CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
SPIRITUAL ADVENTURE (perjalanan menembus batas logika)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58a66591dc06bd09598b456c/spiritual-adventure-perjalanan-menembus-batas-logika

SPIRITUAL ADVENTURE (perjalanan menembus batas logika)

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 18
izin nyimak mbah
btw kok sy jadi kepengen yak
emoticon-Bingung
Misteri Bambu Di Belakang Laboratorium

suatu hari di tahun 2008



Waktu praktikum memang sudah selesai sejak dua jam yang lalu karena memang perkuliahan selesai jam 16.00 WIB. Namun karena bahan untuk praktikum besok belum juga selesai di siapkan, akhirnya beberapa mahasiswa nampak masih asik di laboratorium dengan pekerjaannya masing- masing. Laboratorium ini terdiri dari dua lantai. Lantai satu dipakai sebagai laboratorium untuk mahasiswa jurusan matematika, dan lantai dua dipakai oleh mahasiswa dari jurusanku. Gedung Laboratorium ini tergolong kotor karena selain memang merupakan gedung tua, disini juga banyak lemari yang menyimpan berbagai macam alat praktikum yang belum tentu setiap hari dibuka. Jadi lebih mirip seperti gudang penyimpanan kalau menurutku.

Aku ingat saat aku masih menjadi maba dulu pernah ada kesurupan massal di laboratorium ini kata teman kosku, kalau aku tidak salah ingat sih namanya Fendi. Dia bilang habis nonton kesurupan massal di Lab. Yang mengusir hantu- hantu yang merasuki para mahasiswa pakai ilmu kejawen. Dia juga bilang kalau mengusir hantu pakai ilmu kejawen itu tidak baik, karena dia mengusir hantu dengan cara mendatangkan hantu lain yang lebih kuat. Terkadang hal ini bukannya menjadi solusi bagi korban kesurupan massal karena malah menimbulkan masalah baru. Bisa saja hantu yang mengusir malah senang berdiam di tubuh korban kesurupan. Bisa juga korban kesurupan tidak sembuh total, melainkan hantunya hanya menyingkir sebentar. Setelah yang punya ilmu pergi, si hantu bakalan datang lagi dengan teror yang lebih parah karena merasa terusik. Yah bagaimanapun juga itu adalah pendapat orang lain, aku wajib menghargai nya. Maka dari itu aku hanya menjadi pendengar setia saja waktu Fendi menjelaskannya padaku.

“hemmb, hari sudah hampir gelap”, gumamku

Aku selalu merasa gelisah saat detik- detik menjelang magrib. Aku merasa tidak nyaman.
Dan benar, tak lama setelah itu adzan magrib berkumandang. Suaranya terdengar dari dalam Lab. Adzan magrib ini selalu membawa sensasi aneh pada diriku. Adzan magrib itu saat yang istimewa, karena pada saat itulah banyak hantu berkeliaran di dunia nyata. Pernah ada teori bahwa jika anda ingin bertemu hantu secara nyata live di depan mata anda, maka jongkoklah di bawah pohon pisang sebelum adzan magrib. Dan tepat pada saat adzan magrib, maka anda akan melihat salah satu hantu yang memang sukanya berdiam diri di area pohon pisang.

“Roi Roi, lihat deh pohon bambu yang berayun di luar Lab itu”, aku memanggil Roi, teman sekelasku yang sama- sama masih berada di Lab. Roi ini adalah sahabat karibku di kampus. Sahabat terbaik yang ku miliki setelah teman sebangku SMA ku.

“pohon bambu? Yang mana?”, jawab Roi

“itu lo, yang kelihatan di pojokan luar Lab. Disitu suka ada wanita yang berayun di batang bambu yang melengkung”, kataku

“ah jangan nakut- nakutin lu. Aku pulang lo ya?”, Roi mulai takut

“yuk sholat aja dulu di BEM”, ajak Roi

“ayuk dah”, kataku

Kami turun ke lantai satu yang sudah sepi karena semua mahasiswanya sudah pulang. Kami melewati lorong Lab.matematika yang gelap karena entah kenapa penerangan disitu belum dinyalakan. Sambil berjalan, aku melihat ada sosok laki- laki berbadan perkasa menempel di langit- langit Lab. Badannya yang tidak terbungkus baju menambah kesan garang hantu ini. Auranya hitam, mungkin ini adalah jenis hantu yang tidak kenal krompomi dengan manusia. Aku diam saja karena kuatir ditinggal pulang sama Roi, sementara bahan untuk praktikum besok belum selesai disiapkan.

“Eh bro tau tidak, katanyaa nih, orang yang bisa melihat hantu itu artinya di dalam tubuhnya juga ada hantunya lo? Makanya ia bisa melihat lintas alam. Logikanya, manusia melihat manusia, hantu melihat hantu. Kalau manusia bisa melihat hantu, berarti di dalam tubuh manusia tersebut ada hantu juga”, kata Roi menjelaskan

“kamu tidak ingin di rukyah bro?”, tanya nya kemudian

“rukyah? Aku mah tidak mempan rukyah Roi. Sudah pernah sih di rukyah, aku tidak merasa apa- apa. Cuman ngantuk aja karena bosan ndengerin ustadnya ngaji”, jawabku

“oo, tidak tau lagi sih kalau gitu”

“kenapa bro?”, tanyaku

“yaa tidak apa- apa sih. Kamu tidak takut bisa melihat begituan?”, kata Roi

“yaa takut sih takut bro. Awal- awal aku sampai tidak bisa tidur karena tiap aku merem, aku melihat kuntilanak tersenyum manis di depan kamarku. Iya kalau wajahnya cantik kaya aura kasih gitu bro aku seneng liatinnya. Lha ini penampilannya seperti ibu- ibu dengan kisaran usia 40an tahun. Terus menggendong bayi yang sangat kecil.Bayi yang digendong dengan tangan kirinya itu selalu menangis, mengeluarkan suara tangis merintih yang amat pelan. Nah setelah aku lihat lebih dekat, ternyata sosok yang mirip bayi itu memiliki raut wajah seperti kakek- kakek tua, lengkap dengan kulitnya yang keriput. Walaupun memang wujudnya kecil seperti bayi, namun ia memiliki beberapa gigi yang sudah ompong, sedangkan sisa- sisa giginya yang lain kelihatan menghitam di sana- sini. Sungguh mengerikan, tak kalah mengerikannya dengan sosok wanita yang menggendongnya.Lalu si wanita yang menggendong bayi ini suka sekali tertawa cekikikan.Ia memiliki kulit putih pucat seperti wanita yang memakai bedak putih tebal. Matanya memiliki kantung mata yang menghitam.Etah kantung mata beneran, atau memang di bawah matanya nampak bagian yang menghitam.Sosok yang memakai baju putih panjang, bisa dibilang mirip daster, dengan rambut hitam yang terurai hingga ke kaki”, aku menjelaskan

“aseem, kampret lu. Itu kan kuntilanak”, kata Roi

“wakakakak”, kami tertawa, walaupun aslinya merinding juga

Setelah selesai sholat, kami bergegas menyelesaikan bahan- bahan untuk praktikum besok lalu sesegera mungkin pulang.
Esok harinya, kami kuliah mulai jam tujuh pagi. Aku kuliah di Lab sebelah, jadi bukan Lab yang semalem. Lokasinya ada di sebelah barat nya Lab yang semalem. Setelah selesai kuliah, aku dan Roi jalan menuju BEM. Kami berjalan santai sambil membahas penampakan bambu tadi malam. Karena ini sudah siang, maka kami berani membicarakan hantu, setidak- tidaknya lebih berani jika dibandingkan tadi malam.

“yang semalem itu kamu ngeliat juga g sih Roi?”, tanyaku

“bambu? Iya aku ngeliat”, jawab Roi

“goyang g?”, tanyaku

“goyang? Inul kaleeee”, jawab Roi

“wakakaak, iya berayun bro. Makanya aku takut waktu kamu bilang ada wanbita yang ayunan di situ. Aku melihat bambunya berayun, tapi aku tidak melihat ada wanita yang ayunan”, sambung Roi

“itu yang berayun sebenernya dari golongan wewe. Mereka memang suka berayun di pohon bambu”, jawabku dengan serius

“yaa masuk akal sih kalau ada wewe disitu, soalnya kan belakang Lab itu kebun pisang?”, kata Roi kemudian

Tak terasa ngobrol sambil berjalan, ternyata langkah membawa kaki kami berjalan melewati jalanan setapak di belakang Lab. Aku baru sadar setelah kami berada di titik semalam, lokasi dimana pohon bambu berayun itu harusnya berada. Kenapa harusnya berada?

“lho Roi, bukannya bambu itu harusnya disini ya?”, kataku sambil menunjuk tanah di bawah kakiku.

“kok sekarang tidak ada sama sekali?”, lanjutku

“lhah”, Roi terkejut

“mbak mbak, tadi apa ada yang nebang bambu disini?”, tanya Roi pada mahasiswi yang kebetulan kami temui disitu

“enggak tuh”, jawab mahasiswi yang ditanyai Roi

“yakin mbak tidak ada yang nebang bambu disini?”, tanya Roi lagi

“Roi Roi, kalau seandainya ya, memang pohon bambu itu ada yang nebang, bukankah seharusnya ada sisa- sisa tetel kayu/ bekas gergajiannya disini ya? Bagaimanapun juga ini baru jam 9 pagi, dan kemarin jam 18 kita baru melihat bambu- bambu itu”, kataku

“aneh, benar- benar misterius”, batinku

Kalau memang bambu- bambu itu sedari awal tidak ada, kenapa kami berdua melihatnya semalam?
Kalau memang kami berdua melihat bambu itu semalam, berarti wewe penghuni pojokan Lab ini sedang ingin menunjukkan diri pada kami berdua, untung aja semalem sampai bahan praktikum selesai disiapkan tidak ada gangguan apapun
Bulu kudukku meremang
Dan saat aku melihat ke atas, samar- samar terlihat ada wanita tersenyum di pojokan Lab, di bagian dalam Lab yang terlihat dari tempatku berdiri. Wanita dengan gaun putih panjang dan muka nya yang pucat melambaikan tangannya ke arahku




Diubah oleh tirakat.batin
Beling Dalam Daging

suatu hari di tahun 2008




Pagi itu aku cepat- cepat naik ke lantai dua gedung C F.MIPA. Sambil setengah berlari, kutapaki satu persatu anak tangga yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua tersebut.

“hai Roi”, sapaku pada sahabatku yang pagi itu terlihat lemas

“napa? tumben loyo?”, tanyaku

“iya lagi tidak enak badan nih bro”, jawabnya

“nanti aku pijat mau?”, aku menawarkan bantuan

“mau laah, hahaha”, Roi terlihat senang

“oke nanti habis kuliah ya, di BEM”, jawabku

“sip, thanks yaa”

Kuliah berlangsung tegang seperti biasanya, karena pagi itu dosen yang mengajar benar- benar killer. Terlihat menguap sedikit maka langsung disuruh keluar. Terlihat bercanda sedikit maka langsung disuruh keluar. Terlihat senyum sedikit maka langsung disuruh keluar. Terlihat ngelirik teman di kanan/kiri maka akan langsung disuruh keluar. Masang wajah serius dengan mata melotot kedepan pun bernasib sama, disuruh keluar kalau tertangkap basah sedang melamun. Ah, benar- benar dosen yang tanpa ampun. Sembilan puluh menit kuliah bersama dosen ini sukses membuat mahasiswanya terkena serangan jantung karena terus- terusan merasa cemas. Belum lagi ancaman tidak lulus atau bayang- bayang akan dapat nilai C yang akan selalu menghiasi transkrip nilai kami seumur hidup.Tak ayal setiap mengikuti kuliah dosen ini, keringat dinginpun selalu mengucur deras sehingga sukses membuat baju yang ku kenakan basah kuyup.Pak Gatot trigger ekspresi gen dalam lingkaran setan, begitulah teman- teman memanggilnya. Mengikuti perkuliahan selama sembilan puluh menit dengan orang ini rasa- rasanya lebih berat dan sangat jauh lebih lama dibandingkan harus menemani pacar jalan- jalan seharian, walaupun selama di kelas kita cuman duduk saja.

“Teeet Teeeeet, Teeeet Teeeeeet”

Bel yang menatidakan pergantian jam kuliah telah berbunyi. Artinya, Sembilan puluh menit telah berlalu. Entah kenapa, walaupun hanya suara bel yang tak lebih berbunyi teeet sekalipun, terdengar lebih indah dari pada suaranya BCL yang sedang menyanyi. Setelah sang dosen keluar kelas, anak- anak di dalam kelas langsung berhamburan keluar. Aku masih duduk tenang di kursi sambil bernafas lega.

“aku masih punya janji untuk memijat Roy di BEM”, batinku

Walaupun di tahun tersebut sudah jarang ada teman yang bersedia dengan sukarela memijat teman yang lain, yang entah karena tidak mau atau tidak mampu, entah karena jijik jika harus menyentuh kaki pasien yang akan dipijatnya, entah karena malas atau malu, selalu saja alasan bagi mereka untuk menolak pekerjaan yang dibilang kuno itu, aku tetap mau melakukannya untuk teman- teman yang membutuhkan.

“Aku disini sendirian, tanpa saudara tanpa family. Kalau aku tidak mencari teman sebanyak- banyaknya, bagaimana jika suatu ketika aku sakit dan membutuhkan bantuan? Setidaknya dengan membantu orang, ketika suatu saat nanti aku gentian minta tolong maka mereka akan dengan senang hati membantuku”, begitulah pola pikir sederhana yang ku terapkan saat itu. Walaupun pada kenyataannya, pada saat aku benar- benar membutuhkan bantuan, tidak sedikit teman yang kemudian menolak untuk membantu. Bahkan seorang teman yang dari semester satu sudah ku bantu dengan tulus, pada akhirnya malah menusukku dari belakang. Itulah septian, yang meninggal di chapter sebelumnya. Tapi biarlah, kenyataan itu tidak lantas membuatku enggan menolong orang yang membutuhkan.

“Roi, ayo kita mulai”, kataku sambil menyuruh Roi untuk tengkurap di depanku

Aku mulai dengan berdoa, memohon bantuan kepada Tuhan, semoga dengan pijatanku menjadi perantara bagi kesembuhan sakitnya. Kemudian, aku mulai melepaskan sejumlah kecil energy, persis seperti aku mengeluarkan sonar untuk melihat pembuluh darah mana yang tersumbat. Selain untuk melihat pembuluh darah yang tersumbat juga bisa untuk melihat energi- energi negatif lain yang mengganggu dalam tubuh. Setelah sepuluh menit mencari yang bermasalah, aku mulai memijat. Punggung kiri, kanan, tengah, pinggul, leher, semua rata kena pijat. Hingga tiba- tiba aku merasa ada sesuatu yang aneh di bahu kanan.

“Roi, aku tidak paham ya ini apa, tapi sepertinya ada yang tidak beres dengan bahu kananmu”, kataku

“wah, aku yo tidak paham. Apa mungkin kecapekan badminton ya?”, Roi memang seorang olahragawan yang rutin badminton

“hemmb, baru ini aku melihat yang seperti ini”, kataku kemudian

“ya sudah bro tidak apa- apa, sudah dipijitin saja aku sudah senang”

“punggungku udah enakan”, kata Roi

“oke deh, senang bisa membantu”, kataku

Hari terus berlalu, hingga kemudian keesokan harinya aku bertemu Roi lagi, di tangga menuju lantai dua ditempat yang sama dengan kemarin.

“eh bro tau tidak, ada beling di bahu kananku”, kata Roi

“hah? beling? di dalem lengan?”, tanyaku kaget

“iya, di dalem”

“kok bisa?”, tanyaku lagi

“jadi gini ceritanya”, kata Roi

“kemarin setelah pulang dari kampus, aku menyewa jasa pijat. Tukang pijatnya cantik, masih muda lagi. haha. Namanya mbak intan”

“lanjut, aku kan buka kaosku, terus tengkurap di ruang tamu. Kemudian mbak intan mulai memijat. Lagi enak- enaknya mijat, dia njerit”

“aaaw”, gitu

“kamu apain Roi?”, tanyaku

“tidak aku apa- apain lah, hahaha”, jawab Roi

“kemudian aku disuruh berdiri sama mbak intan, ya aku berdiri lah. Kaosku terus di angkat, dan tiba- tiba “cliing”, ada sesuatu yang jatuh”

“apa Roi yang jatuh? Duit?”, tanyaku

“bukaaan gebleeek, hahaha. Yang jatuh itu beling. tipis sih, dan kecil. Tapi tajam banget. kata mbak intan, jarinya terkena beling itu pas memijat bahuku. Makanya dia njerit”, jawab Roi.

“mbak intan itu walaupun tukang pijat, setengah dukun juga dia. Dia ngerti hal- hal ghoib gitu- gitu bro”, kata Roi

“ooo ya yaa. Si mbak intan cerita tidak itu beling dari mana?”, tanyaku lagi

“enggak bro. Cuman belingnya dibuang sama dia. Aneh ya? percaya tidak percaya, lantai sudah ku sapu bersih, kaos yang kupai juga bersih, pas kaos aku angkat kok bisa ada beling jatuh”, kata Roi

“yaa aku percaya saja bro, memang ghoib itu susah dinalar”, jawabku

“yuk masuk, lanjut nanti lagi”, ajak ku karena sudah mepet jam kuliah




Diubah oleh tirakat.batin
Quote:


terimakasih gan untuk apresiasi positifnya
emoticon-Salam Kenal

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



terimakasih para kaskuser yang budiman atas respon positifnya
sebagai hadiah, update langsung 2 part
silahkan yg ingin bergabung dengan kami di grup Spiritual Adventure
kontak TS ada di page satu di atas indeks

salam

emoticon-Ultah emoticon-Ultah



grup WA ya mbah?
Quote:


emoticon-Big Grin wakakaka.... vivaaaatt !!! emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


vivat apa ya gan?

emoticon-Bingung
suroboyone ng ngendi mas??salken....emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
Quote:


biyen ketintang cak
trus sempat nok sidoarjo pepe legi
sempat nok bunderan dolog
sempat nok aloha

nasib pengamen jalanan cak
emoticon-Mewek
aq lo arek wage mas...cidek pepelegi...hahahahaha....saiki wes ucul...merit pindah surabaya barat..ndek wage mung wong tuo...
halah...pengamen jalanan piye mas...arek band2an tah sampeyan...cafe to cafe yoh mas??emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol
ayo apdet mas wir..
Update nya dtunggu om wira 🙏
numpang gelar tiker emoticon-Wowcantik emoticon-Wowcantik emoticon-Wowcantik
Assalamualaykum Mbah TS,
Tertarik ane baca threadnya, izin juga untuk gabung di grup WA ya.
Suwun
Om Wira lanjut lagi dong ceritanya, udah di share + *5
emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up
Absen nunggu update om wira
Ayo update e bang
Silent reader turun gunung monggo gan updatenya di tunggu hehhe
Assalamualaikum Om,
Ditunggu update'an nya

mw ikut masuk grub dong om
emoticon-Malu
Halaman 8 dari 18


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di