CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Di Kampung Gua Permainan Legendaris Ini Sudah Mulai Punah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aaf50cdd89b0911738b4573/di-kampung-gua-permainan-legendaris-ini-sudah-mulai-punah

Di Kampung Gua Permainan Legendaris Ini Sudah Mulai Punah

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 12
JANGANKAN MAU MAININ PERMAINAN ITU, ORANGNYA AJA SUDAH GAK ADA.

ORANG TUA SEKARANG LEBIH MEMILIH MEMBELIKAN HP, LAPTOP DAN SEBAGAINYA AGAR ANAK MAU MAIN DIRUMAH SAJA, GAK PERLU KELUAR RUMAH.
jadi inget masa lalu .... emoticon-Games

emoticon-Imlek emoticon-Imlek
anak anak sekarang maenannya mobile legend gan emoticon-Hammer2
Sekarang mainanya gadget gan
di kampung ane juga udah punah emoticon-Turut Berduka
galaksing
Quote:


Kids jaman now, udah ML aja..
emoticon-Cape d...
Quote:


ml : mobil lejen... bukan ml yang nganuh gan.... emoticon-Cape d...
Quote:


kuy mabar gan emoticon-Big Grin avatar ente emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Quote:


ya bre ava ane mw gnti
Pad tujuhbelasn.kadang masih ad.
Quote:


Gua kira yg nganu..
emoticon-Malu
Quote:


wogh... piktor. emoticon-Leh Uga
Quote:


Jangan bre, bagus gitu lah. Unik beda dari yang laen.
Quote:


oh ok dh kl bgtu bre ga jd gnti emoticon-Goyang
jamannya dah beda Om
Ini Gan,

Beritagar mencoba untuk menulis permainan berbasis data, dan menariknya gan, permainan yang diciptakan oleh Kakek-kakek kita ternyata semua mengandung kecerdasaan yang luar biasa.


Di daerah asal Anda, apa nama permainan yang tertera pada foto di atas? Congklak? Badaku? Dakon? Atau ada sebutan yang lain?

Untuk mereka yang lahir dan besar di Banten dan Jawa Barat, permainan yang biasanya melibatkan dua pemain ini dikenal dengan nama "congklak".

Zaman dulu, warga DKI Jakarta menyebut permainan ini dengan nama "punggah", karena biji-biji dijalankan dan dimasukkan ke dalam "gedong" yang berupa rumah induk di kedua ujungnya. Rumah induk ini yang disebut punggah.

Perlahan, nama punggah mulai tergantikan juga dengan congklak.

Permainan yang menggunakan cangkang kerang kecil atau biji-bijian -- bahkan batu-batuan kecil juga bisa -- sebagai alat bantu main, memang punya banyak nama di seluruh Indonesia.

Di daerah Jawa Barat, permainan ini disebut "dakon". Sedikit ke tengah dan timur Jawa, permainan ini lazim disebut "dhakon" atau "dhakonan".

Ketika sudah berada di provinsi yang ada di seberang Pulau Jawa, misalnya saja Kalimantan Tengah, permainan ini berubah nama menjadi "badaku". Begitu juga orang Sumatra Utara yang sering menyebut permainan ini dengan nama "makaotan".

Tidak ada catatan jelas bagaimana dan dari mana permainan ini berasal. Namun pada zaman dahulu, permainan ini biasanya dimainkan di lubang-lubang yang dibuat langsung di tanah, dan biji-bijinya terbuat dari pecahan genting.

Meski namanya berbeda-beda, aturan permainan ini relatif sama.

Menyisir situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dulunya permainan ini hanya terdiri dari empat anak lubang yang saling berhadapan dan satu lubang pada masing-masing ujung di sebelah kanan dan kiri, sedang bijinya berjumlah total 32 buah. Tiap satu anak lubang diisi empat biji.

Pada perkembangannya, satu set mainan ini bisa memiliki lebih dari empat lubang. Ada yang mengisi tiap lubang mengikuti jumlah anak lubangnya, ada juga yang mengisinya langsung dengan 10 biji di tiap anak lubangnya.

Berapa pun itu, permainan ini akan dianggap selesai bila sudah tidak ada lagi biji yang bisa diambil di anak lubang. Pemenangnya adalah dia yang mendapatkan biji terbanyak di rumah induknya.

Permainan ini tetap bisa dimainkan oleh lebih dari dua pemain dan/atau dengan jumlah genap, selama papan permainan juga ada sebanyak jumlah pemain dibagi dua.

Pada permainan dengan jumlah lebih banyak, para pemain akan mulai menjalankan biji congklak dalam waktu yang sama. Pemenang di tiap-tiap kelompok nantinya akan saling bertanding hingga tersisa satu pemenang pada babak akhir.

Tak ada aturan saklek yang menyebut permainan ini hanya bisa dimainkan perempuan atau anak-anak. Sebab, manfaat penting dari bermain congklak adalah membantu pemainnya berpikir cermat.

Di Indonesia, permainan tradisional yang dapat mengasah kecerdasan pemainnya tentu bukan hanya congklak.

Dari 516 nama permainan tradisional yang diinventariskan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan diolah tim Lokadata Beritagar.id, ada 185 permainan tradisional yang punya manfaat mengasah kecerdasan kognisi dan motorik.

Nilai kecerdasan itu mendominasi dibandingkan dengan kerja sama, kompetisi, sportivitas, kemandirian, dan religi/budaya. Angka ini masih bisa berubah, karena ada 30 permainan yang tak ditemukan penjelasannya dalam situs Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Di Kampung Gua Permainan Legendaris Ini Sudah Mulai Punah


Sumber: Beritagar.id

emoticon-Hansip
emang sedih sih liat fenomena sekarang emoticon-Frown
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Halaman 5 dari 12


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di