CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Pilkada /
Debat Iptu Ali dengan Pimpinan Ormas yang Hendak Masuk Swalayan di Sragen
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/585b9551c2cb179d0e8b456a/debat-iptu-ali-dengan-pimpinan-ormas-yang-hendak-masuk-swalayan-di-sragen

Debat Iptu Ali dengan Pimpinan Ormas yang Hendak Masuk Swalayan di Sragen

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 51 dari 72
sebentar sebentar emoticon-Wkwkwk
Ga sependapat pokok'y ...kafir....kafir...kafirrr....(nangis guling2)
Quote:



Ini nih yang harus dibaca banyak orang.
Sombong dan merasa klo diri lebih tahu daripada Allah SWT
Misal, mengkafirkan orang. Jangankan ke yang beda akidah, ke yang satu akidah aja klo beda pendapat suka dikafir2.
Diubah oleh TahtaArash
Quote:



menanyakan dan mempelajari itu bukan dalam pengertian untuk mencari celah pengingkaran dan alasan untuk tidak melaksanakan

mempelajari dan menanyakan sebab akibat alasan itu untuk mempertajam keimanan kita dalam menjalankan perintah Allah dan rasul gan.

seandainya toh kita mau menyampaikan (dakwah) paling gampangnya ke anak cucu kan lbh mantab klo tahu asal usul latar belakang dan ilmu dibalik perintah itu...bukan semata2 karena diperintah....jd ada esensinya
Bukankah menuduh kafir orang sesama muslim itu dosanya besar ya? FPI ini udah ngangkat diri jadi wakil tuhan atau bagaimana? emoticon-Leh Uga
Quote:


agan sebenarnya mempertanyakan sunnah Rasulullah yg mana? tentang tidak boleh menyerupai suatu kaum? kalo itu yg agan tanyakan, ya sudah jelas alasannya kenapa tidak boleh? karena itu berarti kita termasuk kaum mereka. dan buat saya pribadi saya tidak mau sama dgn mereka, saya Muslim. Saya tidak merayakan apa yg mereka rayakan, saya tidak menyembah apa yg mereka sembah. Saya tidak termasuk kaum mereka.
Semoga cukup jelas ya gan....
Quote:



tepatnya itu gan heheheh dasar onta tolol kenapa pemerentah gak bubarin aja sekalian ormas cem gitu enek ane emoticon-Najis
Quote:


yang lucu, orang2 yang ribet begini ga boleh dipecat. wkwkwk.. lah perusahaan siapa, yang gaji sapa? perusahaan mah maunya yang gampang aja, mau ikut bantu perusahaan apa ga? ga ya pecat..

btw gimana ya kalo misalnya perusahaan mengucapkan selamat natal pasti isinya kan begini :

Segenap karyawan dan manajemen Perusahaan X mengucapkan selamat hari natal 2016

tapi karena ada fatwa haram masa jadi begini :

Segenap karyawan dan manajemen kafir perusahaan X mengucapkan selamat hari natal 2016

ato

Sebagian karyawan dan manajemen non muslim perusahaan X mengucapkan slemat hari natal 2016
Dan sebagian karyawan dan manajemen islami perusahaan X tidak mengucapkan selamat hari natal 2016
Klo berani noh sweeping ke Kalbar,NTT,Papua
Baru loe "laki"
Quote:


Pas temanya sama dengan yang diobrolin ane lagi sama client ane barusan...

Dipecat secara langsung karena karyawan meyakini atribut yang diwajibkan dan tidak tiap hari dipakai tsb merupakan hal yang melanggar keyakinan si karyawan tsb juga ga etis gan..
dan bila diperpanjang masalahnya bisa masuk nyebar ke pasal "kebebasan beragama" yang diatur dalam undang2x..

Mungkin ini saatnya perusahaan2 yang berhubungan langsung dengan customer tertentu (mall, kafe dan perusahaan sejenis) menambahkan syarat2 khusus seperti "mau memakai atribut2 hari raya nasional" atau sejenisnya kepada karyawannya.. jadi sudah jelas dari awal.
Atau..
Karyawan yg ga mau pake atribut tab dipindahkan ke bagian lain dulu pada kondiai dimama atribut tsb memang harus dipakai. (untuk menarik tamu misalnya) pakai sistem rolling
Atau..
Karyawan yang ga mau pakai atribut diliburkan dulu (dengan melakukan pemotongan salary), dan posisi karyawan tsb diganti sementara dengan orang lain yang mau bekerja dan di gaji selama si karyawan yg bersangkutan di cutikan (banyak yang butuh kerjaan gan..)
Atau cara cara lainnya..

Ribet emang tapi daripada beresiko ntar2nya..

Soal pengucapan selamat perusahaan...

"Kami segenap karyawan dan manajemen perusahaan x mengucapkan selamat natal dan tahun baru"

Beberapa agama diakui di Indonesia! Selama pengucapan itu ditujukan ke agama2 yg diakui tadi seharusnya ga jadi masalah! Toh itu bukanlah pengucapan yang bersifat pribadi.

Btw.. semua yang di atas itu berpangkal dari soal fatwa MUI yang sekedar nasihat dan mungkin belum tentu benar..
Diubah oleh khayalan
dasar ormas gila
baru pimpinan cabang mau mengkafirkan orang.
ente vahlul
perbanyak ngaji sana udah ga usah perbanyak jalanjalan sweeping atribut keagamaan.
btw topi natal dan pernak pernik natal itu atribut keagamaan bukan ya hehe
emoticon-Salam Kenal
Masyarakat Kab. Banyumas DAMAI TANPA FPI
TOLAK FPI forever
emoticon-Salaman
Punya rumah jarak 5 rumah dari masjid. setiap hari denger suara kumandang adzan melalui pengeras suara. tapi apakah itu membuat saya menjadi "kafir" bagi agama saya? apakah itu membuat saya berpaling dari iman saya? tidak tuh, namun saya tetap menghargai adzan dari saudara2 ku umat muslim.

Apakah se dangkal itu iman saudara2 ku sehingga mengucapkan selamat natal seakan2 dapat meruntuhkan iman saudara? apakah selemah itu kepercayaan anda sehingga menggunakan atribut2 natal (ingat, atribut ini adalah budaya eropa dan amerika yang tidak memiliki esensi kegamaan) dapat membuat pemakainya langsung runtuh imannya?

damai dong damai, nda usa pake kekerasan segala baik verbal maupun fisik emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


lho masih soal yg menyerupai kaum? klo quote agan di atas sebagai pendapat soal menjalan perintah dengan tidak mempertanyakan sebab akibat dan alasan


klo soal yg hadist menyerupai kaum itu masih ada sedikit perbedaan pendapat sama agan...saya tidak mau serta merta mengartikan dan mengamalkan secara bulat2 berdasarkan pengertian tersurat dalam hadist tersebut. ada banyak latar belakang dan alasan yg menjadi dasar pernyataan rasul tersebut.

pendapat saya...saat itu rasul berdakwah dalam kondisi jahiliyah yang mana masyarakat jahiliyah pada saat itu banyak yg memusuhi Islam secara terang2an sehingga rasul memerintahkan pembentukan identitas kaum muslim untuk menjaga akidah umat agar tidak kembali terseret dalam kebiasaan kebiasaan dan penampilan kaum jahiliyah

mengenai ucapan selamat, rasul sendiri menyatakan banyak ucapan selamat dalam berbagai bentuk namun maaf saya belum mempelajari secara dalam mengenai contoh2 ucapan selamat rasul kepada umat lain dalam semangat persatuan, silaturahim, dan kerukunan

namun bs dijadikan referensi adalah kajian Quraish Syihab terhadap ucapan selamat tersebut bs digugling yak....yang di dalamnya menekankan pemahaman umat terhadap arti kata, iman, dan semangat silaturahim ( maaf saya ga copaskan monggo dicari sendiri)
Quote:



inilah yang saya tekankan dalam setiap pendapat saya

saya setuju dengan agan....seharusnya pemahan seperti ini yang harus dimiliki saudara2 umat islam.

dengan demikian umat muslim dapat hidup dengan semangat kerukunan tanpa harus mengangkat isu mayoritas dan minoritas karena keimanan sudah selayaknya tidak bergantung kita tinggal di daerah mayoritas muslim atau tidak. iman ada di dalam diri masing2 dan tidak goyang cm dari hal2 yg semacam ini

Quote:


Ane gak nonton Dragon Balls sama Bleach, sama One Piece Gan.. Terlalu cliche emoticon-Frown Jadi Ane gak tau banyak.

Tapi bener sih yang Agan bilang, Islam mah keluar paling bontot, ngopi sana sini dari Yahudi sama Kristen. Ngaku paling sempurna, paling orisinil.
Kita yang Buddha aja gak ngotot lho sama Hindu, Kita share Tuhan Kita bareng2 walau beda nama, tapi 1 sosok.. Misal. Wishnu dan Buddha.

Yang Muslims, either mereka yang monopoli sendiri Nabi nya atau malah nge hina Nabi nya sendiri.
Monopoli Nabi nya sendiri, nganggep bahwa Musa, dan sebagai nya itu cuma Nabi Muslim, padahal Musa punya nya Yahudi di comot2 sama Muslim.
Nge hina Nabi nya sendiri, ngata2 in Yesus ini itu lah. Padahal Yesus nya ya Isa mereka, dan Iesus di Yahudi.
Kita yang Buddha gak pernah mau ngehina Wishnu karena Kita tahu dan sadar diri, Wishnu ya Buddha2 juga.

Tapi bagus nya di Kaskus dan Youtube kalo ada kayak ginian, Muslims yang melek dan mayan sadar, cukup banyak. Pada malah demek noh sama FPI dan MUI.
MUI pantes nya di bubarkan, udah gak guna tuh Organisasi. Dulu2 Ane ada lihat Warung Padang pake logo MUI. Dalam hati Ane gedek abis, segitu bego nya kah orang Muslims, sampe Warung Padang pun di logo in halal ? I mean, it's a common sense, Lo gak akan nemu babi di masakan Padang, Aceh dan Makassar lah. Kalo macem Chinese Food, masakan Manado lo label in halal sih oke, ini mah boro2.

Gak perlu sweeping2 segala lah, iman yang Muslims kok pada lemah. Mau ngelatih spiritual/iman nya tapi manja banget.

Gw Buddha, sekolah di sekolah Katolik. Kalo ada retret, in case di tempat / jalan yang gak ada makanan Vegetarian, ya Gw makan mah makan aja, tinggal pinggirin daging atau ngasih temen.

Masa gara2 pake topi natal bisa masuk neraka, apa dengan Muslims gak pake topi natal juga udah jaminan gak masuk neraka. Gw pikir ngeri ya agama kayak gitu, stuck di tempat. Lo gak bisa kemana2, gak bisa maju, mundur, kiri dan kanan, karena di takut2 in bakal masuk neraka. Pokok nya Lo buat apa pun itu bakal punya chance gede buat masuk neraka.
Bravo pak Pulisi, itu hebat dan tegas. Halau segala tindakan asosial dan extrimis di Indonesia. apalagi bibit anarkis yang ditebarkan dengan kedok agama.

Bumi Hanguskan Fara Perusuh Indonesia Broh

Saya Juga Berjenggot, Tapi Saya Bukan Extrimis emoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh TuanLi
kayaknya udah ada instruksi langsung dari kapolri makanya bisa galak bener nih kapolres emoticon-Big Grin
kok jadi nglunjak ya...??
FPI Racist on the go emoticon-Om Telolet Om!
Halaman 51 dari 72
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di