CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / Pajak /
[Diskusi] All about Tax Amnesty [2016]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/579af40b9a095192688b456b/diskusi-all-about-tax-amnesty-2016

[Diskusi] All about Tax Amnesty [2016]

Tampilkan isi Thread
Halaman 35 dari 137

Untuk pelaporan asset berupa investasi pasar modal

Tanya gans,

untuk pelaporan asset berupa saham dlm negeri dinilainya pakai apa yaa ? krn harga saham kan naik turun.. saya baca dikit katanya dilaporkan dg menggunakan data per tgl 31 des 2015.

nah disini rada rancu . maksudnya data per tgl 31 des 2015 itu apakah saham" yg saya pegang di tgl tersebut (31/12/2015) atau saham yg saya pegang saat ini tapi dihitung berdasarkan harga sahamnya di tgl 31 des 2015.

lalu kalau status kekayaan tapi berupa piutang kepada negara itu bagaimana yaa (Obligasi) . soalnya awal 2016 kmrn ane juga beli SBR002 dpt bunganya float sekita 7.5an nti dilaporin juga kepotong 2% yaa nyakit juga emoticon-No Hope sama aja bohong..
Met malem gan,

mau tanya2 dikit soal tax amnesti ini. sepertinya masih gray area banget terutama untuk WNI yang tinggalnya di luar negeri.
sebagai background, ane dan suami punya NPWP dari tahun 2010 (untuk keperluan perbankan / pembelian asset) dan tidak pernah kerja di Indonesia sebelumnya dan hanya pulang ke Indo 1 bulanan setiap tahunnya.
Penghasilan selama ini murni dari pekerjaan kami di luar negeri. Karena informasi mengenasi NPWP yang minim, kami ga pernah lapor SPT juga, tapi sepertinya status NPWP masih aktif karena ga pernah di non-efektifkan. (baru ngeh bisa di non-efektifkan setelah sosialisasi amnesti pajak belakangan ini).

Pertanyaan ane,

1. Ada yang bilang pelaporan SPT itu wajib selama punya NPWP, jika selama ini kami ga pernah lapor, bagaimana perhitungan dendanya?

2. Apabila kami memiliki bbrp asset di Indonesia yang dibeli melalui penghasilan luar negeri (dr tahun 2010-2015), apa kah sebaiknya dilaporkan melalui pembetulan SPT atau tax amnesty? atau adakah solusi yang lebih baik?

Rasanya ga adil banget penghasilan yang udah dikenain pajak di luar negeri harus dikenain pajak lagi di Indonesia dikarenakan kita ga cukup informasi mengenai pelaporan pajak.
dan setau ane tax amnesty kan untuk PPh dan PPn ya.. kalau Pph udah dibayar diluar negeri, dan pembelian asset udah kena PPn 10%, apalagi yang harus diampuni?

Padahal dengan membawa pulang uang hasil kerja di luar negeri ke Indonesia kan udah bantu pembangunan di Indo ya..

mohon pencerahannya yah gan.. terima kasih banyak emoticon-Smilie
Quote:


makasih gan, mau nyambung pertanyaannya
1. berarti ane salah info soal pembetulan spt gak ada denda,
jadi kalau bokap ane ada beli rumah di tahun 1995 dan saat mulai punya npwp (sekitar tahun 2010) tidak mencantumkan rumah tersebut kena denda ya berarti gan?

2. nilai wajar rumah tersebut boleh ane cantumin harga pada saat beli (tahun 1995) ?

Quote:


Dilapor kepemilikan saham per 31 desember 2015.

Seluruh perubahan di 2016 dilapor di spt tahunan 2016 yg bakal agan lapor di 2017

Lebih bagus dipotong cuma 2% gan...
Daripada klo harta agan ditagih pajak sesuai tarif PPh Pasal 17 emoticon-Ngakak
Quote:


1. Bukan denda sebenernya.. Tapi kewajiban perpajakan terkait penghasilan yg dipergunakan untuk beli rumah itu.

Sanksi administratif atas keterlambatan klo gx salah kena 2% perbulan. Maksimal 48%

2. Nilai yg dilapor sesuai nilai wajar per 31 desember 2015
Atau paling tidak sesuai NJOP 2015


Edit emoticon-Malu
Diubah oleh terormatasapi
Ikutan nanya agan2 yg baik. Smoga ada yg bisa bantu jwb. Sy coba uraikan sesingkat namun selengkap mungkin.

Sy karyawan biasa, single, lulus kuliah dan krj sejak 2001. Tidak ada penghasilan lain (anggap sj begitu dulu).
So simple.

Sejak wkt itu rame disuru lapor pajak (lupa tepatnya mulai kapan, 2008 kl ga salah), br mulai lah sy lapor pajak, bikin spt, lampirin surat pajak yg dibayar perusahaan.
Jd pajak penghasilan selalu dibayar prshaan dan laporan spt sy pjk yg terhutang NIHIL.
Setiap tahun begitu. Rutin lapor, sampai trakhir thn 2016 april kmrn ini yg sdh melalui online pake efin.
So simple.

Setiap tahunnya bikin spt, sy selalu laporkan harta saya dan peningkatannya dgn perhitungan yg wajar. Cuma harta yg sy laporkan penginputannya general sekali.

Harta yg sy lapor di thn 2008:
- cash dan deposito xxx ratus juta
- mobil (yg sy beli th 2006) 178 juta

Harta yg sy lapor di thn 2016:
- cash dan deposito xxx ratus juta
- mobil (yg sy beli th 2006) 178 juta
So simple kan.
Cuma cash dan deposito itu nilainya selalu sy naikin sekitar 60persen dr penghasilan sy tiap tahun. Wajar dong.

Begitulah hidup sy memang simple.

Nah pertanyaanya awal yg simple:
- Apakah sy perlu ikut tax amnesty ini?
Sampai saat ini, sy merasa tdk punya hutang pajak. Krn kan hny kryawan biasa dan selalu bekerja dimana perusahaan yg membayar pajak shg pajak penghasilan terhutang nihil.
Sampai saat ini, sy merasa tdk ada harta yg belum sy laporkan. Cuma ya itu cara laporinnya sgt umum. Tp secara nominal, sy meyakini nominal harta yg sy input dan laporkan di spt tiap tahun, malah harusnya lebih besar dr pada real nominal harta yg sy miliki.
Kl tdk ada hutang pajak, dan tdk ada harta yg belum sy laporkan, berarti sy tdk perlu ikut tax amnesti ini, betul gak?

Cendol buat yg mw memberi pencerahan buat ane yg galau ini
Diubah oleh piscabarka
Kalo umkm yg tidak pernah punya npwp yg artinya spt 2015 tidak lapor dan tidak pernah bayar pajak yg 1%, gimana tuh?

Ada ar yg bil kalo syarat umkm harus ada siup dan ada spt 2015 dan bayar pajak 1%

Sedangkan di uu ta kalo ga salah bisa hanya dengan surat pernyataan.

Mana yang betul? Ar nya ngotot kalo umkm syaratnya spt 2015 1%

Jadi umkm yg ga punya npwp sebelumnya harus ikut yg 2% katanya.

Trus tentang nilai wajar buat misalnya rumah, banyak yang bilang bisa masukin isi sendiri menurut kita nilai wajarnya brp ntah sesuai ajb ntah sesuai njop ntah harga pasaran dll. Diprakteknya yg saya dengar, emang benar wp yg ikut ta boleh ngisi nilai berapa saja, tetapi ntar akan diperiksa dan dikoreksi sama petugas pajak, kalo nilainya mereka anggap ngga wajar, ntar disuruh koreksi katanya, itu yg saya denger dr konsultan2 pajak yg liat lgs proses ta dikantor pajak,

Cth rumah dulu beli tahun 86 harga cuma 9jt, trus harga njop 2015 misnya 500jt, harga pasaran 600jt, pas ngajuin ta ngisi nilai wajarnya 9jt sesuai harga beli dulu, sm org pajaknya disuruh koreksi krn dianggap ga wajar, jd istilah bisa ngisi nilai apa saja dan mrk ga boleh protes koreksi dll spt yg diinfokan dimana2 ttg ta kayanya krg bener, krn praktek dilapangan bakao dikoreksi, kalo ga wajar misnya rumah segede gaban dimenteng jkt trus ditulis nilai wajarnya misnya 100jt aja, pasti kena periksa suruh koreksi dulu ga ditrima mentah2, krn rumah disana rata2 ya udah m m an

Mohon petunjuk
Diubah oleh Ph4nt0m1A5
Quote:


Soaln ada atau tidaknya penghasilan lain
Jangan "anggap saja begitu"

Karena sebenarnya inilah yg dikejar pemerintah melalui tax amnesty.

Untuk pelaporan harta, kalau agan rasa sudah sesuai dengan kondisi riil dan peningkatan sudah dianggap wajar sesuai penghasilan yg dilapor
Tidak perlu ikut tax amnesty.

Karena seluruh harta sudah dilaporkan. Dan pertumbuhan harata wajar.

Cuma saran saya sebaiknya ikut tax amnesty walau cuma sedikit.
Karena penghasilan agan di tahun 2015 kebawah tidak akan diperiksa.
Apalagi klo agan terbukti punya usaha atau penghasilan lain.
Hal itu akan jadi bahan untuk fiskus untuk bikin surat cinta


Minta saran dong bro bro ttg TA ini
Saya pny saham dgn berbagai tahun perolehan, tp selama ini tidak pernah saya taroh di spt. Apa yang hrs saya lakukan, apakah TA atau perbaikan spt saja cukup?

Istri kekeuh kalau tidak perlu ta, krn selama ini beli kan dah byr pajak, asal nanti bisa dipertanggung jawabkan, jelasin beli saham nya benar2 dengan duit gaji

Saya takut nya kalau perbaikan saja, nanti di kasusin sama org pajak, kamu beli saham dr 2008 tp kenapa kamu tidak pernah tulis di spt? Mungkin ga yah skenario ini?
Atau ada skenario lain yang mungkin terjadi? emoticon-Frown

Thx ya buat respons nya
Diubah oleh m_sad
Quote:


Ok, biar mudah pada contoh kasus Gan, kasus ini sepertinya udah pernah ada yang post juga disini.

WP pribadi beli rumah pake KPR di tahun 2000 & uang untuk cicil rumah diperoleh dari penghasilan yang sudah dipotong pajak, tapi rumah dan hutang tidak pernah dilaporkan di SPT.

Supaya tidak kena denda 2%, WP tidak ikut TA, tapi bikin pembetulan SPT dari tahun 2000-2015 dengan menambahkan harta & hutang di SPT 2000-2015 senilai Rp.100jt.

Bagi pajak kan dianggap tiba2 ada mucul harta Rp.100jt & seperti yang agan bilang negara akan menggangap hitung SPT WP ngawur sehingga dihitung ulang.

Setelah negara hitung ulang, Rp.100jt ditetapkan sebagai penghasilan tambahan di tahun 2000 yang belum dilapor pajak, sementara menurut WP Rp.100jt ini bukan penghasilan tambahan.

Pertanyaannya, disini kan ada perbedaan pendapat mengenai asal usul harta senilai Rp.100jt ini, karena negara/pajak tidak mengakui claim WP mengenai asal usul uang tsb, WP boleh tidak meminta negara/pajak membuktikan tuduhannya bahwa Rp.100jt itu adalah penghasilan yang diperoleh diluar dari penghasilan yang sudah dilaporkan di SPT.?







Diubah oleh htcm7
Quote:


Kasus diatas simple saja. spt tahun 2000 dimasukkan harta 100jt dan hutang misalnya 90jt (sisa pokok+bunga). Artinya hanya ada kenaikan harta bersih 10jt, harusnya penghasilan yg dilaporkan bisa menutupi. (ada bukti potong bagi karyawan atau setoran bagi usahawan)

tahun berikutnya tinggal di update saja bagian hutang sesuai saldo terhutang.

Bagi saya kasus diatas sangat mudah diterima oleh ar dan yg jadi fokus ar adalah sanggup kah wp membayar angsuran bulanan dari penghasilan (yg dilaporkan), jika ya.. masalah clear and clean
Quote:


Negara tidak akan/perlu membuktikan tuduhan kepada wajib pajak, dan begitu cara kerja UU KUP dan PPh kita.

Hanya dg data bahwa wp tidak bisa memberikan bukti yg diminta maka petugas pajak bisa lsg menetapkan pajak terutang. Jika wp tidak puas, bisa keberatan, hingga pengadilan pajak.

Intinya negara tidak akan membuktikan secara langsung kalau hitungan wp ngawur akan tetapi cukup menunjuk bahwa data yg diberikan tidak valid/tidak bs dibuktikan secara aturan undang-undang maka secara otomatis hitungan wp menjadi tidak memiliki dasar sehingga tidak bs diterima/salah.
Quote:



ditelan bulat2 tp apa pasti diterima n gak ditolak? ane serius ini gan bukan becanda hehe..ane mau lapor serendah mgkin dgn krmungkinan dtrm gak mgkin jg kan lapor 1000 perak
Quote:


kalo misalny kan lapor sblm 30 sept kena 0,5%. nah hitungan tdk dtrm/slah hrs wp betulin. pas betulin ud lwt sept 30 nah kena ny masih 0,5% gan?
Numpang tanya gan, kalau sudah usia lanjut dan tidak berpenghasilan lagi, tapi punya rumah karena beliny sudah lama sekali 30 tahun lalu, harus ikut tax amesty? Kalau harga rumah dulu sama sekarang sudah beda jauh, dan dendanya tidak sanggup bayar gimana ya??
nubi ijin menyimak gan
gan klo disetujuinya lwt dr sept sm AR sengaja diulur2 gmn ya? apa tarifny naik?
Quote:


sepuh dc dan bp turun gunung emoticon-Matabelo
nyimak gan
info penting nih
Halaman 35 dari 137


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di