ane tinggal kirim link ke mereka. Jadi begitu , salah satu manfaat thread ini ane buat .

Dan tentunya tulisan ane dianggap penuh dengan kontradiksi, mungkin memang begitulah adanya. Karena kehidupan yang kita lalui dalam keluarga, bermasyarakat, bertetangga dan lainnya serupa dengan itu.

Kontradiksi adalah sesuatu hal yang baik, menurut ane. Bila kita mau memfilter kapan dan dimana saja penempatan kontra dan dimana saja posisi diksi yang elok ditempatkan. Jika semua kita mampu melakukan itu, maka kontra yang ada akan terakit menjadi diksi yang indah dalam membentuk rumah besar kita Bangsa Indonesia.

Itulah yang ane harapkan intinya. Ditengah perbedaan pandangan, maka mari cari setitik persamaan saja yang bisa menyatukan kesadaran kita, bahwa kita ini manusia adalah bersaudara
emoticon-terimakasih
kalo yg di goreng agama mah udh pasti panasss matenggg ramee emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Balasan post dikiyy
Nanti bila rusuh terjadi, yang dibawah baku hantam, para petinggi 2 provokator nya pasti lari keluar negeri gan. Nonton kita yang goblok baku hantam emoticon-Turut Berduka
AKSI BELA KALIMAT TAUHID YANG AKHIRNYA BUBAR.

Mendengar kabar akan ada “Aksi Bela Kalimat Tauhid” yang mendatangkan ribuan massa dari berbagai daerah, kami dari berbagai komunitas warga Malang segera melakukan koordinasi. Aksi akan digelar Minggu pagi (28 Oktober 2018) setelah shalat subuh di depan Masjid Jami alun-alun Malang.

Sejak dini hari kami memantau, sekelompok massa sudah mulai berkumpul di alun-alun. Sejumlah personel aparat gabungan telah bersiaga di setiap sudut alun-alun. Sudah terpasang pula spanduk berisi penolakan atas nama warga kota terhadap aksi yang sedari awal tidak diijinkan oleh aparat tersebut. Bahkan sekelompok remaja Aremania pun sudah hadir dengan membawa spanduk yang bernada penolakan juga.

Selepas shalat subuh, walikota Malang Pak Sutiaji turun tangan langsung menyampaikan pesan tegas. Prinsipnya, beliau tidak mengijinkan kota Malang diganggu ketenangannya oleh aksi massa yang jelas mengandung kepentingan politis. Dan beliau meminta agar panitia membatalkan acara dan massa membubarkan diri.

Saat perwakilan penyelenggara diberi kesempatan untuk klarifikasi, dengan mic di tangan dia sempat nyolong peluang melontarkan kalimat penyemangat yang disambut pekik takbir oleh ribuan massa. Pekik takbir dan kalimat tauhid berulang-ulang disuarakan oleh para peserta aksi. Dari pengeras suara milik aparat, terdengar berulang-ulang seorang polwan menyampaikan himbauan agar massa membubarkan diri. Tapi massa tidak menggubrisnya (video terlampir).

Aparat sadar bahwa aksi seperti ini rawan pancingan konflik. Jika saja ada tindakan aparat yang agak ceroboh dalam menangani massa, pastilah kasusnya akan diviralkan dan dipolitisasi. Itulah kenapa aparat terlihat sangat hati-hati.

Saat aku asyik merekam kerumunan massa yang “membandel” itu, salah satu peserta aksi menghampiriku dari belakakang.
“Saking pundi, Pak?” (dari mana, Pak?) tanya pria itu.
“Saking Malang mriki mawon,” (dari Malang sini saja) jawabku.
“Kalau aparat sudah terjual, negara sudah habis, nih,” ujarnya lagi.

Tiga dialog itu sempat terekam oleh kameraku (video terlampir). Tapi sayang secara spontan kuhentikan aktifitasku untuk menghormati orang yang sedang mengajakku bicara. Jadi dialog berikutnya tidak sempat terekam (dan sangat kusesali itu). Dialog berikutnya itu kira-kira begini;

“Aparat terjual gimana maksudnya, Pak?” tanyaku.
“Lha ini, cuma orang ngumpul-ngumpul saja kok dibubarkan.”
“Jangan salah, Pak. Orang ngumpul diskusi tema kiri pun selalu dibubarkan, dengan paksa, lagi. Yang lebih parah lagi, tempo hari para aktivis Papua ngumpul malah digebuki. Sampeyan jauh lebih beruntung lho, diminta bubar dengan cara baik-baik dan para aparat bersikap sangat santun kepada kalian.”
Dan orang itu pun ngeloyor pergi begitu saja. Menyebalkan.

Alkisah himbauan ibu Polwan tidak mempan, bahkan diam-diam ada yang memasang sound di tengah alun-alun dan mulai orasi. Massa pun kembali terbakar semangatnya. Melihat ada indikasi para provokator selalu mencuri kesempatan, posisi Bu Polwan digantikan oleh seorang tokoh agama setempat. Dan teknik persuasi beliau ternayata lumayan juga, sebagian massa akhirnya bersedia bubar (video terlampir).

Namun begitu, selama masih ada konsetrasi massa di tengah alun-alun, peluang adanya provokasi masih terbuka. Maka sejumlah elemen warga pun bertindak. Mereka memaksa para peserta aksi yang tersisa untuk segera mengosongkan alun-alun. Kekhawatiran kami terbukti begitu tiba-tiba ada yang menerbangkan puluhan balon udara warna hitam dan putih ke udara. Kami tidak pernah lihat rangkaian balon segede itu masuk area alun-alun. Sepertinya mereka membawa tabung helium sendiri dan mengisinya diam-diam selama massa melakukan aksi. Para peserta aksi yang masih ngotot berada di area alun-alun dan terduga provokator segera diusir dari area oleh warga (video terlampir).

Satu lagi hal yang menarik, yaitu kebiasaan mereka turun aksi sambil membawa anak-anak mereka.

Di tengah aksi, aparat menemukan seorang bocah umur dua tahun yang terpisah dari orangtuanya. Unik sekali, aku yakin si orang tua lebih gigih menggenggam bendera tauhidnya daripada ke anak-anaknya. Buktinya sampai ada balita yang hilang dan si ortu tidak menyadarinya.

Aksi yang rencananya berlangsung hingga jam 8 pagi akhirnya berhasil dibubarkan tanpa terjadi insiden yang berarti. Jam 6 Alun-alun sudah steril dari peserta aksi massa. Aparat keamanan bekerja dengan cukup elok sehingga tidak terpancing beberapa usaha provokasi. Jadi siapapun yang sangat berharap aksi di Malang mengalami insiden yang bisa diviralkan, dia layak kecewa pagi ini.

Jam 6 tepat alun-alun sudah benar-benar clear. Alhamdulillah, kedamaian kota kami masih bisa kita jaga bersama
Diubah oleh dirantaujeme
Poopopo
Balasan post reo_anggoro
Silakan aja bos.... Sama jg d negara kita... Ada gk pasal yg menghukum org yg merobek uang dolar?? Yg ada adalah masalah etika doang

Saat Simbol agama ditarik menjadi simbol politik maka rumit jadinya

Balasan post primajakaasu
Quote:
Halaman 20 dari 20


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di