- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Tidak Diakui Pemerintah, 5 Agama Asli Indonesia Ini Nyaris Punah
TS
dewaagni
Tidak Diakui Pemerintah, 5 Agama Asli Indonesia Ini Nyaris Punah
Tidak Diakui Pemerintah, 5 Agama Asli Indonesia Ini Nyaris Punah
Selasa,02 Oktober 2018 | 23:00:27 WIB

Riauaktual.com - Islam, Kristen, Hindu dan Buddha adalah agama yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia. Namun selain keempat agama tersebut, ternyata ada banyak agama dan kepercayaan lain yang dianut beberapa kelompok masyarakat di Indonesia. Bahkan beberapa agama tersebut sudah ada sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum Hindu dan Buddha masuk Indonesia.
Akan tetapi beberapa agama tersebut tidak diakui oleh pemerintah. Ditambah lagi masuknya agama Islam dan perkembangan zaman yang membuat jumlah pengikut agama tersebut semakin berkurang. Meski masuk dalam kategori nyaris punah, tetapi agama-agama tersebut masih ada sampai sekarang.
Dihimpun Wow Menariknya dari berbagai sumber, berikut lima agama asli Indonesia yang nyaris punah karena tidak diakui oleh pemerintah.
1. Kaharingan

Foto: Gerakkalteng
Agama asli dari Kalimantan ini banyak dianut oleh Suku Dayak sebelum agama-agama samawi diakui pemerintah. Penganut agama Kaharingan percaya pada entitas atau bisa juga diartikan Tuhan yang maha esa yang sering disebut Ranying Hatalla Langit. Kaharingan memiliki kitab suci yang disebut Panaturan dan tempat ibadah sendiri yang dinamai Balai Basarah.
Pada tahun 1980, agama ini dimasukkan ke dalam agama Hindu karena banyak kemiripan dari segi tradisinya. Pada tahun 2003, tercatat agama ini memiliki pengikut sebanyak 60.000 jiwa atau dua persen dari total penduduk Kalimantan Selatan yang berjumlah 3,6 juta jiwa.
2. Marapu

Foto: Scetiz
Marapu merupakan agama asli Indonesia yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Penganut agama ini memuja roh nenek moyang mereka yang telah lama meninggal. Mereka percaya kalau orang yang sudah meninggal akan pergi ke sebuah tempat indah bernama Prai Marapu. Tempat indah menurut kepercayaan Marapu bisa disamakan dengan surga dalam ajaran agama samawi.
Konon, agama Marapu sudah ada sejak ratusan tahun silam. Agama ini juga memiliki banyak tradisi dan percaya pada makhluk gaib.
3. Sunda Wiwitan

Foto: Rimanews
Agama yang dianut etnis Sunda ini sudah ada sebelum Buddha dan Hindu masuk ke Indonesia. Di masa sekarang, penganut Sunda Wiwitan bisa ditemukan di kawasan Banten, Kampung Naga, Cirebon, Kuningan, Cigugur, dan Kanekes. Penganut agama ini memuja roh nenek moyang mereka. Selain memuja roh nenek moyang, mereka juga percaya pada satu Tuhan.
4. Ugamo Malim

Foto: YuKepo
Ugamo Malim adalah agama asli Suku Batak yang terletak di kawasan Toba. Agama ini memiliki kesamaan dengan agama Yahudi. Agama in sudah ada sejak 800 tahun lalu dan masih bertahan sampai sekarang meski jumlah pengikutnya hanya sekitar 10.000 jiwa saja. Dalam agama Ugamo Malim dikenal juga Tuhan dengan nama Debata Mula Jadi Na Bolon.
5. Towani Tolotang

Foto: Kompasiana
Agama ini berasal dari Kabupaten Sinderen Rappang di Sulawesi Selatan. Penganut agama ini menyembah Tuhan yang mereka sebut dengan nama Dewata Sewae. Karena tidak diakui pemerintah, agama ini terpaksa bergabung dengan Hindu. Sekarang pengikut agama ini paling hanya tersisa 5.000 orang saja.
Sumber : wowmenariknya.com
https://riauaktual.com/mobile/detail...ris-punah.html
Benar2 miris nasibnya. Harusnya segera dilestarikan
Selasa,02 Oktober 2018 | 23:00:27 WIB

Riauaktual.com - Islam, Kristen, Hindu dan Buddha adalah agama yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia. Namun selain keempat agama tersebut, ternyata ada banyak agama dan kepercayaan lain yang dianut beberapa kelompok masyarakat di Indonesia. Bahkan beberapa agama tersebut sudah ada sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum Hindu dan Buddha masuk Indonesia.
Akan tetapi beberapa agama tersebut tidak diakui oleh pemerintah. Ditambah lagi masuknya agama Islam dan perkembangan zaman yang membuat jumlah pengikut agama tersebut semakin berkurang. Meski masuk dalam kategori nyaris punah, tetapi agama-agama tersebut masih ada sampai sekarang.
Dihimpun Wow Menariknya dari berbagai sumber, berikut lima agama asli Indonesia yang nyaris punah karena tidak diakui oleh pemerintah.
1. Kaharingan

Foto: Gerakkalteng
Agama asli dari Kalimantan ini banyak dianut oleh Suku Dayak sebelum agama-agama samawi diakui pemerintah. Penganut agama Kaharingan percaya pada entitas atau bisa juga diartikan Tuhan yang maha esa yang sering disebut Ranying Hatalla Langit. Kaharingan memiliki kitab suci yang disebut Panaturan dan tempat ibadah sendiri yang dinamai Balai Basarah.
Pada tahun 1980, agama ini dimasukkan ke dalam agama Hindu karena banyak kemiripan dari segi tradisinya. Pada tahun 2003, tercatat agama ini memiliki pengikut sebanyak 60.000 jiwa atau dua persen dari total penduduk Kalimantan Selatan yang berjumlah 3,6 juta jiwa.
2. Marapu

Foto: Scetiz
Marapu merupakan agama asli Indonesia yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Penganut agama ini memuja roh nenek moyang mereka yang telah lama meninggal. Mereka percaya kalau orang yang sudah meninggal akan pergi ke sebuah tempat indah bernama Prai Marapu. Tempat indah menurut kepercayaan Marapu bisa disamakan dengan surga dalam ajaran agama samawi.
Konon, agama Marapu sudah ada sejak ratusan tahun silam. Agama ini juga memiliki banyak tradisi dan percaya pada makhluk gaib.
3. Sunda Wiwitan

Foto: Rimanews
Agama yang dianut etnis Sunda ini sudah ada sebelum Buddha dan Hindu masuk ke Indonesia. Di masa sekarang, penganut Sunda Wiwitan bisa ditemukan di kawasan Banten, Kampung Naga, Cirebon, Kuningan, Cigugur, dan Kanekes. Penganut agama ini memuja roh nenek moyang mereka. Selain memuja roh nenek moyang, mereka juga percaya pada satu Tuhan.
4. Ugamo Malim

Foto: YuKepo
Ugamo Malim adalah agama asli Suku Batak yang terletak di kawasan Toba. Agama ini memiliki kesamaan dengan agama Yahudi. Agama in sudah ada sejak 800 tahun lalu dan masih bertahan sampai sekarang meski jumlah pengikutnya hanya sekitar 10.000 jiwa saja. Dalam agama Ugamo Malim dikenal juga Tuhan dengan nama Debata Mula Jadi Na Bolon.
5. Towani Tolotang

Foto: Kompasiana
Agama ini berasal dari Kabupaten Sinderen Rappang di Sulawesi Selatan. Penganut agama ini menyembah Tuhan yang mereka sebut dengan nama Dewata Sewae. Karena tidak diakui pemerintah, agama ini terpaksa bergabung dengan Hindu. Sekarang pengikut agama ini paling hanya tersisa 5.000 orang saja.
Sumber : wowmenariknya.com
https://riauaktual.com/mobile/detail...ris-punah.html
Benar2 miris nasibnya. Harusnya segera dilestarikan
0
2.6K
8
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan