alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Pemahaman Pelecehan dan Kekerasan Seksual dalam Olahraga
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc7501f1cbfaa402e8b4574/pemahaman-pelecehan-dan-kekerasan-seksual-dalam-olahraga

Pemahaman Pelecehan dan Kekerasan Seksual dalam Olahraga

Halo sports human emoticon-Angkat Beer

Know your right!

Pembiaran masalah pelecehan seksual di masyarakat mana pun menjadi momok. Gak pernah tau, kapan, seseorang bisa kena perlakuan tidak menyenangkan ini. Kita tahu itu pasti. Kebanyakan memang menimpa perempuan, setidaknya yang terekspos. Tapi juga sebenernya, pria pun gak luput dari masalah ini.

Sebagai atlet/olahragawan, ketahuilah, bahwa kamu punya hak terlindung dari perilaku ini. Dalam sebuah pernyataan konsensus yang dirilis International Olympic Committee pada tahun 2007. Yep, udah lama, tapi kayaknya ane aja baru discover sekarang.

Di dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa seorang atlet perlu mendapat hak untuk aktif dalam olahraganya, secara amanan dan nyaman. Termasuk terbebas dari perilaku abusive dan pelecehan. Dan pernyataan itu tidak hanya ditujukan kepada individual, tapi juga organisasi yang menaungi atlet tersebut. Organisasi ini harus membuat lingkungan kegiatan olahraganya jauh dari potensi pelecehan seksual.

Pemahaman Pelecehan dan Kekerasan Seksual dalam Olahraga


PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM OLAHRAGA

Dalam perannya mempromosikan dan melindungi kesehatan atlet, IOC Medical Commision menghargai seluruh hak para atlet, termasuk hak menikmati lingkungan olahraga yang suportif dan aman. Dalam kondisi tersebut, para atlet akan sangat bisa mengoptimalkan olahraganya. Pelecehan dan kekerasan seksual melanggar hak asasi manusia, di luar kebudayaan, yang bisa merusak kesehatan individu maupun organisasi. Meski sudah diketahui baik bahwa olahraga menawarkan potensi yang signifikan terhadap keuntungan pribadi dan sosial, potensi ini bisa jadi merusak jika permasalahan ini muncul. Pelecehan dan kekerasan seksual terjadi di seluruh dunia. Pada olahraga, mengakibatkan keterpurukan terhadap atlet dan orang lain, juga untuk legalitas, finansial dan kewajiban moral organisasi olahraga. Tidak ada olahraga yang imun dengan hal ini. Setiap orang dalam olahraga punya tanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mencegah pelecehan dan kekerasan dan untuk membangun sebuah kultur beradab, menghargai dan aman dalam olahraga. Khususnya orginasi olahraga, yang menjadi gatekeeper untuk keamanan dan sebaiknya menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengenal dan membuang perilaku ini. Sistem yang mendukung kesejahteraan atlet bisa berkontribusi pada pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual di luar maupun dalam kegiatan olahraga.
Dokumen ini merangkum pengetahuan terkini tentang berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan seksual, faktor resiko yang bisa memperingatkan komunitas olahraga untuk pencegahan awal dan mitos-mitos yang mampu menepis perhatian dari permasalahan ini. Dokumen ini juga menawarkan serangkaian rekomendasi untuk meningkatkan awareness, pengembangan kebijakan dan implementasinya, pendidikan dan pencegahan, dan peningkatan praktis yang baik.


PEMAHAMAN MASALAH

Pelecehan dan kekerasan seksual dalam olahraga termanifestasi dari relasi kuasa dan penyalahgunaan wewenang. Pelecehan seksual mengacu pada perilaku terhadap individu maupun kelompok yang meliputi verbal, non-verbal atau perilaku fisik, baik sengaja maupun tidak sengaja, legal atau ilegal, yang berdasar pada penyalahgunaan wewenang dan kepercayaan, yang dirasakan oleh korban atau orang lain sebagai perilaku yang tidak diingini atau paksaan.
Kekerasaan seksual meliputi segala aktivitas seksual di mana berdasar pada paksaan. Pada olahraga, biasanya meliputi manipulasi dan penjebakan atlet. Pelecehan dan kekerasan seksual terjadi dalam situasi kultur organisasi yang membiarkan kesempatan itu terjadi. Memang, fenomena tersebut adalah gejala kepemimpinan yang gagal dalam olahraga. Pelecehan gender, perpeloncoan dan homophobia adalah satu kesatuan dari aspek-aspek pelecehan dan kekerasan seksual dalam olahraga. Pelecehan gender terdiri dari perlakuan menghina terhadap satu jenis kelamin atau lainnya yang bisa jadi sistematik dan berulang tapi tak selamanya seksual. Perpeloncoan meliputi ritual inisasi abusive yang biasanya ada komponen seksual dan targetnya adalah pendatang baru. Homophobia adalah sebuah bentuk prejudis dan diskriminasi mulai dari kebencian pasif sampai eksploitasi dari lesbi, gay, biseks dan transgender.

Pemahaman Pelecehan dan Kekerasan Seksual dalam Olahraga


Bagian terakhir masih banget jadi momok buat mereka korban prejudis. Soal kekerasan gak cuma fisik tapi juga mempengaruhi psikis. Dan gak perlu di olahraga, tapi di masyarakat kita itu masih dipraktekkan.
Perilaku kayak gini pastinya mencoreng semangat olahraga di mana semua orang punya hak untuk sehat jasmani dan sekalian berkompetisi di dalamnya.

Jika seorang atlet dilihat sebagai gay, atau disebut sekong, atau disebut bencong, atau waria, apakah tandanya mereka tidak lebih mampu berkompetisi dengan mereka yang 'normal'? Isu diskriminasi oleh homophobe akan terus diangkat karena tahapan kultur Indonesia masih dalam tahapan awam soal homoseksual. Well, gak cuma di Indonesia, dari belahan dunia yang secara gak langsung mengakui LGBT pun masih ada praktek diskriminasi. Mereka yang termasuk homoseksual akan terus mendapat prejudis dari khalayak.

Di Indonesia sendiri, ane gak bisa bilang apakah mereka (atlet) yang punya orientasi berbeda ini menyembunyikan demi bisa berkompetisi, atau ada yang pernah terbuka soal orientasi seksnya. Hampir gak pernah denger ada atlet yang ekspos atau diekspos soal itu.

Eniwei, ane rasa yang masih terjadi di Indonesia justru sistem organisasi olahraga yang mungkin menuju kegagalan, apalagi yang menaungi olahraga sepakbola. Dan kesejahteraan atlet Indonesia lah yang sebenernya jadi permasalahan.
Tapi setidaknya, jika ada praktek pelecehan dan kekerasan seksual, sekarang kita tahu bahwa para atlet terlindungi dari hal ini.

Buat yang mau liat lebih rinci, bisa baca di sini

Semoga semakin menambah pengetahuan agan soal olahraga. Jan lupa emoticon-Cendol (S)
Pertamaxemoticon-Cendol Gan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di