CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tak Ada Masa Depan, Pengusaha Tekstil Angkat Kaki dari RI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55b591e6925233da298b4569/tak-ada-masa-depan-pengusaha-tekstil-angkat-kaki-dari-ri

Tak Ada Masa Depan, Pengusaha Tekstil Angkat Kaki dari RI

Tak Ada Masa Depan, Pengusaha Tekstil Angkat Kaki dari RI
By Fiki Ariyanti on 27 Jul 2015 at 07:40 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebut sejumlah pengusaha tekstil berencana menutup perusahaannya dalam waktu dekat. Langkah ekstrem ini diambil karena pengusaha tidak lagi mempunyai harapan untuk menjalankan roda bisnisnya di Indonesia.
Ketua Umum API, Ade Sudrajat menyatakan, menutup perusahaan adalah langkah terakhir dari pengusaha tekstil saat segala upaya penyelamatan perusahaan gagal.
"Upaya ekstrem mereka memang menutup perusahaan, bukan karena enggak kuat lagi dengan kondisi perekonomian saat ini, tapi lebih kepada Indonesia no future . Enggak ada lagi masa depan atau harapan," ucap dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Bagi perusahaan domestik, kata Ade, pengusaha tekstil akan menutup perusahaan selamanya. Namun bagi perusahaan asing, sambungnya, mereka angkat kaki dari Indonesia, kemudian pindah ke negara lain.
Saat ini, dia mengakui tengah mendata sejumlah perusahaan yang berniat menutup perusahaan dan hengkang dari Negara ini. Jika hal itu benar, maka ribuan bahkan puluhan ribu orang akan kehilangan pekerjaannya.
"Memang sudah ada yang ingin menutup perusahaannya setelah Lebaran ini. Tapi kita belum bisa menyebutkannya karena masih didata. Bila benar, ribuan pekerja bakal menganggur," ucap Ade.
Pada dasarnya, dijelaskan dia, sebelum memutuskan
menutup perusahaan, para pengusaha tekstil telah melakukan berbagai cara penyelamatan. Pertama, mencari pangsa pasar ekspor non tradisional seperti Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur dan lainnya. Hal ini dilakukan karena terjadi pelemahan daya beli masyarakat baik di dalam negeri maupun negara tujuan ekspor tradisional.
"Kalau ke China enggak mungkin, karena kalah tempur. Sedangkan merambah ke pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa, kita enggak punya akses khusus yakni perdagangan bebas sehingga bea masuk impor ke sana 11-30 persen. Mustahil kan bisa bersaing dengan produk di sana. Padahal kalau ada akses ini, bea masuk impor bisa nol persen," jelas dia.
Strategi kedua, Ade bilang, penghematan energi terutama listrik. Menurutnya, struktur biaya paling besar adalah listrik yang mencapai 20 persen mengingat harga jual listrik di Indonesia yang termahal 10-11 sen per Kwh.
"Belum lagi porsi lebih besar yang dibebankan ke perusahaan untuk BPJS Kesehatan, aturan OJK terkait kenaikan asuransi, penggunaan rupiah di dalam negeri oleh Bank Indonesia (BI), dan lainnya," paparnya.
Upaya ketiga, sambung Ade, pengurangan jam kerja karyawan dari tujuh hari menjadi empat atau lima hari perminggu. Dengan demikian, kata Ade produksi tekstil ikut merosot hingga 30 persen dan memberi kesempatan supaya barang-barang yang tersimpan di gudang keluar dan dijual. (Fik/Ndw)

sumber ; m.liputan6.com/bisnis/read/2279811/tak-ada-masa-depan-pengusaha-tekstil-angkat-kaki-dari-ri
Halaman 1 dari 4
trus ane pake baju dr apa dong? emoticon-Hammer (S)
akibat langsung & tak langsung dr melemahnya nilai tukar RP thd USd pd bbrp bulan terakhir ini...... emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh bigbullshit
new hope.......less
wuihhh bakal ada yg namanya PHK nih emoticon-Big Grin
padahal perusahaan textil itu gaji nya rata2 gak ngikutin UMR lho, karena rata2 pegawainya itu ibu2 muda, tua dan janda yang penting di gaji dan bisa jahit + motong kain,... emoticon-Big Grin
klo mereka sampe angkat kaki isu nya bukan karena gak kuat bayar gaji pegawai, jadi karena emang iklim nya disini gaje.

emoticon-Big Grin
Quote:


sebenarnya bukan karena masalah melemahnya IDR to USD ... tp lebih ke pasar yang sedang lesu di global dan juga masih amburadulnya sistem di indonesia .... tingkat demo tinggi, birokrasi yang tumpang tindih, infrastruktur yang masih kacau balau, dan yg paling penting adalah biaya produksi yang terlalu tinggi ... emoticon-Smilie

malah kalau IDR melemah terhadap USD ... pasar tekstil kita itu harusnya lebih bergairah, karena otomatis harganya lebih bersaing di pasar internasional, walau beberapa bahannya masih import, tapi beberapa faktor biaya masih IDR ....


kalau industri tekstil yang fokus pada pasar lokal sih .... beda cerita lagi .... itu karena emang ekonomi kita secara umum sedang lesu ... jadi ya memble penjualannya ... di tambah dengan tekstil import yang harganya murah meriah ... emoticon-Big Grin
Asyikk pada telanjang gak pake baju
emoticon-Betty
Quote:


gaji buruh sebenarnya gak terlalu memberatkan ... yang biasa memberatkan pengusaha manufaktur yang masih padat karya adalah :
1. Saat menjelang hari raya harus mengeluarkan THR ... berarti ada 1 bulan dimana pengeluaran dan biaya operasional menjadi 1,5X lipat
2. Biaya tinggi, baik untuk biaya produksi maupun biaya lain lain, plus biaya siluman
3. Tingginya tingkat demo atau hari libur ada pengaruh juga, biasanya kalau faktor ini yang sangat keberatan adalah pengusaha asing
4. faktor pemerintahnya sendiri, kurang bersahabat dengan pengusaha, infrastruktur yang amburadul, birokrasi yang kacau balau, etc etc etc
Quote:


kata siapa gan,kalo di pabrik tekstil kebanyakan gajinya ngikutin umk kok,
Quote:


kurang ngerti, tapi gw sih info kanan kiri aja (tetangga). kalo ditempat laen mengikuti ya bagus.

Quote:


no.2 & 4 yg paling sering dikeluhkan sptnya
keluar sono loh dr indonesia, berani2nya meragukan the new hope emoticon-Mad (S)
Quote:


kalo di kota ane ikut umk sih emoticon-Malu (S)
Quote:

yg nomor 3 dan 4.kayaknya faktor utama gan

banyak demo buruh yg tuntutannya gak masuk akal... sama birokrasi pemerintah seperti yg ente sebutkan yang.. ah sudahlah...
Quote:


Temen gw bekas supervisor pabrik tekstil di tangerang, upah ngikut UMP
Tp tuh perusahaan ud bangkrut emoticon-norose

Setau gw kl pabrik tekstil ngikut ump, kecuali konveksi itu gak ada ump
Sistemnya borongan emoticon-Ngakak (S)

==========+++

Ngepet nih, napa ngetik jd delay gini yah emoticon-Tai:
Quote:


1. lebay, THR ga beda jauh dengan bonus tahunan, toh setiap tahun sudah dianggarkan
2. lebay kalo biaya siluman selalu jadi alasan
3. lebay, demo ga setiap hari, dan tidak di setiap tempat/pabrik, kalo libur juga lembur tidak dibayarkan
4. baru rasional
Tanah Abang sepi donk.. emoticon-Big Grin
Pengangguran nambah lagi dah emoticon-I Love Indonesia (S)
Post ini telah dihapus
Quote:


Yup bener bro, tapi ada yang lebih tetap lagi.
hal ini dikarenakan biaya listrik dimana per 3 bulan terus naik. jadinya cost vs income, di jual mahal kalah bersaing jadinya ya gitu dech

Halaman 1 dari 4


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di