Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

madurathorAvatar border
TS
madurathor
Indonesia Siap Bantu Malaysia Hadapi Buruknya Situasi Politik dan Ekonomi
Indonesia Siap Bantu Malaysia Hadapi Buruknya Situasi Politik dan Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Indonesia tidak ikut campur atas situasi politik maupun ekonomi Malaysia. Kendati demikian, Indonesia sebagai negara tetangga siap membantu Negeri Jiran tersebut jika memang diperlukan.

"Sebagai negara sahabat, Indonesia juga melihatnya sebagai masalah dalam negeri. Tetapi setiap saat siap untuk memberikan suatu pikiran atau apabila dibutuhkan, kita memberikan support agar Malaysia tetap bersatu dan berjalan dengan baik," kata Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Hari ini, Kalla menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi. Keduanya juga menunaikan shalat Jumat di Masjid Istana Wapres dan makan siang bersama.

Dalam pertemuan tadi siang, keduanya membahas upaya peningkatan hubungan antara Indonesia dan Malaysia, baik dari segi ekonomi, sosial, hingga keamanan kawasan. Keduanya juga membahas upaya bersama dalam menangani bencana asap di Sumatera dan Kalimantan.

Menurut Kalla, pemerintah Malaysia mendukung langkah tegas Indonesia terhadap perusahaan Malaysia di Sumatera yang terbukti bersalah dalam kasus pembakaran hutan. Saat ini, Polri tengah menyelidiki dugaan keterlibatan 20 perusahaan, yang di antaranya merupakan perusahaan Malaysia.

Terkait kondisi ekonomi dan politik di Malaysia, Kalla yakin bahwa negara tersebut mampu menyelesaikan masalahnya. "Semua negara kena masalah ekonominya, biasa ini. Tetapi masing-masing negara mempunyai suatu kemampuan dan kekuatan ekonomi sendiri-sendiri untuk menyelesaikannya," ucap Kalla.

Kondisi politik di Malaysia tengah memanas seiring dengan terbongkarnya megaskandal di 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia Nazib Razak. Penolakan mundur Nazib Razak memicu aksi warga.

Kekisruhan politik ini berpotensi menggoyang perekonomian Malaysia. Kejatuhan pasar internasional, besarnya kepemilikan asing di obligasi pemerintah, dan utang luar negeri membuat ringgit menjadi salah satu dari mata uang yang paling rapuh di Asia terhadap dampak eksternal. Standard Chatered Global Research memprediksi ringgit akan berada di posisi 4,1685 per dollar AS dan 2,9619 terhadap dollar Singapura. Nilai tukar itu diperkirakan akan terus melemah hingga mencapai 4,20 per dollar AS pada kuartal ketiga 2015 dan 4,05 per dollar AS sampai dengan akhir 2015 akibat kaburnya dana asing dari obligasi dan ekuitas.

Najib Razak telah membentuk special economic task force atau gugus tugas ekonomi khusus untuk menyiapkan strategi tangkal krisis. Dengan adanya tim ini, pemerintah Malaysia akan lebih responsif dan tegas dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Tim diharapkan bisa memulihkan lagi kepercayaan publik yang turun akibat kasus dugaan korupsi di 1MBD.

Penulis : Icha Rastika
Editor : Laksono Hari Wiwoho

Sumber
0
3.7K
28
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan