CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a293a0e14088d66338b4568/jeruji-patah-hati

Jeruji Patah Hati

Jeruji Patah Hati


Terima kasih, teruntuk kalian yang pernah mengisi hati. Walau akhirnya hanya pergi dengan tinggalkan janji, beserta rasa yang sudah mati.


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
profile-picture
anasabila memberi reputasi
Diubah oleh raymonsulthan
Halaman 1 dari 3

Part 1 - Beranjak Dewasa

Belakangan ini sudah banyak sekali kebahagiaan yang kulewati, dalam rentan kurun waktu hampir setahun kuhabiskan siang ke malam hingga pagi datang dengan kumpulan soal dan materi yang bertebaran.

Tak dikira itu buahkan hasil yang cukup bangga kata mamah, Matematika kudapat nilai sempurna, IPA kudapat kurang dua dari 10 totalnya, dan Indonesia entah kenapa malah hancur jadinya.

Ya, itulah takdir yang telah Allah berikan selepas Ujian Nasional tingkat sekolah dasar kemarin.

Masih bisa dikenang, karena banyak yang terjadi saat itu, mulai dari untaian kata yang mereka ucap diam-diam karena takut ketahuan pengawas, hingga getir lengan yang dengan sigap mengambil helaian kertas yang terbang diantara kaki bangku kawanku.

Lucu ya, aku bercerita tentang kenangan di sekolah dasarku dengan tidak kubuat-buat, aku lebih senang membiarkan seperti itu apa adanya, agar semua cerita yang ada tetap utuh sebagaimana mestinya.

***


Beralih ke nuansa baru yang kusebut sebagai sekolah menengah pertama.

Kala itu November, gemericik hujan seringkali nampak dihadapan mata untuk mengguyur bumi yang sedang haus.

Diam-diam kuperhatikan rintiknya yang berjatuhan menyentuh tanah dengan acak, jahat juga ya, tak kenal siapa yang dituju untuk dibasahkan.

Aku saat ini sedang diam melamun diatas sofa tempat biasa kududuk, dari balik jendela kulihat banyak sekali korban dari rintik hujan yang berjatuhan, dedaunan tampak menangis, namun bingung dirasa ketika bunga tampak senyum sumringah kegirangan. Tunggu dulu, atau jangan-jangan semua makhluk ciptaan Tuhan sedang bergembira saat ini? Karena sedang kulihat pula beberapa anak seumuranku sedang tertawa sambil berlarian kesana dan kemari,

mereka tak kenal lelah!

Quote:


Bertambah lagi ingatanku tentang masa lalu, oh, ternyata seperti itu aku berkeluh kesah karena hanya tidak bisa ikut merasakan dikeroyok hujan.

Bosan terus menumpuk, memaksaku bangun dari sofa itu, lalu berjalan keruang keluarga untuk menonton tv, sedangkan mamah sudah selesai menyiapkan makan malam untuk kami sekeluarga.

Ah, papah belum juga datang, padahal adik kecilku sudah menunggu..

Sebentar, dede kemana ya?!

Quote:


Apa aku lupa karena melamun tadi ya? Atau sebenarnya aku tidak sungguh-sungguh ingat jika tadi sebenarnya dede ada disampingku, dan mungkin ini jawabannya.

Pintu luar terbuka, gerbangnya juga, dan betapa sangat menyebalkannya ketika aku lihat di teras rumah, ada seseorang yang telah basah terguyur hujan, basah sekali, bajunya kotor, celananya sudah terlepas dari tempat yang seharusnya, dan dengan entengnya dia berkata padaku,

Quote:


Kututup pintu, kuncinya kuputar kekiri, lalu berbalik badan, berjalan, menuju kamar untuk tidur.

Quote:


Quote:


Quote:


Kuberjalan keluar kamar, menuju pintu depan rumah, kuputar kuncinya ke kanan, kutarik pintu kedalam, dengan senyum yang paling manis, aku berkata;

Quote:


Entah dulu mamah ngidam apa saat mengandung adikku ini, rasanya ingin sekali kulempar dia dengan bantal hingga menangis, namun apa daya, itu terlalu bunuh diri, karena pasti aku akan dibuat menangis lebih keras oleh papah atau mungkin mamah.

Ah, kamu tau apa yang ia berikan tadi padaku? Setoran, berupa celana dan seperangkat pakaian dalam miliknya yang sudah bau pesing.

Lalu sebenarnya, apa yang ia maksud dengan menyebutkan kata Bos padaku tadi?!

Yah, pada akhirnya aku memang harus tetap bersabar, karena kakak yang baik dan bertanggung jawab adalah aku yang selalu dijadikan panutan olehnya.

Namanya Ridho, masih seumur jagung, dan sedang asik-asiknya bermain tajos jika hujan tak datang.

Sekilas, aku secara tidak langsung dipaksa untuk tetap bisa mengerti situasi dan kondisi, lalu kemudian memahami arti dari sebuah kalimat, bahwa hidup haruslah terus dibarengi dengan bertumbuh dewasa.

*catatan sore, 7 November 2010.
Diubah oleh raymonsulthan
Izin nyimak gan
Quote:


iya kak silahkan, semoga suka emoticon-Malu (S)
Nebeng pajwan ahhh,, semangat gan
Quote:


Makasih kak, silahkan, semoga suka emoticon-Malu (S)

Part 2 - Namaku Raymon

Malam sudah berlalu menuju pagi, tentunya tanggalan di kalenderpun tiba-tiba berubah menjadi dua bulatan bertumpuk yang sering disebut orang sebagai angka delapan.

Senin, 8 November 2010.

Sudah kutentukan sebagai hari paling menyebalkan sepanjang hidupku hingga detik ini, karena papah hanya memiliki sebuah motor, jadi aku dengan muka cemberut mengikuti mamah berjalan kaki menuju jalan besar untuk menaikki angkot yang nantinya akan melintasi sekolah baruku.

Maklum, kami hanyalah sebuah keluarga kecil yang berada di kawasan pedesaan yang sejuk di pinggiran kabupaten Cirebon. Untuk mencapai ke jalan besar guna mendapatkan angkot, aku dan mamah harus berjalan kaki sekitar 300 meter jauhnya.

Aku sempat bertanya pada beliau,

Quote:


jawabannya sungguh sederhana, bukan?

Seakan memaksaku untuk berfikir sangat jauh, hingga lelahku berakhir pada sebuah kendaraan beroda empat, yang biasa mengantarku dan mamah jalan-jalan keliling kota. Angkot namanya.

Ditengah perjalanan, lagi-lagi aku melupakan si kecil, yang ternyata daritadi sudah berada di pelukan mamah, sedang tertidur. Sedangkan mamah hanya diam sambil sesekali melihatku dengan senyum manisnya.

Kubiarkan mereka tenang, dan aku sendiri sedang asik memperhatikan sekitar, beberapa kali kulihat ada anak dan ibunya yang juga menaiki angkot dengan jurusan yang sama denganku.

Wah, sepertinya hari ini sangatlah ramai, karena mungkin beberapa sekolah lain juga sedang mengadakan test seperti halnya yang ada disekolahku.

Tak terasa sudah hampir 15 menit aku menduduki jok angkot yang keras ini, dan akhirnya sampai juga di..

Quote:


Pintu gerbang sekolah baruku sudah terlihat, dan kesan pertama kali yang aku dapati adalah,

Quote:


Ya, begitulah Ridho, datang tak diundang, pulang tak diantar, sudah seperti jalangkung yang ada di film-film.

Sungguh, rasanya aku akan betah bersekolah disini, selain suasananya yang adem, sekolah ini juga bersih, jarang sekali kulihat sampah, padahal tadi aku sudah berkeliling dengan dede kesana juga kemari.

Sekilas dengan sekolah ini, jika dilihat dari atas, bentuk bangunannya adalah persegi panjang, cukup luas untuk tingkat menengah pertama, ada sebuah lapangan basket yang diapit oleh beberapa bangunan, di pinggirannya terdapat pepohonan rimbun serta beberapa lampu taman juga tempat duduk, tak jarang pula kulihat meja bundar dari batu yang dibentuk menyerupai batang kayu.

Ada lorong diantara bangunan yang mengapit lapangan itu, kemudian disebelahnya terdapat sebuah masjid dan beberapa bangunan yang kukira itu adalah lab dan ruang guru.

Uniknya, kulihat ada dua buah parkiran disini, yang pertama didepan, setelah pintu gerbang, terdapat sebuah parkiran khusus guru dan staff. Kemudian yang kedua ada dibelakang sekolah ini, tepatnya disebelah ruang guru, parkiran yang ini di khususkan untuk para murid, yang tidak kusukai adalah, untuk parkir disana, aku perlu melewati lapangan terlebih dahulu, tidak efektif rasanya.

Dan ketika aku sedang asik berjalan melihat semua hal tentang sekolah baruku ini, mendadak dede merengek minta makan. Sepertinya dia kelaperan..

Quote:


Lima ratus perak.

Quote:


Aku hanya bisa diam, menahan kesal, menekuk muka, dan berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Sesampainya di kantin, kulihat banyak warung beragam disini, dan ya, seperti kantin pada umumnya, saat itu disekolahku, belum ada yang namanya kantin sehat seperti zaman sekarang ini.

Agak terlihat cukup kumuh, namun tetap layak untuk disinggahi.

Aku memilih untuk memakan nasi kuning beserta gorengan, sedangkan dede, memilih untuk hanya memakan gorengan, dengan saus yang cukup banyak diatasnya.

Setelah makan, aku kembali menemui mamah yang sudah menunggu sejak lima menit yang lalu, katanya.

Ternyata, ada pengumuman untuk murid baru agar segera berkumpul di sebuah ruangan, dan aku cukup terkejut,

karena sudah 8 tahun lamanya semenjak aku menginjakkan kaki disekolah, selalu saja kudapat kelas dengan awalan huruf A. Dan kali ini, lagi-lagi terjadi, aku masuk kedalam kelas VII A bersama rekan-rekan seperjuanganku yang lain.

Quote:


Quote:


Quote:


Entah apa yang ada difikiran anak kecil itu, ia malah girang bukan kepalang karena mungkin ia berprasangka bahwa aku akan mengajaknya main PS saat sampai dirumah nanti.

Rasanya, lama-lama berbicara tentang adekku yang satu itu jadi menyebalkan ya?

Haha, biarkanlah, namanya juga anak kecil.

Kemudian, aku dan rekan-rekan sekelasku dikumpulkan dalam sebuah ruangan, bukan lain adalah untuk mendengarkan penjelasan perihal kegiatan masa orientasi bagi murid baru yang akan diadakan lusa nanti.

Anehnya, justru perkenalan murid baru dilakukan disini, dan sudah ditentukan bahwa yang ada dikelas ini adalah murid kelas VII A.

Satu persatu mulai disebutkan, hingga tiba saatnya aku untuk maju.

Quote:


Seketika itu juga kelas bergemuruh karena tertawa mendengar hobiku yang tidak masuk akal, karena yang lain rata-rata hobinya adalah membaca, belajar, main, bahkan juga ada yang duduk.

Sebentar, duduk adalah hobinya? Itu hobi atau kebutuhan? Haha.

Ya, begitulah kegiatan hari ini, cukup melelahkan, aku, dede dan mamah kemudian pulang untuk beristirahat.

Sesampainya dirumah ternyata papah sudah pulang lebih awal, ia sedang merokok diteras dengan seorang temannya, tanpa basa-basi aku langsung masuk kedalam rumah, namun tidak dengan dede dan mamah.

Kemudian dengan tiba-tiba aku dengar dede berbicara,

Quote:


Rasanya kali ini aku benar-benar tertawa, dasar bocah tengil, ada saja tingkahnya.

Begitulah, aku, dengan seluruh kisahku di hari ini. Sepertinya aku harus segera tidur, karena besok aku harus bangun pagi-pagi guna menyiapkan perlengkapan MOS lusa nanti.

Selamat malam wahai perempuan yang kutemui sesaat sebelum kumakan sepiring nasi kuning di kantin tadi. Kamu manis deh..

*catatan malam, dibawah redup lampu kamarku.
Wihihi, bikin cerita sendiri nih jadinya? Sukses ya bro, thanks udah bantu pejagan kemarin-kemarin! emoticon-Malu (S)
Ijin mejeng di thread pejwan gan😁
Mantab bro, lanjutin eaaaa ijin mejeng dimari yeee emoticon-Cool
Menarik banget ini ceritanya, kek diary gitu, suskes lah gan! Ijin mejeng pejwan ya hehe emoticon-Malu (S)
Quote:


Eh ada agan, iya nihehe, doain ya gan, bismillah emoticon-Malu (S)
Ijin nyimak tulisan nya Gan, semoga bisa sampe selesai emoticon-thumbsup
ngikutin ommad aja gw mah.... ijin baca ye gan....
Ikutan baca karena 2 id TUA di atas emoticon-Big Grin


Lanjut :nyantai
ikutan meramaikan dunian perjun.. eh persfth an juga deh dengan cara joget di marih :goyang
Quote:

Monggo kak, semoga suka ya hehehe

Quote:

Siap nanti dilanjut ya bro hehehe
Quote:


Makasih ya kak, semoga suka emoticon-Malu (S)
Quote:


Aamiin kak, makasih ya😁
Quote:


Ini serius ada legend baca cerita gw? Waduh hormat hamba suhu, semoga suka yaaa hehe emoticon-Malu (S)
Quote:

Waduh, siap kak siapp semoga betah yaa emoticon-Malu (S)

Quote:

Goyang sampe peyang ye gan emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di