CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kalian sebagian anak sok tau bela PKI ! Darah ulama dulu digorok PKI !
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55efae3056e6af99718b456e/kalian-sebagian-anak-sok-tau-bela-pki--darah-ulama--dulu-digorok-pki

Kalian sebagian anak sok tau bela PKI ! Darah ulama dulu digorok PKI !

Tampilkan isi Thread
Halaman 10 dari 43
setau ane dari engkong ..orang yg gorok gorokin ulama srobot menyrobot itu bentukan suharto yg mengatas namakan pki akhirnya pki lah yg dijadikan kambing hitam karna dulu negara adidaya mau menggulingkan sukarno akhirnya di ciptakanlah tokoh suharto oleh cia... setelah pki tumbang dan suharto naik tahta.. FREEPORT pun masuk . jaman dulu media belom sebesar sekarang dan informasi kebanyakan masyarakat indonesia tau dari mulut kemulut makanya gampang di samarkan.... hanya di negara kita aja yg punya mineset KOMUNIS = TIDAK BERAGAMA padahal jelas jelas itu satu paham kenegaraan... hebat nya suharto dengan dana dari CIA.. dan ini salah satu propaganda paling sukses di indonesia... ane nggak belain PKI karna ane blom lahir emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Njoto ditangkap langsung setelah pertemuan itu.

Presiden Soekarno berkali-kali melakukan pembelaan bahwa PKI tidak terlibat dalam peristiwa sebagai partai melainkan karena adanya sejumlah tokoh partai yang bertindak di luar kontrol dan terpancing oleh insinuasi Barat, dan karena itu Soekarno tidak akan membubarkan PKI. Kemudian, pimpinan dan sejumlah perwira Angkatan Darat memberi versi keterlibatan PKI sepenuhnya, dalam penculikan dan pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat pada tengah malam 30 September menuju dinihari 1 Oktober 1965. Versi ini segera diterima secara umum sesuai fakta kasat mata yang terhidang dan ditopang pengalaman buruk bersama PKI dalam kehidupan sosial dan politik pada tahun-tahun terakhir. Hanya saja harus diakui bahwa sejumlah perwira penerangan telah menambahkan dramatisasi artifisial terhadap kekejaman, melebihi peristiwa sesungguhnya (in factum). Penculikan dan kemudian pembunuhan para jenderal menurut fakta memang sudah kejam, tetapi dramatisasi dengan pemaparan yang hiperbolis dalam penyajian, telah memberikan efek mengerikan melampaui batas yang mampu dibayangkan semula. Dan akhirnya, mengundang pembalasan yang juga tiada taranya dalam penumpasan berdarah antar manusia di Indonesia.

Manifestasi besar diadakan di Jakarta dua hari kemudian, menuntut pelarangan PKI. Kantor utama milik PKI dibakar. Pada tanggal 13 Oktober organisasi Islam Ansor mengadakan aksi unjuk rasa anti-PKI di seluruh Jawa. Pada tanggal 18 Oktober sekitar seratus PKI dibunuh oleh pihak Ansor. Pemusnahan secara sistematis untuk partai telah dimulai.

Antara 300.000 sampai satu juta orang Indonesia dibunuh dalam pembunuhan massal yang digelar.[15] [4] Para korban termasuk juga non-komunis yang dibunuh karena kesalahan identitas atau "kesalahan oleh asosiasi". Namun, kurangnya informasi menjadi tidak mungkin untuk menentukan angka pasti dari jumlah korban yang dibunuh. Banyak para peneliti hari ini menjelaskan korban yang dibunuh antara 200.000 sampai 500.000 orang.[16] Sebuah studi dari CIA tentang peristiwa di Indonesia ini menilai bahwa "Dalam hal jumlah korban pembantaian oleh anti-PKI, Indonesia masuk dalam salah satu peringkat pembunuhan massal terburuk di abad ke-20 ...".[17]


Ketika dua pria sedang menanti kematiannya, seroang tentara di belakang mereka menusukkan bayonetnya ke mayat-mayat di bawah kakinya.
Time menyajikan berita berikut pada tanggal 17 Desember 1966:

Komunis, simpatisan merah dan keluarga mereka dibantai yang mencapai ribuan. Unit tentara dilaporkan telah mengeksekusi ribuan komunis setelah diinterogasi di penjara-penjara terpencil. Berbekal pisau berbilah lebar yang disebut parang, kelompok Muslim merayap di malam hari ke rumah-rumah komunis, membunuh seluruh keluarga dan mengubur mayat mereka di kuburan dangkal.

Kampanye pembunuhan ini sangatlah kejam di beberapa daerah pedesaan di Jawa Timur, para milisi Islam menancapkan kepala korban pada tiang dan mereka mengarak melalui desa-desa. Pembunuhan telah pada skala tinggi sehingga pembuangan mayat telah menciptakan masalah sanitasi yang serius di Jawa Timur dan Sumatera Utara di mana udara lembab penuh bau busuk daging. Pengunjung dari daerah tersebut mengatakan sungai kecil dan besar yang telah benar-benar tersumbat dengan mayat tubuh.

Meskipun motif pembunuhan tampaknya bernuansa politik, beberapa ahli berpendapat bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keadaan panik dan ketidakpastian politik. Bagian dari kekuatan anti-komunis yang bertanggung jawab atas pembantaian terdiri dari para pelaku tindak kriminal seperti para preman, yang telah diberi izin untuk terlibat dalam tindakan yang tidak masuk akal berupa kekerasan.[18] Motif lain yang terjadi juga telah dieksplorasi.

Di tingkat internasional, Kantor Berita RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Xinhua, memberikan versi bahwa Peristiwa 30 September 1965 adalah masalah internal Angkatan Darat Indonesia yang kemudian diprovokasikan oleh dinas intelijen Barat sebagai upaya
Di tingkat internasional, Kantor Berita RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Xinhua, memberikan versi bahwa Peristiwa 30 September 1965 adalah masalah internal Angkatan Darat Indonesia yang kemudian diprovokasikan oleh dinas intelijen Barat sebagai upaya percobaan kudeta oleh PKI.[April 2010]

Di antara daerah-daerah yang terkena dampak terburuk adalah pulau Bali, di mana PKI telah berkembang pesat sebelum tindakan kerasasan. Pada tanggal 11 November bentrokan meletus antara PKI dan PNI, yang berakhir dengan pembantaian terhadap anggota dan simpatisan yang dituduh PKI. Jika banyak dari pogrom anti-PKI di seluruh daerah lain itu dilakukan oleh organisasi-organisasi politik Islam, pembunuhan di Bali dilakukan atas nama Hindu. Bali berdiri sebagai satu-satunya tempat di negara di mana tentara lokal dalam beberapa cara intervensi untuk mengurangi pembantaian tersebut.

Pada tanggal 22 November, Aidit ditangkap dan dibunuh.

Pada bulan Desember militer menyatakan bahwa Aceh telah dibersihkan dari komunis. Bersamaan, khusus Pengadilan Militer yang dibentuk untuk mengadili dan memenjarakan para anggota PKI. Pada 12 Maret, partai PKI secara resmi dilarang oleh Suharto, dan serikat buruh pro-PKI SOBSI dilarang pada bulan April.

Penjara-penjara di Jakarta begitu penuh, hampir seluruh penjara digunakan untuk menahan anggota PKI. Banyak tahanan politik ditahan tanpa dasar yang jelas. Sejak saat itu, identitas banga Indonesia berubah total sesudah 1965. Semangat anti-kolonialisme hilang dan anti-komunisme menjadi dasar identitas bangsa. Kebencian terhadap sesama orang Indonesia menjadi basis untuk menentukan siapa warganegara yang jahat dan baik.[19]

Beberapa peristiwa yang menggemparkan itu dituangkan dalam novel fiksi populer dan difilmkan dengan judul yang sama yaitu The Year of Living Dangerously (1982).
Perkembangan pasca-1965 Sunting

Meskipun mendapat perlawanan secara sporadis, PKI berdiri dengan lumpuh setelah pembunuhan 1965-1966. Sebagai hasil dari pembunuhan massal ini, kepemimpinan partai lumpuh di semua tingkat, meninggalkan banyak mantan pendukung dan kekecewaan simpatisan, tanpa pemimpin lagi, dan tidak terorganisir. Pada bulan September 1966, sisa-sisa partai politbiro mengeluarkan pernyataan kritik diri, mengkritik kerjasama sebelumnya dengan rezim Sukarno. Setelah pembunuhan Aidit dan Njoto, Sudisman, pemimpin PKI di tingkat keempat sebelum Oktober 1963, mengambil alih kepemimpinan partai. Dia berusaha untuk membangun kembali partai atas dasar saling keterkaitan tiga kelompok anggota, namun hanya berdampak sedikit kemajuan sebelum akhirnya ia ditangkap pada Desember 1966 [20]. Pada tahun 1967 ia dijatuhi hukuman mati.

Beberapa kader PKI telah mengungsi di sebuah wilayah terpencil di selatan Blitar, Jawa Timur menyusul tindakan kekerasan terhadap partai. Di antara para pemimpin yang hadir di Blitar adalah anggota Politbiro Rewang, teoretikus partai Oloan Hutapea, dan pemimpin Jawa Timur Ruslan Widjajasastra. Blitar merupakan daerah tertinggal dengan PKI yang memiliki dukungan kuat di kalangan kaum tani. Pihak militer tidak menyadari bahwa PKI telah mampu mengkonsolidasikan dirinya di sana. Para pemimpin PKI ini bergabung dengan Letkol Pratomo, mantan komandan Distrik Militer Pandeglang di Jawa Barat, yang membantu memberikan pelatihan militer untuk Komunis lokal di Blitar. Namun pada Maret 1968 kekerasan meletus di Blitar, petani lokal menyerang para pemimpin dan kader Nahdatul Ulama, sebagai balasan atas Nahdatul Ulama yang telah memainkan peran dalam penganiayaan antikomunis. Sekitar 60 kader NU tewas. Namun ilmuwan politik Australia Harold Crouch berpendapat bahwa itu tidak mungkin bahwa pembunuhan kader NU di Blitar telah dilakukan atas perintah dari para pemimpin PKI di Blitar. Militer menyadari daerah kantong PKI di Blitar tersebut dan menghancurkannya pada pertengahan tahun 1968.[21]

Beberapa kader partai yang sementara di luar Indonesia pada saat peristiwa 30 September. Terutama delegasi yang cukup besar melakukan perjalanan ke Republik Rakyat Tiongkok untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun Revolusi Cina. Sedangkan yang lainnya telah meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan studi di Eropa Timur. Dalam pengasingan, aparatur partai terus berfungsi. Bagaimanapun, sebagian besar dari mereka terisolasi dari perkembangan politik di dalam Indonesia. Di Jawa, beberapa desa yang dikenal sebagai tempat perlindungan bagi anggota atau simpatisan yang telah diidentifikasi oleh pihak berwenang, dan dilindungi di bawah pengawasan secara hati-hati untuk waktu yang cukup.

Sampai tahun 2004, mantan anggota PKI masih dilarang dan masuk daftar hitam dari banyak pekerjaan termasuk apabila ingin bekerja di pemerintahan, sebagaimana kebijakan rezim Soeharto yang telah dijalankan sejak pembersihan PKI tahun 1965. Selama masa presiden Abdurrahman Wahid, ia mengundang mantan buangan PKI untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1999, dan mengusulkan menghilangkan pembatasan diskusi terbuka atas ideologi komunis. Dalam berdebat untuk penghapusan larangan itu, Wahid mengutip dari UUD 1945 Indonesia, yang tidak melarang atau bahkan secara khusus menyebutkan komunisme. Usulan Wahid itu ditentang oleh beberapa kelompok masyarakat Indonesia, khususnya kelompok Islam konservatif. Dalam sebuah protes pada April 2000, sebuah kelompok yang disebut Front Islam Indonesia berjumlah sepuluh ribu orang datang ke Jakarta terkait usulan Wahid. Tentara tidak segera menolak proposal tersebut, namun menjanjikan "studi komprehensif dan teliti" terhadap ide tersebut.
Era pasca-Perang Kemerdekaan RI Sunting
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut, PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, di mana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Ketegangan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah di mana tingkat ketegangan banyak terjadi antara tuan tanah dan para buruh tani.[3]

Soekarno sendiri yang cenderung ke kiri, lebih dekat kepada PKI. Terutama setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia semakin condong ke Blok Timur (Blok Komunis Uni Soviet). Indonesia lebih banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, RRT, maupun Korea Utara. Beberapa langkah-langkah politik luar negeri yang dianggap kekiri-kirian itu antara lain:

Presiden Soekarno menyampaikan pandangan politik dunia yang berlawanan dengan barat, yaitu OLDEFO (Old Established Forces) dan NEFO (New Emerging Forces)
Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia terkesan ada di pihak Blok Timur
Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari PBB.
Di sisi lain, konflik dalam negeri semakin memanas dikarenakan krisis moneter, selain itu juga terdengar desas-desus bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Militer mencurigai PKI karena mengusulkan Angkatan Kelima (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian), sementara PKI mencurigai TNI hendak melakukan kudeta atas Presiden Soekarno yang sedang sakit, tepat saat ulang tahun TNI. Kecurigaan satu dengan yang lain tersebut kemudian dipercaya menjadi sebab insiden yang dikenal sebagai Gerakan 30 September, namun beberapa ilmuwan menduga, bahwa ini sebenarnya hanyalah konflik intern militer waktu itu.[4]

Pasca Gerakan 30 September, terjadi pengambinghitaman kepada orang-orang komunis oleh pemerintah Orde Baru. Terjadi "pembersihan" besar-besaran atas warga dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara limaratus ribu sampai duajuta jiwa meninggal di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September, para "tertuduh komunis" ini yang ditangkap kebanyakan dieksekusi tanpa proses pengadilan. Sementara bagi "para tertuduh komunis" yang tetap hidup, setelah selesai masa hukuman, baik di Pulau Buru atau di penjara, tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.[5]

Era pasca-Reformasi Sunting
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya, mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun secara hukum, belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.
Di indonesia juga masih ada prinsip komunis yg masih di gunakan kok.. Yaitu koperasi : berdasarkan asas kekeluargaan.. Yg dimana seluruh anggotanya mempunyai hak yg sama rata.
isu yang menarik
tapi pertanyaan ane, apa kah memang benar yg membantai di para jenderal itu adalah PKI? ataukah memang hanya sbuah propaganda politik yang dilakukan oleh pihak lain agar kita membenci PKI?

kalo agan2 semua masih ingat pada saat orba, stiap tahun pasti ada film di putar memperingati kekejaman PKI, dan biasanya anak anak juga di anjurkan menonton. tidak kah itu aneh?

dan terkait SUPERSEAR.... an selalu menjadi MISTERI...

ane bukannya mendukung PKI ato pun membenci PKI..
ane hanya sekedar ingin mencari kebenaran Sejarah...

emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Nyimak dulu gan.
Quote:


that's a good statement hehe emoticon-Malu (S)

btw ane masih bingung yg mengira komunis itu tidak beragama, komunis itu adalah ideologi sedangkan kalo ga beragama kan namanya atheis, atheis itu theology, dan dulu era soekarno kan kita mengenal NASAKOM (Nasionalis Agama Komunis), dan kalo kita tarik terhadap sejarah bangsa kita sendiri yaitu indonesia, budaya gotong royong, musyawarah mufakat sudah menjalar di darah daging kita gans dan kalo ane bisa menarik kesimpulan ya indonesia itu sebenernya negara SOSIALIS, dan kalo bicara soal Komunis itu bertentangan dengan agama dulu ada namanya Kyai Merah yaitu Haji Misbach dari Surakarta (baca bukunya gan seru) doi jelas2 komunis tapi soal urusan agama doi tetep bertegun pada islam dan bahkan sudah Haji. inilah kenapa generasi muda era 90-00an dibilang "bodoh" mau mempeljari komunis, itu dikarenakan pada era orde baru seluruh ajaran dan buku2 komunis dilarang keras di indonesia, maka dari itu banyak yg penasaran dengan nilai2 mengenai komunis, kalo ane tarik dari sumbernya atau bisa dibilang dari fenomena yang ada saat itu, Komunis merupakan Teori serapan yg diambil dari Marxisme, yup kalo kita bicara Marxisme disitu agak sedikit extreme bahkan beliau mengeluarkan statement "Agama adalah candu masyarakat" yang dia gambarkan karena adanya agama terjadi perbedaan dan dapat menimbulkan konflik2, dan benar saja saat ini isue SARA terutama Agama sangat mudah untuk menimbulkan konflik. kembali ke komunis, sebenarnya tidak ada salahnya mempelajari salah satu ideologi tersebut dan untuk di era globalisasi ini kita harus bisa memilah memilih juga mana yang harus mana yang tidak, jadikan komunis ini sebagai balance dalam ilmu pengetahuan, seperti ane saat ini sedang mendalami komunisme dan apa esensi dari ideologi tersebut tapi tidak lupa gan ane belajar ilmu fiqih juga nanti, karena ane pengen belajar Extrimis "Kiri" dan Extrimis "Kanan" sehingga ane cukup berada di tengah2 saja, untuk skrg komunis dalam sistem perpolitikan agak sedikit kalah level dengan liberalis, namun mengenai sosialisme masih 1 level dibawah liberalis bisa untuk menyaingi karena saat ini ada Tripolar, USA, RRC, and Russia ketiga negara tersebut sedang bersaing dalam memperoleh influence dan mencari followers kembali, nah tinggal dari kitanya nih bagaimana menanggapinya apakah harus terus2an bermain politik bebas aktif atau mau memilih kubu atau bisa menganalisis kembali pidato bung Hatta "Mendayung dianatar 2 Pulau". sekedar my fckin opinion ga ada yg memaksakan ente semua terbrainwash dengan semua perkataan ane, maaf kalo ada omongan yg ngelantur, maklum masih sama2 belajar emoticon-Ngakak (S)

Quote:


duh ane pernah baca nih gan lupa dibuku apa
PKI jadi ada 2 versi PKI Jahat ama Baik
versi Trotsky ama Stalin
kalo ga salah si trotsky yang sedikit agak lebih baik

btw kalo tadi ada yg bahas soal negara2 penganut komunisme miskin, oke fine korea utara salah gans doi baik Politik hingga Ekonomi Komunis murni versi mao dan itu adalah komunis yang menurut ane mngalami sedikit pembelokan sejarah
sedangkan paska runtuhnya uni soviet dan berkaca dari situ RRC memilih politiknya saja komunis/sosialis sedangkan untuk eonomi mereka sudah open for public dalam artian pasar bebas bukan lagi scoop kecil tertutup sehingga china yg seharusnya bisa kita katakan calon kuat negara adidaya masih sangat humble mengatakan mereka belom menjadi negara maju namun masih berkembang, nah apabila korut sudah
secara simple sih komunis udah mati eksistensinya namun banyak negara yg mengubah dirinya menjadi sosialis dan sosialis terbukti berhasil juga di amerika latin gan, Venezuela adalah ancaman nasional Amerika Serikat, dan Venezuela menjual 80% minyaknya kedalam negeri ataupun kekawasan amerika latin saja, dan itu berhasil membuat negaranya makmur walaupun tidak semakmur negara2 maju lainnya. just IMO
Diubah oleh TomDeLongeGNT
wah,, dapet dari mana tuh gan buku HAJI MISBACH nya??emg ada dijual toko buku pada umumnya gan?
bisa di pinjem kali gan, buat difotocopy...hehehehe
emoticon-Ngakak (S) emoticon-Cendol (S) emoticon-Shakehand2
Diubah oleh tomblok360
agan agan,mumpung masih dalam konteks tata negara nih..
ane liat foto tentara amerika foto di tumpukan emas yg headline nya kurang lebih adalah " barang jarahan dari IRAQ",, bukannya ane nebak itu tentara mamarika, tapi karena memang di foto itu ada laki laki kaukasian memakai baju tentara amerika sepertinya dri infantry...barang kali agan agan bisa tengok tengok kebenarannya.. ane ora ngarti gan..
nih link nya
https://www.facebook.com/photo.php?f...type=1&theater

ni quote nya...
30 trillion worth of Oil
&
20 trillion in gold was stolen in the invasion on Iraq

Remember Saddam had no weapons of mass destruction and was not involved in 9/11

But his countries wealth was looted nevertheless

Then they went to Afghanistan to secure the poppy fields and lithium mines by force

secara logis sih hal ini sangat mungkin terjadi...tpi coba di tela'ah dlu deh..

ni contohnya dan masih ada beberapa gambar lainnya.
Kalian sebagian anak sok tau bela PKI ! Darah ulama dulu digorok PKI !
Diubah oleh tomblok360
maka dari itu jangan ada lagi yang praising Hitler, soal bantai Yahudi.
Kalo kamu mau yakin dengan pemikiran mu, baca lah!
Kalo kamu menganggap photo itu fakta, cari lah.

Jangan cuma karena 1 kalimat yang di tempel pada poto hitler, causing blindess to yur dumbass mind.

karena ada bedanya antara orang pintar dan sok pintar.
Sok pintar itu tidak equivalent dengan kesombongan!

Sok pintar tuh, lu ngomong aljabar, tapi lu sendiri kaga ngarti aritmatika.
Longkap ilmu tanpa mengetahui prequsitenya..

Cuh

*NOTE = Mari kita bersama intropeksi diri
Diubah oleh hunt3r12
Quote:


rame2 udah stuju gan kalau dasar negara kita Pancasila...

tapi kalau untuk sejarah PKI... thread ini gak bisa di jadikan acuan... kurang valid gan....

Sejarah.....bacaan kesukaan ane ni gan......makasih
ada juga elu gan yg harus belajar sejarah dolo. Kayak orba aje dh ah lu emoticon-Cape d...
Quote:


punya senior ane gan haha kayaknya sih kaga alias ga tau dijual apa kaga ane kerjaannye minjem crew gan kalo buku wkwk
Bantai PKI
Titik
.......
Diubah oleh ismaillowkey
Quote:
ampun gan jgn bacok ane emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S)
Halaman 10 dari 43


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di