CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58dfa2a7d675d4c5588b456d/sakura-untuk-leasta

Sakura Untuk Leasta

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 10 dari 19
Om tumben Iki dorong update hehehe
mana om belum di update.. sdh menunggu
jejak dulu di tulisan om ari emoticon-linux2
Quote:


Quote:


Quote:


Sorry gan kemarin ada kesibukan, gak sempat update
Hari ini updatenya ya emoticon-coffee
halo om ari emoticon-Embarrassment
izin bangun tenda emoticon-Embarrassment
sambil menanti sk2h nya muncul versi cetaknya emoticon-Embarrassment
Quote:


ditunggu gan, emoticon-Hammer2 ... kirain lupa kalo kmren hari rabu emoticon-Ngakak
Quote:


Halo om usam, baru kelihatan nih emoticon-Big Grin
Nanti kalau udah dekat tanggal rilis PMin alamatnya ya, saya kirim ke sana emoticon-linux

Quote:


Sebenernya karena itu juga sih emoticon-Ngakak (S)
Terlalu sibuk ngerumpiin Pilkada DKI sama satpam komplek emoticon-Hammer

#FunFact Sumaru Tei

Sebelum lanjut ke update Part 6, saya mau jelaskan sedikit tentang kedai mie Sumaru Tei yang ada di cerita ini.

Spoiler for Sumaru Tei:
Diubah oleh pujangga.lama
Hore........
The legend is back....
Quote:


hahahahahaha ok om selow emoticon-Big Grin
seng penting wes update hehehehe

ENAM

Aigo duduk di samping Mio Sensei bersama empat orang lainnya mengelilingi meja bundar di sisi kiri ruang aula. Meja-meja yang lain tampak dipenuhi orang-orang. Benar kata Mafra, kebanyakan yang datang adalah orang asing. Hanya beberapa saja orang Jepang sebagai panitia. Di bagian depan deretan meja-meja ada sebuah panggung rendah lengkap dengan peralatan sound system. Sebuah spanduk menggantung di dinding dengan huruf-huruf besar dalam bahasa Jepang.

‘SMILE PARTY, KANNAMI CITY’.

Seorang lelaki berdiri di belakang mic di panggung, mempersiapkan catatan di tangannya lalu mulai berbicara.

“Selamat sore semuanya,” katanya mengatasi suara bisik-bisik yang sekejap saja langsung hilang. “Selamat datang di Smile Party!”

Tanpa dikomando semua bertepuk tangan riuh. Aigo melihat rata-rata yang hadir di pesta ini memang bukan anak muda. Dia hanya bisa menebak dari negara mana kira-kira mereka berasal.

“Saya akan membacakan susunan acara pesta kita sore ini.” Lanjut laki-laki di panggung. “Dari data yang tertulis di sini, ada enam peserta yang akan menampilkan pertunjukan keseniannya. Mereka berasal dari Myanmar, Thailand, Iran, Malaysia, Inggris, dan China. Kami sebagai tuan rumah juga akan menampilkan pertunjukan. Tapi sebelum itu, saya persilakan Anda semua menikmati hidangan yang tersaji di meja panjang di belakang sana. Selamat makan!”

Ruang aula kembali riuh. Orang-orang kembali mengobrol sambil menyantap hidangan pesta. Aigo mengambil semangkuk miso panas dan teh hijau serta senbei udang. Belum habis makanan yang diambilnya, dia ke belakang lagi membawa sepiring penuh ayam goreng dan beberapa onigiri rasa tuna mayo.

Dia baru saja menghabiskan nugget ke sepuluhnya ketika pintu masuk terbuka dan seorang perempuan masuk dengan terengah-engah. Salah seorang panitia menghampirinya lalu mereka berbicara selama satu menit. Sesaat kemudian dia diantar menuju meja yang berisi empat perempuan berkebangsaan China yang tampaknya sudah menunggunya sejak tadi.

Aigo merasa pernah bertemu dengan perempuan itu tapi dia lupa kapan dan di mana. Diantara orang-orang di mejanya, dia terlihat mencolok. Dilihat dari wajahnya pastilah dia bukan berasal dari negara yang sama dengan orang-orang di sekelilingnya. Mungkin dia orang Asia bagian tenggara…

Aigo ingat sekarang. Perempuan itu yang tadi malam di Sumaru Tei. Dia bekerja di sana. Diam-diam Aigo memperhatikannya. Ketika tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu Aigo langsung berpaling ke arah lain. Entah kenapa dia punya feeling kuat bahwa perempuan itu orang Indonesia sama seperti dirinya.

Saat itu si perempuan mengenakan jaket kulit berwarna cokelat dan celana jeans hitam. Block heel boots yang dipakainya berwarna senada dengan jaket. Lehernya terbungkus syal warna biru dengan ukiran huruf yang tidak terbaca jelas. Saking seriusnya membaca dan menebak kata apa yang tertulis di syal, Aigo tidak menyadari perempuan itu juga menatap ke arahnya. Ketika lagi-lagi mata mereka bertemu Aigo buru-buru berbalik dan melahap ayam gorengnya bulat-bulat. Dia tidak lagi berani menoleh ke arah perempuan itu.

Acara pertunjukan seni dimulai beberapa saat kemudian. Diawali dengan tutorial bermain sumo. Dua orang peraga—keduanya bertubuh besar layaknya pesumo profesional—naik ke panggung dengan bertelanjang dada. Seorang narator menjelaskan cara bermain gulat sumo yang benar. Semua tertuju pada pertunjukan di atas panggung.

Setelah sumo, tuan rumah melanjutkan dengan perform pesulap tradisional. Beberapa triknya sudah sangat tertebak karena seringnya dipakai oleh banyak pesulap lain. Aigo tidak terlalu tertarik melihatnya. Dia ke meja panjang di belakang untuk mengambil beberapa butir anggur dan sepotong puding.

Setelah sepasang penari Iran dan pemain musik Myanmar, giliran penampil dari China. Mereka sempat ke belakang untuk berganti busana dan kembali lagi dengan pakaian khas semacam kimono. Mereka, termasuk perempuan yang tadi datang belakangan, menampilkan tarian khas China dengan kipas dan pita berwarna merah yang melambai di setiap gerakannya. Selama mereka tampil Aigo tidak bisa melepaskan pandangan dari perempuan berambut ikal itu. Ini adalah satu-satunya kesempatan melihat dia tanpa takut kepergok dan malu. Setelah semua tampil acara dilanjutkan dengan kuis berhadiah lalu ditutup dengan minum teh bersama.

Meski tidak sesuai dengan bayangan awal tentang pestanya, Aigo tetap puas terutama dengan kualitas makanan dan minuman yang disajikan di sepanjang acara. Dia cukup yakin berat badannya sudah naik beberapa kilo selama empat jam terakhir.

*

Diubah oleh pujangga.lama
Mantafff makan gratisan emoticon-Leh Uga

TUJUH

Leasta membuka pintu dan langsung disambut Tere yang sedang duduk di meja makan sambil membaca buku.

“Datang juga akhirnya!” Tere beranjak berdiri lalu menyodorkan tangan. “Kau tadi janji akan membawa makanan untukku.”

“Iya aku tidak lupa.” Leasta meyerahkan sekantong makanan yang dibawanya dari pesta di balaikota. Segera saja Tere mengeluarkan semua isinya dan mulai melahapnya banyak-banyak.

“Bagaimana pestanya? Seru?” Tere berusaha bicara walau mulutnya penuh makanan.

Leasta mengangguk. Dia melepas syal dari leher dan menaruhnya sembarangan di atas meja. Hal pertama yang diinginkannya adalah tidur di bawah selimut di dalam kamarnya. Tapi dia ingat malam ini harus bekerja.

“Tidak ada yang menanyaimu dengan pertanyaan aneh kan?” Lanjut Tere.

“Tidak ada. Tapi kalau orang aneh ada.”

Tere berhenti melahap. “Maksudmu?”

“Di pesta tadi, ada seorang laki-laki yang terus melihat ke arahku. Menyebalkan sekali!”

Tere tertawa tapi kemudian tersedak. Dia menyambar gelas air yang baru saja dituang Leasta.

“Di mana anehnya?” Tanyanya setelah tenggorokannya lega.

“Ya aneh. Dia seperti mengenaliku. Aku takut orang itu sebenarnya polisi yang menyamar.”

“Sudahlah, kita kan tidak berbuat kejahatan. Santai saja.”

“Santai katamu? Kau sendiri lebih memilih tidak keluar rumah sama sekali. Apa itu yang kau maksud santai?”

“Barusan Yamada San menelponku,” Tere tidak mempedulikan ucapan Leasta. “Aku akan ke Nagoya selama seminggu.”

“Kapan kau pergi?”

“Lusa.”

“Dia memberimu pekerjaan baru?”

Tere menggelengkan kepala. “Dia mengajakku ke tempat temannya di Osaka. Di sana ada banyak informasi soal pekerjaan. Kau mau ikut?”

Kali ini giliran Leasta yang menggeleng. “Aku di sini saja.” Jawabnya sambil melihat arloji.

“Kau tidak capek bekerja di kedai mie itu?”

“Aku senang di sana. Takahashi San baik sekali padaku.”

“Baiklah. Di Osaka nanti aku carikan informasi pekerjaan koki di restoran yang lebih besar. Aku kasihan padamu, punya bakat memasak yang hebat tapi cuma jadi penyaji soba dan udon di kedai kecil.”

“Oke. Dengan senang hati aku tunggu informasimu.”

Leasta beranjak ke kamarnya. Sudah jam sembilan malam. Waktunya bekerja.


*

Diubah oleh pujangga.lama
mantappppp, ada ilustrasinya jg... si aigo blm berani kenalan ama leasta ya....

Diubah oleh ihara
yes udah di update lagi
cerita ini ditulis dengan banyak sudut pandang yaa, mantapp emoticon-Big Grin
Quote:


Iya om ane kasih nama mevaya tapi bukan mevali biar gak kena copyright.. Alhamdulillah kemaren tgl udah lahir pas hari kartini tp sekaran sedang di ruang Nicu krn masalah pernafasan.. Mohon doanya ya om n agan" semua
Idola gua nulis lagi, semangat om ari emoticon-Hansip

Btw kalo uda rilis novel sk2h kabarin ya om emoticon-Betty
Quote:


Belum nyampe part-nya gan emoticon-Big Grin

Quote:


Selamat membaca. emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:


emoticon-Cendol (S)

Quote:


Siap, pasti dikabari kok emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


Kasih nama Mevali juga boleh kok gan, nggak akan kena copyright infringement.
Selamat ya gan atas kelahiran buah hatinya, tanggalnya bagus pula emoticon-I Love Indonesia (S)
Semoga cepat membaik ya Mevaya-nya dan selalu sehat terus ke depannya emoticon-Smilie

Btw, PM-in alamat rumah ente gan, Insyaa Allah kalau SK2H udah terbit saya kirim versi cetaknya buat hadiah kelahiran si kecil Mevaya emoticon-I Love Kaskus (S)
Halaman 10 dari 19
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di