CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab - Part 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56a31cc1d89b0916148b4569/clean-anda-bertanya-sufisalik-menjawab---part-1

[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 424 dari 511
numpang lewat aja dah emoticon-Traveller

[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab - Part 1
Quote:


Sori2 ni din.. Cuma koreksi aja.
" makanlah kamu sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang".

Itu bukan hadist nabi saw emoticon-Angkat Beer
emoticon-linux2
Quote:


“Cukuplah bagi anak keturunan Adam agar makan sekadar untuk menegakkan tulang sulbinya (tulang punggung). Melainkan jika ia tidak dapat mengelak, maka isilah 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumannya, dan 1/3 untuk nafasnya.” (Hadis Riwayat at-Tirmidzi, no. 2380. Dinilai sahih oleh at-Tirmidzi)

Untuk makan, kebutuhannya adalah menegakkan tulang punggung

Untuk mengawasi agar diri tidak terjebak nafsu saat makan bisa gunakan rumus 1/3 kapasitas perut yaitu 1/3 makan, 1/3 minum dan 1/3 untuk udara

Sama-sama mas emoticon-Smilie
Quote:


Iya kah? Oke..makasi mas sarannya emoticon-Smilie

Sebenarnya fokus saya itu bukan ke hadist atau tdk mas, tapi lebih ke dasar/landasan/alasan. Jd ketika saya memilih satu dari sekian pilihan,tentu saya tau apa yg saya lakukan. Mas percaya priwil toh? Kalok percaya yo kalem ae mas emoticon-Smilie

Matur Sembah Nuwun... emoticon-Smilie
Quote:


Berarti teorinya ndak beda sama saya yg dulu bang,prakteknya saja yg kesusu dulu.

Ijin praktek ilmu tahapan dzikir nya bang, Matur Sembah Nuwun... emoticon-Smilie
Quote:


Gw kalem kok din. Cuma menasehati aja sebelum lo jatuh dlm kesesatan yg lebih dlm emoticon-Angkat Beer
Quote:


Mung... Bener ga sih ada tingkatan dlm tassawuf dimana ketika seseorang telah sampai pada tingkatan makrifat maka dia terbebas dr syariat? Artinya sudah tidak diwajibkan lg padanya untuk sholat, zakat, puasa, dll? emoticon-Angkat Beer
Quote:


Lo juga salik cung? emoticon-Angkat Beer
Quote:


Silahkan mas

Sama-sama mas emoticon-Smilie

Quote:


Tidak mas emoticon-Smilie
Quote:

izin sumbang pendapat dinemoticon-Embarrassment

makan itu kan memang kebutuhan jasmani
kita butuh itu
OKE?emoticon-Smilie

nah skarang masalahanya terkadang menyelip napsu di situ
natara lain napsu utk memuaskan keinginan perut

mari kita beajar dari tauladan rasulullah:
1. dia pernah dalam 3 hari baru makan
2. sayidina ali pernah berpuasa 3 hari hanya berbuka dengan air putih.
mereka ndak kalah oleh napsu perutnya

nah para salik dilatih berpuasa dengan berbuka seadanya
pada saat gw pertama kali berkholwat, gw kira gw berbuka selayaknya gw berbuka puasa ramadhan yg makan nasi dan lauk pauknya. ternyata hanya diberi 2 lembar roti putih, besoknya hanya 2 tahu tanpa rasa, dst....

latihan2 tsb menurut gw bukan tanpa alasan atau berlebihan...
tapi melatih kita menundukan napsu makan kita sekaligus bertawaqal pada menerima rezeki apapun yg Allah beri.

ndak ada jaminan ndak ada napsu dlm diri kita
tapi kita bisa senantiasa berlatih utk menundukannya

itu menurut gwemoticon-Smilie
Quote:

Fahimna emoticon-Salaman:
Quote:


Berarti ajaran2 semacam itu tidak ada di tasawuf ya. Jadi setiap manusia yg telah sampai pada tingkatan makrifat tetap harus menjalankan syariat sesuai ketentuan Allah & rasulnya. emoticon-shakehand
Apakah itu hanya pandangan tarekat haqmaliyah mengenai tasawuf saja, atau ada tarekat2 sufi lainnya yg memang percaya kepada hal2 semacam itu?
" makanlah kamu sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang"

Lapar <= Waktu Untuk Makan => Kenyang

Masa Lampau <= Saat Ini => Masa Depan

Iseng-Iseng Mengamati Obat Nyamuk Bakar
[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab - Part 1

emoticon-Smilie
Diubah oleh dharmasuta2018
Quote:


Belum bro, cuma tertarik aja emoticon-Smilie
Quote:


Apanya yg menarik cung? emoticon-Angkat Beer
Pandangan Al-Ghazali tentang Ma’rifat

Menurut Al-Ghazali, ma’rifat adalah mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada, alat untuk memperoleh ma’rifat bersandar pada sir-qolb dan roh. Pada saat sir, qalb dan roh yang telah suci dan kosong itu dilimpahi cahaya Tuhan dan dapat mengetahui rahasia-rahasia Tuhan, kelak keduanya akan mengalami iluminasi (kasyf) dari Allah dengan menurunkan cahayanya kepada sang sufi sehingga yang dilihatnya hanyalah Allah, di sini sampailah ia ke tingkat ma’rifat.

PandanganAl-Ghazalitentang-As-As’adah

Menurut Al-Ghazali, kelezatan dan kebahagiaan yang paling tinggi adalah melihat Allah (ru’yatullah) di dalam kitab Kimiya As-Sa’adah, ia menjelaskan bahwa As-Sa’adah (kebahagiaan) itu sesuai dengan watak (tabiat). Sedangkan watak sesuatu itu sesuai dengan ciptaannya; nikmatnya mata terletak pada ketika melihat gambar yang bagus dan indah, nikmatnya telinga terletak ketika mendengar suara merdu.
tingkatan iman menurut Al Ghazali

“Keimanan tingkat awal, imannya orang-orang awam, yakni iman dasar taklid.

Tingkat kedua, imannya para mutakallimin (teolog), atas dasar campuran (taklid) dengan sejenis dalil.

Tingkatan ini masih dekat dengan golongan awam.

Tingkat ketiga, imannya para arifin (sufi) atas dasar pensaksian secara langsung dengan perantara nurul yaqin.(ihya’ ‘ulumuddin, III, hal. 15).


emoticon-Embarrassment
Quote:


Bingung gua juga emoticon-Amazed
Quote:


Termasuk taklid pada imam gozali emoticon-Angkat Beer
Halaman 424 dari 511
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di