CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
The Last Assassin (Hikayat Legenda Sang Bhayangkara)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f76a78dbd770074b8b456f/the-last-assassin-hikayat-legenda-sang-bhayangkara

The Last Assassin (Hikayat Sang Legenda Bhayangkara)

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 36
KEJADIAN YANG MENENTUKAN



menjelang tengah hari. lembu ampal dan rombongan hampir melewati gn wilis.


Quote:



alun2 kotaraja. penuh sesak dihadiri oleh ribuan rakyat singosari. gusti prabu anusapati sendiri yang membuka pagelaran adu jago. hari ini. di acara ini. semua jajaran pemerintahan, kerabat kerajaan maupun rakyat telah melupakan masa berkabung. mereka semua bersukacita. kecuali seseorang. yang berdiri di pojok depan panggung yang disediakan untuk kerabat kerajaan. tohjaya, duduk dengan terus melipat tangan dan tak pernah tersenyum.


Quote:



hulu sungai brantas. pranajaya dan orang2nya telah menungu rombongan sminingrat. dari balik semak2 mereka terus mengintai


Quote:



menjelang sore tohjaya tiba di kediaman mahesa wongateleng. keinginanya bertemu mahesa terpaksa diurungkang. karena mahesa masih dalam perawatan tabib. harus istirahat total dan tidak boleh diganggu. bersamaan dengan itu. dari arah barat, ia melihat seseorang berkuda dengan cepat menuju rumah mahesa wongateleng. tanpa berfikir panjang. ia melanjutkan perjalanan ke arah hulu sungai brantas. menujut tempat yang telah diperintahkan oleh pranajaya. dimana ia harus menunggu.
setelah sampai pada tempat yang dimaksud pranajaya. tohjaya segera disambut oleh orang2 pranajaya. sekitar 500an orang telah siaga menunggu aba2 dari pasukan pranajaya.

lembu ampal dan sminingrat, pranajaya dan lembu tole, serta tohjaya dan orang2nya saling menunggu. sebelum mereka dikejutkan oleh utusan kerajaan yang bersahut2an secara estafet. berteriak "GUSTI PRABU MANGKAT!!! . . . . GUSTI PRABU MANGKAT!!!". tanpa komando. semua warga singasari di daerah itu keluar dari rumahnya. yang beraktifitas. begitu mendengar berita itu meskipun sayup2. mereka serentak berkumpul di rumah kuwuh (kadus) atau pemimpin wilayah setempat. para penyebar berita juga terus berteriak sambil berkuda membedah perbatasan singosari. menuju mancanegari.



kediaman mahesa wongateleng

Quote:



sementara di tempat tohjaya


Quote:




semak2 tempat persembunyian pranajaya. ada semua melihat dan mendengar apa yang pewarta katakan ketika ia melewati jalan. dimana di balik semak2 jalan itu. pranajaya dan pasukanya menunggu



Quote:



sementara di tempat peristirahatan sminingrat

Quote:



beberapa saat setelah rombongan sminingrat bertolak. tibalah mereka di sungai brantas. sampai di sebelah barat sungai brantas. mereka telah di intai oleh pasukan pranajaya


Quote:



utusan shindu mulai bersiap. ia bergelayutan seperti monyet. mengendap dan mendekat. memastikan dengan seksama. menutupi identitas dirinya. suasana menjadi hening. hanya ada suara angin yang menerpa padang ilalang. sesampainya rombongan sminingrat pada posisi pranajaya.


SERBUUUU !!!!!

teriakan itu datang bersamaan dengan keluarnya orang2 pranajaya yang bertopeng. sminingrat dan prajuritnya yang kelelahan bertahan dengan seadanya. hanya lembu ampal dan beberapa orang2nya yang sanggup meladeni serangan dadakan itu. pertarungan berlangsung sengit. walaupun berjalan tak seimbang.

Quote:


sesaat kemudian sminingrat dan pengawalnya melesat meninggalkan pertempuran. namun, lembu tole dan pasukanya telah menghadang dengan kekuatan 100 pasukan. sminingrat dan pengawalnya dikepung dari segala penjuru. mereka bersiap untuk menghabisi sminingrat. sementara pranajaya masih dalam persembunyianya menunggu kehadiran tohjaya.

Quote:





bersambunggggg...............

Diubah oleh kartawawing
Wah, keren ceritanya gan..
Kisah2 kolosal kayak gini yg kurang di kaskus
Warna baru di sfth, keep update gan..
Cendol sent
Quote:


pengenya si dipanjangin gan. takutnya malah jadi terlalu melebar dan ga jelas. ane tidak pandai dalam hal sastra soalnya gan. dimaapkeun ya gan.
Quote:


suruh dilanjut sampai tamat. udah ada PH asing yang mantau. katanya yg pm ane. suruh bayangin mad dog jadi mpu sasi emoticon-Takut emoticon-Ultah

au ah. mungkin dia bercanda
Quote:


terimakasih apresiasinya. mohon masukanya supaya ts bisa lebih baik. selamat menikmati cerita tsemoticon-Recommended Seller
updet donk gunemoticon-Salam Kenal
keep update bree, makin seru ini ceritanyaa emoticon-2 Jempol
Quote:


Quote:


Keren! Ini cocok dijadikan bahan drama kolosal. Seperti tutur tinular..
ayo lek maneh lek 😥
mana nih lanutannya lg gan??
Wah! ada legenda Bhayangkara!

di ceritera ane juga ada, gan... cuman lebih ke fantasi..

kalo ada waktu boleh cekidot Legenda Lamafa

emoticon-Leh Uga

kok udah lama tak diupdate yaa..
maap ts kemaren sakit. makasih yang udah mau nunggu
KESEMPATAN TERAKHIR



hari sudah menuju senja. kedua belah pihak masih bertarung dengan sengit. sminingrat dan pengawalnya bergegas menjuju kediri. untuk meminta perlindungan kepada mertuanya. namun pranajaya dan 100 orang anak buahnya mengejar dengan kecepatan penuh. disusul kelompok lain dengan jumlah yang sama. dengan cemas, pranajaya menunggu kedatangan tohjaya dan pasukanya. siapa sangka, keadaan bisa berubah menjadi seperti ini.

dari jauh tohjaya dan pasukanya melihat sminingrat sedang dikejar sekelompok pasukan. pun demikian dengan sminingrat, ia melihat tohjaya dan pasukanya.


Quote:



pertempuran palsu antara pasukan pranajaya dan tohjaya tak dapat dihindari. meskipun pertempuran rekayasa. tetapi kedua belah pihak menyerang dengan seluruh kemampuan mereka.



Quote:



di sebuah tempat. padang rumput di barat kota kediri. beberapa saat sebelum senja merah menghilang dari cakrawala. pranajaya berhasil menyusul sminingrat. tanpa membuang waktu. pranajaya yang bercadar. menghuduskan parang dan mengayunkanya ke arah kepala sminingrat. namun sminingrat dengan sigap menghindari serangan itu. lalu pranajaya mengayunkan parangya kembali. namun kali ini ia mengincar kaki belakang kuda tunggangan sminingrat. dan....... bruuuggggg. seketika itu juga kuda tunggangan sminingrat ambruk. dan sminingrat terpelanting, jatuh terguling2 ke tanah. sesaat itu juga pranajaya turun dari kuda. ia mendekati sminingrat dan bersiap untuk menghabisi dengan sekali tebasan parang. lalu tiba2. . . . .


Quote:



di pos penjagaan wilayah kediri. mahesa wongateleng menunggu dengan cemas kehadiran sminingrat dan rombonganya. dari jauh ia melihat pasukan yang ia utus membawa 2 orang yang tergeletak.

Quote:






bersambuungggggg................
Diubah oleh kartawawing
Rahayu mas kartawawing...

Paling seneng ma cerita cerita jaman dl..smangat masss
D tunggu update an nya
Lanjut lagi bang keren banget ceritanya.. emoticon-I Love Indonesia
Yess update emoticon-Peluk
KESAKSIAN



Di sebuah padepokan di kaki gunung ciremai. padepokan mpu yaksa, yang sangat masyur di kerajaan galuh. ketika matahari telah naik sepenggalah. sebagian besar santri mulai sibuk mempersiapkan diri untuk mendapatkan pengajaran sesuai tingkatanya. sementara sebagian yang lain mendapat giliran untuk mengurus sawah, kebun dan ternak. sebuah aula khusus yang tidak begitu besar. para santri menyebutnya pura dalem. atau tempat khusus yang mpu yaksa biasa gunakan untuk memberikan pengajaran kepada santri dengan tingkatan tertinggi. biasanya hanya ada 3-4 santri saja. karena pada tingkatan itu. banyak santri yang diundang ke istana tumenggung atau bahkan istana raja untuk dijadikan rakryan dharmadyaksa. atau sekedar penasehat rakryan mantri.


Quote:



sementara itu di pondokan mpu sasi.


Quote:







bersambungggg......................................
Diubah oleh kartawawing
Mantap gan..
ini kapan yah updet lagi.. jangan lama2 ya gan kadian readernya emoticon-Cendol Gan
Halaman 7 dari 36


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di