KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Bagaimana cara mempertahankan rumah tangga seperti ini?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ac29f254c07a49578b4567/bagaimana-cara-mempertahankan-rumah-tangga-seperti-ini

Bagaimana cara mempertahankan rumah tangga seperti ini?

Saya seorang istri dari suami yang belum bekerja, umur 24 tahun. Saya bekerja di perusahaan otomotif dengan penghasilan cukup namun SELALU KURANG karena saya menanggung biaya hidup suami saya yang belum bekerja dan 1 anak laki-laki saya yang masih bayi ditambah ibu kandung saya yang di madu oleh bapak tiri (ayah saya sudah meninggal dan ada riwayat penyakit jiwa). Untuk menutupi kekurangan itu saya terpaksa berhutang ke bank, menggadaikan BPKB motor pribadi, sampai perhiasan saya dan ibu saya habis digadaikan juga.
Singkat cerita saya terpaksa menikah karena sudah hamil 5 bulan oleh suami saya sekarang. Setelah saya mengalami tekanan mental dan STRESS yang begitu hebat sehingga saya mengalami keguguran beberapa hari sebelum menikah (bayi laki-laki ku sayang yang tampan tapi malang). Karena suami saya dan orangtuanya sangat tidak mampu, maka hampir seluruh biaya pernikahan dan persalinan saat keguguran saya yang TANGGUNG SENDIRI. Malangnya lagi suami saya punya ibu tiri yang sangat buruk wajah dan hatinya. Disaat saya yang harus menanggung segala beban, uang titipan dari keluarga suami saya untuk pernikahan dipakainya untuk membeli mesin cuci bekas dan sampai sekarang dia yang pakai sendiri. Saya yang tinggal serumah hanya bisa mencuci baju dengan tangan padahal saya harus bekerja mencari nafkah setiap hari. Ibu tiri ini rajin shalat tapi kelakuannya seperti BUTA yang selalu menyalahkan saya dan suami saya serta mengeluh dibelakang sambil membanting-banting barang.
Seiring berjalannya waktu, saya diberi kepercayaan lagi oleh Allah untuk memiliki anak laki-laki. Bayi laki-laki saya tumbuh sehat dan lucu namun semakin membutuhkan biaya keperluan sehari-hari. Suami saya hanya bisa bermain game dengan penghasilan sangat sedikit dan dipotong modal bayar warnet. Suami saya juga mencairkan dana jamsostek yang dia peroleh sewaktu masih bekerja di pabrik dulu, yang hanya habis dalam waktu kurang dari 3 hari.
Rumah tangga baru berjalan satu setengah tahun, tapi kebiasaan suami saya yang terus menerus menyalahkan saya dan ibu saya tidak pernah berhenti. Sampai dia sering berkata cerai pada saya sewaktu kami bertengkar masalah sepele. Saya tetap bertahan demi anak saya yang masih sangat kecil. Ujian demi ujian saya hadapi, mulai dari perselingkuhan suami saya di facebooknya dengan wanita2 yang tidak dikenal. Padahal saya memberikan segala fasilitas seperti HP dan koneksi internet agar dia bisa mencari kerja walau hanya dirumah menjaga bayi sewaktu saya kerja. Kesalahan demi kesalahan yang ditujukan pada saya, saya telan bulat-bulat. Saya mencoba mendekatkan diri pada Allah semampu saya.
Usaha demi usaha saya jalani bagaimanapun caranya agar suami saya bisa mendapatkan pekerjaan, meski bayi mungil saya harus dititipkan kadang pada ibu saya atau keluarga suami saya. Saya tidak tahu harus bercerita pada siapa, karena ibu saya dulu pernah mengingatkan saya agar saya tidak menikah dengan suami saya sekarang, karena saya akan menderita dibuatnya. Namun karena kebodohan saya, saya tidak mendengar nasihat ibunda saya tercinta itu. Hingga saya terpaksa menelan pahitnya keputusan yang saya buat.
Saya mohon pendapat dan pencerahan agar saya bisa lebih tenang dalam menjalani rumah tangga. Saya hanya ingin membuktikan bahwa Allah maha besar dengan kuasaNya bisa membalikan keadaan saya saat ini menjadi lebih baik. Saya berharap rumah tangga saya tetap bahagia dan utuh tanpa adanya tekanan batin yang bisa mengganggu kejiwaan saya. Terimakasih
profile-picture
tata604 memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Yakin mengalah demi anak? Emangnya bapak semacam itu bs jd panutan utk anak sis? Kasian si anak malah... Ntar klo dia malah ngikut sifat si bapak?yakinkah pria semacam itu layak jd kepala rumah tangga sista?

Saran ane sih cerai aja.. Suami Tidak menafkahi itu bisa jd alasan perceraian yg kuat (silahkan d cek d buku nikah).
suami ngancam cerai? sist mestinya jawab, "oke, siapa takut?".

suami seperti itu seharusnya malu, dia ga menjalankan kewajiban sebagai mana mestinya. bertengkar dikit, cerai. apa dia ga sadar kalo dia dinafkahi dan difasilitasi istri sedangkan dia sendiri nganggur?

sist.. jujur ya, baca tritnya bikin gw murka sendiri tau ga? kalo gw jadi sist, gw bakal minta cerai. mumpung anak cuma satu, titip aja sama ibunya sist. lalu sist cari uang untuk menafkahi anak ibunya sist.

sist ga usah takut dibilang durhaka sama suami ato mertua. suami ato mertua macam apa mereka kalo mereka sendiri ga punya hati. suami sama mertua ada bekasnya, sist. beda sama orang tua sendiri.

sist juga ga usah mikir status anak sebagai korban broken home ato apalah. ato mikir gimana pandangan masyarakat soal dia ga punya bapak. persetan dengan itu, sist.

mending sekarang sist tentukan sikap. cari uang bwt nafkahin anak ibu itu yang paling penting. dan stay strong ya..

emoticon-Kiss emoticon-Peluk
Ikut bantu ya mbak,

Ada point2 penting yg mesti di outline:

1. Kata cerai dari suami kpd istrinya adalah sah sekalipun dalam keadaan marah/ bercanda, dan tanpa maksud. Jadi kalau sudah 3x bertengkar dan keluar kata cerai dari suami, hukumnya harus memperbaharui akad nikah (krn sudah takak 3). Awas mbak bisa terkena dosa zina bila tdk hati2 dgn hal ini

2. Mbak harap memikirkan lagi peran suami mbak. Maksud saya, dia udah ga lebih dari cuma beban. Melalaikan kewajiban mencari nafkah, dan selingkuh udah masuk pelanggaran berat. Apa ada manfaatnya punya suami kaya gitu? Sy sarankan segera cerai

3. Pikirkan bagaimana perkembangan anak nanti. Bila mbak bekerja, dan suami dirumah, dengan kelakuan macam itu, apa yg akan anak mbak teladani? Yup nanti besar cuma jadi kaya bapaknya dan nyusahin org

Menurut pandangan saya, cerai adalah solusi terbaik untuk mbak, anak mbak dan suami mbak. Tdk usah pakai perasaan dalam ambil keputusan. Mbak berhak dapet yg terbaik buat diri mbak sendiri. Goodluck emoticon-Smilie
Diubah oleh kido41
Suami saya memang sering mengancam cerai gara-gara saya tidak nurut/tunduk pd suami atau karena saya yg menyebabkan dia kehilangan kesempatan mendpt pekerjaan. Pernah 2x berkata cerai tp rujuk lagi karena saya tdk mau. Suami saya ingin hak asuh anak saya kalau perceraian terjadi, dia bilang saudara2nya banyak yg sayang sm anak saya jd tdk usah takut kekurangan.
Tp saya tidak bisa melepas anak saya dengannya begitu saja.
Sekarang ini suami saya sedang training di bank BC*, walaupun ada sedikit keganjilan yg dirasa, krn suami saya masih membahas tentang game terus ketika ditanya soal trainingnya.
Saya masih berharap rmh tangga saya ini normal seperti keluarga bahagia pd umumnya.
Mohon doa nya agar suami saya bs berubah dan menjadi lebih baik.
terimakasih komentar dan saran nya. emoticon-Smilie
Quote:


Telpon aja bank bca nya sis.. Tanyakan benarkah ada karyawan atas nama suami sis. Atau tantang suami menunjukkan bukti bahwa dia benar2 training di bca. Kalaupun training kan tetap dpt gaji meski kecil dan ada slip gajinya.. Coba aja suruh suami buktikan.

Btw.. Contoh yg menyebabkan dia gagal mendapatkan pekerjaan gara2 sista seperti apa y? Jangan2 cm alasan dia aja. Coba di share agar kaskuser disini bs menilai benarkah itu salah sista atau suami.

Biarkan pengadilan yg memutuskan anak ada di siapa. Dgn kondisi sis sekarang yg lebih mapan.. Saya lebih yakin kalau hak asuh anak akan jatuh ke sis.

Segitu cintanya kah sis sama suami? Sampe kesalahan fatal seperti selingkuh dan tidak menafkahi jd sis maafkan? Pikirkan lg anak sis.. Yakinkah dia bs jd panutan yg baik utk anak sista?



Diubah oleh PuspitaHassei
Keadaan tidak akan berubah. Saya yakinkan anda itu dari lihat banyak sekali pasangan.
Orang tidak bisa dirubah, hanya anda bisa terima saja tidak.

Hati2 jg dengan klaim lagi training si bca. Bca sangat selektif menerima staff. Menurut anda suami sudah selevel staff di bca belum? Atau ada arah2 kesana.

Cerai atau lanjut itu keputusan anda, tapi perubahan keadaan cuman bisa kalau ada gerakan dari anda.
Jd perempuan jgn terlalu lemah dan bodoh..mbak yg banting tulang tp koq bisa2nya di injek hrg dirinya apalagi sampe ortu jg ikut disangkutpautin udah gak berpenghasilan msh berani 'selingkuh'. Buat apaan laki2 kyk gtu dipertahanin? Misalnya pun emang mbak yg salah dia ilang kesempatan kerja trus punya hak nyalah2in istri tanpa bangkit gtu? Gak guna bgt punya suami kyk gtu..
Mungkinkah suami anda orang tidak berguna ?

Malas
Tidak bertanggung jawab
Menggantungkan hidup pada anda
Tidak peduli dengan anaknya

Kalau jawabannya iya
Lebih baik tinggalkan saja
Suami saya mengira saya tidak mendoakan dia setelah dia gagal training di beberapa perusahaan. Saya memang blm lancar mengaji Al-Quran tp saya selalu mendoakan suami saya agar dibuka pintu rezekinya.
pertama di indofood training seminggu tdk dibayar dan tdk lulus karena datang terlambat gara2 saya minta antar ke rmh ibu saya (kendaraan hanya ada motor saya saja). Mungkin ini memang saya yg salah dan saya sdh meminta maaf.
kedua di PJTV training 3 bln dan tdk dibayar sm skali gara2 perpindahan owner pdhl modal kerja perhari sampai 50rb. terus terang saya sangat kecewa, dan terus bertanya2 pd suami saya knp bs seperti itu, tp suami saya tdk suka ditanya2 karena dia sendiri merasa dirugikan.
ketiga training BCA yg pertama kali (skrg yg kedua), tdk ada panggilan mungkin karena tdk lolos.
suami saya ingin saya belajar ngaji dan sudah saya lakukan, saya jg berusaha utk shalat tahajud dan shlat 5 waktu. Dan belajar bagaimana menjadi istri solehah.
Saya sangat menyayangi anak saya, anak saya skrg ini seperti kesempatan kedua yang Allah berikan utk saya.
Saya ingin merubah sifat suami saya jd lbh baik.
Quote:


Maaf sifat ga bisa dirubah.. dirubah untuk sementara bisa kalau keadaan memaksa tapi akan balik lagi ke kondisi awal kalau sudah nyaman.

Quote:


Ya elah itu suami begitu segala nyuruh istri belajar ngaji dan shalat, lah mendingan kelakuan dia benerin dulu.
Diubah oleh cummul
Mungkin jalan terbaik hanya berdoa
semoga suami ente sadar
semoga mertua ente insaf
Semoga allah membuka jalan rezeki buat keluarga kalian
dalam hidup, selalu ada ujian
tapi percaya lah allah tdk akan memberikan cobaan kpd hambanya yg tdk mampu
Kisah ente sama kyk temen ane
bedanya temen ane mertuanya syg
Tapi suaminya suka selingkuh
Gw bingung sm cwo zaman sekarang
makanya gw sampe skrg masih belom nikah2
gara2 susah nyari cowo yg bener
emoticon-Hammer2 sorry oot dan mendadak curhat hahaha
Lagian, udah tau liabilities besar dan cashflow negatif kok iya berani-beraninya membawa anak ke dunia ini.


Udah, cerain aja.

Soal anak, kan ada orang tua kamu yg bisa rawat selagi kamu kerja.

Kalau orang tua kamu ngga mau urus cucunya, kutuk aja mereka jadi apa gitu, biar ada dongeng yg bisa diceritakan turun menurun apa jadinya kalau orang tua durhaka kepada anak.


Next time,. please use a condom atau kontrasepsi lainnya supaya ngga hamil lagi.

Kalau pakai kontrasepsi ngga bikin nyaman bercinta, at least pull out dan hanya bercinta ketika kamu tidak berada dalam masa subur.

So, know your menstrual cycle.
Cerai sih enak ngomongnya ... Yang susah tuh anak kalo pisah ma ibunya
Quote:


Klo tetap memilih tidak cerai.. Saran saya gunakan KB spiral. Keluar modal di awal drpd nanti punya tambahan anak keuangan makin berantakan. Jangan sampe ada anak kedua dulu sampai suami berubah.

Doa itu penting.. Tp ga akan berguna klo tanpa usaha. Jangan nyalahin doa nya.. Tp usahanya dulu yg bener. Jd ga wajar klo dia nyalahin sis gara2 ngerasa ga didoakan. Itu sih cm cari kambing hitam.

Telat gara2 minta diantar? Harusnya dia sbg kepala rumah tangga.. Harus menghitung jamnya.. Misalnya masuk kantor jam 8.. Perjalanan 1 jam.. Sista perlu diantar perlu 1 jam.. Brrt dia harus mulai berangkat antar sista dari jam 6. Dan sis juga harus mau diantar jam segitu. Terlambatnya tiap hari atau cuma sekali aja di training? Training ga cm masalah telat.. Tp dr keaktifan dan nilai ujiannya..yakin suami dpt nilai bagus? Dia cm cari alasan biar seolah2 sis yg salah.

3 bulan training ga digaji? Yakin tuh? Sepengetahuan ane.. Klopun training ga digaji (misal jd OB di kantor ane).. Itu cm 1 bulan.. Ini ampe 3 bulan? Kenapa harus diterima? Ga masuk akal 3 bulan klo ga digaji. Kecuali statusnya masa probation dan digaji kecil atau sekedar dikasi uang saku. 50rb sehari buat apaan? Makan? Mewah bener utk yg masih training.

Balik lg ke bca.. Klo perusahaan sebesar itu.. Pasti ada surat kontraknya.. Atau surat perintah kerja.. Coba aja minta liat.. Beneran ada atau cm ngaku2 aja kerja? Di bca sebagai apa trainingnya? Di kantor cabang mana? Telp aja ke bca nya.

Intinya sis jangan mau dibodoh2i suami. Jangan sampe suami pura2 kerja pdhl sebenarnya engga. Jangan mau disalahkan atas sesuatu yg bukan salah sis.





Sebetulnya dengan kondisi rmh tangga saya ini banyak istri2 yg memilih cerai dan meninggalkan suami dengan mudahnya.
Begitu juga dengan saya seandainya pernikahan ini bukan janji di hadapan Allah, jelas saya memilih utk meninggalkan suami seperti ini.
Tp saya melihat masa dpn anak saya yang baru berusia 7 bln harus berpisah dengan ibunya saat bersama ayahnya, dan berpisah dengan ayahnya ketika bersama ibunya.
Quote:


Saya memang tdk berfikiran utk memiliki anak lg sampai suami saya berubah.

Terlambat training 3x
Training 3 bln suami saya disuruh bulak balik sm PJTV dari cabang sukajadi ke soekarno hatta dan butuh bensin. Saya sndr bingung knp bs tdk dibayar sm skali. Alasannya karena perpindahan owner PJTV skrg MNC group. Dan CEO MNC ini tdk mw membayar gaji karyawan training yg diterima oleh manajemen sblmnya. Barangkali ada yg pny pengalaman bekerja di PJTV bandung? saya ingin tau apakah memang benar pekerjaan teknisi seperti itu

Saya sedang selidiki apa bnr suami saya training di BCA
Training cerai emoticon-Hammer
Coba LDR biar instropeksi diri
Quote:


Aneh deh kalo milih bertahan gara-gara janji sehidup semati dihadapan allah, toh dalam islam tidak dilarang bercerai jikalau istri/ salah satu pihak dirugikan, coba mba baca buku pernikahan deh ada klausal tentang syarat talak/cerai disitu ditulis salah satunya jika suami tidak memberi nafkah 3 bulan, mengalami kekerasan dalam rumah tangga istri boleh menggugat cerai. Kalau mau bertahan tapi terus makan ati sih monggo mudah2an sih makan atinya ngga sampe seumur idup.

Cuman aneh aja kalo bisa bahagia hidup sendiri ngapain milih bertahan demi status keluarga tapi disakiti terus menerus. Emangnya kenapa kalau cerai toh banyak yang merasa lebih bahagia setelah bercerai.
mbak..klo cuma numpang curhat silahkan aja tp jgn pake pertanyaan minta saran yah krn yg saya liat mbak udah punya pilihan sendiri yaitu bertahan soalnya seperti apapun saran dr yg lain seakan mbak patahin dgn argumen yg mbak anggap benar
Klo bagi mbak suami benar dan mbak salah dan pantas terima perlakuan buruk dr suami yasudah pertahanin aja..kita cuma ksh saran biar mbak gak menderita lg
Ato mbak emang seneng dpt belas kasihan dr org2 dgn cerita sedih rumtag mbak..ato sepertinya kita2 aja yg disini yg salah ksh saran toh judul tridnya bagaimana mempertahankan RT bukan bagaimana cara keluar dr masalah RT. Klo cara pertahanin RT begitu ya banyak2 berdoa aja biar kuat krn gak ada cara lain..
Halaman 1 dari 4


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di