- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
kementan : pasokan bawang melimpah. kemen perekonomian : perlu impor bawang!


TS
mobil.bergoyang
kementan : pasokan bawang melimpah. kemen perekonomian : perlu impor bawang!
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Pertanian menyebut bahwa suplai bawang merah dari petani lokal masih banyak. Hal ini membuat Kementan merasa pemerintah belum perlu melaukan impor bawang merah.
Namun pernyataan tersebut kurang mendapat dukungan. Sebab meski Kementan menyebut suplai dari petani masih mampu mencukupi kebutuhan bawang merah, nyatanya harga bawang merah masih jauh dari target pemerintah sekitar Rp 25 ribu per Kg.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, harga bawang di pasaran hingga saat ini masih bertengger di kisaran Rp 40 ribu per Kg. Harga ini akan sulit turun jika pemerintah tidak menambah stok bawang merah di pasaran.
"Saya bersama Staf sudah melakukan pengecekan ke beberapa pasar. Memang terdapat variasi harga, tapi rata-rata masih 40 ribu per Kg," ujar Musdhalifah, Ahad (29/5).
Menurut dia, untuk menurunkan harga menjelang bulan Ramdhan dan persiapan Idul Fitri pemerintah masih harus melakukan impor bawang merah. Sebab dari target serapan Perum Bulog di angka 23 ribu ton, Bulog baru mampu menyerap 1.000 ton.
Minimnya penyerapan ini bukan karena Bulog enggan mengambil bawang merah dari petani. Tapi karena minimnya suplai bawang yang bisa dibeli. "Mungkin stok banyak, tapi kita juga kebutuhannya banyak, 85 ribu ton perbulan," lanjut Musdhalifah.
Dia juga menjelaskan, minimnya stok bawang merah bukan hanya produksi yang tidak maksimal di petani. Tapi, petani pun perlu menyimpan bawang hasil produksi di masa panen sekitar 20 persen bahkan samapi 60 persen untuk dijadikan bibit, guna produksi di masa panen berikutnya.
Red: Taufik Rachman
BERITA TERKAIT*
lImpor Ilegal Berpotensi Ganggu Sistem Distribusi Pasar
Kurang Peminat, Bawang Merah Impor Sudah Beredar di Lampung
mbah momon Bantah Pelihara jenglot
visacom babak belur dihajar nasbung
Namun pernyataan tersebut kurang mendapat dukungan. Sebab meski Kementan menyebut suplai dari petani masih mampu mencukupi kebutuhan bawang merah, nyatanya harga bawang merah masih jauh dari target pemerintah sekitar Rp 25 ribu per Kg.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, harga bawang di pasaran hingga saat ini masih bertengger di kisaran Rp 40 ribu per Kg. Harga ini akan sulit turun jika pemerintah tidak menambah stok bawang merah di pasaran.
"Saya bersama Staf sudah melakukan pengecekan ke beberapa pasar. Memang terdapat variasi harga, tapi rata-rata masih 40 ribu per Kg," ujar Musdhalifah, Ahad (29/5).
Menurut dia, untuk menurunkan harga menjelang bulan Ramdhan dan persiapan Idul Fitri pemerintah masih harus melakukan impor bawang merah. Sebab dari target serapan Perum Bulog di angka 23 ribu ton, Bulog baru mampu menyerap 1.000 ton.
Minimnya penyerapan ini bukan karena Bulog enggan mengambil bawang merah dari petani. Tapi karena minimnya suplai bawang yang bisa dibeli. "Mungkin stok banyak, tapi kita juga kebutuhannya banyak, 85 ribu ton perbulan," lanjut Musdhalifah.
Dia juga menjelaskan, minimnya stok bawang merah bukan hanya produksi yang tidak maksimal di petani. Tapi, petani pun perlu menyimpan bawang hasil produksi di masa panen sekitar 20 persen bahkan samapi 60 persen untuk dijadikan bibit, guna produksi di masa panen berikutnya.
Red: Taufik Rachman
BERITA TERKAIT*
lImpor Ilegal Berpotensi Ganggu Sistem Distribusi Pasar
Kurang Peminat, Bawang Merah Impor Sudah Beredar di Lampung
mbah momon Bantah Pelihara jenglot
visacom babak belur dihajar nasbung
0
2K
32
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan