Quote:
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengganti posisi 5 menteri dan Sekretaris kabinet siang ini. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap perombakan ini sebenarnya terlambat dan kurang maksimal.
"Respon saya, ini a little too late, agak telat. Seharusnya dilakukan beberapa waktu lalu," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015).
Menurut Fadli, karena bidang ekonomi menjadi sorotan jadi seharusnya menteri teknis yang diganti dan bukan menko. Dia menganggap ada posisi menteri lain yang seharusnya diganti.
"Ini sangat tanggung dan tambal sulam. Lebih banyak menko, bukan menteri teknis. Padahal kalau kita mau melihat masalah ekonomi, lebih banyak di kementerian teknis bukan koordinasi," ucap Waketum Gerindra ini.
Fadli juga mengkritik soal komposisi menteri yang diganti. Seharusnya, dia menambahkan, yang dicopot adalah menteri-menteri yang jadi biang kegaduhan.
"Ini menunjukkan bahwa pemerintahan ini ingin menjaga kegaduhan politik," ujarnya.
Fadli juga menyoroti sejumlah menteri dari partai politik yang posisinya aman. Dari 5 menteri dan 1 seskab, hanya satu menteri dari NasDem yaitu Tedjo Edy yang dicopot.
"Ini juga tidak berani dengan melihat suatu reshuffle yang dianggap parpol penguasa atau pendukung presiden dan wapres ketika itu. Ketakutan itu menunjukkan bahwa ini reshuffle tambal sulam yang menunjukan beberapa mempunyai suatu backing politik," ungkapnya.

pemerintah sekarang kenapah sih sedikit atau banyak selalu bikin salah
seandainya prabowo yang jadi presiden selalu perfect walaupun stengah masa jabatan presiden atau injuritime masa jabatan presiden baru resufel atau ngga sama sekalih prabowo pasti perfect

walaupun dibalik ke prefectkan prabowo ada bagian diri prabowo yang kurang