CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
[ CERITA SERIAL ] " 86 Hari " [ fiksi/militer ]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b38ebcd31e2e66f318b4567/cerita-serial---quot-86-hari-quot---fiksi-militer

[ CERITA SERIAL ] " 86 Hari " [ fiksi/militer ]

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 2 dari 4
1 Team 4 orang mengingatkan sama
Team Operation Redwing-Lone Survivor
Team Metal 01-COD MW 3
Seru. Cuman mau komen dikit soal bahasa selama misi berlangsung. Dari pengalaman pakde dulu, selam misi biasanya pake bahasa gak baku. Malah tim pakde yg kebanyakan dr jawa pake bhs jawa. Pakde enak aja kontak ke atasan pake kromo inggil. Berasa kayak windtalker emoticon-Big Grin
Quote:


No problem sih, daripada ntar yang bikin kerepotan gara2 perlu menerjemahkan bahasa jawa ke bahasa Indonesia.
Mending pakai bahasa umum aja, for the sake of the story.
Chapter : 06 " BASE "

Tak terasa langit telah meredup ditinggalkan sang matahari, tim wayang terlihat telah selesai menguburkan dua kerangka manusia yang mereka temukan siang tadi, sang Danru masih saja tampak memperhatikan kembali map yang diberikan oleh satuan Intelijen yang dirasa jauh dari akurat.

" Menurutmu apa yang terjadi pada mereka..?" tanya Abdi pada Amri sambil menunjuk dua gundukan tanah dimana mereka menguburkan kedua kerangka yang mereka temukan.

" sepertinya ditembak jatuh dengan RPG atau semacamnya.." jawab Amri sambil menyela keringat di dahinya.

" menurutku tidak bang, dengan hutan rimbun begini sulit untuk menembak helikopter dengan RPG ..." sahut Heri menimpali.

" jadi maksudmu semacam roket..? begitu..?" tanya Abdi lagi.

" yah bisa saja.. tapi apa benar musuh memiliki senjata seperti itu..? kalau memang iya.. wah.." Sahut Heri sambil menjauh mendekati Danru Lubis.

" hmm... entahlah.. yang jelas mereka tidak terkena tembakan dari sini.. sepertinya mereka berputar- putar jauh setelah tertembak dan jatuh disini.." sambung Amri juga beranjak mendekati Danru.

" Yah.. setidaknya kita akan kembali kesini kelak untuk membawa mereka pulang jika misi ini selesai.." sahut Abdi juga bangkit untuk berkumpul dengan yang lainnya.

" Bagaimana selanjutnya Ndan..? " tanya Heri.

" Keluarkan NVG kalian.. pergerakan kita akan lebih cepat dan aman pada malam hari, karena musuh pasti tak akan bergerak pada malam hari.." Terang Danru Lubis sambil melipat kembali map yang ia pegang sedari tadi.

" hmm.. seandainya kita langsung menggunakan ini saat penerjunan.. mungkin saja aku tak akan bertemu macan.." Ucap Amri menggerutu.

" bagaimana lagi.. medan di anggap terlalu ekstrim, jadi lebih penting keselamatan peralatan .. heheheh " Sahut Abdi meledek.

" serah dah.." ucap Amri sambil memasangkan NVG di helmnya.

*( NVG : Night Vision Google )

Hari mulai gelap ditandai dengan riuh suara binatang malam penghuni hutan saling bersahutan bak sebuah backsound dari orkes drama kolosal.
Setelah kegiatan TB-2 dan diskusi formasi pergerakan tim yang dipimpin oleh sang Danru, tim Wayang memutuskan segera bergerak menyusuri hutan secara cepat karena pada malam hari bisa dipastikan mereka akan sangat mudah mengetahui jika ada musuh disekitar mereka.

Tim bergerak dengan formasi jembatan, dua didepan adalah Amri dan Abdi, sedangkan Danru dan Heri berada melebar beberapa meter disamping belakang.
Tak ada jeda pengamatan, mereka terus bergerak sesuai dengan arahan sang Danru, meskipun jarak pandang NVG yang mereka gunakan maksimal jelas 10 - 15 meter, hanya menjadi beberapa meter saja karena semak belukar membatasi sorotan infra merah yang menjadi tumpuan NVG untuk melihat dalam gelap dalam sketsa serupa berwarna hijau.

" ! "

Abdi merasa melihat titik cahaya dalam pandangannya jauh didepan, namun ia belum yakin dengan apa yang dilihatnya.

" Heri 4 klik jam sepuluh.. " Ucap Amri meminta Heri yang berada dibelakangnya agar juga mengamati sekedar untuk memastikan.

" Negatif .. sepertinya itu biasan mata hewan atau sejenisnya.." jawab Heri cepat karena iya tak melihat apa - apa.

Tim wayang terus bergerak cepat fokus dengan apa yang dilihat, tidak akan ada jeda pengamatan sama sekali sampai jika salah satu dari mereka melihat sesuatu yang dirasa musuh, menyusup dari pohon yang satu ke pohon lainnya, dari semak dan tumbuhan liar yang satu ke lainnya dengan tangkas, sampai akhirnya pergerakan mereka terhenti ketika Talkie musuh yang mereka dapatkan tiba - tiba saja berbunyi.

" SREEEEETTTTTHHH....SRRKKKKK "

" !!!!!! "

Sontak semuanya langsung merunduk diam mengambil posisi siaga.

" Apa itu Ndan..? " tanya Amri sedikit kaget.

" Talkie musuh.. sepertinya sudah berada pada jangkauan sinyalnya.." terang Danru sambil segera mengecilkan suara volume Talkie yang agak besar.

" jadi sudah dekat ya..? " ucap Heri menebak.

" bisa jadi.. kalau di pikir mungkin saja pos sebelumnya jauh terdepan.. dan yang memegang Talkie ini sedang menyidak anggotanya kesana.. jadi wajar saja saat kita berada disana Talkie ini tak berbunyi sama sekali karena tak dapat sinyal..." Sahut Abdi coba menganalisa.

" masuk akal ... jadi bagaimana Ndan..? " timpal Amri.

" Mungkin sekitaran seratusan meter atau lebih dalam area ini terdapat pos musuh... situasi menguntungkan kita untuk mengamati, Amri dan kamu Abdi susuri area pastikan apakah yang saya pikirkan benar untuk jaga - jaga .. " jelas Danru Lubis.

" Ayo.. kita bergerak " ucap Amri mengajak Abdi.

Keduanya bergerak menyusuri dengan menyamping dari arah pergerakan mereka sebelumnya untuk mendapatkan area penyisiran keseluruhan dengan pola lajur lingkaran dalam pergerakan mereka.

Tak jauh dari posisi tim Wayang....
....
...
..

" Kenapa tak ada jawaban hee... " Ucap seorang bertubuh besar dengan janggut lebat sembari menekan -nekan tombol merah sebuah Talkie yang ia genggam.

" Mungkin tak ada sinyal hee.. sudahlah.. suruh mereka punya jenset itu hidupkan.. sudah gelap ini.." Sahut seorang lagi yang tampak duduk sambil merokok disebuah barak beratapkan tenda.

" haduh... begitu banyak orang tak ada satupun yang bisa betulkan itu jenset hee.. " sambung seorang tadi berlalu menuju sebuah bangunan yang tampak dibangun dengan batang pohon yang di belah - belah, sebuah tiang tertancap tak jauh dari situ dengan bendera bintang bergaris di pucuknya yang sesekali melambai tertiup angin.

Sebuah pos dengan beberapa bangunan darurat serta sejumlah barak, dikelilingi rawa, tampak tumpukan karung pasir terlihat berjejer dibeberapa sudut...

TO BE CONTINUED.....

Wah apdet kanjutkan bossqu
Btw heli tni au bkan bagian dri ekpedisi anak wapres hilang kan?

Klo keren misal mrk dbantu warga lokal yg mau membela negara utk lwan opm kan keren emoticon-Smilie
Saran aja
Diubah oleh ruhnama
Wah keselamatan peralatan lebih penting daripada keselamatan personil hahaha
Quote:


Sad but true emoticon-Big Grin
Cerita baru, sepertinya alur cerita nya cukup cepat

Semoga bisa tamat ya gan
Quote:


Ditunggu juga diikuti aje ganemoticon-Big Grin

ntar kan terungkap bijimane alur cerita nyeemoticon-Wink
Quote:


Kedengarannya Indonesia banget yah mod hehe.
Hmm makin tdk sabar nunggu kelanjutannya nih, ngopi dl aah

Kentang euy
Sdh 6 hri blm jg ada update emoticon-sad
Gak ada cerita posisi ambush ketahuan gara2 rokok ya, akhirnya di-ambush balik? emoticon-Big Grin
gelar karpet dulu, seru juga bacanya
Waah ... udah muai rame ni emoticon-Wink
Gelar tikar sambil ngopi,.
Eh kirain ada lanjutannya, emang sih bikin cerita itu pasti susah dan tergantung mood juga namun gimana lagi dah terlanjur penasaran hehehe. Semoga tdk lama lagi keluar lanjutannya hehehe
Chapter : [U]07[/U] " Kolam Ikan "


Sementara itu Amri dan Abdi terus bergerak memutar untuk memastikan perkiraan sang Danru dimana diperkirakan kemungkinan ada 'base' musuh dalam area gerak mereka, dengan keahlian dan kerjasama mereka sebagai bagian dari salah satu Tim pasukan Elit bukanlah hal sulit untuk bergerak cepat dalam rimbun hutan belantara, ditambah insting mereka yang terlatih dan sudah terlalu sering terasah, tak butuh waktu lama keduanya telah menyadari ada sesuatu dihadapan mereka.


" Tunggu.. kau melihatnya..? " Tanya Abdi sambil bergegas merunduk.

" Yah, sebaiknya kita mencari posisi intai yang tepat.. " sahut Amri juga langsung merunduk ketika melihat secercah titik merah yang kelihatannya seperti api rokok.

Secara perlahan keduanya segera merayap mendekat untuk memastikan, perlahan mereka merayap menapaki permukaan tanah yang sepertinya sedikit miring dan menurun, serta semakin banyak tampak semak dan ilalang berbaur dengan tumbuhan liar yang mungkin saja mereka tak tahu jenis tumbuhan apa itu.

Tapi belum lama mereka berdua merayap tiba - tiba saja Abdi yang berada didepan memberi tanda berhenti kepada Amri yang posisinya sedikit berada dibelakang dengan sejumlah ilalang liar merubungi mereka.

" kenapa ..? " Tanya Amri

" sial.. basah, sepertinya rawa.. kukira cuma peceran.. " keluh Abdi sembari mengusap - usapkan wajahnya ke bahunya.

" ilalang ini mengganggu pandangan kita.. " ucap Amri sambil memperhatikan sekelilingnya.

" tunggu disini sebentar, aku akan ke atas .. " sambung Amri sambil menunjuk ke arah pohon disebelahnya.

Dengan cepat Amri sudah nangkring disalah satu cabang pohon dan dengan perlahan ia menyibak dedaunan yang ada didepannya untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas.

' Grennnnggggggg!!! '

Tiba - tiba saja terdengar raungan suara mesin yang kemudian diikuti sorot cahaya lampu yang muncul perlahan dan semakin terang...

' !!! '

Sontak Abdi langsung membenamkan seluruh badannya kedalam genangan rawa yang penuh dengan ilalang didepannya karena sorot lampu itu cukup terang dan jangkauannya juga lumayan cukup luas, hanya bagian kepala saja yang berusaha tetap dipermukaan untuk memantau keadaan sekitar, sementara itu Amri juga buru - buru untuk naik lebih tinggi bersembunyi didedaunan yang lebih rimbun.

" kampret... " umpat Amri dalam hati karena sesaat tadi hampir saja ia terjatuh.

' !!! '

Sorot lampu yang berasal dari sebuah mesin genset itu membuat kawasan tempat dimana Amri dan Abdi berada yang semula gelap menjadi terang bak cahaya ilahi yang memberikan hidayah, tapi kali ini hidayah atau lebih tepatnya petunjuk secara gamblang untuk Amri dan Abdi.

" ! "
Amri dan Abdi baru menyadari bahwa didepan mereka adalah markas musuh yang berstatus aktif dilihat dari sejumlah barak dan personel yang terlihat, ditambah benteng yang terbuat dari tumpukan karung berisi pasir diberbagai titik dan dikelilingi oleh rawa.

" Ndan... " bisik Amri melalui radio.

" masuk.. apa yang kalian temukan..? " sahut Danru seolah tahu ada sesuatu, karena samar - samar suara dengungan mesin sebelumnya juga terdengar olehnya.

" Kolam Ndan.. peranakan Nila sepertinya.. " terang Amri menjelaskan.

" hmm.. bagaimana status kalian..? " tanya Danru Lubis.

" Saya bersih di atas pohon Ndan, Abdi selancar karena kolam dikelilingi rawa.. status aman untuk saat ini .. " terang Amri sambil melirik ke arah Abdi yang tampak tengah mengacungkan 2 jarinya ke arah timur seolah hendak memberi tahu sesuatu.

Segera saja Amri menyadari maksud dari rekannya itu karena ia melihat 2 orang bersenjata tampak berjalan ke arah bibir rawa dimana terdapat benteng karung pasir yang berada diseberang dari posisi Abdi bersembunyi, dengan kelebaran rawa yang hanya sekitaran 4 -5 meter tentu sangat beresiko bagi Abdi.

" sebentar Ndan... dua ikan mendekat .. " ucap Amri sambil mengkode Abdi untuk tetap menunduk dan berlindung dibalik ilalang liar.

" sial... " umpat Amri sambil memperhatikan sekitar seakan sedang mencari sesuatu untuk digunakan, karena dalam situasi ini kemungkinan keberadaan Abdi terlihat oleh musuh sangat besar.

...
..
.

" bagaimana Ndan...? " tanya Heri menggenggam erat senapannya seolah bersiap akan sebuah pertempuran.

" ayo kita bergerak.. " jelas Danru Lubis.

" Siap Ndan..!"

....
...
..
.

" Sudah terang kita punya markas kenapa harus cek sana cek sini..? " ujar salah seorang pemberontak yang terlihat menenteng senapan tipe AK-47.

" Sudahlah kawan.. ikuti saja kata pak bos he.. " sahut seorang lainnya dengan rokok masih dimulutnya.

Keduanya berjalan ke arah benteng karung pasir yang berada dipinggir rawa, sejumlah bambu tampak ditancapkan dan diikat sedemikian rupa untuk menjadi penyangga lampu dibeberapa sudut, salah satunya tepat dibenteng yang mereka datangi dimana beberapa meter didepan Abdi tengah bersembunyi.

to be Continued...
Wah ada update nih, kasian yg dirawa berendam lumpr lol
Diubah oleh venom.jeka
seru, menunggu update
Ayo gan di update,seru nih...
Halaman 2 dari 4
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di