- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Bagaimana Rasanya Membaca Bagi Mereka Penderita Disleksia


TS
faiz.azhar
Bagaimana Rasanya Membaca Bagi Mereka Penderita Disleksia


Quote:
Spoiler for "#HT-56":
#HT56
25 Mei 2016


Spoiler for "REPSOL":
Nggak adalah

Quote:
Quote:

Quote:
Apa itu Disleksia? Menurut Docdoc.com, Disleksia adalah gangguan kemampuan membaca dan menulis. Disleksia seringkali dianggap sebagai gangguan pada kemampuan membaca, kondisi ini juga meliputi ketidakmampuan dalam menulis dengan baik. Dengan kata lain, disleksia telah dianggap sebagai sebuah gangguan pada kemampuan belajar, bukan hanya dalam membaca.
Seorang desainer asal Hartley, Kent, Inggris, Daniel Brittonmenciptakan beberapa poster pada tahun terakhirnya belajar di universitas. Tidak seperti kebanyakan poster kampanye, desain poster nya hampir semua nggak bisa dibaca. Sebagian dari huruf-hurufnya hilang. Lambatnya proses memecahkan kode kata-kata dalam poster tersebut membuat frustasi dan meletihkan. Begitulah rasanya memiliki disleksia, kata Britton, yang menciptakan gambar "Dyslexic Typerface" tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi disleksia.
Dia percaya, bahwa disleksia telah disalahartikan dan disalahpahami. Dia berkata kalau retorika tentang orang-orang disleksia adalah mereka bodoh, mereka malas, mereka nggak mau berusaha. Sebagian besar kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kondisi ini, dan berusaha menjelaskan seperti apa sih rasanya bagi mereka yang nggak memiliki kondisi ini, supaya mereka cukup menangkap pengalaman orang disleksia,
Seperti apa sih rasanya membaca dari mata seorang disleksia? Gambar-gambar ini akan membuka mata kita lebar-lebar. Daripada terus penasaran langsung aja kita ke TKP
Seorang desainer asal Hartley, Kent, Inggris, Daniel Brittonmenciptakan beberapa poster pada tahun terakhirnya belajar di universitas. Tidak seperti kebanyakan poster kampanye, desain poster nya hampir semua nggak bisa dibaca. Sebagian dari huruf-hurufnya hilang. Lambatnya proses memecahkan kode kata-kata dalam poster tersebut membuat frustasi dan meletihkan. Begitulah rasanya memiliki disleksia, kata Britton, yang menciptakan gambar "Dyslexic Typerface" tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi disleksia.
Dia percaya, bahwa disleksia telah disalahartikan dan disalahpahami. Dia berkata kalau retorika tentang orang-orang disleksia adalah mereka bodoh, mereka malas, mereka nggak mau berusaha. Sebagian besar kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kondisi ini, dan berusaha menjelaskan seperti apa sih rasanya bagi mereka yang nggak memiliki kondisi ini, supaya mereka cukup menangkap pengalaman orang disleksia,
Seperti apa sih rasanya membaca dari mata seorang disleksia? Gambar-gambar ini akan membuka mata kita lebar-lebar. Daripada terus penasaran langsung aja kita ke TKP


Quote:
Quote:
1.
Quote:


Quote:
Quote:
2.
Quote:


Quote:
Quote:
3.
Quote:


Quote:
Quote:
4.
Quote:


Quote:
Quote:
5.
Quote:


Quote:
Quote:
6.
Quote:


Quote:
Quote:
7.
Quote:


Quote:
Quote:
8.
Quote:



Quote:
Quote:
Daniel Britton, Sang Desainer Pendertia Disleksia
Quote:

Quote:
Di tahun terakhirnya di London School of Communication dia memutuskan membuat desain untuk menyampaikan pengalaman disleksia kepada orang-orang yang nggak menderita disleksia agar mereka memahami gimana rasanya memiliki disleksia.Dia memakai font standar Helvetica, dan menghilangkan 40 persen dari garis huruf sehingga memperlambat seseorang ketika membacanya.
Britton mengatakan, dia percaya bahwa sekali disleksia dipahami maka masyarakat bisa menciptakan kondisi belajar yang lebih baik bagi siswa disleksia. Juga membuat mereka unggul seperti yang bisa dilakukan oleh orang lain.
Britton mengatakan, dia percaya bahwa sekali disleksia dipahami maka masyarakat bisa menciptakan kondisi belajar yang lebih baik bagi siswa disleksia. Juga membuat mereka unggul seperti yang bisa dilakukan oleh orang lain.


Quote:
Quote:
Taare Zameen Par, "Semua Anak adalah Spesial"
Quote:

Quote:
Film ini mengisahkan tentang anak disleksia berusia antara 8-9 tahun-an yang keadaannya tidak dipahami oleh keluarganya apalagi lingkungannya. Sehingga dia harus berjuang sendirian dalam kesendiriannya, ketakutannya, kegagalannya, kebingungannya dan rasa defresinya.
Isan sama sekali tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung sehingga dia akhirnya juga tidak mengalami kesulitan dalam akademiknya dan tidak naik kelas selama berkali-kali. Untuk mengalihkan dari ketidakmampuannya tersebut dia terkesan menjadi anak yang pemberontak. Sehingga keluarga dan lingkungannya mencapnya bodoh, tukang berkelahi dan pemberontak.
Isan pun kemudian dikirim ke asrama oleh ayahnya. Dan itu bagi Isan menjadi puncak ketakutannya dalam kesendirian. Jauh dari keluarganya terutama ibunya. Tapi untunglah di asrama ini dia kemudian dipertemukan dengan guru seni yang bernama Ram (diperankan oleh Amir Khan), yang mengerti keadaan dirinya.
Guru Ram mengenali Isan sebagai anak disleksia ketika melihat semua buku pelajaran milik Isan dimana terdapat banyak kesalahan yang semuanya itu merupakan pola anak yang disleksia. Dia juga kemudian pergi ke rumah orang tua Isan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Isan dan dia menemukan kelebihan Isan yang tidak dimiliki anak yang lain terutama di bidang lukisan dan imaginatifnya. Guru Ram berusaha menerangkan kepada ayah Isan tentang keadaan Isan namun ayahnya Isan belum bisa menerima kenyataan tersebut.
Dengan bantuan guru Ram, Isan kemudian belajar menulis, membaca dan berhitung. Dan Isan akhirnya BISA. Dan atas jasanya juga Isan diberi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya di bidang melukis. Lukisan Isan yang sangat luar biasa pun jadi juara di kompetisi melukis tersebut bahkan menjadi sampul buku tahunan sekolahnya.
Film ini sangat bagus. Menyentuh perasaan sehingga berbagai kejadian yang menimpa Isan benar-benar menguras air mata. Dari awal sampai akhir sangat bagus jalan ceritanya. Memberikan pengetahuan, wawasan kepada kita terutama guru dan orang tua tentang disleksia. Apalagi untuk orangtua anak berkebutuhan khusus sangat perlu menonton film ini. Dan juga para pendidik di sekolah umum perlu menonton film ini.
Isan sama sekali tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung sehingga dia akhirnya juga tidak mengalami kesulitan dalam akademiknya dan tidak naik kelas selama berkali-kali. Untuk mengalihkan dari ketidakmampuannya tersebut dia terkesan menjadi anak yang pemberontak. Sehingga keluarga dan lingkungannya mencapnya bodoh, tukang berkelahi dan pemberontak.
Isan pun kemudian dikirim ke asrama oleh ayahnya. Dan itu bagi Isan menjadi puncak ketakutannya dalam kesendirian. Jauh dari keluarganya terutama ibunya. Tapi untunglah di asrama ini dia kemudian dipertemukan dengan guru seni yang bernama Ram (diperankan oleh Amir Khan), yang mengerti keadaan dirinya.
Guru Ram mengenali Isan sebagai anak disleksia ketika melihat semua buku pelajaran milik Isan dimana terdapat banyak kesalahan yang semuanya itu merupakan pola anak yang disleksia. Dia juga kemudian pergi ke rumah orang tua Isan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Isan dan dia menemukan kelebihan Isan yang tidak dimiliki anak yang lain terutama di bidang lukisan dan imaginatifnya. Guru Ram berusaha menerangkan kepada ayah Isan tentang keadaan Isan namun ayahnya Isan belum bisa menerima kenyataan tersebut.
Dengan bantuan guru Ram, Isan kemudian belajar menulis, membaca dan berhitung. Dan Isan akhirnya BISA. Dan atas jasanya juga Isan diberi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya di bidang melukis. Lukisan Isan yang sangat luar biasa pun jadi juara di kompetisi melukis tersebut bahkan menjadi sampul buku tahunan sekolahnya.
Film ini sangat bagus. Menyentuh perasaan sehingga berbagai kejadian yang menimpa Isan benar-benar menguras air mata. Dari awal sampai akhir sangat bagus jalan ceritanya. Memberikan pengetahuan, wawasan kepada kita terutama guru dan orang tua tentang disleksia. Apalagi untuk orangtua anak berkebutuhan khusus sangat perlu menonton film ini. Dan juga para pendidik di sekolah umum perlu menonton film ini.

Quote:
Quote:
Ikhsan, "I Love You Mama"
Quote:

Quote:
Film "Iksan: Mama I Love You" mengangkat tema yang cukup unik, yakni tentang seorang anak yang dyslexsia. Ikhsan, seorang murid sekolah dasar dua kali ngak naik kelas. Sayangnya, ia tak mendapatkan support yang memadai. Teman-temannya pun sering mengejeknya, mengecapnya bodoh. Guru-guru di sekolahnya pun melakukan hal yang sama. Berulang kali ia di cap bodoh, sehingga tentu, akhirnya ia sendiri menjadi frustasi. Digangu terus-menerus, pada akhirnya Ikhsan terlibat suatu perkelahian dengan kakak kelasnya. Guru dan kepala sekolahnya makin marah tentunya.
Ikhsan begitu sering mendapat nilai nol. Pihak sekolah lepas tangan. Ikhsan, terpaksa harus dikeluarkan.Di rumah, Ikhsan selalu dibandingkan dengan kakaknya yang selalu berprestasi.Bapak Ikhsan pun menyalahkan Ikhsan atas semua kegagalan akademiknya. Belum bisa membaca, bodoh, malas, main play stasion terus. Ia pun dipindahkan untuk masuk sekolah asrama. Bapak Ikhsan akhirnya memutuskan agar Ikhsan masuk ke suatu asrama.Ikhsan, telah kehilangan kepercayaan diri. Ia merasa tidak diterima oleh keluarga, dibuang.
Ikhsan merasa anak-anak yang disekolahkan di situ merupakan buangan, meskipun kenyataannya tidak begitu. Di sekolah asrama, Ikhsan semakin hari semakin stress. Semua gurunya mencap ia bodoh. Pak Harun, guru kesenian yang baru memperhatikan Ikhsan. Ia mampu melihat bahwa tidak ada kebahagiaan di mata Ikhsan. Saat memeriksa kamar Ikhsan, ia menemukan gambar Ikhsan, sebuah komik, berisi gambar Ikhsan dan keluarga. Awalnya tergambarkan bahwa Ikhsan dekat dengan keluarga lalu perlahan jauh, menjauh, sehingga akhirnya hilang. Pak Harun, sepenuh hatinya melakukan pendekatan personal kepada Ihsan. Bukan hanya mengajari Ikhsan mengenai huruf-huruf dengan metode khusus, ia juga mencoba membangkitkan percaya diri Ikhsan.
Lepas dari segala kekurangannya, film ini menyodorkan sebuah ide yang menarik, dan memuat pesan yang bagus untuk para pendidik, yakni, untuk tidak langsung menjudge seorang anak sebelum kita mengenal mereka lebih dekat.
Ikhsan begitu sering mendapat nilai nol. Pihak sekolah lepas tangan. Ikhsan, terpaksa harus dikeluarkan.Di rumah, Ikhsan selalu dibandingkan dengan kakaknya yang selalu berprestasi.Bapak Ikhsan pun menyalahkan Ikhsan atas semua kegagalan akademiknya. Belum bisa membaca, bodoh, malas, main play stasion terus. Ia pun dipindahkan untuk masuk sekolah asrama. Bapak Ikhsan akhirnya memutuskan agar Ikhsan masuk ke suatu asrama.Ikhsan, telah kehilangan kepercayaan diri. Ia merasa tidak diterima oleh keluarga, dibuang.
Ikhsan merasa anak-anak yang disekolahkan di situ merupakan buangan, meskipun kenyataannya tidak begitu. Di sekolah asrama, Ikhsan semakin hari semakin stress. Semua gurunya mencap ia bodoh. Pak Harun, guru kesenian yang baru memperhatikan Ikhsan. Ia mampu melihat bahwa tidak ada kebahagiaan di mata Ikhsan. Saat memeriksa kamar Ikhsan, ia menemukan gambar Ikhsan, sebuah komik, berisi gambar Ikhsan dan keluarga. Awalnya tergambarkan bahwa Ikhsan dekat dengan keluarga lalu perlahan jauh, menjauh, sehingga akhirnya hilang. Pak Harun, sepenuh hatinya melakukan pendekatan personal kepada Ihsan. Bukan hanya mengajari Ikhsan mengenai huruf-huruf dengan metode khusus, ia juga mencoba membangkitkan percaya diri Ikhsan.
Lepas dari segala kekurangannya, film ini menyodorkan sebuah ide yang menarik, dan memuat pesan yang bagus untuk para pendidik, yakni, untuk tidak langsung menjudge seorang anak sebelum kita mengenal mereka lebih dekat.

Quote:
Quote:
Wonderful Life, "Kisah Seorang Pederita Disleksia"
Quote:

Quote:
Film ini diangkat dari kisah nyata yang dituangkan ke dalam novel berjudul Wonderful Life. Film Wonderful Life sendiri bercerita tentang hubungan orangtua dan anak yang menderita disleksia. Mengusung drama keluarga, film ini sarat akan pesan moral bagi penontonnya. Tak hanya bagi penderita disleksia, tapi juga untuk masyarakat secara umum.
Film ini benar-benar bagus untuk ditonton bersama keluarga, karena dapat mengajak para penonton anak-anak untuk tidak berpikir negatif apalagi membully teman-teman yang berbeda dengan mereka
Film ini benar-benar bagus untuk ditonton bersama keluarga, karena dapat mengajak para penonton anak-anak untuk tidak berpikir negatif apalagi membully teman-teman yang berbeda dengan mereka


Quote:
Pie gan? Itulah rasanya memiliki disleksia. Disleksia memang bisa disebabkan oleh alasan keturunan. Namun bukan berarti semua penderita disleksia akan menurunkan penyakit ini pada anak-anaknya. Penyakit disleksia sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan keturunan hanyalah salah satunya.
Jangan pula berputus asa bila mengidap disleksia sebab berbagai terapi bisa dicoba untuk menyembuhkan penyakit ini.Jangan pernah merendahkan orang yang memiliki disleksia. Justru kita harus membangun kepercayaan diri mereka serta nggak menganggapnya bodoh atau nggak bisa sukses.
Jangan lupa untuk mengunjungi website aslinya yang tertera pada sumber referensi dibawah.Semoga bermanfaat. Sekian
:terimakasih
Jangan pula berputus asa bila mengidap disleksia sebab berbagai terapi bisa dicoba untuk menyembuhkan penyakit ini.Jangan pernah merendahkan orang yang memiliki disleksia. Justru kita harus membangun kepercayaan diri mereka serta nggak menganggapnya bodoh atau nggak bisa sukses.
Jangan lupa untuk mengunjungi website aslinya yang tertera pada sumber referensi dibawah.Semoga bermanfaat. Sekian
:terimakasih

"Belajar membaca bagaikan menyalakan api, Setiap suku kata yang dieja akan menjadi percik yang menerangi"
Victor Hugo





Quote:
Quote:
SUMBER REFERENSI
Quote:
Thread ini sebagian besar di ambil dari CNNIndonesia.com dengan penulis Windratie. Serta ulasan sang desainer dari keepo.me dengan penulis Harianto Wijay. Review film diambil dari Website dibawah dengan hormat sang penulis Fatzahdan Dhitta Putri Sarasvati. Terimakasih atas tulisan kalian yang luar biasa hebat.
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hid...ang-disleksia/
http://www.keepo.me/berita-nyeleneh-...ta-disleksia-2
http://tabloidnova.com/Kesehatan/Ana...ksia-Pada-Anak
https://www.docdoc.com/id/id/info/co...tion/disleksia
http://movie.co.id/ikhsan-mama-love-u/
http://mahkotalima.blogspot.co.id/20...-you-mama.html
https://reviewbukufilm.wordpress.com...tag/disleksia/
http://movie.co.id/berita/95375/film...qah-hasiholan/
http://entertainment.kompas.com/read...an.bewonderful
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hid...ang-disleksia/
http://www.keepo.me/berita-nyeleneh-...ta-disleksia-2
http://tabloidnova.com/Kesehatan/Ana...ksia-Pada-Anak
https://www.docdoc.com/id/id/info/co...tion/disleksia
http://movie.co.id/ikhsan-mama-love-u/
http://mahkotalima.blogspot.co.id/20...-you-mama.html
https://reviewbukufilm.wordpress.com...tag/disleksia/
http://movie.co.id/berita/95375/film...qah-hasiholan/
http://entertainment.kompas.com/read...an.bewonderful

Diubah oleh faiz.azhar 09-06-2016 14:52
0
52.1K
Kutip
294
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan