CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Neymar, Kenyataan Melawan Kenyataan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b40e707c1d770524b8b4589/neymar-kenyataan-melawan-kenyataan

Neymar, Kenyataan Melawan Kenyataan

emoticon-Menangemoticon-Menang emoticon-Menang
Diubah oleh .ID.2949OOO.
Saya mengalaminya ketika berkunjung ke Brasil tahun 2008.

Saya bersama dengan 24 wartawan lain dari Eropa dan Brasil sedang melakukan ekspedisi menyusuri ruas sungai Amazon antara Manaus dan Santarem di Brasil guna mengkaji dampak pemanasan global terhadap alam dan kehidupan sosial di kawasan Amazon.

Karena terhadang badai, kami terpaksa membuang sauh di sebuah gugusan pulau di tengah sungai raksasa itu untuk bersembunyi.

Ceritanya sebenarnya kemudian agak memalukan.

Di pulau itu, sambil menunggu badai reda, kami ditantang bermain bola di bantaran sungai oleh bocah-bocah berusia belasan tahun.

Kami wartawan, semuanya pintar berbicara tentang bola dan serba-serbinya, hanya bisa bertahan bermain paling lama 20 menit.

Pasir tebal dan bola yang berat dan kempes menambah kesengsaraan kami. Kedodoran nafas kami kalah telak. Saya tak ingat skornya.

Padahal sebisa mungkin kami telah mencoba bermain dengan "benar": menggunakan taktik, bekerja sama dan memanfaatkan fisik kami yang rata-rata lebih besar dan kuat.

Sementara mereka, setidaknya di mata kami, bermain ngawur tanpa pola, berlebihan pamer keterampilan menggocek bola - sialnya, mereka memang bagus -- dan terlalu individualistik. Semua yang menurut kami serba salah dalam permainan sepakbola.

Intermezzo bola itu bukanlah hal yang serius. Kecuali untuk satu dua orang, keterampilan kami bermain bola memang biasa-biasa saja. Namun tetap saja menjadi kejengkelan buat kami yang merasa mengerti sepakbola. Kecuali bagi dua orang wartawan asal Brasil sendiri, laki-laki dan perempuan, yang berjanji mengantar kami berkunjung ke favela (kawasan kumuh) bila kami mampir ke Sao Paulo. "Anak-anak itu belum seberapa," kata mereka.

Sepanjang waktu anak-anak bermain bola dengan riangnya di setiap jengkal lahan yang dianggap luang.

Ada yang hanya sebuah gang sempit, pelataran bekas rumah yang dihancurkan, lahan yang tidak datar, pokoknya asal bola bisa digocek dan ditendang. Bola yang dipakai juga agak berbeda, semacam karet yang agak lunak dan berat agar tidak bisa ditendang terlalu jauh.

Sempitnya tempat bermain memaksa mereka harus sebisa mungkin membuat bola terus menempel di kaki, menyesuaikan diri dengan ruang permainan yang ada dan menyatukan semuanya dalam sebuah imajinasi guna melewati lawan.

Permainan bola anak-anak itu seperti cerminan kreativitas imajinasi orangtua mereka untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan dan barang yang tersedia agar bisa dijadikan tempat berteduh.


Sumber :
https://sport.detik.com/aboutthegame...an-dari-favela
Neymar, Kenyataan Melawan Kenyataan
coba 4 tahun lagi ya
hmmm, mejeng di trit neymar emoticon-Wow
harusnya neymar kalah di final aja bray, pan dia artinya
Tapi sayang, agak senga sekarang..


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di