Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

muslimahidAvatar border
TS
muslimahid
Kisah Ibu Rhia, Yang Tidak Bisa Buka Kembali Akun Facebooknya


Lagi – lagi, sosial media menjadi alat informasi yang cepat tersebar dan menjadi perbincangan banyak orang. Seperti akun facebook yang bernama Rhia, seorang penjual nasi uduk di kawasan Pasir Putih Jambi.

Di dalam akunnya, Ibu Rhia memposting sebuah foto sedang berduka karena putrinya Nabila berusia 5 tahun, yang terlihat memakai masker meninggal dunia. Postingan yang diunggah minggu lalu, sontak menjadi ramai diperbincangkan dikalangan nitezen.

Postingan yang terdapat tulisan, 'Cukup anak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jgan lagi ada korban lain, sesak nafas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab'.

Namun, sekarang postingan tersebut sudah tidak ada.

Dikutip dari detikcom, "Akun itu sudah nggak bisa dibuka lagi. Kami tidak tahu kenapa bisa begitu, ada yang memblokir. Ibu juga nggak pernah menghapus fotonya," terang suami Rhia, Ahmad Arbain, Senin (5/10/2015).

Ahmad bertutur, istrinya memposting itu sekitar Rabu atau Kamis pekan lalu. Rhia mencurahkan isi hatinya, melihat putrinya meninggal dunia.

"Itu hanya menyuarakan hati, sedih ditinggal anaknya," tambah Ahmad.

Saya juga tidak tahu, bagaimana postingan tersebut menjadi ramai dan banyak disebar. Hingga jum’at sore, pekan lalu akun Facebook istrinya tidak bisa dibuka lagi. Mungkin saja ada yang tidak suka terhadap postingan ibu itu.
"Anak kami semula sehat, tidak ada sakit apa-apa. Setelah sebulan Jambi terkena asap, anak kami mulai batuk-batuk. Udara kan memang buruk disebut juga beracun," jelas dia.

Ahmad bukan tak mau segera membawa ke dokter. Sebagai penjual nasi uduk, kemampuan ekonominya terbatas. "Ada yang bilang anak saya kena pneumonia, saya jelaskan anak saya sehat. Udara yang buruk karena asap membuat dia sakit," tutur Ahmad dengan terbata-bata.

Ahmad tak mau menyalahkan siapa pun. Dia tak mau menuding siapa pun atas meninggalnya anaknya. Ahmad sudah ikhlas, dan dia hanya menegaskan apa yang dilakukan istrinya hanya sekadar menyuarakan suara hati.

"Hari ini tepat anak saya berumur 15 bulan. Dia selama sebulan selalu batuk dan muntah dahak, juga sesak nafas. Semoga anak saya tenang di sana," doanya.

sumber: http://www.jkt.life/2015/10/akun-fac...l-karena-asap/
0
1.7K
5
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan