- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Disebut Bikin Gaduh Ruang Sidang, Roy Suryo : "Keterangan Saksi Ahli Tidak Tepat"


TS
tohir.57
Disebut Bikin Gaduh Ruang Sidang, Roy Suryo : "Keterangan Saksi Ahli Tidak Tepat"
PALMERAH— Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dikenal sebagai pakar telematika, Roy Suryo, meminta maaf menyusul tindakannya yang membuat heboh PN Jakarta Pusat, Kamis (15/9).
Ia sempat menunjuk-nunjuk, sehingga dinilai tidak menghormati persidangan. Majelis hakim menegur dan menyuruh Roy Suryo ke luar dari ruang sidang.
"Ada sedikit hal yang kurang pas di sidang. Saya minta maaf kepada persidangan karena tidak menghormati, karena saya menilai apa yang dilakukan saksi ahli dari pihak pembela tidak tepat. Saya mohon maaf, saya hanya membela ilmu pengetahuan," kata Roy Suryo kepada wartawan di luar ruang sidang PN Jakarta Pusat.
Saat sidang kemarin, Roy berdiri sambil menunjuk-nunjuk persidangan setelah ahli digital forensik AKBP Muhammad Nuh walk out dari ruangan seusai menyampaikan keberatannya.
Otto Hasibuan, pengacara Jessica, lalu berkata kepada Roy. "Kamu ngapain tunjuk-tunjuk?" tanya Otto.
Lalu setelah Nuh keluar, Roy mengikutinya di belakang. Di luar ruangan, Roy menyampaikan alasan tindakannya.
"Saya menilai apa yang dilakukan saksi ahli dari pihak pembela tidak tepat," tuturnya.
Hal yang dimaksud Roy adalah ketika saksi ahli digital forensik dari Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa Jessica, menyinggung masalah framing video.
Menurut Roy, kesaksian Rismon tidak benar. "Saya hanya tidak rela kalau ilmu pengetahuan dilecehkan begitu saja," ungkap Roy.
Kemarin memang dilakukan konfontrir dua saksi ahli yang punya kompetensi di bidang yang sama. Ahli digital forensik AKBP Muhammad Nuh dari pihak JPU dikonfrontir dengan ahli digital forensik Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, dari pihak kuasa hukum Jessica. Mereka berdebat masalah validasi analisis CCTV.
Acungkan jempol
Roy Suryo mengaku, sebenarnya ia tidak menunjuk-nunjuk melainkan hanya mengacungkan jempol karena mengapresiasi tindakan ahli digital forensik yang dihadirkan jaksa yaitu Muhammad Nuh.
"Saya sebenarnya cuma senyum dan mengatakan betul (mengacungkan jempol) tapi dikatakan menunjuk-nunjuk. Saya terima," kata Roy.
Lebih lanjut, Roy mengapresiasi tindakan Nuh yang sudah menyempatkan diri kembali hadir dalam persidangan kendati terpaksa pulang karena keterangan Nuh tidak diperlukan.
"Salut, hormat dengan saksi ahli Muhammad Nuh yang datang tapi harus pulang karena keterangannya tidak diperlukan," lanjut Roy.
Kritik saksi ahli
Di sisi lain, Roy mengkritik Rismon Sianipar, ahli yang dihadirkan kuasa hukum karena menganalisis video menggunakan rekaman dari tayangan televisi. "Seorang ahli itu bisa salah, bisa saja ahli tidak tepat," ujar Roy.
Sebelumnya, pada persidangan, Rismon menyampaikan bahwa menurut analisisnya, video CCTV dari Kafe Olivier tidak otentik dan telah direkayasa.
Kemudian majelis hakim memutuskan agar video yang CCTV dari Nuh dicopy dengan flashdisk baru, agar bisa dianalisis oleh Rismon pada persidangan berikutnya. Namun hal itu ditolak Rismon karena pemeriksaan video ulang dianggap membutuhkan waktu lama
http://wartakota.tribunnews.com/2016...boh-pengadilan
si sukro mau membela ilmu pengetahuan

Ia sempat menunjuk-nunjuk, sehingga dinilai tidak menghormati persidangan. Majelis hakim menegur dan menyuruh Roy Suryo ke luar dari ruang sidang.
"Ada sedikit hal yang kurang pas di sidang. Saya minta maaf kepada persidangan karena tidak menghormati, karena saya menilai apa yang dilakukan saksi ahli dari pihak pembela tidak tepat. Saya mohon maaf, saya hanya membela ilmu pengetahuan," kata Roy Suryo kepada wartawan di luar ruang sidang PN Jakarta Pusat.
Saat sidang kemarin, Roy berdiri sambil menunjuk-nunjuk persidangan setelah ahli digital forensik AKBP Muhammad Nuh walk out dari ruangan seusai menyampaikan keberatannya.
Otto Hasibuan, pengacara Jessica, lalu berkata kepada Roy. "Kamu ngapain tunjuk-tunjuk?" tanya Otto.
Lalu setelah Nuh keluar, Roy mengikutinya di belakang. Di luar ruangan, Roy menyampaikan alasan tindakannya.
"Saya menilai apa yang dilakukan saksi ahli dari pihak pembela tidak tepat," tuturnya.
Hal yang dimaksud Roy adalah ketika saksi ahli digital forensik dari Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa Jessica, menyinggung masalah framing video.
Menurut Roy, kesaksian Rismon tidak benar. "Saya hanya tidak rela kalau ilmu pengetahuan dilecehkan begitu saja," ungkap Roy.
Kemarin memang dilakukan konfontrir dua saksi ahli yang punya kompetensi di bidang yang sama. Ahli digital forensik AKBP Muhammad Nuh dari pihak JPU dikonfrontir dengan ahli digital forensik Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, dari pihak kuasa hukum Jessica. Mereka berdebat masalah validasi analisis CCTV.
Acungkan jempol
Roy Suryo mengaku, sebenarnya ia tidak menunjuk-nunjuk melainkan hanya mengacungkan jempol karena mengapresiasi tindakan ahli digital forensik yang dihadirkan jaksa yaitu Muhammad Nuh.
"Saya sebenarnya cuma senyum dan mengatakan betul (mengacungkan jempol) tapi dikatakan menunjuk-nunjuk. Saya terima," kata Roy.
Lebih lanjut, Roy mengapresiasi tindakan Nuh yang sudah menyempatkan diri kembali hadir dalam persidangan kendati terpaksa pulang karena keterangan Nuh tidak diperlukan.
"Salut, hormat dengan saksi ahli Muhammad Nuh yang datang tapi harus pulang karena keterangannya tidak diperlukan," lanjut Roy.
Kritik saksi ahli
Di sisi lain, Roy mengkritik Rismon Sianipar, ahli yang dihadirkan kuasa hukum karena menganalisis video menggunakan rekaman dari tayangan televisi. "Seorang ahli itu bisa salah, bisa saja ahli tidak tepat," ujar Roy.
Sebelumnya, pada persidangan, Rismon menyampaikan bahwa menurut analisisnya, video CCTV dari Kafe Olivier tidak otentik dan telah direkayasa.
Kemudian majelis hakim memutuskan agar video yang CCTV dari Nuh dicopy dengan flashdisk baru, agar bisa dianalisis oleh Rismon pada persidangan berikutnya. Namun hal itu ditolak Rismon karena pemeriksaan video ulang dianggap membutuhkan waktu lama
http://wartakota.tribunnews.com/2016...boh-pengadilan
si sukro mau membela ilmu pengetahuan


Diubah oleh tohir.57 16-09-2016 09:58
0
3K
40


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan