CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[KOMBAT HOROR] REAL STORY REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580398aa582b2e790e8b4568/kombat-horor-real-story-rel-kereta-api-angker---apakah-ini-sebuah-kebetulan

[KOMBAT HOROR] REAL STORY REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?

WELCOME TO MY HOROR STORY THREAD
REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?

[KOMBAT HOROR] REAL STORY REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?

ORIGINAL THREAD BY TYAZSCREAM


[KOMBAT HOROR] REAL STORY REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?


APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?


Sore itu Ane duduk diteras rumah, kebetulan rumah Ane depan jalan raya yang biasa dilewati angkot, karena depan rumah Ane ada jalan masuk ke kampung warga yang dilintasi rel kereta api, sering angkot berhenti sekedar mangkal menaikan dan menurunkan penumpang.
Kemudian Ane melihat seseorang yang turun dari angkot, Ane menyapa seorang wanita yang kebetulan turun dari angkot itu, Dia adalah tetangga desa Ane. Namanya Mbak Rina, Dia perempuan muda yang sedang hamil 8 bulan.

“Darimana Mbak?” Sapa Ane

“Dari Bidan mas, mengecek kandungan udah 8 bulan.” Jawab Mbak Rina dengan senyum

“Titip ini Mas buat Suamiku.. Ayo Mas duluan.” Tambahnya sambil memberi Ane bungkusan

“Iya Mbak” Ucap Ane

Kebetulan Suami Rina bekerja di Bapak Ane gan. Segeralah Dia mulai menyebrang menuju ke jalan desa.

Gak lama kemudian banyak warga yang berteriak, “Ada kecelakaan, ketabrak kereta api.”

Teriakan warga tersebut menimbulkan penasaran bagi Ane hingga kemudian Ane beranjak menuju ke rel untuk melihat siapa sosok yang menjadi korban kecelakaan tersebut.

Quote:


Ane pun membantu mengumpulkan bagian badannya yang tercecer bersama beberapa warga lainnya. Segera Ane ngomong sama Bapak Ane perihal tentang kejadian tersebut. Akhirnya Suaminya segera diberi kabar kalau istrinya sedang sakit, sengaja Dia tidak diberi tahu kejadian sebenarnya agar tidak panik ketika pulang.

Karena suaminya masih bekerja dengan Bapak Ane, kita pun mengikuti takziyah. Raut kesediahan dari suaminya tampak jelas ketika Ane berada dirumahnya. Hingga akhirnya jam 9 malam ane pulang bersama Bapak Ane, bersamaan dengan Adik Ane yang pulang dari kuliahnya yang di luar kota.

Malam itu Ane putuskan untuk tidur lebih awal meninggalkan Adik Ane yang sedang diruang tengah menonton TV.
Setelah jam 11 malam, pintu kamar Ane diketuk Adik Ane,

“Tok.. Tok.. Tok... Mas bangun ada tamu.” Ucap adik Ane didepan kamar

Ane pun segera bangun, untuk tahu siapa yang mengetahui siapa yang bertamu malam-malam. Ane buka pintu kamar Ane, sementara Adik Ane sudah menuju ke kamar tidurnya. Segeralah Ane ke ruang depan.

“Mana? Kok gak ada orang?” Dalam hati Ane bingung dengan keadaan diluar rumah yang sepi

Ane pun segera menuju ke kamar Adik ane

“Mana? Katanya ada tamu, kok gak ada?” Ucap Ane

“Itu Tadi Mbak Rina Katanya mau ngambil bungkusan!!” Jawab Adik Ane sambil tiduran

“Haahh...” Ane terkejut

Ane langsung kaget dengan jawaban Adik Ane karena sosok yang bertamu itu Mbak Rina yang mau mengambil bungkusan. Ane baru ingat kalau Mbak Rina yang sudah meninggal sore itu menitipkan bungkusan ke Ane untuk Suaminya.

Ane pun masuk ke dalam kamar adik Ane

“Kamu tahu kalau ada kecelakaan kereta tadi sore?” Tanya Ane

“Gak taulah, balik aja tadi malam.” Jawab Adik Ane

“Tadi sore ada kecelakaan kereta api, korbannya MBAK RINA!” Ucap Ane

“Haaahhh.. Tadi itu siapa?” Ucap Adik Ane terkejut terbata-bata

Ane pun akhirnya memutuskan untuk mengunci pintu rumah kembali, entah kenapa ketika ke depan rumah penglihatan Ane tertuju kepada sebuah jalan menuju desa yang dekat dengan perlintasan rel itu. Seketika sosok itu muncul dari kegelapan, Dia adalah sosok penampakan Mbak Rina yang tewas ketika itu, wajah yang pucat, tatapan matanya begitu tajam ke Ane, sosok tersebut semakin mendekat, kurang lebih posisinya 75 meter dari Ane. Ane buru-buru masuk untuk segera kembali ke kamar.
Spoiler for "Mulustrasi":

Pandangan Ane menuju ke bungkusan yang tadi sore dititipkan dia di ruangan tengah rumah, Ane berusaha menenangkan diri, dan kembali ke kamar malam itu, gak lama Ane didengarkan suara ketuk pintu rumah, dan ketukannya bukan seperti ketukan biasa gan, seperti memukul-mukul pintu dengan tangan menggeggam.

“Bluuuk.. Bluuuk.. Bluuuk..” Tampak terdengar jelas suara dari rumah

Ane berusaha diam, hal tersebut terjadi berkali-kali dan setelah itu muncul suara, “Manaa bungkusan itu??” Ane jadi yakin ini sosok penampakan dari dia yang kecelakaan tadi sore. Buru-buru Ane tidur di kamar adik Ane.
Besok paginya Ane ikut melayat sekalian membawakan bungkusan itu ke Suaminya.

“Mas ada titipan dari Mbak Rina kemarin?” Ucap Ane

Suaminya membuka bungkusan plastik itu, Dia kaget dengan bungkusan itu

“Haah. Kok kembang melati?” Ucap Dia

“Mbak Rina nitip ke Saya sebelum meninggal.”Jawab Ane

Ane pun terkejut dengan isi bungkusan itu, seperti memberi petunjuk kalau Mbak Rina mau meninggal. Biasanya kalau ditempat Ane membeli kembang melati untuk ziarah di kuburan malam jum’at kliwon.

Teror Malam ke 7
Karena malam ke tujuh pengajian dari Mbak Rina, Ane pun ikut ke mengunjungi. Ane bersama dengan tetangga Ane, Rian yang kebetulan rumahnya ceweknya tetangganya Mbak Rina. Dia tidak melihat kejadiannya karena Dia bekerja.
Pada waktu itu untuk menuju ke rumah Mbak Rina, Ane dan Rian dengan berjalan kaki tentunya harus tetap melewati rel kereta.

Jam 7.30 habis Isya Ane pun berangkat dengan Rian, dengan berjalan kaki untuk menuju ke kampung. Ketika Ane melewati rel, Ane belum merasakan merinding karena masih sore, Rian juga mengajak ngobrol Ane terus, jadi Ane gak terlalu peduli dengan tempat yang Ane lewati itu.
Setelah selesai mengikuti pengajian, Ane putuskan untuk langsung pulang, tapi Rian di samperin oleh ceweknya, mereka asik ngobrol sementara ane menunggu dengan duduk di depan rumah Mbak Rina dengan ditemani keluarganya. Pembicaraannya begitu serius sampai hingga akhirnya Ane ngomong untuk pulang.

“Yan, ayo pulang!” Ucap Ane

“Bentar lagi.” Jawab Rian

Sementara jam sudah hampir menunjukan 11 malam. Feeling Ane pasti bakalanan apes karena Ane dan Rian jalan kaki, dan tentu saja melintasi rel sepi ditambah lagi malam.

Akhirnya kita pun pulang. Rian tumben tidak mengobrol seperti waktu kita berangkat, dia hanya diam.

“Yan, kayaknya serius banget ngobrol sama cewekmu?” Tanya Ane

“Udah nanti saja aku ceritain.” Jawab Rian

Dalam hati Ane pasti gak ada cerita lain selain penampakan. Rian pun hanya diam, langkah kakinya berbeda dengan ketika berangkat, langkahnya cepat, dan setelah sampai direl baru Dia bicara?

“Emang dimana Mbak Rina ketabrak?” Tanya Rian

“Disitu!” Jawab Ane sambil menunjuk jari tempat jasadnya tergeletak

Sontak Ane kaget ketika menunjuk tempat dimana jasad Mbak Rina itu tewas, dimana sosok penampakan Mbak Rina itu langsung muncul.
Posisi penampakan itu sedang duduk disemak ilalang pinggir rel, dengan wajah menunduk menangis “Hiii...Hiii...Hiii” dengan menggendong bayi yang hancur, berdarah, tak berbentuk! Sementara di belakangnya muncul sosol wanita yang wajahnya remuk, berbaju putih, dengan memandang Ane tajam, sosok itulah yang pernah Ane lihat sebelumnya.
Spoiler for "Mulustrasi":

Ane langsung lari meninggalkan temen ane yang kebingungan.

Quote:

Akhirnya Ane sampai dirumah lebih dulu dari Rian, sedangkan Dia masih kelihatan mau menyebrang jalan raya. Setelah itu dia ngobrol dengan Ane tentang apa yang di ceritakan oleh ceweknya. Sosok penampakan Mbak Rina itu katanya telah menampakkan dirinya ke kakaknya yang kebetulan mempunyai anak bayi gan.

“Kenapa km lari?” Tanya Rian

“Pas nunjukin dimana Mbak Rina itu tewas. Sosok itu muncul Yan.” Jawab Ane

“Kok Aku gak liat?” Ucap Rian dengan kebingungan

“Pas nunjukin ke kamu dimana jasad itu!!” Jawab Ane

“Cewekku ngomong kalo arwahnya itu sampe menghantui warga.” Ucap Rian

Ceritanya ketika kakaknya setelah selesai sholat isya, Dia melihat sosok penampakan Mbak Rina yang memandangi anak bayinya yang sedang sendirian. Wajahnya begitu hancur, sampai usus didalam perutnya itu keluar. Apalagi ketika dia mendengar suara “Anakku... Anakku...” Suara itu tampak serak. Dia sangat kaget melihat sosok penampakan itu.

Setiap malam Sosok tersebut selalu menghantui dirumahnya, bahkan berjalan bolak balik di halaman rumahnya hingga akhirnya pindah ke rumah suaminya. Dan ternyata sosok itu juga sering menghantui para ibu-ibu yang mempunyai anak bayi. Sosok penampakan Mbak Rina itu selalu berbicara “Anakku... Anakku..”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 12
ntaps gan, mulus sama cerita klop. apesnya di ane sendirian dirumah emoticon-Mewek
profile-picture
PapinZ memberi reputasi
Diubah oleh perlahanhilang
Nanti jam 1 kubaca ni trit
Itu Jin gan, arwahnya mbak rina dah beda alam sama kita emoticon-Cool
profile-picture
ugie107 memberi reputasi
hih ceeyyyeeemmm mamah emoticon-Frown
Mantep nih malem" update lagi cerita rell angker emoticon-Big Grin
mangstab lumayan serem bray [KOMBAT HOROR] REAL STORY REL KERETA API ANGKER - APAKAH INI SEBUAH KEBETULAN?
Serem amat bre, emoticon-Takut btw ini kisah nyata apa cuma fiktif?
Diubah oleh sofihudin
Wah submit cerita kombat lagi yeh emoticon-Ultah emoticon-Selamat
Serem gan
seyemmmmemoticon-Ultahemoticon-Ultah
Anjayyy, serem bre kamvret dah
mulusnya bre emoticon-Takut
Ane ampe loncat karena kaget bre emoticon-Takut
Njirr serem brayemoticon-Takut
Wkwkwk
Kamvret, mulustrasinya ngagetin
baca dlu gan emoticon-Cool
maen ke trit barusan, kata TS nya udah di apdet . tapi ane cek last page nya ga ada. eh ada disini toh hahahaha
mantap gans apdetnya.
baca siang malem sama aja serem nya -__-
Quote:


Hehe..Makasih gan.. Ada yang nemenin kok..
Tuh dibelakang agan.. emoticon-Embarrassment
profile-picture
vitaaok memberi reputasi
ah mantap lah udah di apdet part 19nya, udah ane doain menang kombat horor gan emoticon-Peluk
Quote:


Yoi Juragaaannn...Makasih udah didoain btw udh emoticon-Rate 5 Star blm nih? hahaemoticon-Embarrassment
1 doang nih apdetnya?
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di