CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gojek Sumbang Rp9,9 Triliun ke Perekonomian Nasional
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ab4a1019478684e2d8b4567/gojek-sumbang-rp99-triliun-ke-perekonomian-nasional

Gojek Sumbang Rp9,9 Triliun ke Perekonomian Nasional

Gojek Sumbang Rp9,9 Triliun ke Perekonomian Nasional
Kamis, 22 Maret 2018 | 14:40 WIB

Gojek Sumbang Rp9,9 Triliun ke Perekonomian Nasional

VIVA – Kehadiran penyedia layanan transportasi daring, Gojek berdampak pada perekonomian nasional secara makro maupun mikro. 

Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia dengan topik Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia, yang dipublikasikan Kamis 22 Maret 2018, menunjukkan, layanan besutan Nadiem Makarim ini berkontribusi Rp8,2 triliun per tahun untuk perekonomian nasional. Kontribusi ini dihasilkan dari penghasilan mitra pengemudi roda dua Gojek. 

Kontribusi besar juga ditunjukkan mitra Gofood. Riset menunjukkan, penghasilan mitra UMKM ini diperkirakan memberi tambahan Rp1,7 triliun ke perekonomian nasional per tahun. Jika ditotal, kontribusi Gojek ke perekonomian nasional dari dua kategori itu, yakni Rp9,9 triliun.

Sedangkan 89 persen konsumen Gojek dalam riset mengaku keberadaan layanan transportasi daring itu berdampak positif bagi masyarakat secara umum. 

Gojek Sumbang Rp9,9 Triliun ke Perekonomian Nasional
soorce:https://twitter.com/ldfebui/status/976667511184703488/photo/1

Jika Gojek berhenti beroperasi, 78 persen konsumen mengatakan pemberhentian itu akan berdampak buruk bagi masyarakat.

Riset juga menunjukkan Gojek mengurangi tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja. Hal itu ditunjukkan dengan statistik 77 persen mitra pengemudi berusia 20-39 tahun, 15 persen mitra pengemudi lulusan perguruan tinggi/sekolah tinggi, 83 persen mitra pengemudi punya tingkat pendidikan SMP-SMA sederajat dan 78 persen mitra pengemudi punya tanggungan.  

Riset ini dilakukan pada periode Oktober sampai Desember 2017 dan melibatkan lebih dari 7.500 responden dari pengemudi Gojek roda dua, mitra UMKM, serta konsumen di sembilan wilayah, yaitu Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DIY Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.
https://www.viva.co.id/digital/10191...omian-nasional

-------------------------

... berarti gojek berjasa mengurangi pengangguran dan menaikkan pendapatan masyarakat. Maka rekomendasinya ke Pemerintah (dan masyarakat seharusnya) berbunuyi sbb: perbanyaklah ojek se anteroo tanah air karena bisa mengurangi dampak negatif pengangguran, dan sekaligus bisa menaikkan pendapatan masyarakat Indonesia. Disamping itu, karena gojek  telah menjadi alternatif sarana transportasi pilihan utama masyarakat, sehingga ini sangat menguntungkan bagi Pemerintah karena nggak perlu lagi repot-repot menyediakan sarana transportasi yang baik dan nyaman serta murah-meriah (MRT, Bus AC, dan sejenisnya)  seperti yang ada di negara-negara maju Eropa Barat anggota MEE atau China misalnya


Jadi sisi lain dari keberadaan ojek itu sesungguhnya menunjukkan  sisi wajah "kegagalan" Pemerintah di dalam memberikan lapangan kerja yg layak dan upaya memperbaiki pendapayan rakyatnya. Dan lemahnya layanan  transportasi umum yg nyaman dan aman yg bisa disediakan oleh Negara (bus kota, KA, MRT, Taxi) untuk kehidupan yang lebih baik dan beradab.

Penelitian ini juga bisa di kritik dari sisi  metodenya bukan menggunakan pendekatan "benefit-cost ratio" untuk menghitung dampak makroekonominya. Umum digunakan metode ini kalau mau mengukur dampak sebuah keadaan/frnomena/kebijakan yang berdampak luas kepada masyarakat. Intinya, di ukur dulu sebera[pa besar  manfaat secara total yang diperoleh masyarakat akibat adanya 'proyek  itu (disebut juga "Social Benefit')'. Lalu di ukur pula kerugian-kerugian yang diderita masyarakat akibat keberadaan 'proyek''ini (inilah yang disebut "social cost'), Biaya sosial (Social Cost) yg muncul akibat maraknya sepeda motor gojek, seperti:  kemacetan lalu-lintas, frekuensi kecelakaan yg naik, kerugian dan matinya bisnis transpotasi angkot dan bus kota, polusi, sampai hilangnya kesempatan pajak yg bisa dipungut negara dari jasa gojek yg hilang itu.

Lalu  semua dijumlahkan,  dan dibandingkanlah kemudian antara "Social Benefit"dan "Social Cost" daripada keberadaan 'proyek' yang bernama Gojek itu se antero tanah air selama ini, sejak kelahirannya dulu pertama kalinya. Bila 'benefit social'nya lebih besar daripada 'social benefit'nya, itu artinya kegiatan 'proyek'gojek itu memang betul menguntungkan Indonesia atau perekonmomian secara nasional. Tapi bila ternyata bisa syang terjadi justru "social cost"nya lebih tinggi ketimbang "benefit social"nya? Itu artinya, secara makroekonomi sesungguhnya bisnis gojek itu merugikan masyarakat atau merugikan perekonomian nasional secara makroekonomi.. 

Yang pasti diuntungkan adalah perusahaan aplikasinya, terutama dari keuntungan iklan dan keuntungan dari memutar saldo  dana user gojek yg bisa mencapai triliunan rupiah pertahunnya. Dan dari kenaikan  harga saham perusahaan aplikasi gojek itu yg terus naik di bursa saham.


Halaman 1 dari 2
luar biasa emoticon-Big Grin
lanjutkan dengan go-crot
sugoi emoticon-thumbsup
masih kalah sama oke oce emoticon-Leh Uga:

mending start up lokal yg diguyur duit sama calon2 pemimpin, janjinya kok malah guyur duit ke kalangan religius
ga bakal bantu perekonomian indonesia
[QUOTE=kodoni.com;5ab4a143d89b098d3c8b4571]luar biasa emoticon-Big Grin [/QUOTE

emoticon-Big Grin
NUNGGU BECAK LISTRIK 18 JTAN OPTIMIS NGALAHIN OJOL NGOAHAHA emoticon-Leh Uga
ayo gojek IPO dong
Quote:


Ini gua setuju karena sebenernya keadaan ini sudah terjadi bertahun tahun..mana ada lapangan pekerjaan yg di kasih sama pemerintah selain lowongan PNS yg setengah mampus masuknya belum lagi mafia mafianya. Kalo soal transportasi umum mah gak usah cerita,,,males

Gojek saatnya Go Public..
biar yg laen ikut "kaya" emoticon-Malu
alternatif kalau bis transJ kagak dateng2 emoticon-Cool lumayanlah keluarin duit buat ojek daripada uang makan dipotong gara2 telat emoticon-Cool
driver penelan sperma..
bayar pajak gak ? emoticon-Big Grin
itu duit investor yang dibakar, wahai media goblok
tinggal nunggu gobang! gojek terbang ala ala wagabener bango....
Quote:


mungkin keliatannya bagus, tapi lambat laun kalo gojek masih pake teknik mbakar uang investor ya bakal turun juga kedepannya emoticon-Ngacir Tubrukan
Menarik sekali bacaan kali ini,
Keren
Sebenernya gua sering pake go food... Lbh sering order yg ada delivery promo ongkirnya cm 4000 perak...

Msh mikir untung dmn ya pihak gojeknya? Ga mungkin dipotong ke drivernya kalo delivery promo dr yg 9rb jd 4rb...
Ini riset pesanan gojek ke UI ... makanya hasilnya mirip survei politik yang hasilnya bergantung pemesannya

emoticon-Ngakak:
Quote:


Masih fase bakar duit investor boskuh, belum fase ngambil untung. Nanti ada waktunya. Kita lihat sepak terjang selanjutnya dari startup 1 ini.

Quote:


Berarti bego jg investornya.. ngucurin dana tp saham ga ada, misi visi kita ga tau krn itu yg dibicarakan antara investor dan pihak gojek.

Tp bs aja gua salah, krn gua ga tau pebisnis kalangan inter cara berpikirnya bagaimana.

Bagaimana mereka bs donasi dana tanpa ada alasan yg bagus.

Apakah umpan dana yg digelontorkan nnt setelah sudah mulai mengambil untung, org ttp akan setia? atau kabur?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di