alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Dunia Kerja & Profesi /
[ASK] All About PT. Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI)
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5199f3467c12434e2b00000a/ask-all-about-pt-bursa-efek-indonesia-tbk-bei

[ASK] All About PT. Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI)

Tampilkan isi Thread
Halaman 30 dari 51
Quote:

Ntah kenapa kalo 80% ane lumayan yakin gan..
Tidak bermaksud sombong sih. emoticon-Big Grin
Ane yg bnr2 ngeblank g bisa jawab cuma 3 soal aja, mskipun 97 soal sisanya juga blum tentu benar sih.. emoticon-Hammer2

Agan sendiri gmn kira2 persentasenya??

Quote:


Widiih dewa bgt gan...emoticon-Wow

Ane sih bs mencapai target 80-88 aj udah seneng gan...emoticon-Malu
Quote:


Tau gan..... maksud ane ada gak yang ngisi soal no satu..... serasa jebakan betmen tuh......
Quote:

Di jobstreet ada lowongan teknisi nih skrg gan.. Yg bisa jawab no 1 langsung diangkat jadi teknisi.. emoticon-Ngakak (S)

Quote:

Dewa sih nggak gan, soalnya itu perasaan ane aja. Kan 97 soal sisanya juga ntah bnr atw salah.. emoticon-Ngakak (S)


Quote:


Jadi, 3 soal PASTI salah 97 soal BELUM TENTU benar yah gan...wah hasilnya MEYAKINKAN sekali yah gan...emoticon-Ngakak
Quote:


Entah mengapa ane mikir soal nomor satu bisa memunculkan jawaban2 out of the box loh gan
Kemungkinan yg milih soal nomor 1 bisa diliat sebagai org kreatif

Beda ama soal nomor dua yg kemungkinan besar jawabannya klise banget, teoritis, dan umum bgt
Quote:

Kesannya soal no 1 emg bermakna ganda sih..
Tp ane g berani pilih yg itu, karena ane g tw maksud dan tujuan dibuat pertanyaan seaneh itu.. emoticon-Big Grin

Quote:


Hahaha iya sih gan
Duh mana tulisan ane jelek lagi, soalnya ngerjaainnya ga di meja
Tau deh kebaca ga yah tulisan ane ama pemeriksa hahaha
Kampret gan, ane gak bisa jawab soal essay, Pilihan pertama emang kaya jebakan banget, berhubung ane latar belakang non-ekonomi, ane sebenernya lebih suka jawab pilihan pertama gan, tapi 3/4 lembar hanya untuk menjelaskan cara mengukur gedung apa ya gak bertele-tele gan? Yang soal ekonomi sama pasar modal ngawur buanget. Nyesel ane gan gak belajar, tak kira soalnya susah buanget, ternyata standar. BTW agan-agan dapat undangan tes dari BEI juga dua-tiga hari sebelum ujiankah? atau jauh-jauh hari sudah dapat pemberitahuan?
Quote:



kalau dapat emaiknya paling sehari sampai 3 hari sebelum test gan. hampir sama smua.

kalau masalah kesiapan balek lg ke kita gan. dari awal daftar harusnya kita dah siapin. jd jangan nunggu diundang apa engaknya. kalau nunggu tar ga bakal cukup buat belajar, apa lg nglamar ke bagian yg beda dengan basic kita.

js ane saranin mending belajar walaupun ga lolos administrasi. toh dr kita belajar kita tetep dapet ilmu kok. emoticon-Toast

number 1

Tahukah anda siapa Niels Bohr? Yup, dia adalah seorang Fisikawan Denmark yang sangat pandai. Bahkan, dia berhasil menjadi pemenang nobel Fisika tahun 1922. Akan tetapi, tahukah anda bahwa Niels Bohr pernah hampir tidak lulus dalam ujian Fisika yang dihadapinya gara-gara jawabannya yang lain dari pada yang lain?
Suatu kali ketika Niels Bohr masih bersekolah, ia menghadapi sebuah ujian Fisika. Dalam ujian tersebut sang dosen memberikan sebuah pertanyaan yang sebenarnya sangat sederhana: “Bagaimana anda akan menentukan tinggi sebuah gedung 35 lantai dengan menggunakan sebuah barometer?”
Menghadapi pertanyaan itu, Niels Bohr pun menjawab: “Saya akan mengikatkan seutas benang pada ujung barometer tersebut. Lalu saya akan menurunkannya secara perlahan dari atas gedung sampai barometer tersebut menyentuh tanah. Kemudian saya akan memberi tanda pada benang yang saya pegang dan menarik kembali benang itu ke atas. Setelah itu, saya akan mengukur berapa panjang benang itu ditambah 35 cm untuk panjang barometer. Dengan demikian saya akan mengetahui berapa tinggi gedung itu.”
Membaca jawaban yang diberikan Niels Bohr, sang dosen pun sangat marah. Karena itu, ia menyatakan bahwa Niels bohr tidak lulus dalam ujian tersebut.
Mendapati bahwa dirinya tidak lulus dalam ujian Fisika, Niels Bohr pun mengajukan keberatan kepada dewan sekolah. Ia menuntut agar dewan sekolah meninjau hasil ujiannya kembali.
Singkat cerita, karena dewan sekolah mengetahui bahwa Niels Bohr adalah anak yang pandai, maka dewan sekolah memutuskan untuk menyelenggarakan ujian ulang bagi Niels Bohr. Dalam ujian tersebut 4 (empat) dosen senior dipanggil untuk menguji Niels Bohr. Pertanyaan yang sama diajukan kepadanya dan dia hanya diberi waktu 10 menit untuk menjawab soal tersebut.
Akan tetapi, apa yang dilakukan Niels Bohr? Dia hanya mencorat-coret kertas jawabannya dan menggambar-gambar. Sampai menit kedelapan ia belum juga menuliskan jawabannya. Keempat dosen pengujinya pun mulai tidak sabar dan marah terhadapnya. Mereka bertanya: “Sebenarnya kau bisa menjawab pertanyaan itu atau tidak?”
Niels Bohr pun menjawab: “Saya mempunyai cukup banyak jawaban, tetapi saya bingung harus memberikan jawaban yang mana.
Pertama, saya bisa menunggu matahari bersinar pada pukul 09.00. Lalu saya akan keluar dan mengukur panjang bayangan gedung tersebut. Kemudian saya akan mengambil barometer, meletakkannya di tanah, dan mengukur panjang bayangan barometer tersebut. Nah, dengan menggunakan rumus perbandingan sederhana saya akan dapat menentukan tinggi gedung tersebut.
Kedua, saya bisa membawa barometer itu ke atas gedung 35 lantai itu. Lalu saya akan menjatuhkan barometer tersebut dan dengan menggunakan time watch saya akan menghitung berapa lama barometer tersebut mencapai tanah. Nah, dengan memperhitungkan gaya gravitasi bumi dan kecepatan benda itu jatuh saya akan dapat menentukan tinggi gedung itu, tetapi sayangnya barometer itu akan pecah.
Ketiga, saya bisa menggunakan barometer itu untuk mengukur berapa tekanan udara di bawah dan berapa tekanan di atas gedung itu. Kemudian dengan menggunakan rumus sederhana saya akan dapat menentukan tinggi gedung tersebut. (Jawaban inilah yang sebenarnya diharapkan oleh para dosen.)
Keempat, bila anda mengharapkan jawaban yang lebih ilmiah dan lebih kompleks, saya bisa mengikatkan seutas tali sepanjang 1 (satu) meter pada barometer tersebut dan mengayunkannya di lantai bawah. Lalu saya juga akan melakukan hal yang sama di lantai atas. Nah, dengan menggunakan rumus yang kompleks saya dapat memanfaatkan perbedaan kecepatan ayunan tali itu untuk menentukan tinggi gedung.
Akan tetapi, satu-satunya cara yang paling saya suka adalah dengan bertanya pada satpam berapa tinggi gedung itu. Bila ia bisa menjawab, saya akan memberikan barometer itu kepadanya sebagai hadiah.”
Akhirnya, Niels Bohr pun lulus dari ujian fisika itu dan beberapa tahun kemudian ia berhasil menjadi pemenang nobel Fisika dari Denmark.
Satu pelajaran yang dapat saya tarik dari kisah di atas: Jangan pernah menahan ide-ide kreatif yang muncul dalam pikiran anda! Sekalipun ide-ide itu nampak remeh, bodoh, tidak masuk akal, atau dianggap gila oleh banyak orang, keluarkan saja. Siapa tahu ide-ide gila itulah yang akan membawa anda menuju kesuksesan yang anda idam-idamkan.
Gan, di brosurnya kan ada psikotestnya kan? Kira2 itu beneran ada apa g ya?
sukses buat kita semua !! soal PG nya lumayan yakin sih, yg essaynya nih ane gaberani pilih no.1 karena tricky bgt, ane kurang kreatif soalnya. jadi jawab no.2 deh dengan ilmu yg pas2an. hahaha ga sabar sama pengumumannya
Quote:


no.1 gambling banget gan dan bahayanya kalau kurang dari 3/4 lembar apa lebih dari 1 lembar boa berabe emoticon-Cape d... (S)

Dan gwe sama kek agan milih jawaban ke 2 degan ilmu pas2an.
Kalo menurut ane soal essaynya mirip pertanyaan2 yg sering muncul sebagai topik FGD (kebetulan ane udah beberapa kali ikut FGD) lebih condong ke problem solving, kayanya penilaiannya bukan benar atau salah, tp lebih kepada bagaimana si calon pegawai menghadapi masalahnya, atau bahkan bisa jadi sebenarnya soal essay ini yg akan diangkat sebagai topik FGD siapa tau....
Quote:


yoi gan, lebih cepat lebih baik emoticon-Betty (S)
Quote:


ane si dapet dari hari selasa jam 3 sorean, mungkin yg jkt lebih cpet dari daerah laen

mana gan yg trtulis penguman 2 minggu lagi
Halaman 30 dari 51


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di