CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tambah Utang Rp 1.200 T, Darmin: Kita Bangun Infrastruktur Banyak
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59e8745b529a45c66c8b4574/tambah-utang-rp-1200-t-darmin-kita-bangun-infrastruktur-banyak

Tambah Utang Rp 1.200 T, Darmin: Kita Bangun Infrastruktur Banyak

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 2
Utang segitu masih kuatlah Indonesia, GDP per kapita sekitar 4 juta rupiah, tuh utang segitu kalo dirata2 per orang nanggung sekitar 14jt an.

Kalo seluruh rakyat kompak bayar hutang, dengan tanggungan per orang 14 jt dan pendapatan 4jt/bulan, dalam wkt setahun pun bisa dilunasin dengan cicilan 1,16 juta rupiah per bulan. GDP per kapita China aja mungkin 9 juta an rupiah. tapi hutang mereka gede. Amerika per kapita 64 juta rupiah tapi per orang nanggung kira2 700 miliar rupiah.

Buruh aja nuntut gaji 7 juta sama Anies emoticon-Ngakak makmur kan negara kita emoticon-Ngakak
Kaskus kok suka korupsi postingan ya , dah beberapa kali neh ngalamin. Udah posting tapi gak muncul, lupa dah gw ketik apa tadi emoticon-Nohope

....eh baru muncul postingannya.... anehemoticon-Takut
Diubah oleh donal.duck
Hutang 1.261T
Subsidi bbm 250x3th= 750t
Tax amnesty=sekian T
Cabut subsidi sekian T.

Masalahnya ini pd kmna, klo jagoan infrastruktur nya j ga nyampe 1000T.
Maaf klo pemikiran saya salah
Quote:


Jadinya thn 2020 an bree.. makanya klo ada yg menang 2019 / presiden baru.. ketiban rejeki nomplok auto 2 periode emoticon-Ngakak (S)
mau jadi fresiden kok harus nipuemoticon-Ngakak

Tambah Utang Rp 1.200 T, Darmin: Kita Bangun Infrastruktur Banyak
Diubah oleh slimaftercrot
Makin banyak utang makin tinggi gengsinya coy. Sampai titik tertentu yang punya hutang malah lebih kuat daya diplomasinya.
Capres saingan di 2019 bakal gemetar membayangkan warisan hutang negara ini.
emoticon-Ngakak
Silahkan ngutang. Tapi tolong di breakdown dulu itu 1200T jadinya apa saja? Jangan setiap di tanya cuman ngomong "Kita bangun infrastruktur banyak" Anak SD juga bisa kalo jawab begitu doang.

1200T itu bukan duit yg sedikit, kalo di pergunakan dengan bener sudah jadi bermacem2
Silahkan ngutang. Tapi tolong di breakdown dulu itu 1200T jadinya apa saja? Jangan setiap di tanya cuman ngomong "Kita bangun infrastruktur banyak" Anak SD juga bisa kalo jawab begitu doang.

1200T itu bukan duit yg sedikit, kalo di pergunakan dengan bener sudah jadi bermacem2
Untuk Indonesia Lebih Baik, JOKOWI Berburu Resep ke China, Ini Hasilnya

Sabtu, 22 November 2014, 11:45 WIBArif Budisusilo

1



Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana/Antara

Ada momen yang tidak biasa dalam acara Banker's Dinner, yang digelar Bank Indonesia, Kamis (20/11) malam, pekan lalu. Acara Pertemuan Tahunan Perbankan yang lazimnya hanya diisi Pidato Tahunan Gubernur Bank Indonesia itu, kali ini istimewa.

Pertama, agaknya baru kali ini Banker's Dinner diselenggarakan bertempat di luar gedung Bank Indonesia, yakni di Balai Sidang Jakarta. Kedua, ada tamu istimewa, Presiden RI Joko Widodo.

Sebagai inti acara, Gubernur BI Agus Martowardojo, seperti biasa, menyampaikan pokok-pokok kebijakan perbankan, sekaligus proyeksi ekonomi 2015. Pak Gubernur memaparkan banyak hal, mulai dari ekonomi dunia yang hanya diterbangkan oleh satu mesin --normalisasi ekonomi Amerika-- lalu kebijakan perbankan, hingga kebijakan domestik terkait subsidi BBM.

Tak lupa, Gubernur BI menjelaskan respons kebijakan moneter yang disebutnya pre-emptive policy, dengan menaikkan BI Rate segera sebesar 25 basis poin, pascapenaikan harga bahan bakar minyak. Tujuannya untuk mencegah agar laju inflasi tidak melonjak kebablasan.

Istilah pre-emptive itu mengingatkan saya saat beberapa tahun lalu ketegangan di Irak memanas. Para petinggi sekutu Amerika kerap menggunakan istilah pre-emptive strike, yang kerap dilakukan dengan serangan bombardir udara, untuk menakut-nakuti Irak.

 

***

 

Tapi Pidato Presiden Jokowi--panggilan akrab Joko Widodo-- tak kalah menarik, bahkan menyedot perhatian, meski hanya berlangsung singkat, dan 'maaf': tidak terstruktur.

Presiden Jokowi berbicara sekitar 15 menit tanpa teks yang disiapkan sebelumnya, dan ceplas-ceplos, tidak banyak basa-basi. "Pidato Presiden langsung ke pokok persoalan," kata Presiden Direktur Commonwealth Bank Tony Costa.

Apa sih yang disampaikan Presiden Jokowi? Tak terlalu baru sebenarnya. Tetapi Presiden mengemas dengan cara yang agak berbeda. Bacaan saya, ada pesan strategis yang hendak disampaikan, meski implisit, dan halus.

Setelah sedikit menyampaikan greetings kepada tetamu yang hadir --para bankir, pemilik bisnis, petinggi lembaga negara, para menteri, hingga para gubernur kepala daerah -- Pak Jokowi bercerita saat bertemu dengan para pemimpin dunia di Beijing, pekan kedua November lalu.

Jokowi memulai dengan pernyataannya soal keajaiban ekonomi China.  "Bertahun-tahun saya tanda tanya dengan meroketnya Tiongkok sebagai raksasa ekonomi dunia. Mengapa begitu, padahal dia komunis, bukan kapitalis," kata Jokowi.

Seperti kita tahu, ekonomi China tumbuh di atas 7% beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya tumbuh di kisaran di atas 10%, bahkan 12% per tahun.

Lantas Presiden bercerita, dalam kesempatan pertemuan APEC di Beijing, ia selalu duduk berdampingan dengan Presiden China Xi Jinping. Sembari mengangkat tangan dan menunjukkan empat jarinya, Presiden menceritakan posisi duduknya, yang selalu dalam formasi di antara Presiden Xi dan Presiden AS Barack Obama.

"Pas acara makan, saya bertanya. Presiden Xi, saya mau  tanya, beri tiga kunci sukses kenapa Tiongkok bisa sukses meloncat. Tiga saja," katanya.

Lalu, Presiden Xi menyampaikan, pertama adalah partai yang bersatu. "Nah, ini yang sulit," kata Jokowi disambut tertawa para undangan Banker's Dinner.

Kalau partai tidak bersatu, dia mengutip Presiden Xi, bagaimana membuat visi yang sama ke depan.

Kedua, gagasan besar. Gagasan, rencana, mimpi. Caranya? Tugas pemimpin, untuk mengembangkan gagasan besar, dan melaksanakannya.

Misalnya bikin pelabuhan, jangan hanya untuk kegunaan 10 tahun, tetapi 50 tahun dan 100 tahun ke depan. Jangan hanya 10 hektare, tetapi 1500 hektare dan 200 hektare.

Dia memberi contoh pembangunan MRT yang saat ini sedang dikerjakan, biayanya mahal sekali karena untuk memmbebaskan lahan butuh sedikitnya Rp20 juta atau 40 juta per meter persegi. Ada yang Rp60 juta, bahkan.

Ketiga, segera membangun infrastruktur untuk konektivitas. Infrastruktur konektivitas ini penting, antarkota, antarprovinsi, antarpulau. Membangun  jalan jangan yang kecil-kecil, tetapi yang besar-besar. "Coba deh kalau 26 tahun lalu kita sudah membangun MRT dan jalan yang besar, ongkosnya jauh lebih murah."

Dalam kaitan itu pulalah, Presiden menjelaskan, pengalihan subsidi BBM dilakukan, meski berdampak pada kenaikan harga BBM. Pemerintah ingin  memiliki kesempatan lebih besar membangun infrastruktur dasar termasuk waduk dan bendungan. 

"Bayangkan, uang subsidi Rp300 triliun setahun, kalau untuk membangun waduk masing-masing butuh  biaya Rp500 miliar, setiap tahun bisa bangun berapa waduk, 1.200 waduk lebih. Dalam lima tahun, negeri ini bisa-bisa dipeniuhi waduk," katanya beranalogi, yang disambut gerrrr hadirin.

 

***

 

Resep Xi Jinping itu tampaknya yang hendak dan sudah disadur oleh Jokowi. Sembari tampak ingin mengingatkan bahwa kapitalisme telah menjadi cara China memajukan negeri komunis itu, Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia juga harus siap membuka investasi dari luar lebih besar lagi. "FDI harus digenjot," katanya.

Investasi inilah yang akan dijadikan andalan untuk menggenjot pembangunan termasuk infrastruktur dan pabrik-pabrik, karena ia akan menciptakan banyak lapangan kerja. 

Nggak perlu khawatir terhadap investasi asing langsung atau FDI, karena ivestor asing itu tidak mungkin membawa pulang kembali jembatan, pelabuhan atau jalan yang telah dibangun di Indonesia.

Pada akhirnya, kata Jokowi, aset tersebut adalah "milik Indonesia."

"Saya tanya kepada wakil ketua PKC, kok nggak khawatir dengan investasi asing?"

Jokowi memperoleh jawaban memuaskan. "Mosok bikin jalan,  pelabuhan, dibawa pulang. Mosok bukin pabrik, pabriknya dibawa pulang?" kata Jokowi menirukan ucapan pejabat PKC itu.

Karena itu, kata Jokowi pula, yang penting saat ini adalah memberikan berbagai kemudahan dalam berbisnis di Indonesia, termasuk perizinan.

"Perizinan di kita lambat. Bukan lambat, tapi sangat lambat," ujarnya.

"Mosok, mau bikin power plant, 6 tahun belum dapat izin?"  lanjut Jokowi. Ia pun bercerita, saat bertemu di sebuah hotel belum lama ini, ia bertanya kepada pengusaha yang ingin membangun pembangkit listrik (power plant). "Saya tanya, berapa bulan dapat izin, dijawab, sudah dua tahun belum adapat izin Pak," kata Jokowi.

Tapi ternyata waktu terus bertambah. Dalam pertemuan di Jakarta dengan anggota Kadin, dia mendapatkan jawaban lain lagi," Sudah 4 tahun belum dapat."

Di Sumatera Selatan, lain lagi. "Saya tanya, dijawab 6 tahun belum dapat izin."

"Saya sekarang tak mau tanya lagi... nanti bisa-bisa diojawab 8 tahun," seloroh Pak Jokowi.

Karena itu, proses perizinan menjadi salah satu fokus perhatiannya. "Ini yang saya mau obrak-abrik. Izin itu apa sih? Tulisan di atas kertas. Tinggal di-tik, saya sudah coba, lima menit selesai," katanya.

Ia pun bercerita, izin pembangkit listrik di Palembang sudah diurusnya, dan seminggu selesai. "Mosok Presiden urus izin-izin. Tapi nggak papa, kalau yang susah-susah, tak urus saja," lanjutnya.

 

***

 

Namun bagi Jokowi, mungkin yang paling sulit adalah resep nomor satu: partai politik yang bersatu. Namun, Presiden optimistis, kondisi politik akan semakin stabil beberapa bulan ke depan.

Saat ini, katanya, dukungan politik di parlemen masih sekitar 38% parlemen yang medukung Jokowi. "Tapi dalam 6 bulan, syukur bisa 60%, 70% bahkan 80%," katanya.

Tak perlu memperoleh dukungan politik sampai 100%, kata Jokowi, karena negara tetap harus ada check and ballance.

Nah, bagaimana menurut Anda?
******


FDI digenjot maksimal
Pajak digenjot maksimal
Subsidi dikurangi dan dihapuskan
Utang dipake. Dimaksimalkan sesuai yg diperbolehkan UU APBN.


Hasilnya buat infrastruktur jalan waduk irigasi pelabuhan bandara stasiun.

Nggak ada yg instan... Infrastruktur itu proyek jangka panjang untuk pembangunan jangka panjang.

Tapi social safety net tetap jalan... hanya saja bentuknya diubah jadi KIS KIP dll
Kalo bangun2 dr ngutang apa bangga nya.kan klo ngutang kudu bayar.
Quote:


Sang Penipu emoticon-Ngakak
Quote:


Makanya dukung pakde jadi sekjen pbb selanjutnya emoticon-2 Jempol
Quote:


bangun tol, jalur kereta.

nanti di tiap pintu tol, sama di stasiun ada model2 kota meikarta

emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah
Quote:



emoticon-Ngakak


Selamat pagi, sepi sekali emoticon-Sorry
Zlmt pagi
Halaman 2 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di