CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5adec30adac13ed9628b4579/misteri-mawar-hitam

Misteri Mawar Hitam



Cerita ini hanya fiktif, untuk menghibur gansis semua. Bila ada salah kata dan alur cerita yang berupa tidak masuk logika mohon dimaafkan.

emoticon-Nyepi






Misteri Mawar Hitam

Prolog

"Kringggg...kringgggg....kringggg" jam weker tua berdering membangunkan siapa saja yang mendengarnya. Suasana gelap temaram hanya ditemani sebuah lampu kecil menyambutku setelah ku terbangun dari alam mimpi, nampak beberapa poster superhero terpampang di dinding, mataku masih menerawang antara sadar dan tidak sadar, diam terpaku menunggu jiwaku kembali berkumpul dari petualangannya di alam mimpi.

" huffff sudah jam 5 pagi saja" gerutuku.

Aku pun lekas bersiap mandi, seperti hari-hari biasa aku pergi untuk mendapatkan rezeki dari kerjaku menjadi seorang wartawan lepas, untuk berita-berita kriminal yang ada di ibukota ini.

Aku segera berangkat ketika segalanya sudah siap, tak lupa kacamata hitam mirip tukang pijit tunanetra, namun lebih berwibawa. Kuambil jaket kulitku dari lemari khas anak muda yang penuh poster wanita, kuambil kunci sepeda motorku dengan segera, tak lupa juga untuk mengunci pintu agar tikus tak masuk.

Kulihat motor dengan style anak muda masa kini, telah siap untuk kunaiki, warna hitam doff selaras dengan pakaianku yang serba hitam, jaket hitam, sepatu hitam, kacamata hitam dan helm dengan eksterior yang serba hitam juga.

Kudekati kendaraan itu dan kustarter dengan penuh gaya, tampak seorang paruh baya senyum kepadaku, aku pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manisnya.

Lalu kulajukan motor ini dengan perlahan, motor tua peninggalan ayahku GL 100, yang sangat keren dan menggoda para penggemar besi tua.

Akhirnya dengan motto biar pelan asal selamat, sampailah aku disebuah kantor polisi bagian kriminal, seperti biasa aku pun mulai mencari berita untuk dihadirkan di Media tempatku bernaung.

Sampailah aku disebuah ruangan, tapi tak ada orang, kembali aku keluar dan duduk di depan ruangan itu sambil memainkan Hp yang menjadi temanku, aku melihat mesin pembuat kopi, dan secangkir kopi hangat di sudut meja.

Perlahan aku menghampiri meja itu, kubuat hidangan kopi robusta gratis di ruangan pengabdi masyarakat ini, kopi gratis yang alami memang mengunggah selera, nikmatnya kopi membuat dudukku tenang menanti seseorang.

"Siang mas," ucap seorang pemuda menyapaku.

"Siang," balasku, kepada pemuda itu walau rasanya umurnya tak terpaut jauh denganku.

"Mau cari Pak Komisaris ya mas?" tanya seseorang dengan seragam dinas coklatnya.

"Iya mas, ehh mas orang baru ya? Saya baru lihat?"

"Iya mas, saya baru! Mas ini wartawan ya?"

"Iya mas, biasa kasus-kasus kriminal saya harus ijin dolo sama Bapak Komisaris"

"Ohhh, ya sudah ditunggu sebentar ya mas,"

"Iya, mas," aku pun kembali duduk sambil tersenyum kepadanya.

Serupuut kopi perlahan membuat diri ini seperti tenang dan terasa badan lebih segar, perlahan namun pasti waktupun bergerak sudah 15 menit aku menunggu di depan ruangan pak Bagas sebagai komisaris.

Kemudian terlihat sosok gagah yang sudah kutunggu datang dengan raut wajah yang tak seperti biasa.

"Om Bagas!" ucapku kemudian.

"Eh, kamu toh ndra! Sudah lama kamu nunggu disini?" ucapnya memaksakan senyumnya.

"Lumayanlah om," ujarku malu-malu.

Om Bagas lebih banyak terdiam beda dengan hari biasanya, sepertinya analisisku saat ini ada sesuatu yang ditutupinya hingga akupun tak langsung diberitahu. Maklum saja sebagai Komisaris Polisi membuat om Bagas pastinya diliputi banyak masalah.

"Om sepertinya ada kasus besar ya om? Muka om terlihat murung dari biasanya," Aku menyela dirinya yang hendak beranjak duduk dikursinya.

"Kamu tutup pintu dolo, ada yang ingin kubicarakan agak rahasia,"

Kembali aku menutup pintu ruangan om Bagas, dan segera duduk dihadapannya karena penasaran.

"Ada kasus apa om? Sepertinya beda dengan yang biasa,"

"Ya ndra, ini susah untuk diselidiki bahkan detektif handal saja analisisnya terbukti gagal. Tapi kamu jangan tulis kasus ini ke media massa, karena kita sama sekali tak memegang bukti. Bisa membahayakan dirimu sendiri, kita belum tahu siapa yang ada dibalik ini semuanya bersih hanya ada satu tanda, ini .." Om Bagas memberikan seperti kartu mungil yang bergambar sebuah mawar yang berwarna hitam.

"Mawar hitam, apakah ini kasus pembunuhan?" ucapku.

"Itu yang belum kita tahu ndra, tak banyak kejanggalan semua bersih seorang pria meninggal di dalam mobilnya, di pinggir pantai pelabuhan ratu, ia tanpa busana tergeletak bersama wanita panggilan yang sudah setengah telanjang. Dan keduanya mati, menurut forensik keduanya mati karena keracunan karbon dioksida dari kendaraannya sendiri. Semua bersih tak ada sidik jari orang lain kecuali keduanya, andaikan yang meninggal ini orang biasa mungkin kasus ini ditutup, tapi yang meninggal adalah hakim yang sedang menyidangkan korupsi dari orang penting di negeri ini ndra," om Bagas menerangkan kasus yang rumit dimatanya.

"Jadi petunjuk satu-satunya hanya ini? Gambar mawar hitam" ucapku kemudian.

"Ya ndra itu dahulu sewaktu om masih menjadi polisi lapangan pernah menangani kasus besar juga, ternyata lambang yang sama persis om lihat, waktu itu om sedang investigasi tentang pembunuhan bos besar pengusaha ternama, ia ditemukan hanyut di pinggir sungai dekat villanya. Di sakunya tersimpan lambang ini, hingga kini kasus tersebut tak pernah diketahui pelakunya, bahkan analisis dan hasil otopsi memberikan fakta korban meninggal karena gagal jantung, tak ada sama sekali kekerasan yang terjadi. Namun aku yakin ini adalah pembunuhan ketika mendapatkan lambang yang sama dengan kematian pengusaha itu ndra, jadi om mohon kamu lebih baik jangan mencari tahu berita akan hal ini pelakunya profesional, om takut kamu mendapatkan teror yang berbahaya," matanya nampak nanar berbicara kepadaku.

"Menarik om, nampaknya ini memang berita yang bisa bikin heboh, tapi saya akan ikuti saran om. Bolehkah saya mengikuti perkembangan kasus ini langsung, ketika kasus ini sudah mulai terbuka jadi Indra bisa membuat berita yang valid om," ujarku harap-harap cemas.

"Nampaknya kamu memang berjiwa adventure ya, padahal jangan sampai kamu masuk terlalu dalam di kasus ini, kita tidak tahu siapa lawan dan kawan" ujarnya kemudian.

"Tapi om? Indra ingin tahu kasus besar seperti ini, karena menurutku ini jarang terjadi dan saya siap menerima konsekuensinya om" ucapku mantap menatap matanya.

"Nampaknya om sia-sia menyuruhmu menghindar dari masalah, ya sudahlah esok kamu temui sersan Hilda di sini," om Bagas mencatat sebuah nama lokasi, dimana aku harus menemui anak buahnya.

"Ohh! Makasih om," akupun sungkem dengan memegang tangannya, kemudian hendak pamit pulang.

Sampai di depan pintu, om Bagas kembali bersuara.

"Ingat kamu jangan pernah jauh darinya, dan pastikan kamu hanya mencatat jangan ikut campur urusan investigasi kepolisian. Satu lagi semoga kamu bisa belajar darinya ndra," ucapnya sedikit tertahan.

"Siappp om," pintu pun terbuka dan aku keluar sambil menutupnya kembali.

Pikiranku tergiang dengan kata terakhir om Bagas ( "Belajar" memang untuk apa aku belajar lagi, "aku ini hanya wartawan media kriminal. Bukan seorang polisi untuk apa aku harus belajar kembali") pikiranku berkecamuk, entahlah yang jelas aku ingin pulang dan menenangkan diri.

Tak terasa langkah kakiku sudah berada di tangga pelataran luar dari gedung ini, akupun mencari parkiran motorku. Sambil kulangkahkan kaki secara perlahan, kulihat seorang gadis muda berdiri diantara kawannya dengan seragam dinas yang serupa, namun warnanya berbeda dengan polisi pada umumnya, pakaiannya berwarna hitam, dan celana hitam khas dari pasukan khusus kepolisian. Dan tak lama beberapa perwira tampak keluar dari mobil sedan luxury yang baru saja tiba, para petinggi itu terlihat tergesa-gesa memasuki gedung. Kemudian mereka yang tadi berjaga mengikutinya dari belakang. Gadis itu menoleh dan tersenyum kepadaku, akupun membalasnya tak sengaja kulihat nama didadanya yang bertuliskan "Hilda".







INDEX

Spoiler for ilustrasi karakter:




Bingung

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Red Rose

Part 1

Part 2

Part 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 6
wah seru ini kyknyq..lanjuttttt
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan masnukho memberi reputasi
izin gelar tiker gan..
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan masnukho memberi reputasi
jejak pantau dulu baca ntaran emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan masnukho memberi reputasi
gak apa2 fiksi yang penting update sampai tamat daripada pake embel2 kisah nyata tapi kentang karena tsnya hilang entah kemana atau pake alasan yang dibuat2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kutrex dan 2 lainnya memberi reputasi
mawar hitam kayanya bagus nih
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan masnukho memberi reputasi
Izin neduh dulu ya gan
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan masnukho memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Semuanya makasih dah berkunjung di trit ini..
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Keren nih gan, cerita tentang detektiv
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
wih, om sruput capunk si pemikir bkin cerita.

meski fiksi asalkan update mpe tamat ya om. emoticon-Malu
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Quote:


Makasih

Quote:


Mudah-mudahan update lancar ya
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Hmm... Masih saya pantau
Fiktif dan enak dibaca gan!!
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Quote:


Oke om..
Di sruput doeloe kopinya. emoticon-Malu (S)
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Quote:


Monggo di pantau...

Quote:


Serupuut dolo gan emoticon-coffee
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
bakal lanjut ndak ni om ?
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Quote:


di usahakan sehari update... emoticon-Big Grin
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
update gan...
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
moga story line bagusemoticon-Big Grin
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
lanjotttt
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Bingung


Part 1

"Tulalit, tulalit aya hitut suaranya alit" dering smartphone ku berbunyi menganggu sujud khusyuku ketika waktu subuh tiba.

Setelah selesai menunaikan kewajibanku sebagai mahluk Tuhan, akupun mengambil handphone ku tadi. Ada dua panggilan tak terjawab, "om Bagas! Ada apa pagi-pagi sudah menelepon," gumanku dalam hati. Akupun segera menelepon balik dengan perasaan was-was, tidak biasanya om Bagas menelepon sepagi ini.

"Hallooo assalamualaikum....om" ucapku menyapa.

"Wa'alaikum salam, Ndra maaf tadi om telepon kamu ga angkat,"

"Iya om, tadi Indra lagi shalat dulu ini baru beres, ada apa ya om?"

"Ini ndra, kamu nanti temui Hilda di Hotel Sentosa, ada kasus serupa dengan lambang yang sama, mawar hitam! Nanti kamu langsung kesana aja ya, kamu tahukan tempatnya?"

"Ohh iya om, ya aku tahu kok tempatnya maaf om Indra jadi merepotkan," ujarku penuh hormat.

"Kamu ini kan memang sudah biasa merepotkan om, hehehe! Ya sudah kamu hati-hati pakai tanda pengenal yang om kasih biar kamu bisa masuk ke TKP, ingat jangan terlalu jauh melangkah,"

"Siappp om, makasih banyak ya om"

Percakapan kami pun usai, kembali aku dipenuhi tanda tanya, kasus lagi dengan tanda yang serupa. Nampaknya membuat diriku semakin penasaran, entah kenapa berita kriminal hari ini membosankan, tak jauh dari penangkapan copet, maling ayam dan penggerebekan miras oplosan. Terkadang Pak Jaya sebagai atasanku meminta diriku menulis dengan judul yang bombastis, sedikit membuat kontent kriminal picisan yang urusannya dengan ranjang. Padahal berita remeh temeh itu selalu membuatku muak, entah kenapa tapi aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku ini, entahlah pekerjaan menulis berita kriminal sudah menjadi santapanku selama dua tahun ini.

Hingga akhirnya aku membuat berita terkini dengan konten yang serius, pembaca sepertinya suka dengan hal itu namun tidak dengan Pak Jaya, ia selalu berpendapat kontent kriminal mesum lebih disukai, tapi ia tak menekan diriku karena berita yang kusajikan mempunyai view tinggi itu semua berkat om Bagas yang membantuku bila ada sesuatu yang akan diselidiki oleh anak buahnya, hingga tak terasa aku pun menjadi kenal beberapa polisi, bahkan para perwira kelas atas pun aku mengenalnya. Tapi beritaku lebih disuka publik karena selalu up to date masalah kriminal negeri ini, walau terkadang Pak Jaya masih ingin aku menulis dengan gaya yang cenderung lebih bombastis, agar banyak para pembaca tertarik.

"Hufffff" hampir saja lupa, aku mengirim email ke bagian redaksi berita di media ternama negeri ini, biasalah tentang kriminal sehari-hari. Untuk di publish secepatnya karena sistem berita sekarang online, tidak ada media cetak seperti masa lalu, jadi pekerjaanku sekarang ini lebih banyak di lapangan dibandingkan di office. Dengan kamera dslr tuaku yang selalu menemani hari-hariku memburu berita terkini.

Selanjutnya...

#Bersambung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Siap dah update

Quote:


Mudah-mudahan baru blajar nulis

Quote:


Monggo sudah dilanjut
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di