CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56374e0b96bde6427c8b456a/ramai-di-path-rumah-deni-di-bintaro-ini-dikurung-tembok-oleh-sekelompok-orang

Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang

Tampilkan isi Thread
Halaman 26 dari 26
Kembalikan dulu aja ke kondisi awal dulu.... Pas awal rumah masih diakses dari Jalan Mawar emoticon-Big Grin
Kalo masih ada yg tanya kenapa ga pas dibangun warga protes?
Itu dah banyak yg kasih tau, pas dibangun, dikasih seng, akses dari Jalan Mawar....
Jadi truk yg bawa bahan bangunan itu bukan jalanan kompleks, jadi warga kirain itu tetep rumah kampung emoticon-Big Grin

emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Pertama x ane pikir ini salahnya si danny, tp abis dicermatin tnyt ni wsegelintir arganya jg agak bermasalah ya, udah mau nyumbang 200jt jg kagak diterima, padahal klo ribut terus bisa bisa org pada takut beli rumah daerah sana kan nti harganya bisa turun
Quote:


"Sebetulnya tanah itu kavling kompleks, karena belum dibeli pengembang masih dimiliki warga dibeli sama Pak Heru (pihak yang menjual ke Deni). (komen: kalau belum kebeli ya belom tanah kavling kompleks) Akhirnya kemudian diklaim sama warga mengatasnamakan warga peduli bukit mas (WPBM) untuk menembok. Informasi yang kami terima dulu, walau (pengembang) bangkrut katanya sudah izin manajemen dulu," jelas Sri yang ditemui detikcom, Selasa (3/11/2015).

nah tinggal dibuktiin dokumen, mana?? itu lurah ngomong doang? ngelindungin anak buahnya yang kena sogok? sekarang pastiin mana dokumennya? sorry gw ga percaya media. skrng posisi gw masih dukung para penembok karena gw merasa mereka terzolimi dengan aksi Deni dan Heru.

makasih lho udah dikhawatirin bakalan stroke. InsyaAllah masih sehat kok. justru gw sedih sama orang-orang yang asal jeblak nyalahin salah satu pihak, lo sama gw sama2 punya dasar jadi argumen yang kita bangun jadi menarik. emoticon-Smilie.. gw beneran penasaran bukti fisik dokumen yang bisa menunjukkan itu setelah itu ya udah lah, life will go on, kejadian ini jadi pelajaran buat gw kedepan.
Quote:


ente lihat udah ada yg posting (capcayster) master plan perumahannya diatas ente cari aja , ada kotak kotak bidang perumahan yg udah ada yg dinomerin dan ada yg belum , nah pengembang itu ngajuin ijin perubahan dan pembangunannya disemua kotak bidang yg terhubung dalam kotak bidang tanah perumahan.dalam bidang kotak yg sama tapi sudah dinomerin berarti udah dibangun fisiknya dan ada imbnya, nah yg belum dinomerin itu masuk dalam kavling kavling master plan perumahan tapi belum dibangun , kalau yg ane lihat ada beberapa kavling tanah lagi yg udah masuk ijinnya dan bisa dirubah jg kayak model kasus sidenny ini karna ijin perumahannya udah keluar , inget gan pengembang perumahan bisa aja melebarkan dan memperbesar wilayah perumahannya loh ,jd tuh kavling kavling tanah yg udah masuk dalam 1 kotak bidang perumahan sebenarnya udah ada ijin perubahan wilayahnya dan tinggal diurus dan dibangun aja emoticon-Big Grin , karna tuh perumahan jg awal mulanya jg tanah perkampungan kan emoticon-Stick Out Tongue , tapi sayangnnya dalam kasus ini developernya udah keburu bangkrut , kalau ane ngertinya karna dah beberapa kali hunting rumah , jd ngertilah kotak kotak bidang bidang tanah komplek yg bakal jd perumahan sama yg bukan , itu masih dalam modal gambar doang dan fisiknya belum dibangun kalau belum bayar dp dan akad kredit , serah terima bangunannya malah ada yg 5 tahun lg emoticon-Hammer2
Diubah oleh blackdoors
Quote:


naaaah!! kayaknya yang ente pahamin itu masterplan adalah masterplan legal.. yang ane pahamin itu masterplan adalah masterplan marketing. sampe beneran terbukti itu masterplan legal yang masuk ke izin, ane pasti akan menolak. gampang kan bro.. tinggal tunggu aja siapa yang bener. buka semua dokumen dari awal.

sidenote: ini menurut gw antara heru (pemilik sebelumnya/spekulan tanah) pinter banget atau beruntung.. kalau pinter banget dia yakin udah masuk masterplan dan ada buktinya, kalau beruntung ya itu, nyogok2 eh pas banget udah masuk masterplan. coba kita liat siapa yang bener.
Quote:


dalam kotak bidang bidangnya udah ketauan kok masih dalam 1 komplek termasuk rumahnya sidenny , makanya bisa diurus dan siheru jg tau makanya sertifikat dan imbnya bisa keluar , tapi kan warga lain belum tentu ngerti soal beginian , dan ane jg lihat masih ada beberapa kavling tanah lg yg sebenarnya bisa dieksekusi jg model kayak rumahnya denny emoticon-Big Grin warga silakan perang dengan kavling kavling legal yg lain emoticon-Ngakak

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua RT 01 Perumahan Bukit Mas Bintaro, Sulistiyono, mengungkapkan, Denny (41) bukan satu-satunya warga yang tempatnya ditutup dengan sepihak oleh kelompok bernama Warga Peduli Bukit Mas (WPBM).

Ada dua orang lagi yang lahannya juga mengalami nasib yang mirip dengan apa yang dialami Denny.

Bagian depan rumah Denny ditutup tembok setinggi dua meter. Hanya ada celah kecil yang muat untuk satu orang sebagai akses keluar masuk.

Akibat tindakan tersebut, Denny dan keluarganya tidak bisa beraktivitas. Kendaraan pun terkurung di dalam rumah.

"Ada di RT 02 lahan punya Pak Jafar ditutup bambu sama sebagian bata, ditutup WPBM. Bedanya, lahan Pak Jafar masih lahan kosong. Kalau Pak Denny sudah ada rumah jadi lebih repot Pak Denny sekarang, sangat dirugikan," kata Sulistiyono kepada Kompas.com, Rabu (4/11/2015).

Sedianya, di atas lahan milik Jafar tadi, sudah mau dibangun rumah. Namun, karena tiba-tiba ditutup bambu dan bata, pemilik mengurungkan niatnya membangun rumah. Selain lahan milik Jafar, ada lahan kosong di RT lain yang ditutup oleh WPBM.

Untuk mengonfirmasi hal ini, Kompas.com masih berupaya mendapat tanggapan dari pihak WPBM.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...han.Orang.Lain
Quote:


, tapi kan warga lain belum tentu ngerti soal beginian ,

belum ngerti atau mungkin jauh lebih mengerti kondisi aslinya? tinggal dibuktikan aja kan? gampang kok. keluarin history masterplan-nya (kalau memang ada). kecuali ente udah liat physically data-nya, saya sih yakin kasus ini bisa disputable.
Quote:


ente lihat bidang bidang kotak dalam bidang bidang yg ada nomernya dan yg belum dinomerin tapi masih dalam 1 kotak ? nah itu denah siteplan yg masuk kedalam wilayah perumahan dan udah masuk ijinnya dan udah diurus kepemda silakan bandingin sama siteplan perumahan lain digoogle , dimana mana pengembang urus ijin perkotak bidang.ngga mungkin pake disisa sisain sampe ada model rumah sidenny yg nyempil gitu

Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang[/SPOILER]

Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang
Diubah oleh blackdoors
Quote:


Quote:


Quote:


Maaf, cuman mau update berita ini untuk yang masih berfikir Lahan yang dibeli Deni itu adalah lahan yang legal untuk masuk ke komplek bukit mas..

Ketua DPRD DKI Bela Penembok Rumah Denny

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi beranggapan bahwa memang terjadi pelanggaran atas pembangunan rumah Denny di Perumahan Bukit Mas Bintaro.

Seharusnya rumah Denny dibangun menghadap ke Jalan Mawar, yang berada di belakang kompleks perumahan.

"Orang beli rumah di kompleks itu kan mencari kenyamanan, keamanan, dan lainnya. Tapi, dia beli rumah di pinggiran lalu bobol kompleks, kan enggak boleh itu. Nah, kita kan mau pembangunan Jakarta secara konstitusi itu harus yang benar," ujar Prasetio ketika dihubungi, Kamis (12/11/2015).

Ketika mendatangi rumah Denny, Prasetio juga melihat rumah tersebut sudah mengambil lahan fasos dan fasum milik pemerintah.

Hal ini membuat langkah yang dilakukan Denny semakin salah. Selain membuka akses rumah ke jalan kompleks, Denny juga mengambil lahan fasos dan fasum di kompleks tersebut.

Sampai saat ini, Prasetio mengaku hanya fokus melihat pelanggaran pembangunan yang terjadi di perumahan itu.

"Saya kan juga dapat informasi warga minta uang di atas Rp 200 juta segala macam, tapi itu enggak ada. Saya melihat memang dia (Denny) yang salah," ujar Prasetio.


Prasetio tidak bertemu dengan Denny pada kunjungannya kemarin. Dia hanya didampingi warga dan pejabat DKI setempat.

Prasetio sudah meminta kepada wali kota, lurah, dan camat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik.

Menurut dia, solusi paling tepat adalah mengembalikan fungsi bangunan kepada tempatnya.

"Aksesnya dia harus diputar lagi menghadap Jalan Mawar. Dan yang bukan haknya dia dikembalikan ke tempat semula, seperti tanah fasos dan fasum ya harus dikembalikan. Jangan diserobot, dia nyerobot juga soalnya nih," ujar Prasetio.


sumber

Wali Kota Jaksel Putuskan Tembok Tetap Berdiri, Denny Berniat Tempuh Jalur Hukum

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilik dari rumah di Pesanggrahan yang ditembok warga, Denny (41), berencana membawa kasus penembokan tersebut ke meja hijau.

Langkah ini dilakukan Denny dan tim kuasa hukumnya setelah Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi memutuskan untuk tidak merobohkan tembok tersebut.

"Yang pasti, kami akan tempuh upaya hukum. Kami akan adukan ke pengadilan. Ini masih kami diskusikan dulu," kata kuasa hukum Denny, Ronny Talapessy, kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2015) petang.

Menurut Ronny, Wali Kota Jaksel memutuskan bahwa tembok itu tetap berdiri menurut rapat tertutup di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis. Ronny yang hadir dalam rapat tersebut mengaku kecewa atas keputusan Pemkot Jaksel ini.

"Jujur kami kecewa. Kok keputusannya berbeda dengan yang awal disampaikan dulu? Ini kan bisa dibilang bertentangan dengan produk hukum yang sudah dia keluarkan sendiri, IMB dan sertifikat. Itu kan produknya juga," tutur Ronny.

Rumah Denny ditembok Warga Peduli Perumahan Bukit Mas (WPPBM). Denny dianggap mengklaim bahwa rumahnya jadi bagian dari kompleks, padahal membeli rumah tersebut dengan standar harga kampung.

Kasus ini lalu ditangani Pemkot Jaksel. Sebelumnya, Pemkot Jaksel melakukan verifikasi atas surat-surat terkait kepemilikan rumah tersebut.

WPPBM akan tetap menembok rumah Denny jika rumah itu masih menghadap Jalan Cakra Negara yang berada di kompleks.

Menurut WPPBM, seharusnya rumah Denny menghadap ke Jalan Mawar, yakni jalan di perkampungan belakang kompleks perumahan.

WPPBM juga mengatakan bahwa rumah Denny seharusnya masuk dalam RW 05 yang satu wilayah dengan perkampungan.

sumber

Ahok Tantang Denni yang Rumahnya Ditembok Warga Bintaro Menggugat

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Ahok mempersilakan Denni Krishna Putera atau Denni Akung yang rumahnya ditembok warga perumahan Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, untuk menggugat Pemprov DKI Jakarta ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami sudah disposisi. Terserah dia (Denni). Kalau mau adukan silakan saja, kami tunggu saja," ucap pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama usai meresmikan gedung baru di RSUD Koja, Jakarta Utara, pada Selasa 10 November 2015.

Ahok menilai sikap Denni wajar. "Terserah menurut saya. Memang kan sekarang zaman reformasi. Kalau orang enggak suka, salurannya bisa ke pengadilan. Laporkan saja," tutur Ahok.

Penembokan

Denni tak pernah menyangka tanah yang ia beli dan rumah yang dibangun di atasnya sejak Juni 2015 menuai protes sekelompok warga yang menamakan diri mereka Warga Peduli Perumahan Bukit Mas (WPPBM), Bintaro, Jakarta Selatan.

Protes warga atas dibangunnya rumah Denni berujung pada pembangunan tembok dua kali. Pertama pada Juni lalu dan terakhir 2 November.

Warga melakukan penembokan karena menilai rumah tersebut berada di luar kompleks dan telah menyalahi aturan dan izin. Bahkan, warga menganggap rumah itu telah menjebol pagar pembatas kompleks perumahan yang dilintasi Jalan Cakra Negara Blok E7 RT 001/RW 015 Bukit Mas, Bintaro.

Pengacara Denni, Djalu Arya Guna, mengancam akan membawa permasalahan yang dialami kliennya ke ranah hukum jika tembok itu tak kunjung dirobohkan dari depan rumah tersebut. Dia mengaku akan menyeret kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan mengguat Pemprov DKI Jakarta serta warga penembok rumah kliennya.

"Kami layangkan somasi ke Pemprov DKI karena sudah seminggu persoalan belum selesai. Apabila dalam somasi tersebut tidak mendapatkan respons, mau tidak mau persoalan ini akan kami gugat ke pengadilan," ujar Djalu saat dihubungi di Jakarta pada Senin, 9 November 2015.

Menurut Djalu, gugatan akan dilayangkan dalam konteks perdata atas perbuatan melawan hukum.‎ Sebab, sudah seminggu lebih hak hidup kliennya terkekang akibat penembokan akses rumah itu, sehingga aktivitas Denni dan istrinya terganggu.

sumber

Udah jelas kan, yang play victim siapa ? Makanya ane bilang dari awal, ini tuh harusnya urusannya Heru dan Deni sebagai penjual dan pembeli, harusnya Deni nggak beli rumah yang ternyata statusnya bermasalah (gak tau udah tau atau nggak).. ya kalo omongan pengacara pasti belain client nya lah.. udah jelas setelah diverivikasi bangunan itu menyalahi aturan.. beberapa pejabat walikota sampai kelurahan kecamatan pun pada buang badan semua sekarang kan emoticon-Hammer (S) kasus ini bisa jadi pembelajaran kita semua, untuk lebih teliti lagi ketika beli rumah..

yang bikin ane bingung, kalau tembok diputuskan untuk tidak dibongkar, gimana caranya kendaraan yang ada di garasi itu bisa keluar ya
emoticon-Hammer2
Diubah oleh capcayster
Quote:


justru ane ngelihatnya sidenny memang jd korban disini , tau dari mana ente kalau sidenny udah tau itu rumah bermasalah ? waktu lihat lihat dan beli tuh rumah apa udah ditembok duluan sama warga ? surat suratnya jg bener beralamat disana , tuh rumah belinya kpr dan pake harga perumahan , otomatis ada pihak bank yg jg ketipu saat ngecheck tuh rumah , makanya akad kreditnya bisa turun , jalur yg ditempuh sama denny itu udah benar melalui jalur hukum setelah musyawarah dan mufakat gagal mendapat penyelesaian, justru warga yg arogant melakukan cara preman dengan main tembok sj , kalau nanti memang dipengadilan warga punya kekuatan hukum dengan bangunan tembok berlinnya dan bukan main opini doang , tapi kalau warga kalah jg harus legowo dengan menerima status denny sebagai warga sah perumahan komplek , itu baru hidup bermasyarakat yg benar
Quote:


Deni tau rumah itu bermasalah, itu dugaan ane aja gan, karena ada berita Deni pernah bongkar tembok bawa preman (baca artikel yang pernah ane muat), berarti dia udah tau rumah itu ditembok, warga sudah menembok itu dari bulan juni dan dibongkar oleh deni, dan dibangun lagi tembok itu oleh warga pada tanggal 2 November, kalau agan denger cerita versi pengacara nya deni ya pasti dibikin kesan deni itu gak tau apa apa, dan dia adalah korban, ya namanya pengacara pasti belain client lah.. makanya ane bilang pihak deni itu play victim..

Dan setelah lihat artikel yang lama, warga sudah mengeluhkan itu dari waktu masih tanah kosong sebelum ada bangunan, semenjak tembok komplek dibongkar itu warga sudah melapor kepada pejabat terkait, namun gak ada hasil, bulan april warga mendatangi pelantikan walikota jakarta selatan yang baru karena pejabat terkait yang dilaporkan oleh warga gak ada tanggapan apa apa, masih gak ada respon dari pejabat terkait dan dari pemilik tanah / bangunan akhirnya warga menembok secara sepihak, dan bisa dilihat kelanjutan nya seperti sekarang.. Dan setelah di verifikasi oleh jajaran pemprov, bangunan Deni memang menyalahi aturan, Walikota tidak bisa memerintahkan untuk bongkar tembok tersebut karena memang bangunan deni yang menyalahi aturan, malah justru deni diminta rumahnya kembali menghadap ke jl. mawar.. Mungkin nantinya walikota juga akan memediasi pihak deni dan warga untuk cari kesepakatan baru, yang jelas, justru secara data, bangunan deni itu udah salah, makanya pemprov gak bisa bongkar tembok yang dibangun warga itu.. ane yakin, kalau deni bisa rendah hati dengan mengaku salah, meminta maaf, bernegosiasi dengan warga sekitar, mungkin bisa di sepakati untuk tetap tinggal dan jadi warga komplek situ..
Diubah oleh capcayster
Bangun rumah seenaknya ga pake ijin dulu kali ya??? Imb palsu
tinggal bobok tembok di jalan mawar, udah beres itu mobil bisa keluar.

walikota jaksel bijak kali ini, well done sir
Quote:


Robohin dinding garasinya dia yg punya akses ke jln mawar gan

Si Denny ini aneh juga, kalo emang ngerasa ketipu bukannya ribut sama si Heru sbg penjual malah ribut sama warga, seolah2 ga mau ketipu sendirian

Ato jgn2 dia belinya murah, ga spt yg dibilang ke media, dia udah tau bermasalah & dia udah tau semua resikonya, trus dia untung2an deh ribut sama warga
- kalo menang, dia untung banyak
- kalo kalah, ya dia udah dpt barang yg sesuai harganya
Nothing to lose

View dari dalam komplek
Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang

View dari luar pagar komplek
Ramai di Path, Rumah Deni di Bintaro ini Dikurung Tembok Oleh Sekelompok Orang
Diubah oleh donodonodono
bukannya kalau di kota besar begitu ya. emoticon-Ngakak (S)
tapi ya mungkin pada sebel aja ya ama dia. emoticon-Malu (S)
(kompleks perumahan ane masih suka ngumpul2 sih)
Ini kasus yang menang perkumpulan warga karena sudah diback up walikota dan ahok emoticon-Big Grin

buat deni kalau elu ga terima gugat aja si heru calo tanah, cuma kan ga mau soalnya udah dijelasin ada masalah ini tanah walaupun surat surat beres. Jadi emang elunya aja yang mau beli murah dan terima resiko. Terimalah resiko rumah elu ditembok emoticon-Big Grin

Lha pabrik aja surat surat beres kalau didemo warga sekitar minta csr minta kerja pasti diakomodasi kepala daerah sana emoticon-Big Grin
Sudah lama tidak ada yang post di sini. Ada yang tau apakah hasil akhirnya seperti yang dibicarakan di posting akhir2 ini, bahwa Ahok dan Walkot mendukung warga dan menyatakan tembok itu legal, sehingga pemilik rumah harus mengubah arah hadap rumah?

Jadi inget kasus tanah sumber waras ya. Itu tanah sertifikat nya di Jl. Kyai Tapa, padahal kalau dilihat di peta, tanah itu gak punya akses ke jl. Kyai Tapa. Saat ini punya akses karena masih nyambung sama tanah utama yg punya RS. Kalau beneran dipisah, itu tanah yang dibeli pemda jg gak ada akses langsung ke Kyai Tapa. Maksud dari pernyataan saya ini adalah, kadang sertifikat memang bisa tidak akurat.
Halaman 26 dari 26


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di