BeritagarID
TS
MOD
BeritagarID
Potensi kekacauan setelah Catalunya merdeka

Demonstran pro-persatuan berkumpul membawa spanduk meminta penangkapan Presiden Catalan yang dipecat Carles Puigdemont di Madrid, Spanyol, Sabtu (28/10/2017).
Catalunya menyatakan kemerdekaannya. Sebuah mosi yang menyatakan kemerdekaan disetujui, Jumat (27/10/2017), dengan 70 suara mendukung, 10 menolak, dua abstain, dan 53 anggota parlemen lainnya memboikot pemungutan suara.

Pada hari yang sama, parlemen Spanyol menyetujui keputusan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, untuk memberlakukan Pasal 155 UUD Spanyol untuk mengambil alih pemerintahan Catalunya.

Kekacauan terjadi. Ribuan warga Catalunya merayakan mosi kemerdekaan dengan pengibaran bendera, nyanyian, kembang api, dan teriakan "merdeka, merdeka!".

Di pihak lain, Mahkamah Konstitusi Spanyol hingga komunitas internasional-seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan bahkan Indonesia- menolak mengakui kemerdekaan Catalunya. Deklarasi kemerdekaan pun menggantung.

Presiden Konsorsium Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, dengan tegas mengatakan, Uni Eropa sudah tidak bisa lagi menerima perpecahan dan perpisahan.

Rajoy langsung mengambil sikap tegas dengan memecat Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, karena dianggap telah menimbulkan krisis politik terbesar di Spanyol dalam 40 tahun terakhir.

Bukan hanya Puigdemont, Spanyol juga membubarkan parlemen Catalunya dan memecat kepala kepolisian setempat.

Kejaksaan Spanyol mengatakan akan mendakwa Puidgemont dalam dugaan "pemberontakan" pada pekan depan. Label pemberontak adalah salah satu kejahatan paling berat di Spanyol, hukuman paling ringan untuk ini adalah 30 tahun penjara.

"Spanyol tengah menjalani hari terberatnya. Aku yakin, ini saat yang terpenting untuk mendengarkan yang sebenarnya diinginkan warga Catalunya, supaya mereka bisa memutuskan masa depan mereka tanpa dimanfaatkan oleh orang-orang yang bertindak di luar hukum atas nama mereka," tegas Rajoy dalam Reuters.

Rajoy juga menetapkan diadakannya pemilu untuk menyusun ulang pemerintahan Catalunya pada 21 Desember 2017, dengan masa kampanye untuk para kandidat hanya berlangsung 15 hari sebelum pemungutan.

Tidak jelas apakah para anggota legislatif yang mendukung kemerdekaan bisa mencalonkan diri lagi. Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa parlemen baru nantinya tidak akan jauh berbeda dengan parlemen sebelumnya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Satu yang pasti, keadaan akan semakin kacau. Sebagian warga Catalunya menanggapi keputusan pemerintah Spanyol dengan aksi turun ke jalan selama 10 hari berturut-turut yang akan dimulai pada Senin (30/10/2017), menentang pemecatan Puidgemont dan pembubaran parlemen.

The Guardian menyebut, sekitar 200.000 pegawai negeri sipil (PNS) Catalunya mengaku tidak akan melakukan perintah pemerintah pusat.

Meski begitu, sebagian warga lainnya memasang bendera Spanyol di rumah-rumah mereka sebagai pesan bahwa mereka tak menginginkan adanya perpecahan di tanah air mereka.

Krisis Catalunya dan Spanyol begitu mudah mengundang perhatian dunia. Dunia kini menunggu, apakah pemimpin Catalunya bersedia mundur tanpa perlawanan? Dan apakah pendukung kemerdekaan Catalunya akan meneruskan perlawanan damai setelah Madrid mengambil alih kekuasaan?

Di sisi lain, langkah pemerintah Spanyol mengambil paksa kekuasaan Catalunya kemungkinan besar akan menimbulkan reaksi dari warga yang selama ini menikmati otonomi, seperti kendali penuh terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga keamanan.

Analis politik Eurasia Group, Federico Santi, memperingatkan kemungkinan terjadinya bentrokan yang lebih besar antara polisi nasional dan pegiat pro-kemerdekaan.

Catalunya mendapatkan keistimewaan untuk bisa mengurus negaranya sendiri (otonomi) sejak 1979, sesaat setelah kematian seorang diktator Spanyol, Jenderal Fransisco Franco.
Rajoy diminta menahan diri
Keputusan Perdana Menteri Spanyol itu memang dinilai sangat berani.

Rajoy berharap penyelesaian deklarasi kemerdekaan Catalunya cukup dengan peringatan, sebab para pemberontak di Catalunya tidak memberinya banyak pilihan selain mengembalikan wilayah itu ke legalitas awal.

Rajoy pun menyerukan agar Spanyol untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah represif dalam merespons reaksi Catalunya.

Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk dalam akun Twitter-nya (@eucopresident) mengatakan, saat ini "Madrid" adalah satu-satunya teman bicara kami di Spanyol. Oleh karenanya, Tusk meminta Rajoy untuk bisa menahan diri.

"Saya berharap pemerintah Spanyol lebih memilih kekuatan argumen ketimbang argumen kekuatan," tegasnya.
For EU nothing changes. Spain remains our only interlocutor. I hope the Spanish government favours force of argument, not argument of force.
— Donald Tusk (@eucopresident) October 27, 2017 Reaksi dunia
Rajoy cukup beruntung, selain mendapatkan dukungan warga Spanyol dan beberapa warga Catalunya, dunia juga berada di pihaknya.

Inggris dan Jerman, melalui juru bicara mereka masing-masing mengatakan mereka tidak akan mengakui deklarasi kemerdekaan Catalunya.

Begitu juga Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, yang menyampaikan penolakan serupa. "Prancis berharap Spanyol untuk tetap kuat dan bersatu, karena konstitusi harus dihormati," ucap Le Drian dalam pernyataan resminya yang dikutip CNN.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nuaert, juga memberikan dukungannya bagi pemerintahan Madrid dengan menyebut Catalunya akan selalu menjadi bagian terpenting bagi Spanyol.

Indonesia juga tak mau ketinggalan. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Indonesia tidak mengakui kemerdekaan Catalunya dan tidak mendukung pemisahan Catalunya dari Spanyol.
2. Catalonia is an integral part of Spain. Indonesia will not recognize an independent Catalonia. #FMMarsudi
— KEMLU RI (@Portal_Kemlu_RI) October 28, 2017
"Indonesia tidak mengakui pernyataan sepihak kemerdekaan Catalunya," sebut Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pada akun resmi Twitter Kementerian Luar Negeri, Sabtu (28/10/2017),



Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...alunya-merdeka

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Wacana revolusi putih dari Pilpres turun ke DKI Jakarta

- Blusukan ala Sandiaga untuk Jakarta

- Percikan las pemicu kebakaran pabrik kembang api

anasabila
anasabila memberi reputasi
1
15.4K
100
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan