CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
2.5 Tahun Tinggal di Rumah Setan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59814d4dd675d439278b4567/25-tahun-tinggal-di-rumah-setan

2.5 Tahun Tinggal di Rumah Setan

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 55
jangan ada kentang diantara kita ya gan hehehe
Ada cerita baru, seru nih kayaknya. Bikin tenda dulu klo gitu.

Jangan lupa di index ya sis
Jejak dulu bree
Seru sis. Kanjutkan lg.. Klo bisa Update rutin sis biat ga kentang.. Jgn lp pake index ya sis..
waahh..horor baruu
ijin tenda gan
Munculnya Sang Kaki Kecil

Keesokan paginya, Anjas buru-buru mandi dan bergegas karena hari itu mata kuliah dikampusnya akan dimulai pukul 8 pagi dan jam saat itu sudah menunjukan pukul 7.45…
Tanpa banyak Tanya dia melewati Lukman yang sedang membuat mie rebus,
“Masuk kuliah pagi Bang,..” sahut Lukman,,”Yoi…telat udh ini…” jawabnya segera berlari memanaskan motor tuanya dan melesat pergi, dan sedikit lambat menyadari Dia sama sekali tidak melihat Fajri tadi dirumah.

Rupanya Fajri masuk siang kuliahnya, mereka bertemu dikampus saat makan dikantin. Anjas menepuk pundaknya menyapa duluan, ada yang beda dengan Fajri siang itu, dia tidak bersemangat dan sedikit pucat
“Kenapa ente hep…” Tanya Anjas
“Capek saya Njas, kayak lemes badan saya..pegel”…jawabnya sambil memijit pundaknya sendiri, dia melanjutkan “kamu gk diganggu tadi malem..?”
“Nggak ganggu, cuman dia sentil-sentil kaki…” jawab Anjas
“Saya ditindih tau,,,” Ucap Fajri “anak kecil”..jawabnya…
“Oh iya,,kayaknya ada anak kecilnya emang…” kata Anjas “tapi yah selama dia gak gangguin macem-macem kita biarin aja, mungkin kalo sudah lama bakal bosan”

Perbincangan mereka seputar hal gaib berganti ke masalah perkuliahan, mereka berharap gangguan-gangguan mistis dirumah akan berhenti dengan sendirinya, mereka tidak menyangka bahwa akan mengalami hal yang lebih parah lagi.
Sore itu sehabis pulang kuliah,mereka bertiga berkumpul lagi diruangan tengah berbincang-bincang santai sambil menikmati kopi yang mereka buat. Barusaja Anjas hendak menyeruput kopinya, dengan sangat jelas dia merasakan ada yang melewati belakang punggungya.
Sekali lagi Dia menoleh, dan tidak menemukan siapa-siapa.
Awalnya Dia berusaha mengabaikannya sampai akhirnya ini yang ketiga kali Dia merasakan tengkuknya ada yang meniup.
“Beuh…diajakin main lagi ini kayaknya…” Ujarnya pada kedua rekannya
Fajri yang sudah mengetahui maksudnya nyengir penuh arti, tidak lain tidak bukan karena barusaja Dia juga mengalaminya dengan menunjuk lehernya.
Hanya Lukman yang masih mengerutkan alisnya tidak mengerti. “Apa itu…” Tanyanya,
Dugaan sementara Anjas bahwa mungkin penghuni ini milih-milih mau menjahili siapa, karena Lukman sama sekali tak bergeming dan tidak merasakan apa-apa sementara Anjas dan Fajri sudah hampir sakit leher menoleh kebelakang terus karena terganggu dengan suara berlari-lari dan langkah kaki anak kecil.
Tidak tahan akhirnya Fajri menceritakan apa yang kemarin dan hari ini mereka alami dirumah ini.
Reaksi Lukman seperti biasa, santai dan cuek. Dia mengajak 2 rekannya untuk mengabaikannya seakan tidak terjadi apa-apa dirumah itu. Fajri dan Anjas juga sepakat untuk mengabaikan gangguan-gangguan itu, mereka tidak bisa protes karena syukur-syukur dapat tempat tinggal gratis.
Ada yang menyentuh lengan kanan Anjas, namun sekali lagi diabaikannya.
Fajri memilih untuk tiduran ditikar ruang tengah tempat mereka berkumpul, dan menyilangkan lengan menutupi matanya. Dan Lukman memilih ke dapur membersihkan sisa kopi yang mereka minum.
Sementara Anjas, yang hendak beranjak ke teras depan melihat dengan jelas bekas langkah kaki dilantai yang sedikit berdebu, tapak kaki kecil menuju kamar mandi dan menghilang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
safefem dan 10 lainnya memberi reputasi
Quote:

siyap gan...ane tetap usahakan apdet tiyap hari ya...

Quote:
siyap gan...ane index kalo ceritanya dah lumayan lengkap yaa

Quote:
roger gan

Quote:
yukk mareee

Ayo sis semangat....
Semangat sis,
Merinding disko nih,
emoticon-Takut (S)
Updatenya jgn lama2 yah
Quote:


Wuih ada sinyo
Quote:
siyaap gan

Quote:
eeeh ada bang sluwsluw...dtunggu gan

Quote:
siyap gan



Seru sis cerita nya..
kayaknyaa bakaln horor abis nih ceritanya...👹👿💀
.Serem Aaah Baca Jm Segini..
Ditunggu Update Nye Gan.
Mohon maaf Updatenya hari ini agak telat ya...berhubung akhir pekan jd nguli dulu....tapi pasti update kok hari ini,,,ditunggu ya agan-agan emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


Oke sis.. Ditunggu.. Semangat ya sis... emoticon-Big Kiss
masih anget ya, mudah-mudahan anget terus emoticon-Sundul emoticon-2 Jempol
belum selesai toh...update cepet neng...kenyang gue makan kentang
Malah Cekikikan…!

Masih dihari yang sama, malam harinya setelah makan malam seadanya mereka bertiga memutuskan untuk langsung tidur saja. Sehabis sholat isya, Anjas tiduran dikasur tanpa menutup pintu kamar. Suasana malam itu benar2 sunyi, karena pengap Anjas membuka jendela lebar-lebar berharap mengundang sedikit angin masuk.
Suara dengkuran dari luar kamar memberitahu bahwa Fajri tengah terlelah tidur diruang tengah, belum beranjak dari tempat nya tidur sore tadi.
Tap..tap…tap
Ada suara langkah kaki diluar kamar Anjas,
Namun belum sempat mendengarkan suara itu hilang, digantikan dengkuran Fajri yang berirama. Mungkinkan Lukman..?
Tap..tap..
Kali ini suara itu mendekat dan jelas-jelas seakan ada seseorang masuk ke kamar Anjas.
Dia bergeming, kali ini dia serius memastikan langkah kaki siapa itu. Dia hendak berdiri ketika,,,,
Tap..tap..tap..tapp….suara langkah, bukan , kali ini suara itu berlarian dikamar Anjas yang terpaku masih bimbang hendak berlari atau diam ditempat, sampai…
HAAAAHHHHHHHH…..ada yang bernapas diwajahnya, sangat dekat…!
Anjas membeku, keringatnya mengalir campuran antara hawa panas pengap ruangan itu dan kejadian yang baru saja terjadi..
Dia langsung duduk , membaca ayat kursi beberapa kali dalam hati, terus membaca disela2 suara gradag grudug kaki yang berlarian kesana sini sampai akhirnya Dia tidak tahan dan bergumam,
“Jangan ganggu donk,,saya gak ngapa2in disini…”
Suara langkah kaki itu berhenti, tapi yang selanjutnya terjadi lebih tidak terduga..Ada suara tertawa yang mendirikan bulu roma…!, lebih tepatnya terkikik nyaring…suara anak kecil…!
“BANGKE…!!! JANGAN GANGGU….!!!” Teriak Anjas dengan lantang
Kali ini suara langkah kaki dan tawa itu benar2 hilang…
Anjas yang sudah jengkel bukan main, berdiri dan dengan kasar menutup pintu kamarnya.
Masih terengah dia membiarkan badannya yang sudah basah keringat kembali ke kasurnya,,
Dia menangkup tangan kanan nya diatas dahi, menyeka keringat…
Baru kali ini Dia mendengar suara tawa cekikikan nyaring yang benar-benar nyata didepan mata,,
“itu sudah pasti suara anak kecil”…batinnya
Tidak ada suara langkah-langkah lagi, Dia terlelap beberapa saat, sampai Dia terusik lagi oleh suara garukan kasar dari jendela kamarnya.
“Hah,apalagi neeh..” ujarnya…dengan malas Dia beranjak ke jendela tanpa betul-betul memperhatikan sumber suara dan segera menutup jendelanya,
Krek..krek…krek….garukan dijendela kembali terdengar
KREKK….KREEKKK….
Suara nya makin keras,,,Anjas masih bertahan diam diatas kasurnya,,,
KREKK…KREEKK…BUG…BUG…
Kali ini jendela dipukul…
Tidak tahan, Anjas menggedor balik jendelanya “BUAKK…BUAKK!”
“Noh rasain…” ujarnya…
Suara garukan dan gedoran di jendela berhenti…suara dengkuran Fajri kembali terdengar…Anjas sedikit tenang, dan bisa tidur lagi malam itu.

Ada Penghuni yang Lain….

Anjas tidak ada niat sama sekali untuk menceritakan gangguan-gangguan tadi malam, Dia tidak mau Fajri makin tidak nyaman, apalagi Dia juga tidak enak pada Lukman yang punya rumah.
Dia tidak mau terkesan penakut, jadi Dia berusaha mengabaikan gangguan-gangguan kecil lainnya, seperti suara piring yang dijatuhkan dari dapur belakang yang setelah dicari-cari sama sekali tidak ada yang pecah.
Suara langkah kaki bahkan suara lari kaki-kaki kecil dari ruang tengah dan selalu menghilang ke arah yang sama, kamar mandi.
Dia juga sudah lelah mengembalikan kasurnya keposisi semula, dimana anehnya jika ditinggalkan kekampus, kasur dikamarnya selalu bergeser padahal seingatnya sebelum ditinggalkan masih rapi menempel disamping tembok kamarnya.

Pagi ini, seminggu setelah gangguan suara cekikikan dikamarnya, Dia bangun sedikit kesiangan karena memang tidak ada mata kuliah pagi itu. Rumah keliatannya sepi, kemungkinan yang lain sedang tidak ada dirumah.
Dengan malas-malasan dia beranjak ke dapur, perutnya keroncongan. Karena biasanya Lukman tanpa diminta sudah menyiapkan sarapan pagi-pagi.
Anjas melewati kamar mandi saat hendak kedapur dan tidak begitu memperhatikan siapa yang ada didalamnya, dia sudah mau menyalakan kompor saat terdengar suara keran air dinyalakan dikamar mandi.
Dia berbalik.. “Fajri…?” ujarnya
Sepi…tidak ada yang menjawab
Anjas menatap lorong kamar mandi, lama sebelum akhirnya kembali menyalakan kompor,
“pagi-pagi diganggu….” Batinnya…
Dia sibuk mencari bungkusan mie yang sudah banyak dibeli untuk persiapan makan teman-teman kos nya yang lain dan berusaha mengabaikan bunyi keran kamar mandi yang terus mengalir.
Sambil bersiul dia mulai memasak, sebentar saja sarapan mie sudah jadi. Ketika akan meninggalkan dapur saat melewati kamar mandi, tengkuknya tiba2 meremang dan Dia Berhenti, dengan jelas sekali mendengarkan ada suara ditelinga kirinya,
Sssssssttttttt…….
Kali ini Anjas benar-benar ketakutan, Dia bergegas melewati lorong dan memilih menghabiskan mie nya diteras depan.
Dia tidak banyak bicara, masih terlalu pagi untuk memikirkannya, tapi tidak bisa dipungkiri kali ini Dia benar-benar merasa merinding dan takut.
Suara yang tadi itu bukan suara anak kecil yang cekikikan yang Ia dengar dikamarnya seminggu lalu. Kali ini suaranya perempuan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
safefem dan 8 lainnya memberi reputasi
Halaman 2 dari 55


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di