CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
TJAHJO KUMOLO MAU BANGKITKAN NASIONALISME CINA DENGAN MEMANIPULASI SEJARAH?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56cbcd6712e257e6048b4568/tjahjo-kumolo-mau-bangkitkan-nasionalisme-cina-dengan-memanipulasi-sejarah

TJAHJO KUMOLO MAU BANGKITKAN NASIONALISME CINA DENGAN MEMANIPULASI SEJARAH?

TJAHJO KUMOLO MAU BANGKITKAN NASIONALISME CINA DENGAN MEMANIPULASI SEJARAH?

RMOL. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dinilai telah memanipulasi dan melakukan pembohongan sejarah dengan mengatakan Laskar Po An Tui ‎sebagai laskar pro republik dan berjuang bersama bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda.

Penilaian tersebut disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian Simanjuntak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/2). Justru, sebut Bastian, Laskar Po An Tui musuh para pejuang revolusi dalam merebut kemerdekaan‎.

"Laskar Po An Tui bukan pejuang kemerdekaan republik. Laskar Po An Tui bekerjasama dengan Belanda, Inggris, dan asosiasi bangsa Cina di luar negeri ‎seperti Hua Ch'iao Cung Hui, Kuomintang (partai nasionalis Cina) melawan para pejuang revolusi RI pasca proklamasi kemerdekaan," katanya.

Bastian mengungkapkan hal itu bisa dilihat dari sejarah Laskar Po An Tui. Pada tanggal 13 Desember 1945, media bangsa Cina mempublikasikan pembukaan perekrutan organisasi pertahanan bangsa Cina. Setelah direkrut tantama sebanyak 300 pemuda, Laskar Po An Tui ketika itu melakukan upaya kolektif untuk melepaskan bangsa Cina dari kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Inisiatif gerakan ini diambil oleh Hua Ch'iao Chung Hui.

Kemudian, perwakilan federasi komunitas Cina mengadakan pertemuan umum pertama pada tanggal 9 Desember 1945, dimana delegasi secara kolektif mengumumkan solusi keamanan bagi mereka. Manifesto yang dihasilkan dalam pertemuan pertama memperjelas ambisi Hua Ch'iao Chung Hui yang bertujuan untuk menaikkan perwakilan komunitas bangsa Cina secara keseluruhan. Hal ini bisa dilihat dari daftar anggota komite terpilih dengan total 48 organisasi sebagai perwakilan dalam aosiasi bangsa Cina tersebut, termasuk kalangan professional, budayawan, pendidikan dan yayasan.

"Di Medan di mana populasi warga keturunan Cina cukup besar, Laksar Po An Tui dikenal sangat kejam dan mereka bekerja sama dengan Belanda. Po An Tui telah berada di Medan sejak Desember 1946, sebelum akhirnya Belanda kembali ke Medan untuk menyusun kembali pemerintahannya dan mengambil alih komando militer dari angkatan bersenjata Inggris," katanya.

Orang-orang Cina di Medan, masih kata Bastian, membentuk Laskar Po An Tui atas inisiatif sendiri. Dalam perjalanannya, Laskar Po An Tui bersekutu dengan militer Belanda di bawah komando Belanda. Pada waktu Belanda kembali pada tahun 1946, Po An Tui sudah membangun kekuatan organisasi militer dengan kecakapan yang luar biasa untuk melawan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Dikarenakan pasukan Laskar Po An Tui sangat efektif dalam memproteksi komunitas masyarakat Cina, pasukan bersenjata Belanda memberikan pangkat tamtama kepada pasukan Po An Tui. Belanda juga mempersenjatai mereka dengan tujuan membantu tentara Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) mempertahankan Medan dari perlawanan para pejuang republik.

‎Menjadi pertanyaan, katanya, kenapa Mendagri Tjahjo Kumolo saat meresmikan monumen Po AN Tui di Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu (20/2) kemarin, menggambarkan Laskar Po An Tui sebagai laskar Bangsa Cina yang bersama-sama dengan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda pada tahun 1740-1743. Dia menduga Tjahjo Kumolo tidak jujur dan memiliki kepentingan tersembunyi.

"Mendagri Tjahjo Kumolo harus jujur menjelaskan apa sebenarnya tujuan pembangunan monumen tersebut? Jangan-jangan ia sengaja ingin membangkitkan kembali semangat kebangsaan Cina di Indonesia," tukasnya.[dem]

http://politik.rmol.co/read/2016/02/...ulasi-Sejarah-

baru nyadar kalo muka tjahyo kumolo itu muka-muka......
Halaman 1 dari 12
TJAHJO KUMOLO MAU BANGKITKAN NASIONALISME CINA DENGAN MEMANIPULASI SEJARAH?

POSMETRO INFO - Dalam peresmian monumen Po An Tui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tujuan didirikannya monumen Po An Tui adalah untuk mengingatkan siapa leluhur kita dan perjuangan laskar China dalam melawan penjajah VOC Belanda pada tahun 1740 – 1743.

Pernyataan Tjahjo Kumolo tersebut sepertinya adalah upaya sistematis rezim yang didominir China Komunis ini dalam mengaburkan dan membelokan fakta sejarah sebenarnya.

Po An Tui adalah Milisi Cina Indonesia yang dibentuk dan dipersenjatai oleh penjajah Belanda, mereka membentuk satuan untuk setia kepada Belanda. Tugas mereka menjadi mata-mata, melakukan aksi teror, penculikan, pemerkosaan, penjarahan dan mengambil upeti dari petani-petani pribumi, memeras rakyat pribumi untuk diambil kekayaan dan disetorkan ke Belanda, bahkan mereka akan membunuh kalau ada pribumi yang menentang.

Po An Tui juga bersekutu dengan Westerling, pembantai umat Islam Makassar. 50 ribu ummat Islam Makassar dibantai Westerling. Saat Westerling telah membantai Ummat Islam di Makassar, lalu dia lari ke Jakarta dan Jawa Barat dan ia dikejar oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Po An Tui lah yang membantu meloloskan Westerling melalui Sanfur Ancol Jakarta Utara, dari sana Westerling diselundupkan dan dilarikan dengan pesawat kecil menuju Singapura.

Mudahnya Westerling kabur ke Singapura, karena ia memiliki hubungan istimewa dengan Milisi Po An Tui sebagaimana diceritakan Jenderal Besar (Purn) AH. Nasution dalam bukunya "Memenuhi Panggilan Tugas". Dimasa Perang Kemerdekaan laskar ini mendapat pasokan senjata dari Singapura.
Tidak sampai disitu, Po An Tui juga melakukan teror di Bandung Jawa Barat, melakukan penculikan dan pembunuhan. Di tahun 1945, begitu Bung Karno dan Bung Hatta mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia, Po An Tui di Sumatera Utara berontak. Po An Tui Medan angkat senjata tidak mau bergabung dengan NKRI. Di wilayah Balaraja Tangerang, Po An Tui juga berontak tidak mau bergabung dengan NKRI, akhirnya umat Islam marah, terjadi perang di Balaraja.

Jadi Milisi ini pengkhianat, dalam sejarah Po An Tui selalu berkhianat kepada NKRI. Di zaman penjajah Belanda mereka bersekutu dengan Belanda. Saat Belanda pergi dari Indonesia Po An Tui ikut Jepang, begitu Jepang hengkang dari Indonesia mereka ikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat pemberontakan PKI mereka ikut PKI, mereka ikut membunuh para ulama, mereka bunuh kyai, dan mereka bunuh masyarakat pribumi.

Bahkan, Po An Tui memusuhi sesama etnis Tionghoa, jika ada orang Tionghoa masuk Islam mereka aniaya, jika ada orang Tionghoa yang cinta NKRI, anti penjajah Belanda, Jepang atau anti PKI maka akan dimusuhi mereka.

Bisa jadi diketemukannya simbol Komunis di arena skate board Keong Mas TMII (yang sampai sekarang belum terungkap pelakunya) pada tanggal 17 Agustus 2015, 3 bulan sebelum peresmian mungkin saja ada hubungannya dengan rencana peresmian monumen tersebut.
singaporenisasi emoticon-Malu (S)
penghianat negara sedang berkuasa emoticon-Malu (S)
Selanjutnya saya nunggu berita tentang laskar cuk kim ay
nyimak dulu,, lagi rame di twitter
bener2 negara kita dikendalikan dan dikuasai oleeh ..... A sudahlahemoticon-Sorry
pemutarbalikan fakta ini,
Untung bangsa ini banyak ahli sejarah
tjahyo koemolo bancat
TJAHJO KUMOLO MAU BANGKITKAN NASIONALISME CINA DENGAN MEMANIPULASI SEJARAH?
mengaburkan sejarah ...
tujuannya apa yak ?
ada yang tidak kenal po an tui?
kalo verifikasinya dari congor geprindo sih patut dipertanyakan kebenarannya...

Wah bahaya ni gan. Grup Banteng kelakuannya suka aneh aneh emoticon-Cape d...
ni mentri pke rambut palsu gak sih bray ?
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo)

Statementnya harus diverifikasi lagi sama sejarawan yang kredibel
Quote:


kalo benar

rambutnya saja palsu

apalagi .......
halah sumbernya harusnya bbrp ahli sejarah dgn barang bukti misal buku/berita jaman dulu.bkn ormas ga jelas.misal organisasi sejarah apa keq.lalu nama org nya siapa yg blg.fotonya jg.
ini mah fitnah lalu ngabur karna ga kasi identitas pemfitnah.klo punya bukti kuat mah mala pengen namanya terkenal karna buktiin kesalahan sejarah
Quote:


Jangan lupa askar tay pu kie emoticon-Big Grin
Hampir 90% kaum menlen dimari emang ga nasionalis..

Mreka cmn mau enaknya aj giliran ada masalah kabur keluar negeri..

Ga ush heran dr awal pilpres ni rezim emang banyak diberitakan ttg proxy china lewat china connection..

Tp u know lah ya panastaik buta goblok anjeeenk lah yg sok pinter sllu bilang itu pitnah..

Dan skrng tau sndiri apa2 ga jauh dr menlen..


Salam bangzattt emoticon-Angkat Beer
lah terus maunya gimana?
selama ini katanya etnis tionghoa banyak yg tidak nasionalis, dihina bkn bagian dari WNI padahal kenyataannya tidak seperti itu tapi justru karena banyak selentingan gini jd banyak etnis tionghoa yg memilih mending cabut aja dari indonesia
lah ini ada menteri yg bagus mau merangkul etnis tionghoa supaya bisa lebih terintegrasi lagi malah dicerca

tp keliatan lah yang mencerca nama organisasinya aja mmg gt
isinya kumpulan org rasis yg biasanya kalah bersaing secara ekonomi tp bukannya berbenah diri tp malah menyalahkan etnis tionghoa dan minta diperlakukan spesial karena ada embel2 "pribumi"nya
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di