- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Cerita karangan gue waktu tugas sekolah dulu yang berjudul "DEJAVU"
TS
aismarcianoo
Cerita karangan gue waktu tugas sekolah dulu yang berjudul "DEJAVU"
Halo agan agan semua,awalnya ane mau minta maaf kalau thread ini jelek banget soalnya ini thread pertama ane 

Jadi gini agan-aganwati semuanya,ane nemu karangan ane waktu sekolah dulu di email,terus ane rasa sayang kalau di diamin gitu aja jadi ane post aja disini gan
LANGSUNG AJA YA GAN
Code:
Dejavu
Aku tersentak dipagi hari,disebabkan oleh suara berisik terompet di kamar sebelah ku,berisik sangat berisik,dan bell kamarku pun berdering,kubukakan pintu,ternyata itu kedua teman ku,dino dan mia.
"ah elu mik,nok,pagi pagi ngapain kesini?"
"tujuh belasan lo ini tok,bagun woy bangun!"
ujar si dino
oiya namaku Mojito biasa dipanggil itok,karena ini 17an kami langsung bergegas ke istana negara untuk menyaksikan upacara bendera.
sesaat dijalan,kami menjumpai pak tua van vick,kakek kakek tetangga yang keturunan belanda.dan kami pun menyapanya
"selamat pagi kek"
"........"
kakek itu tidak menghiraukan kami,hanya menatap kami dengan wajah yang datar.
"sombong sekali pak tua itu,menjengkelkan sekali"
ujar dino
akupun bingung,biasanya kakek tua itu sangat ramah,mungkin dia lelah.
sesaat dijalan
Mia seru sekali membaca buku sejarah indonesia pada bab kemerdekaan.
"Bendera merah putih dikibarkan pada tanggal 17 agustus 1945 di jalan pegangsaan timur no.56"
ujar mia dengan serunya.....
sesampai di istana negara,kami mulai melihat sekeliling.banyak kakek" dengan seragam tentara,itu adalah para pejuang yang masih hidup,jasa mereka pasti akan dikenang.dan akhirnya upacaranya akan segera di mulai,suasana begitu meriah,suara drumband menyatu dengan telinga kita masing masing,meriah la pokoknya.
upacara dimulai.
semua orang disitu hormat kepada
sangsaka merah putih,lagu indonesia raya dengan lantang di kumandangkan.
disaat upacara dimulai kami bertiga merasa seperti akan ada sesuatu yang buruk terjadi,cuaca dengan drastis berubah menjadi mendung,angin berhembus kencang,sementara suara nyanyian semakin keras.
akhirnya lagu indonesia raya selesai,dan sangsaka merah putih tiba di ujung tiang.
terdengar bunyi raungan pesawat dari kejauhan,semua peserta upacara terdiam serta kebingungan.semakin lama semakin mendekat.
kami semakin bingung,hingga akhirnya muncul ribuan pesawat terbang di langit,kami semua merasa senang dan terhibur.tetapi,hiburan tersebut senyap secara drastis ketika kami menyadari kalau pesawat-pesawat tersebut tujuannya bukan untuk atraksi,melainkan menembakkan meriamnya kepada kami,kepada semua warga yang tinggal di kota ini.
semua orang lari kepanikan,kami bertiga juga diteror dengan ribuan peluru,sedikit demi sedikit warga sudah berjatuhan,bangunan hancur lebur.
setelah pesawat pesawat itu berhenti menembak,lalu ada ribuan tentara asing terjun dari pesawat pwsawat itu,para tentara itu langsung membantai tanpa belas kasihan,tidak memandang maupun itu orang tua,ibu ibu,maupun anak kecil.
tanpa banyak pikir kami bertiga langsung lari kedalam suatu gudang,dan bersembunyi di situ.
terdengar suara orang orang sedang dibantai,kami jelas sangat ketakutan.
aku dan dino sedang memikirkan jalan keluar dari tempat ini,sedangkan mia sudah terdiam pucat ketakutan,sesaat kami memikirkan rencana tersebut,kami mendengar suara orang bernafas tersengal sengal,kami kaget dan menoleh kearah sudut,ternyata itu adalah salah satu kakek pejuang tadi,kakek itu hanya mengatakan satu kalimat.
"Ini terulang lagi,nak!"
karena panik kami langsung lari tanpa tau arah,tiba tiba kami dikepung dan tersudut,kami sudah sangat pasrah.
para tentara itu tertawa jahat dan berteriak bahasa asing.
"aku tahu bahasa ini,in bahasa belanda!"
kami berpikir bahwa sejarah terulang kembali.
dengan wajah senyum,para tentra itu menembaki kami,dan dunia seketika menjadi gelap,dan aku tersentak.oleh suara berisik terompet dari kamar sebelah,dan bell ku pun berdering,saat aku membuka pintu,ternyata itu kedua temanku yang mengajak untuk upacara 17an.
kami langsung bergegas.
saat dijalan menuju keluar apartemen,aku menceritakan mimpi buruk ku tadi.
"halah itu cuman mimpi,gausah dibawa serius kali"
ujar dino
dan kami melewati pak tua van vick
dan menyapanya,tetapi pak tua itu hanya diam saja.dasar orang tua sombong!
Sekian Gan
Silahkan diberikan kritik saran dan kasi tau ane gan kalau misalnya cerita ini mirip sama cerita orang
Terimakasih banyak agan agan dan aganwati

0
1.9K
2
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan