- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Dipaksa menikahi anak bos atau PHK? Fikri dirundung kegalauan


TS
dsturridge15
Dipaksa menikahi anak bos atau PHK? Fikri dirundung kegalauan
Quote:
Brilio.net - Bagaimana rasanya jika dipaksa menikahi wanita yang tidak pernah kamu cintai? Hal itulah yang kini dialami oleh Fikri (27). Fikri adalah lulusan salah satu SMK yang ada di Surabaya. Karena alasan ekonomi, Fikri akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih bekerja.
Meski sudah memiliki kekasih, pria berzodiak pisces ini belum memiliki rencana untuk menikah. Dia lebih fokus bekerja dan membiayai kebutuhan adik-adiknya. Meski pekerjaan dan karirnya berjalan dengan mulus tanpa hambatan, permasalahan lain yang harus dihadapi Fikri adalah desakan dari bosnya. Fikri diminta menikahi anak bosnya.
"Saya bekerja dengan pak Umar selama 7 tahun, beliau sudah seperti bapak saya sendiri, nyaman kok kerja sama dia, saat ini anaknya memang sedang kena musibah hamil di luar nikah dan saya disuruh menikahinya kalau tidak saya akan dipecat, saya bisa saja menikahi anaknya dan tidak dipecat tapi bagi saya pernikahan bukan hal yang semudah itu," cerita Fikri kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, Jumat (18/12).
Pria asal Surabaya dan telah lama mengadu nasib di Bekasi ini memang menghadapi pilihan yang tidak mudah. Anak bosnya itu baru berusia 18 tahun dan sedang hamil 3 bulan. Sedangkan yang menghamili anak bosnya itu tidak ingin bertanggungjawab. Bos Fikri berharap dia dapat menutupi aib keluarga besar pemilik pabrik tekstil tersebut.
Akan tetapi Fikri sama sekali tidak mencintai anak bosnya itu. Dia tidak pernah berkeinginan menikah dengan anak bosnya apalagi menikah terpaksa tanpa rasa cinta. "Kalau diminta menolong siapapun saya akan menolong selama saya mampu, tapi ini urusannya pernikahan yang bukan hal main-main, tapi jujur saya juga belum sanggup kehilangan pekerjaan saya karena saya adalah tulang punggung keluarga," jelas anak pertama dari 3 bersaudara ini.
Fikri sendiri sudah membicarakan hal tersebut kepada keluarga besarnya dan keluarga besarnya pun menyerahkan segala keputusan ditangan Fikri. Bosnya pun memberikanya waktu hingga awal tahun ini. Apabila dia menyetujui untuk menikahi perempuan itu, maka pernikahan akan berlangsung tanggal 12 Januari 2016.
"Saya tidak tahu dosa apa yang pernah saya lakukan kok malah saya yang harus bertanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain," ujarnya.
Wajar rasanya jika Fikri dirundung kegalauan menyangkut hal tersebut. Apalagi dia banyak berutang budi kepada bosnya itu.
Quote:
Original Posted By 7 Tahun pacaran, Nadia ikhlaskan pacarnya menikah dengan wanita lain
Nadia memberi saran kepada pacarnya untuk menikahi anak bosnya dan mengakhiri hubungan mereka.
Reporter : Andi Rosita Dewi
Brilio.net - Jodoh adalah sesuatu yang telah ditakdirkan dan tidak dapat dielakkan. Meski telah menjalin hubungan pacaran selama 7 tahun, Nadia (27) harus menelan kenyataan pahit bahwa dia dan pacarnya tidaklah berjodoh. Pacarnya harus menikahi anak bosnya.
Nadia dan Fikri menjalin hubungan sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya. Lulus SMK, Fikri memutuskan untuk bekerja di Bekasi, keduanya pun menjalani hubungan jarak jauh Surabaya-Bekasi. Meski untuk sesekali waktu mereka menyempatkan untuk saling bertemu satu sama lain.Nadia memang sempat kaget saat pacarnya itu mengabari perihal permintaan bosnya agar menikah dengan anaknya. Anak dari bos pacarnya itu sedang hamil 3 bulan dan yang menghamilinya tidak ingin bertanggungjawab lalu yang diminta untuk menutupi aib tersebut adalah pacarnya.
"Secara manusiawi saya sih marah awalnya, tapi sebagai seorang perempuan saya juga bisa membayangkan betapa berat beban yang ditanggung oleh anak itu hamil diumur 18 tahun," kata Nadia dalam perbincangan dengan brilio.net melalui layanan story telling 0-800-1-555-999, Jumat (18/12).
Nadia memang menyikapi persoalan ini dengan cukup dewasa. Meski sangat menyayangi pacarnya itu, tapi dia tidak lupa memikirkan nasib yang harus dialami oleh anak bos pacarnya itu jika tidak menikah. Setelah berbagai pertimbangan, Nadia menyampaikan sarannya kepada pacarnya untuk menikahi wanita tersebut dan mengakhiri hubungan mereka.
"Tidak sekadar nasib perempuan yang sedang hamil itu, kalau pacar saya menolak menikahi anak bosnya maka pacar saya akan di PHK sedangkan dia jadi tulang punggung keluarganya," lanjut wanita yang bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya ini.
Ya, pacarnya itu memang menjadi tulang punggung untuk dua adiknya yang masih usia sekolah. Sehingga alasan itu juga ikut dipertimbangkan Nadia dan semakin rela pacarnya menikahi wanita lain. Sebab Nadia sendiri sangat kenal dengan keluarga pacarnya dan dia tidak ingin keeogisannya memberikan dampak besar untuk yang lainnya.
"Saya percaya jodoh itu sudah ditakdirkan sama yang Allah, saya tidak ingin memaksakan kehendak, Fikri berhak menentukan yang terbaik buat dia dan keluarganya," pungkas Nadia.
Cerita ini disampaikan oleh Nadia melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999.
Nadia memberi saran kepada pacarnya untuk menikahi anak bosnya dan mengakhiri hubungan mereka.
Reporter : Andi Rosita Dewi
Brilio.net - Jodoh adalah sesuatu yang telah ditakdirkan dan tidak dapat dielakkan. Meski telah menjalin hubungan pacaran selama 7 tahun, Nadia (27) harus menelan kenyataan pahit bahwa dia dan pacarnya tidaklah berjodoh. Pacarnya harus menikahi anak bosnya.
Nadia dan Fikri menjalin hubungan sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya. Lulus SMK, Fikri memutuskan untuk bekerja di Bekasi, keduanya pun menjalani hubungan jarak jauh Surabaya-Bekasi. Meski untuk sesekali waktu mereka menyempatkan untuk saling bertemu satu sama lain.Nadia memang sempat kaget saat pacarnya itu mengabari perihal permintaan bosnya agar menikah dengan anaknya. Anak dari bos pacarnya itu sedang hamil 3 bulan dan yang menghamilinya tidak ingin bertanggungjawab lalu yang diminta untuk menutupi aib tersebut adalah pacarnya.
"Secara manusiawi saya sih marah awalnya, tapi sebagai seorang perempuan saya juga bisa membayangkan betapa berat beban yang ditanggung oleh anak itu hamil diumur 18 tahun," kata Nadia dalam perbincangan dengan brilio.net melalui layanan story telling 0-800-1-555-999, Jumat (18/12).
Nadia memang menyikapi persoalan ini dengan cukup dewasa. Meski sangat menyayangi pacarnya itu, tapi dia tidak lupa memikirkan nasib yang harus dialami oleh anak bos pacarnya itu jika tidak menikah. Setelah berbagai pertimbangan, Nadia menyampaikan sarannya kepada pacarnya untuk menikahi wanita tersebut dan mengakhiri hubungan mereka.
"Tidak sekadar nasib perempuan yang sedang hamil itu, kalau pacar saya menolak menikahi anak bosnya maka pacar saya akan di PHK sedangkan dia jadi tulang punggung keluarganya," lanjut wanita yang bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya ini.
Ya, pacarnya itu memang menjadi tulang punggung untuk dua adiknya yang masih usia sekolah. Sehingga alasan itu juga ikut dipertimbangkan Nadia dan semakin rela pacarnya menikahi wanita lain. Sebab Nadia sendiri sangat kenal dengan keluarga pacarnya dan dia tidak ingin keeogisannya memberikan dampak besar untuk yang lainnya.
"Saya percaya jodoh itu sudah ditakdirkan sama yang Allah, saya tidak ingin memaksakan kehendak, Fikri berhak menentukan yang terbaik buat dia dan keluarganya," pungkas Nadia.
Cerita ini disampaikan oleh Nadia melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999.
Wih..ngeri bener bray, ane mw tanya ada yang pernah mengalami nasib kaya gitu, ane pasti kalo jadi cowoknya bakal gak nolak

0
13.6K
Kutip
118
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan