Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

bear89800Avatar border
TS
bear89800
Hidup di Luar Angkasa? Gak seperti Liburan...

Luar angkasa, penuh dengan misteri.

Dari banyak data hampir bisa di simpulkan bahwa luar angkasa bukanlah tempat yang cocok untuk manusia. 

Tidak tersedianya kebutuhan penunjang kehidupan dan beberapa ancaman yang berbahaya menjadi alasan utama munculnya kesimpulan ini.


Sebenernya se-susah apa sih kehidupan di luar angkasa sana? Sebagian dari kalian mungkin udah tau, tapi gak ada salahnya kita share dikit2 di bawah.


Terlalu lama di luar angkasa bisa mengubah Struktur DNA Manusia.


Astronot Scott Kelly menghabiskan waktu selama 1 tahun di iSS. 

Setelah Scott Kelly kembali ke bumi, ilmuwan membandingkan DNA Scott Kelly dengan DNA kembaran identiknya. Hasilnya cukup mengejutkan karena Scott Kelly mengalami perubahan dalam banyak hal, tinggi badannya bertambah, Gen dan bakteri dalam perutnya juga berubah.


Ilmuwan menyimpulkan bahwa perubahan itu terjadi karena Scott Kelly terlalu lama di luar angkasa. Artinya Scott Kelly tidak lagi kembar identik.



Ada BlackHole Raksasa yang bergerak dengan Kecepatan 3 juta mil per jam.


Diluar angkasa yang luas sana terdapat banyak blackhole berukuran raksasa yang bergerak dengan kecepatan sekitar 3 juta mil per jam.

Ukurannya juga tidak main2, hampir jutaan kali ukuran matahari yang bergerak di antara galaksi.



1 tahun di Luar Angkasa berarti minum 730 liter keringat dan urin daur Ulang.


Inilah salah satu kendala yang bakalan di hadapi manusia ketika ingin tinggal di luar angkasa.

Tidak tersedianya sumber air menjadi masalah serius sehingga manusia harus minum air yang di daur ulang dari keringat dan urin.

Di luar sana, air sangat berharga bagaikan emas.

Yakin ente kuat? DIlan aja gak bakalan kuat.



Meteor bisa Menyerang tanpa Peringatan atau Pemberitahuan.


Kita beruntung tinggal di bumi yang memiliki lapisan ozon.

Ketika ada meteor yang jatuh ke bumi maka perlahan meteor tersebut akan terkikis di ozon. Walaupun sudah ada ozon ternyata ada juga kasus dimana meteorit menghantam penduduk seperti kasus meteor yang jatuh di pegunungan Ural dan melukai ratusan orang pada tahun 2013.

Bisa di bayangkan resiko yang akan terjadi ketika manusia membangun pesawat luar angkasa super besar lalu di serang meteor.



Kelamaan di luar angkasa bisa membuat Rabun Dekat.


Bola mata astronot benar2 mengalami perubahan selama di luar angkasa dan menyebabkan beberapa masalah ketika kembali ke bumi.

Cairan dalam otak akan meningkat ke titik tertentu yang menyebabkan mata sedikit membengkak dan menyebabkan rabun dekat.



Kita bisa Mendengar Suara di Luar Angkasa.

Rasanya ini sedikit bertentangan karena seharusnya kita mendengar suara apabila ada udara/media perantara, tapi di banyak kasus di temukan bahwa di luar angkasa bisa terdengar suara2, seperti suara mengerang yang memberikan sensasi seram.

Ilmuwan memperkirakan bahwa suara2 tersebut berasal dari ledakan bintang, perubahan kerak dan lempengan planet serta suara galaxy yang sedang mengembang.



Luar angkasa Memiliki bau yang tidak menyenangkan.


Kira2 seperti apa ya bau luar angkasa?

Dari sumber yang ada di sebutkan bahwa bau luar angkasa seperti campuran rum, belerang, steak goreng, besi yang di bakar dan raspberry.

Membayangkan itu pasti ente kepikiran bahwa luar angkasa bukanlah tempat yang wangi.



Susahnya Urusan Kamar Mandi.


Hilangnya gravitasi bisa menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah susahnya urursan kamar mandi.

Banyak astronot mengatakan bahwa urusan kamar mandi adalah bagian yang rumit dan menjijikkan karena harus menggunakan alat khusus dan kotoran bisa terbang kemana2 jika melakukan kesalahan.




Source : >HERE<





0
10.9K
90
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan